Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 13 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Suparman
"Tire importance of the role of electricity in economic activities is undeniable. In fact, all economic sectors are directly or indirectly associated with electricity. Electricity is required to sustain human needs and economic growth. Electricity disruption will impact on both of economic or non economic aspect. Tire strategy on electricity supply curtailment to minimaze economic or non economic losses is needed One of the approach able to be applied to analysis the macroeconomic effects incured by deficiency of electricity supply is input-output model. Parameter applied in strategy of electrical curtailment is output multiplier. Result of simulation indicates that electricity curtailment by considering output multiplier hence will be able to minimizes the macroeconomics impact."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
JUTE-20-3-Sep2006-195
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Andhiny Adyaharjanti
"Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang cukup berkembang di Indonesia. Salah satu perkembangan sektor pariwisata ditunjukkan melalui pertumbuhan PDB Pariwisata Indonesia. Pertumbuhan PDB pariwisata Indonesia cukup signifikan hingga pada tahun 2016, sektor pariwisata menjadi sektor penyumbang PDB Nasional terbesar kedua setelah sektor migas. Salah satu penyebab tumbuhnya PDB Pariwisata ini adalah karena peningkatan pengeluaran wisatawan mancanegara di Indonesia. Secara tidak langsung peningkatan pengeluaran wisatawan mancanegara berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pengeluaran wisatawan mancanegara terhadap perekonomian Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode analisis input-output dengan pengembangan model Miyazawa. Pengembangan dilakukan dengan membagi sektor rumah tangga menjadi sepuluh kelompok menurut pendapatannya. Kesimpulan penelitian ini adalah pengeluaran wisatawan mancanegara di Indonesia berpotensi mengurangi kemiskinan dan memperbesar ketimpangan secara bersamaan. Hal tersebut dirasakan bagi seluruh kelompok rumah tangga, baik kota maupun desa.

Tourism sector is being one of the most developed sector in Indonesia. The development of tourism can be seen through the growth of tourism GDP in Indonesia. The growth og tourism GDP in Indonesia has been significantly increased since 2016, tourism is assumed to be the second largest contributor of national GDP after oil and gas. One ogf the reason for the significant increase in tourism is the increasing number of total international tourists expenses in Indonesia. Indirectly, it impacts to the Indonesian economic. Thus, this research aims to analyse the impact of international tourists expenses to the Indonesian economic. This research used input output analysis method with Miyazawa model development. The development was done by dividing the household into groups according to their income. The conclusion of this research is tourist expenditures in Indonesia has the potential to reduce poverty and increase inequality simultaneously. It is felt by the whole household groups, both urban and rural household."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anton Hendranata
"This study aims (1) to construct an Econometric Input-Output Model for Indonesia, that emphasizes the linkage between sectors, and (2) to analyze the impact of budget allocation on development expenditure to Indonesian's economy in 2002.
The model, constructed by combining the advantages of an input-output model and an econometric model, is called the Indonesian Econometric Input-Output Model or "Model Input-Output Ekonometrika Indonesia" (MIENA). MIENA consists of 112 dynamic simultaneous equations which utilize secondary data from 19SO-20UO. The equation parameters are estimated by using a combination of three estimation methods: (1) Ordinary Least Squares, (2) First Order of Autoregressive and (3) Second Order of Autoregressive. The model is validated by the Gauss-Siedel Method, it is then used for protections and policy impact analysis simulations on budget development expenditure and world economic conditions.
The study finds that the impact of budget reallocation for development expenditure (final demand, output, income, and sectoral employment) is better than the budget allocation for development expenditure in the National Budgetary Plan (RAP3N) for 2002. The plantation sector contributed the most to supporting output multiplier and high income. The food, beverages, and tobacco industries contributed the most to yield a high employment multiplier.
"
Economics and Finance in Indonesia, 2004
EFIN-52-3-Des2004-231
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Salahuddin
"Kolaborasi model ekonomi dengan ilmu-ilmu dasar seperti matematika dan fisika telah berlangsung lama. Terhadap model analisis input-output, konsep matematika telah memainkan peranan penting dalam perkembangan model-model dekomposisi struktural. Sedangkan konsep fisika mengambil bagian penting sebagai dasar dalam pengembangan metoda estimasi tabel input-output, mengingat berbagai kendala dalam penyusunannya, seperti masalah keterbatasan data-data transaksi industrial dan mahalnya biaya survei untuk memperoleh data-data tersebut. Salah satu konsep fisika yang berguna dalam kepentingan di atas adalah entropy system.
Konsep ini dikembangkan dari Hukum Kedua Termodinamika yang dalam bentuk lain selalu dinyatakan sebagai entropi. Tesis ini akan memberikan rasionalisasi penerapan entropy system dart Hukum Kedua Termodinamika untuk pemecahan sel atau elemen dalam tabel input-output. Ide dasarnya adalah penghampiran konsep keseimbangan energi dengan konsep keseimbangan umum (genera! equilibrium) yang dalam konteks model input-output dapat diwakili oleh koefisien teknologi. Tabel input-output yang diperoleh dari perhitungan dengan pendekatan entropy system selanjutnya akan digunakan untuk melakukan anaiisis pengaruh sektor tertentu, yaitu infrastruktur terhadap perekonomian Indonesia.
Dalam mendisagregasi sel infrastruktur, digunakan matriks korelasi yang terdiri dari kendala (constrain) data yang diketahui dan tidak diketahui. Dari dua kendala yang diketahui akan diperoleh (m-2) data baru jika yang dipecahkan adalah m sel. Sedangkan informasi yang tidak diketahui dapat dikonstruksi melalui maksimalisasi entropi berdasarkan distribusi normal. Selanjutnya hubungan antara sel sebelum dan sesudah dipecah dinyatakan secara eksponensial dalam probabilitasnya, dimana pangkat eksponensialnya mengandung suku entropi."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2006
T20380
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Antonius Yuda Kristiawan
"ABSTRAK
Pada sistem kendali konvensional, batasan-batasan seperti amplitudo dan slew
rate sinyal kendali tidak diperhitungkan pada proses pengendalian. Hal ini tentu
dapat menyebabkan hasil kendali menjadi kurang baik, terutama jika terjadi
pemotongan paksa terhadap sinyal kendali sebelum masuk ke plant. Untuk
mengatasi hal tersebut dirancanglah suatu pengendali MPC. Dengan MPC,
keluaran proses yang akan datang dapat diprediksi dan batasan-batasan yang ada
tidak diabaikan sehingga keluaran sistem menjadi bagus. Selain keluaran sistem
menjadi bagus, adanya batasan juga dapat membuat kinerja alat menjadi optimal.
Pada skripsi ini, sistem yang akan dikendalikan dengan metode MPC dengan
constraints adalah Coupled-Tank Control Apparatus PP-100. Model yang
digunakan pada perancangan pengendali berbentuk ruang keadaan yang didapat
dengan menggunakan metode Kuadrat Terkecil berdasarkan pada data masukan
dan data variabel keadaan alat. Masukan sistem adalah tegangan pompa pada
tangki pertama dan keluaran yang akan dikendalikan adalah ketinggian air pada
tangki kedua.
Dari uji eksperimen terbukti bahwa metode pengendali MPC dengan constraints
memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan metode Aturan Kendali
Kenaikan. Hal tersebut dapat terlihat dari tanggapan sistem, dimana tanggapan
sistem dengan menggunakan metode MPC lebih cepat serta tidak adanya
overshoot maupun undershoot pada keluaran sistem saat terjadi perubahan nilai
trayektori acuan.

ABSTRACT
In conventional control system, constraints, such as amplitude and slew rate of
input signal are not computed in control process. This matter of course can make
the control result become worst, especially when force cutting occur to input
signal before it enters to the plant. To solve those problems, a MPC controller is
designed. With MPC, process output can be predicted and the existence of
constraints will not be ignored and, as the result, it makes output system become
well. Besides improve output system quality, the existence of the constraints can
also make the device works at optimum condition everytime.
In this following final thesis, system that will be controlled with MPC with
constraints method is Coupled-Tank Control Apparatus PP-100. Model that is
used in controller design has state space form. This model is got by use Least
Squares method based on input and state variable data. Input system is pump in
first tank and output that will be controlled is water level in second tank.
Experiments prove that MPC with constriants give better result than Incremental
Control method. With MPC, system response become faster and there are no
overshoot nor undershoot when the set point change."
2007
S40377
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rozalinda
"Perekonomian Siak didominasi oleh sektor pertambangan minyak dan gas bumi (migas), namun seletor tersebut tidak dapat diandalkan terus-rnenerus untuk menopang perekonomian, selain sifatnya yang tidak terbarukan juga penyerapan tenaga kerja yang relatif rendah, sehingga sektor ini tidak bisa diandalkan di masa depan. Penyerapan tenaga kerja yang rendah dan nilai tambah yang besar mencerminkan kemakmuran bagi penerirnanya, tidak demikian yang texjadi di sektor pertanian. Sebagian besar tenaga kerja di Siak bekerja pada sektor pertanian, padahal sumbangan nilai tambah sektor tersebut tcrmasuk rendah. Berarti ada indikasi ketimpangan pendapatan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sektor agroindustri dalam perekonomian Kabupaten Siak dan dampak kebijakan pembangunan ekonomi berbasis agroindustri terhadap distribusi pendapatan dan kesempatan kerja. Agroindustri sebagai subsistem pertanian mempunyai potensi sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi karena memiliki peluang pasar yang lebih Iuas dan nilai tambah yang lebih besar. Kebijakan pcmbangunan ekonomi yang dimaksud dalam pcnelitian ini adalah kebijakan peningkatan pengeluaran pemerintah, investasi dan ekspor di sektor agroindustri. Analisis menggunakan Tabel Input-Output Kabupaten Siak Tahun 2006 dan pengembangannya, yaitu Model Miyazawa.
Hasil analisis menunjukkan bahwa sektor agroindustri merupakan sektor unggulan di Kabupaten Siak dan mempunyai peran yang lebih besar dalam meningkatkan output perekonomian, kesempatan kerja dan pendapatan rumah tangga, terutama pendapatan rumah tangga golongan rendah, dibanding sektor lainnya dan memberikan dampak positif dalam memperbaiki distribusi pendapatan.
Selanjutnya kombinasi kebijakan peningkatan investasi dan ekspor agroindustri memberikan dampak yang lcbih besar dibandingkan kombinasi kebijakan peningkatan investasi dan peningkatan pengeluaran pemerintah. Kcbijakan ekonomi di sektor agroindustri makanan berdampak lebih besar memperbaiki distribusi pendapatan dibanding agroindustri non makanan. Dan kcbijakan ekonomi di sektor agroindustri berdarnpak lebih baik bagi pemerataan distribusi pendapatan dibanding kebijakan yang ditujukan pada industri kertas, dan barang dari kertas, industri kimia, karet, plastik dan barang turtmannya serta industri pengolahan lainnya.
Berdasarkan pada hasil penclitian, untuk meningkatkan perekonornian Kabupaten Siak, meningkatkan kesempatan kerja dan rnernperbaiki distribusi pendapatan, maka kebijakan ekonomi perlu Iebih difokuskan pada pengembangan agroindustri prioritas (agroindustri makanau) melalui kombinasi kebijakan peningkatan investasi dan ekspor
Siak's economical system are dominated by oil and natural gas mining sector, in spite of those roles couldn?t keep trusted to support the economical system, beside characteristic is unrenewable and low of_ labor absorbtion as well. A few labor and huge value added to reflection of wealth for labor, on the contrary in agriculture sector. Sial
The research is for analysis agroindustry roles in the regency of Siak and the impact of policy economic development in agroindustry sector toward income distribution and employment opportunity. Agroindustry as agricultural subsystem has potentials to support economic growth. The policy of economical development within these research are increase the government expenditure, investment and export in agroindustry sector. The analysis was using table data input output Siak in 2006 and the progress model is Miyazawa.
The results show that agroindustry sector is leading sector in Siak and a play greater role in increasing economic output, employment opportunity and household income, primely the lower household income and these things will give many positive impact on the improvement of income distribution. Further, combined of increase investment and export policies have greater impact than investment and the govemrnent expenditure. Policies in the food aroindustry have greater impact on the improvement of income distribution than the non food agrvoindustry. The economic policy in agroindustry get priority (oil and fat industry and pulp industry) become the most effective policy to increase economical output, employment opportunities and household income. Investment and export policy in agroindustry sector has better impact as well as on the income distribution than that on paper and paper derivated goods industry, chemical, rubber and plastic industry and other manufacturing industry.
According of research then the economic policy needs to be focused to progress agroindustry of priority (food agroindustry) through the policy of increase investment and export.
Key words: agroindustry, input output tables, Miyazawa?s models, income distribution, employment opportunities.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T-pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Imam Sutadji
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa SLTP kelas 3 di beberapa sekolah di Jakarta, Tangerang, Bogor dan Bekasi. Penelitian ini mengkaji kontribusi beberapa variabel input terhadap variabel output sekolah yang secara teori digunakan sebagai proxy dari kualitas pendidikan.
Unit Analisis penelitian adalah prestasi belajar individuil siswa untuk matematika dan Bahasa Indonesia dengan karakteristiknya. Penelitian ini melibatkan 365 siswa, 48 guru matematika dan Bahasa Indonesia serta 24 Kepala Sekolah yang berasal dan 6 SLTPN Jakarta Selatan, 6 SLTPN di daerah Bogor, 6 SLTPN di daerah Tangerang dan. 6 SLTPN di daerah Bekasi. Data diperoleh melalui kuesioner yang disebarluaskan kepada siswa, guru dan Kepala Sekolah. Prestasi belajar siswa kelas 3 untuk matematika dan Bahasa Indonesia yang dijadikan variabel independen dalam penelitian ini menggunakan angka rapor siswa yang dikumpulkan dari kuesioner untuk masing-masing siswa.
Analisis yang digunakan dalam menjawab pertanyaan penelitian ini adalah multiple regression analysis (analisis regresi ganda) dengan metode stepwise. Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk menjelaskan besarnya kontribusi sekelompok variabel yang dimasukkan dalam model regresi. F-test digunakan untuk menguji tingkat signifikansi model regresi yang digunakan. Perubahan R2 digunakan untuk melihat varian yang dijelaskan oleh setiap variabel yang masuk dalam model regresi secara bertahap. Untuk mengetahui besarnya hubtmgan antara prediktor variabel dan dependent variable, angka korelasi, r, pada tingkat signifikansi p 0.05 dengan uj i t-test.
Analisis dilakukan baik pada tingkat keseluruhan sampel maupun pada kategori sekolah baik dan sekolah kurang. Pada keseluruhan sampel melibatkan 365 murid sebagai unit analisis, sedangkan pada tingkat sekolah baik dan kurang melibatkan masing-masing 91 dan 274 siswa SLTPN.
Penelitian inn menemukan bahwa NEM sekolah dasar sebagai indikator output pada jenjang pendidikan sebelurnnya mempunyai pengaruh yang kuat dan konsisten terhadap prestasi belajar matematika dan Bahasa Indonesia siswa kelas 3 SLTPN. Indikator karakteristik guru seperti pendidikan guru, training yang pernah diikuti guru dan pengalaman guru, mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa untuk matematika dan Bahasa Indonesia. Pengalaman kerja Kepala Sekolah sebagai salah satu karakteristik Kepala Sekolah narnpaknya tidak konsisten memberikan pengaruh kepada prestasi siswa untuk matematika dan Bahasa Indonesia."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anton Budi Prananto
"Peningkatan kebutuhan domestik, peningkatan harga Bahan Bakar Minyak BBM di tingkat internasional, dan harga BBM jenis tertentu yang tetap, meningkatkan beban belanja subsidi BBM dalam APBN. Subsidi BBM yang berlebihan menimbulkan dampak negatif, sehingga perlu dilakukan upaya reformasi subsidi BBM jenis tertentu, salah satunya adalah kebijakan pengalihan alokasi anggaran subsidi BBM jenis tertentu melalui peningkatan harga BBM bersubsidi. Studi ini bertujuan menghitung potensi beban belanja subsidi yang dapat diturunkan/dialihkan dari upaya perbaikan kebijakan subsidi BBM dan memperkirakan dampak dari pengalihan alokasi anggaran subsidi BBM terhadap perekonomian nasional, baik terhadap output, pertumbuhan ekonomi, pendapatan masyarakat, maupun tenaga kerja. Hasil studi menunjukkan bahwa, pada tahun 2012, setiap 1 persen pengalihan alokasi anggaran subsidi BBM jenis tertentu, maka harga BBM bersubsidi akan meningkat sebesar 0,6 persen secara rata-rata, dan konsumsi BBM bersubsidi akan menurun sebesar 0,06 persen.
Dengan menggunakan analisis Tabel Input-Output I-O Indonesia tahun 2012 yang di-update dengan metode RAS dari Tabel IO Indonesia tahun 2008, menunjukan bahwa pengalihan alokasi anggaran subsidi BBM pada tahun 2012 yang menurunkan konsumsi BBM sebesar 6 persen dan apabilat dialokasikan ke bidang infrastruktur, sektor industri non migas atau sektor pertanian, ternyata mampu meningkatkan output, nilai tambah atau PDB, pendapatan masyarakat, dan lapangan kerja dalam perekonomian nasional. Output perekonomian dan pendapatan rumah tangga nasional akan maksimal apabila pengalihan alokasi anggaran subsidi BBM tersebut dialokasikan untuk investasi di bidang infrastruktur. Nilai tambah bruto PDB dan penyerapan tenaga kerja akan maksimal jika pengalihan alokasi anggaran subsidi BBM dilakukan untuk investasi di sektor pertanian. Sedangkan investasi di sektor industri non migas dari pengalihan alokasi anggeran subsidi BBM tidak dapat mengoptimalkan dampaknya terhadap perekonomian nasional.

The increase in domestic demand, increase in international prices of fuel oil and fixed price of certain types of subsidized fuel, causing the increase of national budget APBN expenditure in certain types of fuel subsidy. Excessive fuel subsidies has a negative impact, so it is necessary to reforms several fuel subsidy, one of the policy is saving certain types of fuel subsidy through increased prices of subsidized fuel. This study aims to calculate the potential cost of subsidy that can be derived reallocate from the fuel subsidy policy reform and estimate the impact of the fuel subsidy savings to the national economy, both on output, economic growth, incomes, and employment. The study shows that in 2012 every 1 percent reallocations in certain types of fuel subsidy, the subsidized fuel prices will increase by 0,6 percent on average, and the consumption of subsidized fuel will decrease by 0,06 percent.
By using analysis Input Output I O Table of Indonesia in 2012 which is updated with the RAS method from I O Table of Indonesia in 2008, it shows that 100 percent reallocations in fuel subsidies in 2012 that lowered fuel consumption by 6 percent and the savings are allocated to the infrastructure sector, non oil industrial sector or the agricultural sector, was able to increase output, value added or GDP, incomes, and employment in the national economy. Economic output and household national income would be maximized if the fuel subsidy savings allocated for investment in infrastructure. Gross Domestic Product GDP and employment would be maximized if the fuel subsidy savings allocated for investment in the agricultural sector. While investment in non oil sector of the allocated fuel subsidy savings cannot optimize its impact on the national economy.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
T47082
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Suryaputra Wijaksana
"Skripsi ini mempelajari dampak dari pengembangan pelabuhan dalam rencana Tol Laut pada perekonomian Indonesia, terutama pada output, pendapatan dan lapangan pekerjaan mengunakan metode inter-regional input output IRIO . Pengembangan pelabuhan yang dianalisis adalah pengembangan pada periode tahun 2017. Studi ini membagi Indonesia menjadi lima wilayah yakni Sumatera, Jawa Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Papua Nusa Tenggara Maluku. Skripsi ini menyimpulkan bahwa wilayah Sumatera akan paling diuntungkan oleh pengembangan pelabuhan. Wilayah ini akan menciptakan output tambahan sebesar Rp 25,7 triliun, dimana Rp 13,45 triliun akan diciptakan dalam wilayah sendiri dan Rp 9,4 trilliun diluar wilayah Sumatera. Selain itu akan tercipta lapangan kerja sebanyak 154,000 dimana 139,000 di dalam wilayah dan 15,000 diwilayah lain. Akan juga tercipta pendapatan sebesar Rp 2,8 triliun, dimana Rp 2,67 triliun didalam wilayah dan Rp. 0,33 trilliun diluar wilayah. Wilayah Papua Nusa Tenggara Maluku akan mendapat keuntungan paling sedikit dari pengembangan pelabuhan. Dalam wilayah itu akan tercipta output sebesar Rp 1,3 trilliun, lapangan pekerjaan sebanyak 9,800 dan Rp 0,24 triliun pendapatan. Studi ini juga menyimpulkan bahwa wilayah Jawa Bali menerima inter-regional effect paling besar diantara wilayah lainnya karena wilayah itu adalah penyedia bahan baku penting seperti mesin listrik, produk penyulingan, logam yang sudah diproses dan semen untuk wilayah lainnya.

This thesis studies the impact of port development within the Sea Toll Plan on the Indonesia economy, especially on output, income and labor using the inter regional input output IRIO model. The port development analyzed in this thesis is for the year of 2017. The study divided Indonesia into five regions Sumatera, Java Bali, Kalimantan, Sulawesi and Papua Nusa Tenggara Maluku regions. The thesis concludes that Sumatera will benefit the most from the port developments. The region is set to increase output by Rp. 25.47 trillion, of which Rp. 13.45 trillion within its own region and Rp. 9.4 trillion outside the region. It will also create 154,000 jobs, of which 139,000 within its own region and 15,000 in other regions. The development will also create Rp. 2.8 trillion in income, of which Rp. 2.67 trillion within its own region and 0.33 trillion outside of the region. The region of Papua Nusa Tenggara Maluku will benefit the least out of the development project. The project will generate Rp. 1,3 trillion in output, 9,800 jobs and Rp. 0.24 trillion in income. This study also concludes that Java Bali received the most spill over or inter regional effect because it is the main supplier of essential inputs such as electric machinery refinery products, processed metals and cement to the other regions. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Singgih Priyogo
"Isu informalitas dan tujuan distribusi pemerintah menyebabkan perlakuan khusus PPN atas sektor pertanian masih diperlukan. Bentuk perlakuan dan dampak yang ditimbulkan beragam, tergantung kepada kondisi dan kebutuhan di masing-masing negara. Studi ini bertujuan untuk mengestimasi dampak kebijakan pengukuran alternatif basis pajak terhadap kinerja penerimaan PPN sektor pertanian di Indonesia. Menggunakan permodelan table input-otput, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kebijakan tersebut berdampak positif terhadap tingkat kepatuhan dan kinerja penerimaan PPN sektor pertanian, namun menurunkan agregat penerimaan PPN nasional, dan meningkatkan beban PPN yang harus ditanggung oleh pengusaha sektor pertanian.

Informality issues and government distributional objectives cause the need for VAT special treatment for the agricultural sector. The treatment forms and resulting impacts vary, depending on each country's conditions and necessities. This study aims to estimate the impact of the alternative tax base measurement policies on the VAT revenue performance in the Indonesian agricultural sector. Using input-output table modeling, the results show that the policy has a positive impact on the compliance level and VAT revenue in the agricultural sector, but reduces the aggregate national VAT revenues, and increases the VAT burden that must be borne by the agricultural sector entrepreneurs."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>