Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
Adi Harja
"Gunung Lawu merupakan salah satu daerah prospek panas bumi yang terdapat di Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui litologi, struktur, persebaran mineral alterasi hidrotermal, dan keterkaitan antara pembentukan mineral alterasi dengan tipe fluida di daerah panas bumi Gunung Lawu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi deskripsi batuan, petrografi, dan Powder X-Ray Diffraction (XRD). Berdasarkan hasil analisis, didapat litologi daerah penelitian berupa breksi piroklastik, andesit, dan tuf. Mineral alterasi hidrotermal yang ditemukan pada daerah penelitian berupa kaolinit, dickite, montmorillonit, klorit, dan serisit. Keberadaan mineral tersebut dipengaruhi oleh suhu 100-300°C dengan tipe fluida asam-netral.
Gunung Lawu is one of the geothermal prospect areas in Central Java. This study aims to determine the lithology, structure, distribution of hydrothermal alteration minerals, and the relationship between the formation of alteration minerals and the type of fluid in the geothermal area of Mount Lawu. The methods used in this study include rock description, petrography, and Powder X-Ray Diffraction (XRD). Based on the results of the analysis, the lithology of the study area was obtained in the form of pyroclastic breccia, andesite, and tuff. Hydrothermal alteration minerals found in the study area are kaolinite, dickite, montmorillonite, chlorite, and sericite. The presence of these minerals is influenced by a temperature of 100-300°C with an acid-neutral fluid type."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2021
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Tris Arfiadinarti
"Gunung Pancar, Jawa Barat adalah salah satu daerah yang memiliki potensi panas bumi. Dalam mengidentifikasi potensi panas bumi Gunung Pancar digunakan teknologi pengindraan jauh. Teknologi pengindraan jauh adalah sarana efektif untuk memetakan distribusi struktur, suhu permukaan tanah, dan alterasi hidrotermal. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan alterasi hidrotermal dan potensi panas bumi dengan integrasi teknik penginderaan jauh dan studi lapangan. Teknik penginderaan jauh yang digunakan adalah FFD, LST, dan PCA. Hasil analisis dengan teknik penginderaan jauh ini akan divalidasi dengan studi lapangan dan analisis petrografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebaran struktur geologi dan suhu permukaan tanah memiliki anomali tinggi di bagian utara dan selatan-tenggara daerah penelitian. Analisis sebaran struktur dan suhu permukaan ini dapat mendukung interpretasi keberadaan dan sebaran alterasi hidrotermal. Jenis alterasi hidrotermal yang dapat diamati melalui integrasi PCA dan studi lapangan adalah argilik. Alterasi ini berkorelasi dengan keberadaan manifestasi panas bumi dan struktur geologi daerah penelitian. Korelasi hasil analisis menggunakan FFD, LST, PCA dan studi lapangan dapat menunjukkan bahwa bagian utara dan selatan-tenggara merupakan area alterasi hidrotermal dan memiliki potensi panas bumi.
Mount Pancar, West Java is one area that has geothermal potential. In identifying the geothermal potential of Mount Pancar, remote sensing technology is used. Remote sensing technology is an effective means of mapping the distribution of structures, soil surface temperatures, and hydrothermal alteration. This study aims to map hydrothermal alteration and geothermal potential by integrating remote sensing techniques and field studies. Remote sensing techniques used are FFD, LST, and PCA. The results of the analysis using remote sensing techniques will be validated by field studies and petrographic analysis. The results of this study indicate that the distribution of geological structures and soil surface temperatures has a high anomaly in the north and south-southeast of the study area. The analysis of the distribution of the structure and surface temperature can support the interpretation of the presence and distribution of hydrothermal alteration. The type of hydrothermal alteration that can be observed through PCA integration and field studies is argillic. This alteration is correlated with the presence of geothermal manifestations and the geological structure of the study area. Correlation analysis results using FFD, LST, PCA, and field studies can show that the north and south-southeast are hydrothermal alteration areas and have geothermal potential."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Syahla Alifah Nurfuadi
"Terdapat tantangan dalam aktivitas grade control dan kesulitan pengolahan bijih Au-Ag menjadi bullion di pabrik PT Indo Muro Kencana. Endapan bijih Au-Ag di Gunung Muro, yang merupakan sistem epitermal sulfidasi rendah, berkaitan erat dengan proses alterasi dan mineralisasi yang menghasilkan mineral penyerta yang dapat memengaruhi efisiensi pelindian di pabrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zona alterasi dan zona mineralisasi, serta menganalisis hubungannya terhadap hasil pengolahan pabrik, guna menunjang kajian grade control pada bijih di Pit “X”. Penelitian ini dilakukan melalui pengambilan data lapangan, meliputi pit mapping dan channel sampling, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis laboratorium menggunakan metode geokimia bijih, uji pelindian, petrografi, mineragrafi, dan X-Ray Diffraction. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga zona alterasi, yaitu zona filik yang dicirikan oleh kehadiran muskovit dan serisit, zona argilik yang dicirikan oleh kehadiran smektit dan illite, serta zona propilitik yang ditandai oleh klorit dan serisit. Mineralisasi di daerah penelitian terbagi menjadi tiga zona (A, B, dan C) berdasarkan karakteristik mineral sulfidanya. Uji pelindian mengindikasikan nilai recovery yang rendah dan penggunaan reagen yang tinggi pada zona B, sehingga bijih ini merupakan bijih refraktori dan memerlukan perlakuan khusus dalam strategi grade control, termasuk pemisahan proses pengambilan dan penempatan bijih pada stockpile yang berbeda.
There are challenges in grade control activities and difficulties in processing Au-Ag ore into bullion at the PT Indo Muro Kencana plant. The Au-Ag ore deposits in Gunung Muro, which are part of a low-sulfidation epithermal system, are closely related to alteration and mineralization processes that produce accessory minerals, which can affect the efficiency of leaching at the plant. This research aimed to map alteration and mineralization zones in Pit "X" to better understand their link to plant processing results and inform grade control strategies. Fieldwork involved pit mapping and channel sampling, followed by lab analyses including ore geochemistry, leaching tests, petrography, mineragraphy, and X-Ray Diffraction. Findings revealed three alteration zones: phyllic (muscovite, sericite), argillic (smectite, illite), and propylitic (chlorite, sericite). Mineralization was categorized into three zones (A, B, and C) based on sulfide characteristics. Crucially, Zone B ores exhibited low recovery and high reagent consumption during leaching, identifying them as refractory. This necessitates a specialized grade control approach for Zone B, including distinct extraction processes and separate stockpiling, to optimize plant operations."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library