Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Trisna Setiawan
Abstrak :
Meningkatnya persaingan dan tuntutan mutu pelayanan terhadap puskesmas serta munculnya tuntutan kemandirian dalam aspek pembiayaan kesehatan di daerah telah mendorong puskesmas agar dikelola secara profesional. Selain itu, masih adanya kelemahan manajemen puskesmas seperti sumber daya manusia yang masih terbatas dalam kuantitas dan kualitasnya, sumber keuangan belum mencukupi, sistem informasi masih dilakukan secara manual dan sarana/prasarana puskesmas masih belum sesuai dengan kebutuhan. Dalam era otonomi, Puskesmas didorong untuk menyusun perencanaan yang matang sesuai dengan analisis situasi setempat dalam bentuk rencana strategis (renstra) puskesmas. Penyusunan renstra puskesmas semakin menjadi prioritas setelah adanya mandat berupa SK Kadinkes Kota Depok nomor 440/30/Kpts/Pr-2002 yang mengharuskan setiap puskesmas yang ada di Kota Depok menyusun renstra. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun renstra Puskesmas Cimanggis tahun 2004 - 2008, yang untuk selanjutnya dapat digunakan oleh pimpinan puskesmas sebagai acuan dalam menyusun perencanaan dan penganggaran tahunan puskesmas. Ruang lingkup penelitian dilakukan di Puskesmas Cimanggis, Dinkes Kota Depok, BPS Kota Depok, dan sarana kesehatan yang ada di sekitar puskesmas. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, concerrsus decision making group dan kajian dokumen. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa faktor-faktor yang menjadi peluang adalah lokasi puskesmas strategis, tarif murah, ekonomi stabil, tingginya kepadatan penduduk dan banyaknya industri. Faktor yang menjadi ancaman adalah meningkatnya tuntutan mutu, kebijakan dana operasional yang belum menunjang puskesmas, teknologi pesaing lebih baik, bertambahnya jumlah pesaing dan beragamnya jenis penyakit. Faktor yang menjadi kekuatan adalah puskesmas sebagai tempat rujukan, adanya layanan rawat inap, produk layanan lebih banyak, buka pagi dan sore hari serta kegiatan pemasaran yang baik. Faktor yang menjadi kelemahan adalah keuangan tidak memadai, SDM masih kurang, belum ada layanan spesialis, Organisasil manajemen dan sistem informasi belum berkembang. Kesimpulan pada penelitian ini adalah posisi puskesmas yang dianalisis dengan matriks IE berada pada sel V yaitu pelihara dan bertahan, dengan altematif strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Sedangkan posisi yang sesuai dengan matriks SPACE berada pada kuadran konservatif dengan alternatif strategi penetrasi pasar, pengembangan produk, pengembangan pasar dan diversifikasi konsentrik. Pada tahap matching dihasilkan strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Pada tahap menentukan prioritas dengan QSPM terpilih pengembangan produk diikuti dengan penetrasi pasar. Disarankan jenis kegiatan untuk strategi pengembangan pasar adalah menambah kapasitas rawat inap, membuka layanan spesialis anak, membuka layanan gigi sore hari, mengembangkan rumah bersalin dan layanan laboratorium. Sedangkan kegiatan untuk strategi penetrasi pasar adalah membuka puskesmas pembantu, mengaktifkan pusling, mengembangkan kerjasama dengan perusahaan dan sektor informal serta mengembang kan program dokter keluarga.
High competition and increasing demand of Public Health Center (PHC) service quality as well as requirement for regional health financing independency has drive the tendency to organize PHC professionally. Several PHC management weakness found are : the lack of human resources, inadequate financing resource, manual information system as well as facilities and infrastructure that has not yet meet the real need. All of these factors has force PHC to make a good sequential strategic plans in the form of PHC Strategic Planning. The need for a PHC Strategic Planning has become a top priority following the mandate of SK Kadinkes Kota Depok No 440!301KptslPr-2002 that requires each PHC in Depok to compile its Strategic Planning. This research aim to provide Strategic Planning for PHC Cimanggis for the period of 2004 - 2008, which afterwards could be used by PHC top management as a guidance in writing their Annual Budget Planning, The research is conducted at the Public Health Center Cimanggis, Dinkes Depok, BPS Depok with its health facilities in the surrounding. Data is collected using the method of indepth interview, consensus decision making and document study. Result of the study has disclosure : Opportunity factors are strategic location of PHC, low charge for the service, economic stability, high demography density and many industries. Threat factors are increasing requirement to quality, policy of operational financing, competitor's higher technology, as well as the increase number of competitors and various diseases existed. Strength factors are PHC use as reveral, overnight care provided, broader product services, longer open hours in the morning and afternoon as well as fine marketing activities. Weakness factors are insufficient finance, unorganized human resource, nothing specialist service, undeveloped information system and management. In conclusion, using the 1E matrix, PHC is positioned at cell V, Hold and Maintain with alternative strategic are market penetration and product development. In the other hand, using SPACE matrix, PHC is suite to Conservative Quadrant with alternative strategic are market penetration, product development, market development and concentric diversification. For increase the success of PHC Strategic Planning, so suggested for product development, activities recommended are adding overnight care capacity, open up pediatric services, provide dental service in the afternoon, build up maternity care with its laboratory service. For market penetration, activities recommended are open assist PHC, activate pulsing, widen cooperation and informal sector companies and initiate family doctor.
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2003
T12669
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Amsal A.M.
Abstrak :
Rumah sakit merupakan salah satu bentuk / pola dalam penyelenggaraan upaya kesehatan yaitu rujukan medik, juga memegang peranan penting didalam pencapaian tujuan pembangunan dibidang kesehatan khususnya dan tujuan pembangunan nasional pada umumunya. Dengan demikian rumah sakit perlu dikelola dengan baik termasuk didalamnya "Prosedur penerimaan pasien rawat Inap", karena pada hakekatnya pertama sekali pasien berhubungan dengan rumah sakit. Peningkatan prosedur penerimaan pasien rawat Inap di RSU Islam Rustati Solo akan berjalan lancar bila organisasi pelaksananya serta kelengkapannya ditata dan diperhatikan dengan baik. Untuk itu dibuatlah model pendekatan pemecahan masalah Peningkatan Prosedur Penerimaan Pasien Rawat Inap RSU Islam Kustati Solo tahun 1991. Pada bagian penerimaan dilakukan penelittan dengan observasi, kuesioner, pengamatan langsung dan wawancara, dokumentasi dengan dibantu petugas medis, paramedis dan non medis RSU Islam Kustati Solo. Didapat masalah factor administrasi, faktor pelayanan medis, faktor penunjang medik, kepuasan pasien, kepuasan petugas. Bagian penerimaan ini juga melayani : pasien rawat jalan, poli umum, poli spesialis dan sub spesialis, penunjang medik, dan juga berfungsi sebagai bagian informasi RS. Setelah dilaksanakan pengumpulan data dan dibahas maka penulis berkesimpulan alternatif terbaik untuk peningkatan prosedur penerimaan pasien rawat inap RSU Islam Kustati Solo tahun 1991, adalah : perbaikan prosedur penerimaan pasien rawat inap, perbaikan sistem dibagian penerimaan, perbaikan kwantitas tenaga, perbaikan fasilitas, perbaikan perolehan informasi. Hal ini dibuat dengan harapan pelaksanaan pekerjaan prosedur penerimaan pasien rawat inap di RSU Islam Kustati Solo berjalan lancar, sehingga tercapai peningkatan prosedur penerimaan pasien rawat inap, yang pada ahirnya meningkatkan pelayanan di RSU Islam Kustati Solo. Sebagai basil kegiatan penulis usulkan saran-saran untuk peningkatan prosedur penerimaan pasien rawat inap RSU Islam Kustati Solo tahun 1991, yaitu : menelaah kembali prosedur kerja admission, melatih keterampilan petugas admission, memperbaiki sarana informasi, menambah tenaga dokter umum dan mengusahakan tenaga dokter ahfi purna waktu, menciptakan hubungan antar manusia yang baik, melakukan penelitian evaluatif secara berkala dan dibuat penelitian yang lebih saih lagi.
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 1991
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library