Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ayat Taufik Arevin
"Penelitian ini mengungkapkan peubah yang berhubungan dan mempengaruhi keberhasilan pemilik usaha pondok wisat (UPW). Total jumlah sampel 160 pemilik UPW di lima KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) yaitu: Pangandaran Parangtritis, Karangasem, Pulau Untung Jawa, dan Tanjung Lesung-TNUK. Hipotesis yang diajukan adalah: (1) Karakteristi individu dan lingkungan berpengaruh nyata terhadap proses penyuluhan, kompetensi kerja, dan perilaku kewirausahaan; (2) Proses Penyuluhan berpengaruh nyata terhadap kompetensi kerja dan keberdayaan, namun tidak berpengaruh nyata terhada perilaku kewirausahaan; (3) Kompetensi Kerja berpengaruh nyata positif terhadap perilaku kewirausahaan dan keberdayaan (4) Perilaku kewirausahaan berpengaruh nyata positif terhadap keberhasilan usaha; dan (5) Keberdayaan berpengaruh nyat terhadap keberhasilan usaha. Teknik bootstrapping menghasilkan strategi bahwa: (1) tingkat efektivitas proses penyuluha dipengaruhi usia, tingkat kosmopolitan, peran tokoh masyarakat, dan sistem nilai budaya; (2) Peran lembaga dan metod penyuluhan diupayakan berkontribusi pada peningkatan kompetensi kerja dan perilaku kewirausahaan. (3) Kompetensi kerja pemilik UPW tercermin dari kemampuan menangani reservasi, layanan resepsionis dan penyediaan layanan housekeeping (4) Perilaku kewirausahaan direfleksikan oleh transparansi, tingkat disiplin, ketelitian dan ketekunan pemilik UPW; dan (5) Keberhasilan usaha lebih efektif melalui kompetensi kerja yang berkontribusi pada perilaku kewirausahaan, dibandingkan melalui tingkat keberdayaan.

This study examines the variables related and having influence on the success of the coastal homestay business owners. The total number of samples is 160 owners in five areas of KSPN (the Strategic Area of Indonesian National Tourism) namely: Pangandaran, Parangtritis, Karangasem, Pulau Untung Jawa, and Tanjung Lesung-UKNP. The hypotheses are: (1) individual and environmental characteristics influence the process of extensions, working-competence, and entrepreneurial behavior; (2) the extension process has real influence on working-competence and business empowerment; (3) working competence positively influence entrepreneurial behavior and empowerment; (4) Entrepreneurial behavior and empowermen directly affect the success of business, and (5) Empowerment clearly affects business success. The model evaluation throug bootstrapping technique gives a reference that: (1) the level of effectiveness of the extension process is influenced by age, cosmopolitan level, the role of community leaders, and cultural value systems; (2) the role of extension institutions and method contributes to the increased working-competence and entrepreneurial behavior. (3) working-competence is reflected in the ability to handle reservations, receptions, and housekeeping; (4) the entrepreneurial behavior is reflected by transparency, th level of discipline, punctuality and tenacity; and (5) business success becomes more effective through entrepreneurial behavio than the level of empowerment."
2014
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Kevin Rosul
"Artikel ini memberikan wawasan tentang dampak Brand Extensions terhadap Brand Equity, yang berfokus pada RANS Entertainment. Studi ini menemukan bahwa Parent Brand Equity, Perceived Fit, dan Parent Value Equity berdampak positif pada Brand Extensions Attitude, yang pada gilirannya memiliki dampak langsung yang kuat pada Change in Parent Brand Equity. Studi ini menunjukkan bahwa perusahaan harus fokus dalam membangun Brand Equity dan Value Equity yang kuat, memastikan Perceived Fit, dan menciptakan Brand Extensions Attitude yang diinginkan untuk memperkuat Parent Brand Equity secara keseluruhan. Temuan dari penelitian ini bermanfaat untuk penelitian lebih lanjut mengenai topik ini, secara khusus untuk RANS Entertainment. Penelitian di masa depan dapat berfokus pada analisis pesaing dan menambahkan faktor lain ke dalam indikator penelitian.

This article provides insight into the impact of Brand Extensions on Parent Brand Equity, focusing on RANS Entertainment. This study found that Parent Brand Equity, Perceived Fit, and Parent Value Equity have a positive impact on Brand Extension Attitudes, which in essence has a direct and strong impact on Change in Parent Brand Equity. This study suggests that companies should focus on building strong Brand Equity and Value Equity, ensuring Perceived Fit, and create a desireable Brand Extensions Attitude to strengthen their overall Parent Brand Equity. The findings from this study are useful for further research on this topic, specifically for RANS Entertainment. Future research can focus on competitor analysis and adding other factors to research indicators."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
B. Mustafa
"Dibahas mengenai peluang membangan sisitem layanan perpustakaan digital menggunakan salah satu FOSS (Free pen Source Software), yaitu Joomla dengan componentnya yang sesuai kebutuhan. Salah satu componentnya yang dapat digunakan untuk membuat Joomla standar memiliki tambahan fitur layanan perpustakaan digital adalah component Docman (alias Document Manager). DOCMAN dapat digunakan untuk mengelola dan menayangkan dokumen digital via internet, sehingga dapat ditelusur berdasarkan berbagai kriteria untuk kemudian dokumen tersebut dapat ditampilkan dan diunduh (download). Diuraikan kelebihan Joomla sebagai salah satu aplikasi CMS (Content management System) yang banyak diketahui oleh umumnya SDM TI (Teknologi informasi), sehingga perpustakaan mudah memperoleh bantuan jika menghadapi kendala dalam menggunakan software jenis ini. Dijelaskan bahwa bahkan pada saat Joomla selesai diinstal langsung terbentuk suatu website standar yang sudah lengkap dan sudah memenuhi kebutuhan minimal sebagai suatu website. Lain dari pada itu, tersedia banyak addons (ekstensi berupa modules, component, template, atau mambot) untuk menambah fitur-fitur lain pada Joomla standar yang dibutuhkan untuk berbagai keperluan khusus misalnya layanan perpustakaan digital dan fungsi perpustakaan lainnya."
Jakarta: Pusat jasa Perpustakaan dan Informasi ( Perpustakaan Nasional RI), 2009
020 VIS 11:1 (2009)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Simanjuntak, Enrico
"ABSTRAK
Dalam dimensi sejarah, perluasan kewenangan Peradilan Administrasi dilakukan
oleh para hakim peradilan administrasi, sebagai bagian dari proses penemuan
hukum (judicial activism) untuk mengisi keterbatasan-keterbatasan UU. No.
5/1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara (atau UU. No. 51/2009 dalam
perubahan terakhirnya). Namun, perluasan kewenangan absolut peradilan
administrasi melalui praktek peradilan berjalan diametral dengan politik hukum
kebijakan legislasi. Dalam penelitian ditemukan disharmoni kebijakan politik
hukum di bidang pengaturan eksistensi dan fungsi kompetensi absolut Peradilan
Administrasi, hal ini disebabkan karena tidak adanya grand design dari para
pembuat kebijakan, khususnya di bidang legislasi, untuk membangun suatu sistem
peradilan administrasi yang efektif, berwibawa dan kuat sesuai dengan cita negara
hukum Indonesia. Kelemahan aturan hukum seringkali disikapi bukan dengan
memperhatikan keselarasan sistem, namun menggunakan pendekatan-pendekatan
reaktif, yakni berorientasi membuat aturan dan lembaga baru, untuk menata
sistem hukum yang terganggu atau bermasalah. Dalam penelitian ini dibahas pula
beberapa rancangan undang-undang (RUU) yang secara langsung akan
mempengaruhi fungsi peradilan administrasi ke depan, disamping menganalisis
sinkronisasi kebijakan legislasi dan regulasi dari lima undang-undang mutakhir
yang memperluas/menegaskan kewenangan Peradilan Administrasi dalam sistem
hukum nasional yaitu : 1) UU. Keterbukaan Informasi Publik; 2) UU. Pelayanan
Publik; 3) UU. Pemilu Anggota DPR/D dan DPD; 4) UU. Pengelolaan
Lingkungan Hidup; 5) UU. Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum. Pada
akhirnya, Peneliti berkesimpulan bahwa politik hukum yang mengatur dan
mengelola sistem penyelesaian sengketa antara warga masyarakat atau badan
hukum dengan pemerintah dalam kebijakan legislasi maupun regulasi harus
disusun dalam suatu grand design perubahan yang mencerminkan hakikat
perlindungan hukum kepada masyarakat. Namun perlindungan hukum ini akan
lebih bermakna apabila kompentensi peradilan administrasi tidak dibatasi oleh
ketentuan sebagaimana dimaksud pasal 1 angka 9 UU PERATUN, maupun
pembatasan-pembatasan hukum lainnya, namun mencakup semua tindakan
hukum publik administrasi pemerintahan.

ABSTRACT
In historical dimension, the extension of the administrative courts jurisdiction is
exercised by administrative judge as part of the judicial activism to strengthen the
weakness of the Administrative Court Act no. 5/1986 (last revised on the Act no.
51/2009). Unfortunately, the extension of the administrative court jurisdiction has
been diametrically opposed with the legal policy of legislation. The analysis will
demonstrate disharmony of the effectiveness legislation of judicial administrative
court power, due to the lack of lawmakers grand design to build a effective and
strong judiciary system of administrative court based on the idea of Indonesian
rule of law. The defective of the laws and regulations tends to be faced in reactive
approach for building new regulation or institution. Realizing the lack of political
will of the lawmakers to build a effective and strong administrative court power,
the reseacher propose some ideas and arguments to optimalize the power of
administrative court by systematizing and re-thingking some actual legal issues
relating the future of administrative court jurisdiction (ius constituendum).
Relating to this topic, the researcher examine as well some of the draft bills whose
impact to the future of the administrative court function, besides analyzing current
policies which has been expanding the administrative court jurisdiction in national
law system namely : 1) Freedom Information Act; 2) Public Service Act; 3)
Legislative and Senate Election Act; 4) Enviromental Protection and Management
Act; 5) Land Acquistition For Public Purposes Act. Finally, the researcher has a
conclusion that legal policy which regulates and operates national legal system of
the conflict resolution between the government and the citizen must be composed
and designed based on a supporting grand design to promote and guarantee legal
protection for citizens. This protection would be more meaningful if the
jurisdiction of the administrative court are not limited only to the specific criteria
of the administrave court decision according to article 1 figure law 9 Law No.
51/2009, including another legal exemption, but also cover all the public legal
action of administrative authority."
Jakarta: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2014
T39285
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library