Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Melati Lestari Negari
"PT Enseval Putera Megatrading (EPM) Tbk DC1 Jakarta merupakan distributor pusat yang bertanggungjawab dalam menyalurkan obat, alat kesehatan, dan produk konsumer ke 48 cabang Enseval di Indonesia yang bertujuan memastikan mutu sepanjang jalur distribusi sesuai persyaratan guna memenuhi kebutuhan di setiap cabang dan pelanggan. Kualifikasi operasional adalah tindakan verifikasi terdokumentasi bahwa semua sistem atau peralatan yang telah dipasang atau dimodifikasi berfungsi sesuai dengan spesifikasi dalam semua proses operasional secara konsisten serta menghasilkan produk sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan Kualifikasi operasional kemasan styrofoam ini dilakukan di PT EPM DC1 Jakarta bertujuan untuk menentukan konfigurasi dan jumlah pendingin yang diperlukan untuk menjaga suhu dalam kemasan styrofoam pada rentang 15°C – 40°C serta memastikan suhu pengiriman produk memenuhi persyaratan selama pengiriman. Metode dalam kualifikasi ini dilakukan dengan pengondisian produk dummy dan alat yang akan digunakan pada suhu di bawah 25°C minimal 12 jam. Ice gel, produk dummy dan thermometer data logger diletakkan di dalam kemasan styrofoam dengan konfigurasi ice gel terletak dibagian sisi atas dan Thermometer data logger terletak diantara produk dummy. Kemudian, Styrofoam dinaikkan ke lorong Ambient Gudang B SX.088.Z Hasil menunjukkan konfigurasi menggunakan satu ice pack diletakkan pada sisi atas produk dalam kemasan styrofoam dapat menjaga suhu tidak melewati rentang 15°C – 40°C selama 24 hari. Kemasan styrofoam dengan kondisi muatan terisi dapat mempertahankan suhu antara 15°C – 40°C selama 577,17 jam, 577,67 jam, 577,33 jam dan 577,50 jam.

PT Enseval Putera Megatrading (EPM) Tbk DC1 Jakarta is a central distributor responsible for distributing drugs, medical devices, and consumer products to 48 Enseval branches in Indonesia which aims to ensure quality along the distribution line according to requirements fullfilled the needs of each branch and customer. Operational qualification is a documented verification action that all systems or equipment that have been installed or modified function in accordance with specifications in all operational processes consistently and produce products in accordance with predetermined specifications. The operational qualification of styrofoam packaging did at PT EPM DC1 Jakarta aims to determine the configuration and amount of coolant needed to maintain the temperature in styrofoam packaging in the range of 15°C - 40°C and ensure that the shipping temperature of the product meets the requirements during shipping. The method in this qualification is done by conditioning the dummy products and tools to be used at temperatures below 25°C for at least 12 hours. Ice gel, dummy product and thermometer data logger were placed in a Styrofoam package with the ice gel configuration located on the top side and the thermometer data logger located between the dummy products. Then, the Styrofoam was raised to the ambient aisle of Warehouse B SX.088.Z. The results show that the configuration using one ice pack placed on the top side of the product in styrofoam packaging can maintain the temperature not passing the range of 15°C - 40°C for 24 days. Styrofoam packaging with filled conditions can maintain temperatures between 15°C - 40°C for 577.17 hours, 577.67 hours, 577.33 hours and 577.50 hours.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Sakinah Qur`ani
"Setiap fasilitas distribusi memiliki kewajiban untuk menjaga mutu obat. Proses penyimpanan yang tidak sesuai dan tidak efisien dapat mempengaruhi mutu obat serta menimbulkan kerugian untuk Pedagang Besar Farmasi. Salah satu kegiatan pemantauan yang dapat dilakukan oleh fasilitas distribusi adalah melakukan pemetaan suhu pada area penyimpanan. Oleh karena itu, pada tugas khusus ini bertujuan untuk memastikan distribusi suhu penyimpanan produk diarea penyimpanan cool room (15-25°C) dan mengidentifikasi titik terpanas pada area penyimpanan cool room yang akan digunakan sebagai acuan titik pemantauan suhu area penyimpanan. Metode yang digunakan pada tugas khusus ini adalah observasi dan pengolahan data terhadap proses pemetaan suhu area penyimpanan cool room. Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa area penyimpanan cool room PT. Enseval Putera Megatrading cabang Jakarta 1 memenuhi persyaratan suhu penyimpanan produk obat pada semua rak penyimpanan dengan catatan pada rak penyimpanan N hanya diperbolehkan menyimpan produk obat dengan suhu diatas 25°C. Selain itu, diperoleh hasil suhu titik tertinggi, rata-rata tertinggi, dan MKT tertinggi terletak pada XH203E. Penentuan titik tertinggi ini digunakan sebagai pemantauan suhu rutin.

Every distribution facility has a responsibility to maintain the quality of drugs. Improper and inefficient storage processes can affect the quality of drugs and result in losses for Pharmaceutical Wholesalers. One of the monitoring activities that can be conducted by distribution facilities is temperature mapping in the storage area. Therefore, the specific objective of this study is to ensure the distribution of storage temperature in the cool room area (15-25°C) and identify the hottest points in the cool room storage area to be used as reference points for temperature monitoring in the storage area. The method used for this study includes observation and data processing of the temperature mapping process in the cool room storage area. Based on the data processing, it can be concluded that the cool room storage area at PT. Enseval Putera Megatrading Branch Jakarta 1 meets the temperature requirements for storing drug products on all storage racks, with the exception that storage rack N is only allowed to store drug products with temperatures above 25°C. Additionally, the highest temperature point, highest average, and highest MKT (Mean Kinetic Temperature) were found at XH203E. This highest point determination is used for routine temperature monitoring."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ronaldo Heris
"Seorang apoteker memegang peranan penting, salah satunya dalam bidang industri farmasi dan apotek. Apoteker harus memenuhi standar kompetensinya sebagai persyaratan untuk memasuki dunia kerja dan menjalani praktik profesi. Standar kompetensi apoteker Indonesia terdiri dari sepuluh (10) standar kompetensi sebagai kemampuan yang diharapkan oleh apoteker saat lulus dan masuk ke dalam dunia kerja. Sebagai bekal dan pengalaman calon apoteker untuk memahami perannya dan meningkatkan kemampuan kompetensinya, maka pada kesempatan kali ini, penulis berkesempatan untuk mengikuti kegiatan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di PT. Enseval Putera Megatrading, Tbk., Apotek Hidup Baru dan PT. Soho Industri Pharmasi selama periode bulan Februari hingga Agustus 2020. Selama PKPA ini, diharapkan calon apoteker dapat memperluas wawasan, pemahaman, dan pengalaman untuk melakukan pekerjaan kefarmasian di tempat praktik kerja profesi nantinya.

A pharmacist plays an important role, one of which are in the pharmaceutical industry and pharmacies. Pharmacists are required to meet competency standards as a requirement in professional field and carry out their professional practice properly. Pharmacist competency standards in Indonesia consist of ten (10) competency standards as the abilities expected by pharmacists when they graduate and enter the professional field. As a provision and experience of prospective pharmacists to understand their role and improve their competence, on this occasion, the authors had the opportunity to participate in the Pharmacist Professional Work Practices (PKPA) at PT. Enseval Putera Megatrading, Tbk., Apotek Hidup Baru and PT. Soho Industri Pharmasi during the period  of February to August 2020. During this PKPA, it is hoped that prospective pharmacists can broaden their horizons, understanding, and experience to do pharmaceutical work in the professional practice later."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2020
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Febrina Rezfianti
"ABSTRAK
SCM merupakan pendekatan terpadu yang berorientasi pada proses untuk
menyediakan, memproduksi, mengirim produk-produk serta jasa kepada konsumen.
Keterpaduan SCM meliputi seluruh proses manajemen material, inforrnasi maupun aliran
dana. Perkembangan teknologi inforrnasi dan internet memberikan dampak yang luar biasa
pada penerapan SCM di perusahaan. Berkat penerapan teknologi inforrnasi secara terpadu
seluruh mata rantai dapat menyelaraskan perencanaan dan operasinya. Dengan mata rantai
yang tidak terputus antara bagian produksi, inventory, pemasaran hingga distribusi, jadwal
yang ditentukan dapat di tei>a.ti dan biaya sediaan dapat ditekan.
Supply chain management pada dasarnya bertujuan untuk menciptakan suatu
sinkronisasi dan koordinasi di antara aktivitas-aktivitas yang saling berkaitan di dalam suatu
aliran material atau produk dalam satu organisasi ataupun antar organisasi. Semua bagian
yang terlibat dalam Supply chain management harus dapat saling bekeija sama sehingga
membentuk suatu cross functional team. Kurang baik-nya kerjasama di dalam cross
functional team, akan menyebabkan operasi yang tidak efesien
Beberapa faktor yang mendorong Penerapan supply chain management yakni:
1. Semakin sengitnya persaingan: Persaingan yang teijadi di dongkrak oleh berbagai sumber
seperti kemajuan teknologi industri, meningkatnya globalisasi, perkembangan teknologi
inforrnasi yang relevan, dukungan dana yang memadai dan perancangan desain bisnis yang
baik. Untuk dapat bertahan dalam persaingan maka perusahaan dituntut untuk dapat
menciptakan model-model baru dalam pengelolaan aliran produk dan informasi menggeser
pola pengelolaan bisnis secara tradisional.
2. Tuntutan konsumen: Konsumen menjadi semakin rumit dan terlalu banyak menuntut.
Perusahaan tidak hanya dituntut untuk menghasilkan produk dengan biaya murah dan
bermutu tinggi, tapi juga dengan pelayanan yang sangat profesional. Hal tersebut
memaksa perusahaan untuk merombak paradigma dari yang berorientasi pada produk
menuju paradigma yang berorientasi pada konsumen.
3. Daur hidup produk: Daur hidup produk sangat pendek semng dengan perubahanperubahan
yang terjadi dalam lingkungan pasar. Hal seperti ini mengakibatkan bahwa
waktu yang diperlukan untuk mengembangkan model baru, memperkenalkan ke pasar dan
mengembangkan pasaran sangatlah pendek. Oleh karena itu fast track system dalam
pengembangan produksi, proses manufaktur dan logistik merupakan strategi kunci dalam
memenangkan kompetisi
Teknologi internet memungkinkan perusahaan untuk membangun kolaborasi jaringan
perdagangan (commerce network) yang aman, dinamik dan scalable di antara partner bisnis,
dengan biaya yang lebih rendah. Dengan jaringan yang dibentuk tersebut perusahaan dapat
melakukan kolaborasi dari tahap pendisainan produk sampai eksekusi pemesanan dengan
rekan bisnis yang ditunjuk.
PT. Enseval Putera Megatrading, Tbk. (EPM) sebagai distributor produk farmasi
terbesar di Indonesia terus berupaya untuk dapat memperbaiki pelayanan yang diberikan,
terutama dalam menangani logistik dan penjualan dengan membuat proses ordering, selling
dan delivering untuk pelanggan menjadi lebih efisien.
Dalam rangka mendukung aktivitas pendistribusian produk yang dimilikinya, EPM
menerapkan Supply chain Management melalui perdagangan elektronis (E-Commerce).
Penerapan e-commerce pada EPM dilakukan berdasarkan pertimbangan yaitu dengan eiv
commerce diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan pelayanan, meningkatkan kualitas
interaksi dengan mitra perusahaan selain itu perdagangan elektronis dilakukan untuk
mendukung kompetisi yang semakin ketat di industri serta diharapkan dapat menurunkan
biaya.
Dalam hubungannya dengan pengecer EPM memiliki beberapa model pemesanan
produk ke EPM yakni TOIS, Sistem yang dirancang untuk membantu pelanggan dalam
pemesanan dan dengan cepat dapat memperoleh informasi mengenai status pesanan mereka
dan EPM Net Order (e-commerce system modelling). Sarna seperti TOIS dalam hubungannya
dengan prinsipal EPM menyediakan layanan TIPS.
Keuntungan yang dapat dicapai oleh EPM dengan menerapkan SCM adalah sebagai
berikut:
? mengurangi inventory barang dengan sistem yang digunakan. Inventory merupakan
bagian paling besar dari aset perusahaan yang dimiliki, yang berkisar antara 30%-40%,
sedangkan biaya penyimpanan barang (inventory carrying cost) berkisar an tara 20%-
40% dari nilai barang yang disimpan
? Dapat menjamin kelancaran penyediaan barang, kelancaran barang yang perlu dijamin
adalah mulai dari asal barang (pabrik pembuat), supplier, sampai kepada final
customers.
? Dapat menjamin mutu, mutu barang jadi (finished product) ditentukan tidak hanya oleh
proses produksi barang tersebut tetapi juga oleh mutu bahan mentahnya dan mutu
keamanan dalam pengirimannya.
Dari analisa yang dilakukan maka dapat diberikan saran yang diharapkan bermanfaat
bagi PT Enseval Putera Megatrading, Tbk. :
? Agar strategi perdagangan elektronis yang diterapkan pada PT Enseval Putera
Megatrading, Tbk. tetap menjadi keunggulan bersaing perusahaan, kiranya perlu
diperhatikan faktor-faktor sumber daya intemalnya. Baik itu dari segi kualitas SDM,
sarana dan prasarana, serta perlunya peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
? Meningkatkan volume penjualan dengan tujuan dapat mencapai scope ekonomis dan
tetap efisien. Cara-cara yang dapat dilakukan dengan: memperluas jaringan distribusi
dengan membuka cabang di daerah, menambah jumlah prinsipal agar dapat memenuhi
produk-produk yang diperlukan pelanggan
? Optimalisasi supply chain management memerlukan aliran informasi yang lancar,
transparan dan akurat, dan memerlukan kepercayaan antar peserta pengadaan barang dan
jasa. Optimalisasi tidak mungkin dicapai apabila dilakukan oleh pemasok yang terusmenerus
berbeda dan berganti, karena hal-hal yang diinginkan tersebut tidak mungkin
akan terwujud secara optimal. EPM perlu menerapakan strategi partnering agar SCM
pada perusahaan dapat lebih optimal.
? PT. Enseval Putera Megatrading, Tbk., yang menerapkan perdagangan elektronis
sebaiknya menitikberatkan pada tiga aspek utama yaitu membangun kedekatan dengan
pelanggan, membina hubungan dengan para pemasok dan perantara. Membangun
kedekatan dengan pelanggan melalui inforrnasi-informasi yang dikumpulkan dari
pelanggan sehingga tercapai basil yang maksimal.
? Infrastruktur antara first end network dan back end network harus seimbang sehingga
customer expectation dari pengalaman melakukan perdagangan elektronis dapat
dirninimalisasi dengan customer experience.
? Mendorong pemerintah untuk mewujudkan undang?undang telekomunikasi, media, dan
teknologi informasi agar kepastian hukum transaksi online
"
2001
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurazizah Putri
"Pedagang besar farmasi menyelenggarakan pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran obat dan/atau bahan obat dengan menerapkan pedoman teknis Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB). Di antara kandungan pedoman teknis CDOB, terdapat persyaratan khusus untuk produk rantai dingin yang meliputi aturan yang berkaitan dengan masalah suhu pada saat penerimaan, penyimpanan, dan pengiriman. Adapun validasi proses pengiriman dilakukan untuk memastikan suhu pengiriman tidak menyimpang dari yang dipersyaratkan, salah satunya adalah kualifikasi kemasan atau kontainer pengiriman. Kemasan pengiriman yang bersifat dapat dipakai ulang perlu dikualifikasi ulang secara rutin. Maka dari itu, Distribution Center 1 Jakarta PT Enseval Putera Megatrading Tbk melaksanakan kualifikasi ulang, lebih tepatnya kualifikasi operasional, terhadap peti Credo yang digunakan untuk pengiriman produk suhu 2-8°C. Tahapan kualifikasi operasional peti Credo terdiri atas pengkondisian panel thermal isolation chamber (TIC), pengemasan, penempatan di area ambient selama minimal 168 jam, dan evaluasi. Hasilnya adalah kemasan Credo belum terkualifikasi akibat terjadinya penyimpangan lead time pada salah satu sampel dan penyimpangan suhu terendah yang disebabkan oleh pengkondisian TIC yang kurang optimal.
Pharmaceutical distributors procure, store, and distribute drugs and/or raw drug materials while adhering to the Good Distributing Practices. There are specific requirements for cold chain products, including guidelines on handling temperature anomalies during arrival, storage, and shipment. The shipping process needs to be validated to ensure the temperature does not deviate from the specifications. In order to do that, the qualification of shipping containers is needed. Reusable containers need to be requalified periodically. Therefore, the Distribution Center 1 Jakarta of PT Enseval Putera Megatrading Tbk performed requalification (operational qualification), on a Credo crate that was used to ship products of 2-8°C. The qualification consists of thermal isolation chamber (TIC) conditioning, packing, placement in ambient area for at least 168 hours, and evaluation. The Credo crates were proven not qualified due to an anomaly in one of the sample’s lead time and the lowest temperature because of suboptimal TIC conditioning."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
M. Hibban Arasy
"Produk Cold Chain Product (CCP) memiliki persyaratan khusus untuk menjamin mutu produk baik dari tahap penerimaan, penyimpanan dan pendistribusian. Salah satu aspek penting dalam pendistribusian produk CCP adalah pengontrolan suhu produk dalam penyimpanan selama proses distribusi terjaga dalam rentang yang dipersyaratkan. Untuk memenuhi persyaratan kontrol suhu produk CCP, PT Enseval Megatrading Tbk menggunakan metode passive packaging dengan menggunakan wadah penyimpanan yang suhunya terkontrol dan termonitoring selama pengiriman. Pada pengemasan produk CCP secara passive, salah satu yang diperlukan adalah ice gel pack yang dikemas bersamaan dengan produk CCP di dalam suatu wadah yang sudah divalidasi. Untuk memastikan bahwa ice gel yang digunakan dalam proses distribusi produk CCP memiliki mutu yang baik maka dibutuhkan mesin Freezer yang telah melalui proses Kualifikasi mesin. Laporan ini akan berfokus terhadap pelaksanaan Kualifikasi Instalasi dan Kualifikasi Operasional terhadap salah satu mesin Freezer yang akan digunakan untuk membekukan ice gel.

Cold Chain Product (CCP) products have special requirements to guarantee product quality both from the reception, storage and distribution stages. One of the important aspects in the distribution of CCP products is controlling the product temperature in storage during the distribution process to maintain it within the required range. To meet the temperature control requirements for CCP products, PT Enseval Megatrading Tbk uses the passive packaging method using a storage container whose temperature is controlled and monitored during delivery. In passive packaging of CCP products, one thing that is needed is an ice gel pack which is packaged together with the CCP product in a validated container. To ensure that the ice gel used in the distribution process for CCP products is of good quality, a Freezer machine is needed that has gone through a machine qualification process. This report will focus on the implementation of Installation Qualification and Operational Qualification for one of the Freezer machines that will be used to freeze ice gel."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Shellinna Kurniawati
"Sarana distribusi harus menjamin mutu produk obat dan/atau bahan obat, serta menjaga keutuhan rantai distribusi selama proses distribusi yang dilakukan oleh Pedagang Besar Farmasi (PBF). PT Enseval Putera Megatrading merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pendistribusian obat dan alat kesehatan yang meliputi pengadaan, penyimpanan, serta pendistribusian obat dan alat kesehatan dalam jumlah besar. Suhu ruangan merupakan salah satu faktor penting dalam penyimpanan obat dan alat kesehatan lainnya. Suhu ruangan harus dipantau secara rutin (minimal 3 kali sehari) dan melakukan pemetaan suhu ruangan untuk mengetahui titik suhu terendah, titik suhu tertinggi, dan Mean Kinetic Temperature di dalam suatu ruangan. PT Enseval Putera Megatrading Cabang Jakarta 3 memiliki 10 lorong dari lorong AA hingga lorong JJ dimana ambient room memiliki suhu penyimpanan ≤30°C. Metode yang digunakan adalah metode prospektif berupa data kualifikasi suhu gudang ambient di Cabang Jakarta 3. Suhu terendah adalah 24,8°C, sedangkan suhu tertinggi yang didapatkan adalah 34,2°C. Penyimpangan suhu pada semua titik terjadi mulai pukul 07.40 hingga 16.10 WIB dan suhu tertinggi pada semua titik terjadi pada rentang waktu 12.30 hingga 13.30 WIB. Hasil Mean Kinetic Temperature (MKT) terendah yang didapatkan adalah 30,6°C yang terletak dekat dengan cool room, sedangkan MKT tertinggi yang didapatkan adalah 31,5°C. Titik worst case terletak di titik 19 dengan penyimpangan selama 7 jam 50 menit dimulai dari pukul 08.20 hingga 16.10 WIB. Berdasarkan nilai MKT yang didapat, gudang ambient PT Enseval Putera Megatrading Cabang Jakarta 3 tidak memenuhi persyaratan kualifikasi suhu MKT dengan suhu ≤30°C.

Distribution facilities must guarantee the quality of drug products and/or drug ingredients, also maintain the integrity of the distribution chain during the process carried out by pharmaceutical wholesalers. PT Enseval Putera Megatrading is a company engaged in the distribution of drugs and medical devices which includes procurement, storage, and distribution of drugs and medical devices in large quantities. Room temperature is an important factor in storing medicines and other medical devices. Room temperature must be monitored regularly, at least 3 times a day, and mapped to find out the lowest temperature point, the highest temperature point, and the Mean Kinetic Temperature. PT Enseval Putera Megatrading Jakarta 3 has 10 aisles from aisle AA to aisle JJ where the ambient room temperature must be maintained ≤30°C. The method used is prospective method in the form of ambient room temperature qualification data. The lowest temperature is 24.8°C, while the highest temperature obtained is 34.2°C. Temperature deviations occurred at all points from 07.40 to 16.10 WIB and the highest temperature occurred at all points from 12.30 to 13.30 WIB. The lowest Mean Kinetic Temperature (MKT) obtained was 30.6°C and located close to the cool room, while the highest MKT obtained was 31.5°C. The worst case point is located at point 19 with a deviation of 7 hours 50 minutes starting from 08.20 to 16.10 WIB. Based on the MKT value, the ambient room of PT Enseval Putera Megatrading Jakarta 3 Branch does not meet the MKT temperature requirements with a temperature of ≤30°C."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library