Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
Amelia Maharani Kartika
"Pneumonia masih menjadi salah satu penyebab terbesar kematian anak di dunia. Salah satu masalah khas yang muncul pada pneumonia adalah ketidakefektifan bersihan jalan napas karena produksi sekret berlebih yang tertahan dan menghalangi jalan napas. Kondisi ini dapat menganggu kemampuan oksigenasi dan ventilasi pasien terutama pada pasien anak yang belum mampu untuk batuk efektif, sehingga dibutuhkan tindakan khusus untuk mengeluarkan sekret tersebut. Karya ilmiah itu bertujuan untuk menganalisis keefektifan pemberian intervensi keperawatan postural drainage pada anak dengan pneumonia. Pasien adalah Anak Z berjenis kelamin laki-laki dan berusia 1 tahun 4 bulan. Pasien masuk dengan keluhan sesak napas memberat disertai suara napas tambahan.
Hasil yang didapatkan berupa pada anak pneumonia yang diberikan intervensi postural drainage perbaikan status pernapasannya lebih baik daripada anak yang tidak dilakukan intervensi keperawatan postural drainage. Salah satu indikasi status perubahan pada anak terdiri dari frekuensi napas dalam rentang normal (kurang dari 40x/menit), tidak ada retraksi dinding dada, tidak ada pernapasan cuping hidung, serta suara napas normal (vesikuler). Hal ini didukung dengan hasil rontgen toraks yang menunjukkan tidak ada infiltrasi pada lapang paru. Hasil karya ilmiah ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi tenaga kesehatan untuk menerapkan postural drainage pada lahan praktik rumah sakit dalam meningkatkan bersihan jalan napas pada anak dengan pneumonia.
Pneumonia is still one of the biggest causes of child death in the world. One typical problem that arises in pneumonia is the ineffectiveness of airway clearance due to excessive secretion of the retained and obstructing the airway. This condition will disrupt the ability of oxygenation and ventilation of patients, especially in pediatric patients who have not been able to cough effectively. Special measures are needed to remove the secretion The action that can be done is postural drainage. The scientific work aims to analyze the effectiveness of providing postural drainage nursing interventions in children with pneumonia. Patients are An. Z, 1 year 4 months old. The patient comes to the hospital with heavy breathing difficulties with additional breath sounds. The results obtained in the form of pneumonia children who were given postural drainage interventions improved respiratory status better than children who did not do postural drainage nursing interventions. One indication of status changes in children consists of breathing frequency in the normal range (less than 40x / min), no retraction of the chest wall, no nasal lobe breathing, and normal (vesicular) breathing sounds. This is supported by the results of chest X-rays that are showed no infiltration in the lung fields. The results of this scientific work are expected to be used as information on health workers to effectively implement postural drainage in hospital practice areas to improve airway clearance in children with pneumonia."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Fadhilah Muhammad Yanuar Abdurrahman
"Pneumonia merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan bawah yang dapat disebabkan oleh kerusakan lingkungan fisik akibat dampak urbanisasi. Intervensi manajemen jalan nafas dengan mengajarkan anak napas dalam merupakan intervensi yang bertujuan untuk mengatasi masalah hambatan pertukaran gas. Penulisan karya ilmiah ini bertujuan mendeskripsikan asuhan keperawatan pada anak dengan Pneumonia dan menganalisis penerapan intervensi manajemen jalan napas melalui napas dalam. Hasil karya ilmiah ini menunjukkan bahwa intervensi manajemen jalan napas melalui teknik napas dalam sangat efektif dilakukan pada anak dengan Pneumonia dibuktikan denganĀ status pernapasan dan status oksigenasi anak yang membaik. Rekomendasi karya ilmiah ini adalah penerapan intervensi manajemen jalan napas pada anak dengan Pneumonia secara teratur dan terencana di ruang rawat anak di rumah sakit.
Pneumonia is a lower respiratory tract infection that can be triggered by damage to the physical environment due to the impact of urbanization. An airway management intervention by teaching children to conduct deep breathe is an intervention aimed at overcoming the problem of gas exchange. This paper aims to describe nursing care in children with Pneumonia and analyze the application of airway management interventions through deep breathing. The results of deep breathing implementation show that airway management intervention through deep breathing techniques was very effective in children with Pneumonia as evidenced by respiratory status and improved oxygenation status of children. The recommendation is that to implement airway management interventions in children with Pneumonia regulary and planned."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2019
PR-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Novinta Dewi Utami
"Pneumonia merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada anak terutama yang berusia di bawah 5 tahun. Masalah pada bersihan jalan napas menjadi salah satu hal penting yang perlu ditangani pada anak yang mengalami pneumonia. Karya ilmiah ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan pada anak dengan pneumonia. Masalah keperawatan yang ditegakkan meliputi bersihan jalan napas tidak efektif, ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh, dan kerusakan integritas kulit. Asuhan keperawatan yang diberikan berfokus pada intervensi manajemen jalan napas melalui terapi inhalasi menggunakan bronkodilator. Karya ilmiah ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pelayanan kesehatan untuk memberikan intervensi keperawatan secara efektif terutama terkait manajemen jalan napas pada anak.
Pneumonia is one of health problems that rapidly happened to children, particularly under 5 years old children. The malfunction of airway clearance become one of important thing that should be treated to children with pneumonia. This scientific work aims to describe nursing care to children with pneumonia. Nursing problem that enforced are ineffective airway clearance, imbalanced nutrition: less than body requirements, and impaired skin integrity. Nursing care given focuses on airway management intervention through inhalation therapy using bronchodilator. This scientific work are expected to be a consideration to health services for giving nursing intervention effectively, especially on children rsquo;s airway management."
2020
Pr-Pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Tama Benita
"Ketidakefektifan bersihan jalan napas menjadi salah satu masalah respirasi paling umum terjadi pada anak dengan pneumonia akibat terjadinya inflamasi pada alveolus. Pada anak-anak, peningkatan produksi sekret dan ketidakefektifan batuk semakin memperparah kepatenan jalan napas sehingga memerlukan bantuan dalam sekresi sputum. Karya ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas fisioterapi dada pada pasien anak dengan pneumonia yang mengalami masalah bersihan jalan napas. Pasien An. D (11 tahun) dengan pneumonia mengalami takipnea dengan frekuensi napas 31x/menit, saturasi oksigen 95-97% dengan nasal kanul 2 liter per menit, frekuensi nadi 128x/menit, ronkhi pada kedua lapang paru, dan tingkat kesadaran stupor GCS E1M2V1. Setelah diberikan fisioterapi dada selama 4 hari, terdapat perbaikan pada frekuensi napas pasien, frekuensi nadi, saturasi oksigen, suara ronkhi yang berkurang, dan sekresi sputum mencapai 60 cc pada hari terakhir intervensi. Hasil penelitian ini diharapkan mampu menjadi referensi tambahan bagi ners untuk memberikan fisioterapi dada sebagai intervensi keperawatan mandiri pada pasien dengan masalah bersihan jalan napas.
Ineffective airway clearance is one of the most common respiratory problems in children with pneumonia due to inflammation of the alveoli. In children, increased production of secretions and ineffective coughing further exacerbate airway patency, hence sputum secretion assistance is required. This study aims to analyze the effectiveness of chest physiotherapy in children with pneumonia with airway clearance problems. Patient D (11 years old) with pneumonia had tachypnea with a respiratory rate of 31x/minute, oxygen saturation 95-97% with nasal cannula 2 liters per minute, pulse rate 128x/minute, rhonchi, and LOC stupor GCS E1M2V1. The patient's respiratory rate, pulse rate, oxygen saturation, ronchi, and sputum secretion is improved during 4 days of administered chest physiotherapy. The results of this study are expected to be an additional reference for nurses to provide chest physiotherapy as an independent nursing intervention for patients with airway clearance problems."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2022
PR-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library