"Resin komposit merupakan bahan restorasi yang banyak digunakan dalam kedokteran gigi. Ini adalah bahan sewarna gigi yang digunakan untuk memulihkan gigi berlubang, retak, dan terkelupas. Resin komposit terdiri dari matriks resin berbasis metakrilat dan komponen pengisi seperti partikel kaca atau keramik yang berfungsi meningkatkan kekuatan dan daya tahan. Keunggulan resin komposit meliputi estetika yang baik, konservasi struktur gigi, dan keserbagunaan aplikasi. Namun, terdapat pula kelemahan seperti sensitivitas teknik, biaya tinggi, dan potensi terkelupas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisik dan kimia dari resin komposit gigi berbasis kombinasi Silika (SiO2) dan Hidroksiapatit (Ca10(PO4)6(OH)2) sebagai filler. Karakterisasi dilakukan melalui pengamatan struktur permukaan menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM), identifikasi gugus fungsi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), uji penyusutan polimerisasi (polymerization shrinkage), dan kedalaman curing (depth of cure).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan hidroksiapatit dapat mengurangi penyusutan polimerisasi dari 39% menjadi 33,5%. SEM menunjukkan distribusi partikel filler yang merata dan permukaan lebih homogen pada campuran Silika–Hidroksiapatit. Spektrum FTIR memperlihatkan perbedaan gugus fungsi antara resin yang telah dikeringkan (cured) dan belum dikeringkan (uncured), dengan identifikasi gugus PO43− dan Si–O–Si yang khas. Uji depth of cure menunjukkan bahwa resin dengan silika memiliki kedalaman curing yang lebih tinggi (0.730 cm) dibandingkan hidroksiapatit (0.396 cm), namun HAp memberikan hasil yang lebih konsisten.
Kesimpulannya, kombinasi filler Silika dan Hidroksiapatit dapat memperbaiki sifat fisik dan kimia resin komposit gigi, terutama dalam mengurangi shrinkage dan mempertahankan kestabilan struktur. Penelitian ini mendukung potensi penggunaan kombinasi filler tersebut untuk aplikasi restorasi gigi yang lebih optimal.
Dental resin composite is a widely used restorative material in dentistry. It is a tooth- colored substance used to restore cavities, cracks, and fractures. Resin composites consist of a methacrylate-based resin matrix and filler components such as glass or ceramic particles that serve to improve mechanical strength and durability. Advantages of resin composites include good aesthetics, tooth-conserving procedures, and versatile applications. However, they also have drawbacks, such as technique sensitivity, relatively high cost, and risk of chipping or marginal failure.This study aimed to evaluate the physical and chemical characteristics of a dental resin composite formulated with a combination of silica (SiO2) and hydroxyapatite (Ca10(PO4)6(OH)2) as fillers. The characterization was conducted using Scanning Electron Microscopy (SEM) to observe surface morphology, Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) to identify functional groups, polymerization shrinkage testing, and depth of cure analysis.The results showed that the addition of hydroxyapatite reduced polymerization shrinkage from 39% to 33.5%. SEM observations revealed well-distributed filler particles and a more homogeneous surface in the silica–hydroxyapatite composite. FTIR spectra demonstrated distinct differences between cured and uncured samples, identifying key functional groups such as PO43− and Si–O–Si. The depth of cure test indicated that the silica group had a higher curing depth (0.730 cm) compared to hydroxyapatite (0.396 cm), although the HAp group exhibited more consistent results.In conclusion, the combination of silica and hydroxyapatite fillers can improve the physical and chemical properties of dental resin composites, particularly in reducing shrinkage and enhancing structural stability. This study supports the potential application of this filler combination for more optimal dental restorations."