Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 34 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Mohammad Jafar Hafsah
"Guna melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, diperlukan suatu kondisi pertahanan dan keamanan (Hankam) yang kuat di segenap wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara kepulauan dan negara maritim. Mempertahankan kedaulatan Negara Bangsa Indonesia dengan dua pendekatan yaitu pendekatan militer dan pendekatan non-militer. Pendekatan militer adalah menjaga pertahanan dan keamanan negara dengan melibatkan kekuatan militer secara langsung, dilain sisi pendekatan non militer seperti ketahanan pangan, ketahanan energi, lingkungan hidup, imigrasi, perkembangan iptek, sosial dan budaya dari berbagai aspek non militer yang strategis adalah bagaimana terjaminnya ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan seluruh rakyat Indonesia. Dengan terjaminnya ketersediaan pangan maka keamanan dan ketahanan dapat terwujud."
Jakarta: Lembaga Pangkajian MPR RI, 2019
342 JKTN 14 (2019)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"This paper aims at analyzing food insecurity problem at hosehold level and its alleviation strategy alternatives. The analysis results are expected to become inputs for policy makers at central and local government levels in order to strengthen food security and overcome food insecurity at household level...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Rachmad Safa`at
Malang: Universitas Brawijaya Press, 2013
363.8 RAC r
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Tri Andriyanto
"Skripsi ini membahas mengenai pelemahan ketahanan pangan komoditas beras Indonesia akibat implementasi dari Letter of Intent IMF, periode 1995 hingga 2009. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa Indonesia mengalami pelemahan ketahanan pangan beras dari segi ketersediaan, stabilitas pasokan beras, serta akses terhadap beras. Ketersediaan diukur dari perbandingan jumlah konsumsi per tahun dengan stok yang tersedia, stabilitas pasokan diukur dari perbandingan volume beras domestik dan beras impor, sedangkan akses diukur dari harga eceran beras setiap tahun. Ketersediaan beras Indonesia cenderung menunjukkan angka menurun, stabilitas menunjukkan angka impor beras yang fluktuatif dan cenderung naik, dan akses menunjukkan harga eceran beras yang terus naik setiap tahunnya.

This thesis discusses the weakening of Indonesia's rice food commodities due to the implementation of IMF Letter of Intent, the period 1995 to 2009. The method used is quantitative descriptive design. The results of this study show that Indonesia has weakened food security in terms of availability of rice, rice supply stability, and access to rice. Availability is measured from the ratio of the amount of consumption per year with available stock, supply stability measured by the ratio of the volume of domestic rice and rice imports, while the access measured from the retail price of rice every year. Indonesia rice availability is likely to show declining numbers, the stability showed that rice imports fluctuate and tend to rise, and access to show the retail price of rice continues to rise each year."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
"Global financial crisis and climate changes have affected food security in a move vulnerable situation. Food security pillars, in this respect should be strengthened. The food security pillar should not rely only on quantitative approaches, but also on other pillars in a wider food spectrum. One of the feasible ways to enhance food security is to develop food diversification based on local food commodities. This paper is aimed to assess some vulnerable points of national food security, the significant of the diversification to enhance food availability and its prospect as one of the pillars to develop steady food security in Indonesia."
FOPEAGE
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Ni Putu Sumartini
"Meskipun pertanian kontrak telah banyak dimanfaatkan sebagai strategi untuk mengatasi masalah kendala pemasaran dan meningkatkan kesejahteraan petani, dampaknya terhadap ketahanan pangan masih kurang diteliti dan ambigu. Selain itu, penelitian empiris mengenai dampak pertanian kontrak terhadap ketahanan pangan di Indonesia belum ada hingga saat ini. Untuk mengisi kekosongan dalam literatur ini, penelitian ini menggunakan propensity score matching (PSM) untuk menganalisis dampak pertanian kontrak terhadap ketahanan pangan dari rumah tangga pertani skala kecil di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data Survei Pertanian Terintegrasi tahun 2021 yang dirancang untuk memantau indikator sustainable development goals (SDGs). Food insecurity experience scale (FIES) digunakan untuk mengukur ketahanan pangan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pertanian kontrak dapat meningkat ketahanan pangan rumah tangga petani skala kecil di Indonesia. Namun, perlu diperhatikan bahwa pertanian kontrak hanya memberikan dampak positif untuk kelompok petani tertentu. Pertanian kontrak dapat meningkatkan ketahanan pangan petani tanaman perkebunan tetapi tidak memiliki efek yang sama terhadap ketahanan pangan petani komoditas lainnya. Menurut wilayah, dampak positif dari pertanian kontrak paling besar ada di Maluku Utara. Pertanian kontrak juga hanya berdampak positif untuk petani skala kecil yang paling rawan pangan. Dampak positifnya paling besar untuk petani yang tinggal di pedesaan, petani perempuan, dan petani yang tidak memiliki tanah ataupun ternak. Hasil ini menegaskan peranan pertanian kontrak dalam pembangunan pedesaan, pemberdayaan perempuan, dan pemberatasan kemiskinan untuk petani yang tidak memiliki aset.

Despite contract farming’s widespread implementation to overcome market constraints and enhance farmers’ livelihoods, its impact on food security remains inadequately investigated and questionable. Moreover, there is a lack of empirical evidence regarding the impact of contract farming on food security in Indonesia. To address this research gap, this study employs propensity score matching (PSM) to mitigate selection bias in examining the impact of contract farming on the food security of smallholder farm households in Indonesia. It utilizes the 2021 Indonesia Agricultural Integrated Survey (SITASI) data, designed to monitor the indicators of sustainable development goals (SDGs) in the agriculture sector. The food insecurity experience scale (FIES) is used to measure food security. This study shows that contract farming can potentially improve the food security of smallholder farm households in Indonesia. However, it is noteworthy to note that it only benefits certain groups of farmers. Contract farming significantly improves food security of estate crop farmers but does not have a similar effect on the food security of farmers of other commodities. Regionally, the positive impact is most pronounced in North Maluku. Contract farming is also found to benefit only smaller farms, which are the most vulnerable to food insecurity. Positive outcomes are more pronounced for rural farmers, women, and those without land or livestock. These results underscore the role of contract farming in promoting rural development, women empowerment, and poverty alleviation among asset-poor farmers."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Contents
Sustainable management of soil resources and food security / R. Lal and B. A. Stewart -- Global food situation and unresolved and emerging issues / Sahla Shapouri, S. Rosen, S. Allen -- World soil resources: opportunities and challenges / H. Eswaran, P.F. Reich, E. Padamanabhan -- Soil resources and human adaptation in forest and agricultural ecosystem in humid Asia / S. Fukawa ... [et al.] -- Pedogenic acidification in upland soils under different bio climatic conditions in humid Asia / S. Fukawa ... [et al.] -- Soil resources affecting food security and safety in South Asia / T.J. Purkayastha ... [et al.] -- Formations and management of cracking clay soils (vertisols) to enhance crop productivity: Indian experience / K. Pal, T. Bhattacharyya, S.P. Wani -- The role of nuclear isotopic techniques in sustainable land management: achieving food security and mitigating impacts of climate change / L. Nguyen ... [et al.] -- New paradigm to unlock the potential of rainfed agriculture in the SAT / S.P. Wani ... [et al.] -- Land degradation / F.O. Nachtergaele, M. Petri, R. Biancalani -- Where do we stand, twenty years after the assessment of nutrient balance in Sub Saharan Africa / E.M.A. Smaling ... [et al.] -- Research needs for credible data on soil resources and degradation / R. Lal.
"
Boca Raton : CRC Press, 2012
631.4 WOR
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Irma Sundari
"This study aims to analyze the food security determinant of households by household characteristics in Indonesia using descriptive and multinomial logit analyses, and determine the characteristics of households that need intervention of Raskin in Indonesia. Descriptive and multinomial logit analyses found that households more food secure if the education of household head is higher, number of household members is smaller, the household head work in non-agriculture, income per capita is larger, and the area where household live in urban areas. Generally, Raskin relatively on target. Raskin should be prioritized on women-headed households with low education, and work in agriculture/non-agriculture.

Studi ini menganalisis determinan ketahanan pangan rumah tangga menurut karakteristik rumah tangga di Indonesia dengan analisis deskriptif dan multinomial logit, serta menentukan karakteristik rumah tangga yang perlu intervensi Raskin di Indonesia tahun 2011. Hasil analisis deskriptif dan multinomial logit menemukan bahwa semakin tinggi pendidikan kepala rumah tangga akan meningkat pula ketahanan pangannya jika jumlah anggota rumah tangga kecil, pekerjaan kepala rumah tangga di non-pertanian, pendapatan per kapita besar, dan daerah tempat tinggal di perkotaan. Secara umum, Raskin relatif tepat sasaran. Raskin sebaiknya diprioritaskan pada rumah tangga yang dikepalai perempuan, berpendidikan dasar, dan bekerja di pertanian maupun non-pertanian."
2016
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Nandhita Zefania Maharani
"

Ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan menjadi perhatian utama masyarakat perkotaan karena tingginya urbanisasi, keterbatasan lahan, dan rendahnya produksi makanan lokal. Urban farming muncul sebagai solusi dengan tujuan memproduksi makanan lokal, meningkatkan nutrisi, dan mendorong pertanian berkelanjutan di lahan sempit. Dalam konteks urban farming, pengetahuan tentang metode bercocok tanam di lahan sempit menjadi kunci sukses dalam budidaya produk pangan. Namun, tantangan memasuki urban farming cukup besar karena dibutuhkan pengetahuan yang cukup dan kurangnya sistem pendukung lainnya. Oleh karena itu, diperlukan layanan digital yang menyediakan informasi komprehensif, detail, dan terstruktur mengenai urban farming yang dapat diakses secara luas oleh masyarakat. Pada mulanya, penulis melakukan systematic literature review untuk menemukan gap dengan penelitian sebelumnya. Metodologi penelitian yang digunakan adalah Design Science Research yang menerapkan mixed method, yaitu gabungan antara penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Penelitian kualitatif dilakukan melalui wawancara semi terstruktur terhadap 20 narasumber menggunakan open question. Kemudian, hasil dari penelitian kualitatif dianalisis dengan thematic analysis dan akan menjadi sumber acuan pembuatan model adopsi layanan digital urban farming. Pada penelitian kuantitatif, penulis menyebarkan kuesioner secara daring dan didapatkan 573 responden. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu berupa desain antarmuka layanan digital urban farming dalam bentuk high fidelity prototype sesuai dengan kebutuhan pengguna dari perspektif pelaku urban farming dan praktisi di bidang ilmu terkait yang didapatkan melalui wawancara dan penyebaran kuesioner. Analisis dan perancangan aplikasi memberikan solusi desain antarmuka, serta evaluasi oleh pelaku urban farming dan masyarakat melalui expert review, usability testing, dan Post Study System Usability Questionnaire (PSSUQ). Hasil evaluasi desain antarmuka tersebut menunjukkan bahwa perancangan layanan digital urban farming dapat memberikan kepuasan kepada pengguna untuk mengadopsi layanan tersebut dari sisi usability. Hasil penelitian ini bertujuan untuk mendukung pengguna mendapatkan informasi, sumber daya, dan dukungan yang dibutuhkan dalam urban farming. Berdasarkan metodologi Design Science Research, purwarupa ini menggabungkan berbagai fitur, seperti edukasi, forum, konsultasi ahli, pengingat, pemberian bantuan, dan e-marketplace. Penelitian ini berkontribusi untuk mempromosikan dan mendukung ketahanan pangan dengan bantuan platform digital di lingkungan perkotaan.


Food security and sustainable development are major concerns for urban communities due to high urbanization, limited land, and low local food production. Urban farming emerged as a solution with the aim of producing local food, improving nutrition, and promoting sustainable agriculture on small plots of land. In the context of urban farming, knowledge of farming methods on narrow land is the key to success in cultivating food products. However, the challenge of entering urban farming is considerable as it requires sufficient knowledge and lack of other support systems. Therefore, there is a need for a digital service that provides comprehensive, detailed and structured information on urban farming that can be widely accessed by the public. At first, the author conducted a systematic literature review to find gaps with previous research. The research methodology used is design science research that combines mixed methods consisting of qualitative research and quantitative research. Qualitative research was conducted on 20 interviewees with semi structured using open questions. Then, the results of the qualitative research were analyzed with thematic analysis and were the source of reference for making the digital urban farming service adoption model. In the quantitative research, researchers distributed questionnaires online and obtained 573 respondents. The final result is a digital urban farming service interface design in the form of a high fidelity prototype according to user needs from the perspective of urban farming actors and practitioners in related fields of science obtained through interviews and questionnaires. Analysis and design of the application provides interface design solutions, and will be tested by urban farming actors and the public through expert review, usability testing, and Post Study System Usability Questionnaire (PSSUQ). The results of the interface design evaluation show that the design of urban farming digital services can provide satisfaction to users to adopt these services in terms of usability. This research aims to support users to get the information, resources, and support needed in urban farming. Based on the Design Science Research methodology, the prototype incorporates various features, such as education, forum, expert consultation, reminders, assistance, and e-marketplace. This research contributes to promoting and supporting food security with the help of digital platforms in urban environments.

"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Edwin Ramli
"Tujuan:
Program keamanan pangan perlu ditingkatkan dan dikembangkan, yang bertujuan mencegah masyarakat dari bahaya terhadap kesehatannya akibat produk pangan olahan yang tidak aman dan bermutu. Untuk itu perlu diketahui gambaran kinerja produsen pangan olahan dalam menyelenggrakan produksinya.
Metoda:
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian "Cross-sectional", untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja produsen pangan olahan di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam Tahun 2003. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner, dan untuk pengukuran kinerja digunakan data hasil supervisi atau hasil pemeriksaan setempat yang telah dilakukan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Banda Aceh sejak tahun 2000 sampai tahun 2003. Analisis bivariat dilakukan dengan uji "Chi-Square" dan analisis akhir dilakukan menggunakan analisis multivariat dengan uji "Regresi Logistic Ganda".
Hasil:
Kajian data menunjukkan proporsi produsen pangan olahan dengan kinerja baik sebesar 19,1%, berkinerja cukup 36,2% dan berkinerja kurang atau tidak baik 44,7%. Hasil kompositnya dengan dikotom yang jelas adalah 55,3 % berkinerja baik dan 44,7 % berkinerja buruk. Uji "Chi-Square" menunjukkan hubungan yang bermakna dari beberapa variabel dengan kinerja, yaitu pendidikan (p = 0,0001), pengetahuan (p = 0,0001), sikap (p = 0,0001), pengalaman (p = 0,055), pelatihan (p = 0,016), imbalan ( p = 0,001), . supervisi (p = 0,011) dan pedoman kerja (p = 0,006).
Dari empat variabel yang masuk menjadi model, yaitu imbalan, supervisi, pengetahuan dan sikap, yang dengan uji regresi logistik dan dari nilai Odds Ratio (95 % CI-OR) diketahui variabel yang paling dominan adalah variabel pengetahuan sebesar 36,42 (8,23-161,20) yang artinya bahwa kinerja produsen pangan yang berpengetahuan baik berpeluang mempunyai kinerja baik 36,42 kali lebih besar dibandingkan produsen pangan olahan yang berpengetahuan kurang, setelah dikontrol variabel imbalan, supervisi dan sikap. Hasil uji interaksi menunjukkan terdapatnya interaksi dari variabel sikap dengan supervisi dengan nilai Odds Rationya (95% CI-OR) sebesar 15,530 (0,898-268,546) yang berarti bahwa produsen yang mendapat supervisi secara rutin setahun sekali produsen tersebut mau merubah sikapnya terhadap peraturan perundangan tentang produksi pangan menjadi lebih positif, mempunyai peluang berkinerja baik 15,530 kali dibanding produsen yang tidak disupervisi secara rutin dan sikapnya terhadap peraturan negatif. Dari model akhir hasil uji interaksi diketahui variabel paling dominan adalah variabel pengetahuan dengan Odds Ratio (95% CI-OR) sebesar 56,394 (10,824-293,807), yang artinya produsen yang berpengetahuan baik mempunyai peluang berkinerja baik 56,394 kali dibandingkan dengan produsen yang berpengetahuan buruk untuk menyelenggakan produksi pangan olahan.
Kesimpulan:
Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kinerja produsen pangan olahan tanpa interaksi adalah pengetahuan setelah dikontrol dengan faktor imbalan, supervisi, dan sikap. Sedangkan faktor paling dominan setelah interaksi adalah pengetahuan setelah dikontrol oleh imbalan, supervisi, dan faktor interaksi dari supervisi dengan sikap.
Saran:
Untuk meningkatkan kinerja dari produsen pangan olahan di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, perlu dilakukan pembinaan dalam rangka pemberdayaan produsen terhadap pengetahuan tentang cara produksi makanan yang baik dan juga terhadap peraturan-peraturan yang terkait dengan produksi dan distribusi produk pangan olahan, serta peraturan perundang-undangan tentang konsumen.

Objective:
The food security program needs to be improved and developed, which aims to prevent the danger to public health from hand made food products which are not safe and in bad quality. Therefore there is a need to find out the operation of hand made food product in the production process.
Methods:
This study is undertaken using a `cross-sectional' study plan, to find out the factors and that related to the operation of hand made food producer in the province of Nanggroe Aceh Darussalam in the year 2003. Data collections are carried out through questionnaire, and for the operation measurement using data from result of supervision or local test wick has been carried out by the Foods and Drugs Supervision Board of Banda Aceh since 2000 until 2003. Bavariate analysis is carried out using `chi-Square' test and the final analysis is carried out using multivariate analysis using `regression Logistic' test.
Result:
The data research shows that the proportion of hand made food producer operation with good operation is 19,1%, sufficient operation 36,2% and bad operation is 44,7%. The result composite with clear dichotomy is 55,3% with good operation and 44,7% bad. The `chi-Square' test shows a significant relationship from some variables with operation, which are education (p = 0,000), knowledge (p = 0,000), attitude (p = 0,000), experience (p = 0,055), training (p = 0,016), reward (p = 0,001), supervision (p = 0,011), and job guideline (p = 0,006).
From the four variables which included as models, which are reward, supervision, knowledge, and attitude, in which through regression logistic test and from the Odds Ratio value (95% CI-OR) it is known that the most dominant variable is knowledge variable 36,425 (8,23-161,20) which means that the producer of hand made food with good knowledge has the opportunity to have good operation 36,425 times higher compared to producer of band made food who has less knowledge, after being controlled by reward, supervision, and attitude variables. The result of interaction test shows tat there is an interaction from the attitude variable and supervision variable with odds ratio value (95% CI-OR) of 15,530 (0,898-268,546) which means that the producer which acquire supervisions regularly each year willing to change their attitudes toward the regulations of food production to be more positive and has the opportunity of good operation 15,530 times higher compared to the producer who are not supervised regularly, and their attitudes toward the regulation are negative. From the final model of the interaction test, it is known that the most dominant variable is the knowledge variable with Odds Ratio (95% CI-OR) of 56,394 (10,824-293,807), which means that the producers with good knowledge have an opportunity to have good operation 56,394 times higher compared to the producers with bad knowledge to operate the production of hand made food.
Conclusion:
The most dominant factor which is related to operation of hand made producers without interaction is knowledge after controlled by reward, supervision, and attitude factor. As for the most dominant factor after interaction is knowledge after being controlled by reward, supervision, and interaction factor from supervision with attitude.
Suggestion:
To improve the operation of hand made food in the Province of Naggroe Aceh Darussalam, an improvement needs to be undertaken in order to aid the producer of the knowledge on how to produce and distribute the hand made food products, and concerning the regulation regarding consumers.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2003
T11305
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>