Hasil Pencarian

Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 17 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sagala, Gabroni Ade Arbi
"ABSTRAK
Komposisi sampah yang heterogen membuat kandungan air menjadi tinggi dan nilai kalor menjadi rendah. Penelitian ini melakukan variasi komposisi sampah terhadap optimasi nilai kalor dan penyisihan kandungan air pada teknologi Biodrying. Variasi komposisi sampah pada Reaktor 1 adalah 60 organik dan 40 anorganik sedangkan pada Reaktor 2 adalah 40 organik dan 60 anorganik. Hasil penelitian ini adalah pertama tidak adanya perbedaan rata-rata yang signifikan antara komposisi organik 40 dengan 60 dalam menurunkan kandungan air, penurunan volatil solid destruktif dan penurunan kandungan air setiap harinya, namun dapat menaikan rata-rata suhu, nilai kalor dan volatile solid yang signifikan dikedua reaktor tersebut. Selain itu, adanya hubungan antara parameter penurunan volatil solid destruktif terhadap penurunan kandungan air, dimana semakin besar penurunan kandungan volatil solid destruktif semakin besar pula penurunan kandungan airnya. Pada Reaktor 1 penurunan kandungan air mencapai 32,08 dan Reaktor 2 mencapai 32,21 . Sedangkan penurunan volatil solid mencapai 9,65 pada Reaktor 1 dan 9,33 pada Reaktor 2. Untuk nilai kalor Reaktor 1 mencapai 3296 kkal/kg sedangkan Reaktor 2 lebih besar dengan mencapai 3506 kkal/kg. Kedua, ada hubungannya semakin lamanya sampah kota didalam proses biodrying maka semakin banyaknya potensi nilai kalor yang hilang karena banyaknya volatil solid yang didekomposisi oleh mikroorganisme.Pada Reaktor 1 potensi kalor yang hilang adalah 33 kkal/kg dimana massa yang hilang sebesar 8,45 dari massa kering dan Reaktor 2 potensi kalor yang hilang 16,45 kkal/kg dimana massa yang hilang sebesar 1,60 dari massa kering.

ABSTRACT
The heterogeneous of municipal solid waste composition makes the moisture content becomes high and the calorific value becomes low. This research conducted a variation of waste composition on calorific value optimization and moisuter content elimination on Biodrying technology.Variation of waste composition at Reactor 1 is 60 organic and 40 inorganic while in Reactor 2 is 40 organic and 60 inorganic. The result of this research is firstly there is no significant difference mean between organic composition 40 with 60 in decreasing moisuter content, decrease of destructive solid volatile and optimum calorific value, but can raise mean temperature significant in both reactor. In addition, there is a relationship between destructive solid volatile degradation parameters to decreasing moisuter content, whereby the greater the decrease of destructive solid volatile content the greater the decrease of moisuter content. In Reactor 1 the decrease of moisuter content reached 32.08 and Reactor 2 reached 32.21 . While the solid volatile decline reached 9.65 at Reactor 1 and 9.33 at Reactor 2. For the Reactor 1 heat value reached 3296 kcal kg while Reactor 2 was larger by reaching 3506 kcal kg. Secondly, there is the increasingly duration of municipal waste in the biodrying process, the greater the potential value of heat loss due to the amount of volatile solid decomposed by microorganisms. In Reactor 1 the potential of heat loss is 33 kkal kg where the mass loss is 8.45 Dry mass and Reactor 2 of potential heat loss of 16.45 kcal kg in which the loss of mass is 1.60 of the dry mass."
Lengkap +
2017
T48103
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siregar, Sri Rachmawati Hidayah
"Pengolahan sampah menjadi energi dapat menyelesaikan permasalahan energi dan permasalahan sampah secara bersamaan. Sampah dapat digunakan sebagai bahan baku dalam proses pembuatan pelet yang kemudian digunakan sebagai bahan bakar pada proses termal. Pada proses peletisasi terdapat variabel-variabel operasional yang berpengaruh terhadap karakteristik dan kualitas pelet yang dihasilkan. Pada penelitian ini dilakukan variasi komposisi sampah (sisa makanan, sampah taman, plastik, dan kertas), variasi temperatur die (ambient, 60°C, 80°C, 100°C, dan 150°C) serta variasi ukuran partikel (mixed, <30 mesh, dan >30 mesh). Bahan baku sampah diproses dengan tahap pengeringan alami, penggilingan, dan pembuatan pelet dengan metode single pellet press. Tekanan pelet dan dimensi cetakan pelet dibuat tetap sebesar 288 MPa dan diameter 6 mm. Parameter karakteristik pelet dibatasi pada kadar air dan kadar abu, serta parameter kualitas pelet dibatasi pada densitas unit, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh temperatur die secara simultan pada penentuan nilai densitas unit, nilai kalor, kadar abu, dan penurunan kadar air namun tidak terhadap nilai kadar air pelet. Temperatur die yang efektif dalam pembuatan pelet sampah secara umum adalah pada nilai 100°C dengan komposisi sisa makanan dan sampah taman (organik) yang lebih tinggi serta pada ukuran partikel >30 mesh (0,5-5 mm).

Waste to energy process can solve energy problems and waste problems simultaneously. The waste can be used as a raw material in pelletization process which then used as a fuel in the thermal processing. In the pelletization process there are operational variables that influence the characteristics and quality of the pellets produced. Variation of waste composition (food waste, garden waste, plastic and paper), die temperature (ambient, 60°C, 80°C, 100°C, and 150°C) and particle size (mixed, <30 mesh, and >30 mesh) are done in this study. The waste processed by natural drying, crushing, and making pellets using the single pellet press method. The pellet pressure and dimensions of the pellet mold are fixed at 288 MPa and 6 mm in diameter. Characteristic parameters and pellet quality are limited to unit density, calorific value, moisture content, and ash content. The results showed that there was a simultaneous influence of die temperature on determining the unit density, calorific value, ash content, and delta moisture content value but not on the pellet moisture content value. The effective operational variabels for MSW pellets are die temperature at 100°C with high composition of food waste and garden waste (organic) and in particle sizes >30 mesh (0.5-5mm)."
Lengkap +
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
T53323
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tri Sesilia
"[ABSTRAK
Dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi krisis energi. Terjadi peningkatan
penggunaan batubara secara besar-besaran beberapa tahun terakhir ini.
Dibutuhkan bahan bakar alternatif pada unit pembangkit tenaga listrik. Dalam
studi ini dilakukan untuk mengoptimalisasikan bahan sisa atau biasa disebut
dengan biomassa menjadi bahan yang berguna untuk kehidupan sehari-hari. Data
penggunaan biomassa di unit pembangkit tenaga listrik sudah banyak dilaporkan
oleh banyak peneliti dan praktisi. Tetapi datanya sangat terbatas. Dalam thesis ini
pengolahan biomassa akan menggunakan proses Hydrotermal Waste Treatment.
Sampel data diambil dari daerah DKI Jakarta untuk dijadikan percontohan
pembuatan pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar biomassa olahan.
Karakteristik penggabungan pembakaran hidrotermal pada Limbah Padat
Perkotaan dan batubara Indonesia sangat mempengaruhi pembakaran.
Pencampuran antara batubara dan limbah akan dicampur dengan tingkatan 10%,
20%, 30% dan 50% (dalam berat.%). Dari hasil pencampuran didapati bahwa
pada pencampuran limbah sebesar 20% dalam pengujian pengapian, karbon dan
burnout adalah pencampuran yang sangat optimal. Bahkan ada yang lebih baik
daripada campuran batubara Indonesia, yang menunjukkan kelayakan untuk
membantu mengurangi konsumsi batubara Indonesia dengan hidrotermal
menggunakan Limbah Padat Perkotaaan.
Dengan menggunakan teknologi pengkonversian energi, maka energi ini
dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik dan limbah padat perkotaan
sebagai sumber bahan bakar utama dari PLTU.

ABSTRACT
In recent years the energy crisis occurs. There is an increased use of coal on
a large scale last few years. It takes an alternative fuel in the power plant unit. In
this study conducted to optimize the residue or commonly called biomass into
useful materials for everyday life. Data on the use of biomass in power generation
units has been widely reported by many researchers and practitioners. But the data
are very limited. In this thesis will use a biomass processing Hydrotermal Waste
Treatment process. Samples of data taken from the Jakarta area to be used as a
pilot manufacturing of steam power plant of processed biomass fuel.
Incorporation combustion characteristics of hydrothermal on Municipal Solid
Waste and Indonesian coal greatly affect combustion. Mixing between coal and
waste will be mixed with a level of 10%, 20%, 30% and 50% (by weight.%).
From the results of mixing was found that the mixing of waste by 20% in testing
ignition, carbon and burnout is a very optimal mixing. In fact, there is have better
than the mix of Indonesian coal, which demonstrate the feasibility to help
Indonesia reduce coal consumption by hydrothermal using urban Solid Waste.
By using energy conversion technologies, then this energy can be used to
generate electrical energy and municipal solid waste as a primary fuel source of
the power plant., In recent years the energy crisis occurs. There is an increased use of coal on
a large scale last few years. It takes an alternative fuel in the power plant unit. In
this study conducted to optimize the residue or commonly called biomass into
useful materials for everyday life. Data on the use of biomass in power generation
units has been widely reported by many researchers and practitioners. But the data
are very limited. In this thesis will use a biomass processing Hydrotermal Waste
Treatment process. Samples of data taken from the Jakarta area to be used as a
pilot manufacturing of steam power plant of processed biomass fuel.
Incorporation combustion characteristics of hydrothermal on Municipal Solid
Waste and Indonesian coal greatly affect combustion. Mixing between coal and
waste will be mixed with a level of 10%, 20%, 30% and 50% (by weight.%).
From the results of mixing was found that the mixing of waste by 20% in testing
ignition, carbon and burnout is a very optimal mixing. In fact, there is have better
than the mix of Indonesian coal, which demonstrate the feasibility to help
Indonesia reduce coal consumption by hydrothermal using urban Solid Waste.
By using energy conversion technologies, then this energy can be used to
generate electrical energy and municipal solid waste as a primary fuel source of
the power plant.]"
Lengkap +
2015
T45268
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dony Syehnul
"Potensi energi terbarukan untuk jenis Municipal Solid waste (MSW) di Indonesia cukup besar dan masih belum termanfaatkan secara optimal karena terkendala aspek keekonomian. Teknologi MSW menjadi energi listrik saat ini seperti jenis Landfill gas to power masih menyisakan banyak tumpukan sampah sehingga dibutuhkan lahan yang luas untuk penyimpanannya. Thesis ini bertujuan diperolehnya kinerja sistem Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) berbasis Plasma Gasifikasi dan tingkat keekonomiannya diantaranya besaran NPV.
Hasil simulasi PLTSa dengan kapasitas 1000 ton per hari diperoleh efisiensi tertinggi PLTSa mencapai 35% dengan NPV maksimum 12,54 juta USD pada kondisi operasi utama kualitas RDF 1, Fuel Air Ratio 0,77 pada reaktor dan 0,13 pada combine cycle plant. Karakteristik penurunan fuel (RDF) air ratio pada reaktor gasifikasi menyebabkan rasio H2/CO akan cenderung meningkat namun LHV syngas menurun seiring dengan komposisi methane menurun dalam syngas. Dengan menurunnya LHV syngas maka efisiensi reaktor menurun. Untuk fuel (syngas) air ratio pada combine cycle plant yang konstan 0,13 maka efisiensi akan mengalami peningkatan.

Potency of renewable energy for Municipal Solid waste (MSW) in Indonesia is very large and still not yet used optimally because of economic aspect. Existing technology for producing MSW to Power like landfill gas to power still produces rest of high amount waste so it needs wide landfill area. The goal of this thesis is to obtain performance of MSW power plant based plasma gasification and economic aspect such as NPV.
The simulation result for PLTSa with capacity 1000 ton per day is for system efficiency about 35% with NPV maksimum 12,54 juta USD for main operating condition such as RDF 1 quality, Fuel Air Ratio 0,77 at the reactor and 0,13 at the combine cycle plant. The Characteristic of decreasing of fuel air ratio in gasification reactor results in increasing of H2/CO ratio but the LHV of syngas decrease in line with decreasing of methane composition in syngas. As LHV of syngas decrease so reactor efficiency also decrease. For fuel (syngas) air ratio at combine cycle is set constant about 0,13 so the efficiency of combine cycle plant will increase.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
T44959
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adrian Ramadhan
"ABSTRAK
Praktek pembuangan sampah pada saat ini memaksakan kapasitas 380 tempat pembuangan akhir sampah di Indonesia mendekati batasnya. Melalui berbagai teknologi konversi sampah ke energi, sampah tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik. Salah satu dari teknologi ini adalah digesti anaerob, yang menghasilkan biogas kaya akan methan untuk membangkitkan listrik. Penelitian ini memiliki tujuan mengevaluasi jumlah biogas dan listrik yang dapat dihasilkan dari sejumlah tertentu fraksi organic sampah kota dan performa ekonomi dari pabrik tersebut. Simulasi proses dengan bantuan perangkat lunak akan digunakan untuk mempelajari proses produksi biogas dari sampah. Sementara itu, levelized cost of electricity akan digunakan untuk meninjau kelayakan ekonomi dari proyek tersebut. Digesti anaerob dari 2000 ton sampah padat per hari di Jakarta menghasilkan 73,368.48 STD m3/jam dan menghasilkan tenaga sebesar 212.63 MW dengan menggunakan teknologi CCGT. Didapatkan nilai Levelized Cost of Electricity dari teknologi ini sejumlah 9.9 cent USD/kWh.

ABSTRACT<>br>
The current practice of dumping waste is forcing the capacity of the 380 landfill sites located in Indonesia to its limits. Through the various waste to energy technologies that are available in the market, it is possible to utilize the waste that is generated into electricity by combined cycle gas turbine CCGT . One of these technologies is anaerobic digestion, which produces biogas rich in methane that can be used to generate electricity. This research has the purpose of evaluating the amount of biogas and electricity produced from a certain amount of organic fraction of municipal solid waste and the economic performance of the plant. The overall process of biogas production and electricity generation will be simulated using SuperPro Desgner and Unisim Design software. Meanwhile, the levelized cost of electricity of the project is used to review its economic performance. The anaerobic digestion of 2000 tons of organic waste per day in Jakarta results in the production of 73,368.48 STD m3 h and produces a net power of 212.63 MW of electricity using CCGT. The Levelized Cost of Electricity of this technology is calculated to be 9.9 cent USD kWh."
Lengkap +
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fahmi Hermawan
"ABSTRAK
Pertumbuhan penduduk selalu diiringi dengan peningkatan timbulan sampah. Permasalahan peningkatan volume sampah menjadi penting jika tidak diimbangi upaya penanganannya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta berupaya untuk menangani permasalahan sampah tersebut dengan membangun alternatif fasilitas tempat pengolahan sampah di dalam kota. Fasilitas pengolahan sebagaimana dimaksud yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Sampah PLTSa atau Fasilitas Pengolahan Sampah Antara. Keberlanjutan operasional dan hasil produksi dari fasilitas tersebut dipengaruhi oleh jumlah pasokan sampah sebagai bahan baku utamanya, dan hal tersebut juga dipengaruhi oleh optimalisasi rute transportasi pengangkutan sampah menuju fasilitas tersebut. Tujuan riset ini yaitu mengembangkan model yang dapat mengoptimumkan rute pengangkutan sampah dari sumber sampai Fasilitas Pengolahan Sampah Antara. Metode yang digunakan adalah Nearest Neighbour yaitu untuk membentuk rute perjalanan truk untuk melayani TPS yang paling dekat dengan lokasi yang terakhir dikunjungi. Hasil riset dengan metode Nearest Neighbour ini diperoleh rute dan trip yang baru berimplikasi pada pengangkutan sampah yang lebih mengoptimumkan dari sisi kapasitas angkut, waktu tempuh, jarak tempuh, serta terjadinya penurunan dari kondisi sebelumnya terhadap kebutuhan pengadaan truk sampah sebesar 39,16 , penurunan biaya BBM sebesar 35,64 , gaji SDM sebesar 39,16 , dan penurunan emisi Gas Rumah Kaca sebesar 35,64 . Kesimpulan penerapan rute dan trip baru tersebut sangat berdampak positif pada sisi ekonomi untuk menghemat biaya operasional, mengurangi dampak sosial yang terjadi dari keterlambatan pengangkutan sampah di sumber, dan mengurangi emisi yang terjadi dari operasional transportasi pengangkutan sampah.

ABSTRACT
Population growth is always accompanied by an increase in waste generation. The issue of increasing the volume of waste becomes important if it is not balanced with the handling efforts. The Provincial Government of DKI Jakarta through the Environment Agency of DKI Jakarta Province seeks to address the waste problem by building alternative facilities in the city waste processing facilities. The processing facilities referred to are the Waste Power Generation or Intermediate Treatment Facility. The operational sustainability and production output of the facility is influenced by the amount of waste supply as its main raw material, and it is also influenced by the optimization of the transportation route of waste transport to the facility. The purpose of this research is to develop a model that can optimize the route of transporting waste from the source to Intermediate Treatment Facility. The method used is Nearest Neighbor which is to form a truck travel route to serve the temporary waste shelter closest to the last visited location. The result of this research using Nearest Neighbours method is obtained by route and trip that has new implication on garbage transportation which more optimize from the side of transport capacity, travel time, distance, and decrease from previous condition to the requirement of garbage truck procurement equal to 39,16 , fuel cost of 35.64 , human resources salary of 39.16 , and 35.64 reduction in greenhouse gas emissions. The conclusion of the implementation of the new routes and trips has a very positive impact on the economic side to save operational costs, reduce the social impacts of delays in transporting waste at sources, and reduce emissions from transportation operations."
Lengkap +
2018
T50979
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Syauqi
"Produksi listrik dari limbah padat kota telah menjadi salah satu pilihan yang menarik dalam manajemen sampah kota. Optimisasi multi-objektif merupakan salah satu alat paling efektif dalam sistem pendukung pengambilan keputusan, penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan dan mengoptimisasi gasifikasi limbah padat kota untuk pembangkitan listrik. MSW gasifier disimulasikan dengan menggunakan Aspen Plus untuk memproduksi syngas, syngas tersebut diumpankan kedalam empat teknologi pembangkitan listrik, yaitu solid oxide fuel cell (SOFC), turbin gas, mesin gas, dan turbin uap. Optimisasi multi-objektif Mixed ineteger non-linear programming (MINLP) dikembangkan untuk mendapatkan solusi optimal dengan meminimasi levelized cost of electricity (LCOE) dan meminimasi emisi CO2eq. Optimisasi dilakukan dengan metode ε-constraint menggunakan GAMS selama selang waktu 2020-2050, sedangkan suhu gasifier, rasio uap-karbon, dan teknologi pembangkitan listrik dijadikan variabel keputusan. Hasil dari optimisasi menunjukkan bahwa pada tahun 2020-2040 pilihan terbaik adalah turbin gas dengan rasio uap-karbon sebesar 0,884 dan suhu gasifier 990c, dan setelah tahun 2040 pilihan terbaik adalah SOFC dengan rasio uap karbon sebesar 0 dan suhu gasifier 935,51c.

Electricity production from Municipal Solid Waste (MSW) has become one of the most prominent strategies in MSW management. Since the multi-objective optimization is one of the most effective tools for decision support system, this study aims to optimize the gasification of MSW for advanced power plant. MSW Gasifier is simulated using Aspen Plus to produce syngas, to be fed into power generation technologies. Four power generation technologies are selected, solid oxide fuel cell (SOFC), gas turbine, gas engine, and steam turbine. Mixed integer non-linear programming (MINLP) multi-objective optimization is developed in order to provide an optimal solution for minimum levelized cost of electricity (LCOE) and minimum LCA based CO2eq emissions. The optimization is conducted with a ε-constraint method using GAMS through time periods of 2020-2050. Decision variables include gasifier temperature, steam to carbon ratio, and power generation technologies. The optimization result demonstrates the best option for generating electricity from 2020 to 2040 is gas turbine with steam to carbon ratio is 0.884 and gasifier temperature is 990c, and beyond 2040 the best option is SOFC with steam to carbon ratio is 0 and gasifier temperature is 935,51c."
Lengkap +
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Teguh Ariyanto
"Fruit waste is a part of municipal solid waste which is typically disposed of directly to a landfill site. In order to utilize this valuable renewable resource, anaerobic biological processes can be employed to convert fruit waste to biogas. This usable gas is then used to generate electricity. This paper describes a comprehensive study to set up technology for converting fruit waste to electricity via biogas production. First, the fruit waste characteristics (type and composition) were systematically evaluated, and then laboratory experiments for biogas conversion to explore gas production from the waste were carried out. The biogas plant was then designed, based on the information obtained. Finally, a comparison of biogas plant with landfill was performed using life cycle assessment (LCA) to determine environmental impacts, and economic evaluation to assess daily processing costs. The results from waste characterization in one of the biggest fruit markets in Indonesia showed that the three main component fruit types were orange (64%), mango (25%), and apple (5%). Rotten fruit contributes up to 80% of the total waste in the fruit market. Based on the experimental work, the potential gas production in the biogas plant was calculated to be approximately 1075 Nm3/day, comprising 54% methane, based on 10 tons per day of fruit waste. The comparison demonstrates that it is a better option to utilize fruit waste in a biogas plant, in terms of LCA and daily operational costs, than to dispose of it in landfill."
Lengkap +
Depok: Faculty of Engineering, Universitas Indonesia, 2017
UI-IJTECH 8:8 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Kinan Ammar
"Penelitian ini bertujuan untuk melakukan Life Cycle Assessment (LCA) dan penilaian energi pada produksi semen dengan memanfaatkan sampah kota sebagai Refused Derived Fuel (RDF) untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar. Pemanfaatan Municipal Solid Waste (MSW) sebagai Refused Derived Fuel (RDF) telah diidentifikasi sebagai salah satu metode untuk mengurangi ketergantungan industri semen terhadap bahan bakar fosil dan memitigasi dampak lingkungan dari pembakaran sampah. Metode LCA dan analisis energi digunakan untuk mengevaluasi dampak lingkungan dan efisiensi energi dari produksi semen yang menggunakan RDF dibandingkan dengan metode konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan RDF dalam produksi semen menunjukkan potensi yang menjanjikan dalam meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi dampak lingkungan dibandingkan dengan metode konvensional. Analisis tersebut mengungkapkan adanya pengurangan signifikan dalam emisi gas rumah kaca dan konsumsi bahan bakar fosil.

This study aims to conduct a Life Cycle Assessment (LCA) and energy assessment on cement production by utilizing municipal solid waste as Refused Derived Fuel (RDF) to enhance fuel efficiency. The utilization of Municipal Solid Waste (MSW) as Refused Derived Fuel (RDF) has been identified as one of the methods to reduce the cement industry's dependence on fossil fuels and mitigate the environmental impacts of waste incineration. LCA and energy analysis methods are employed to evaluate the environmental impacts and energy efficiency of cement production using RDF compared to conventional methods The findings indicate that utilizing RDF in cement production demonstrates promising potential for improving fuel efficiency and reducing environmental impacts compared to conventional methods. The analysis reveals significant reductions in greenhouse gas emissions and fossil fuel consumption."
Lengkap +
Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Baiq Halvera Metrimagista Zahir
"Meningkatnya isu-isu mengenai pengelolaan sampah dan perubahan iklim memaksa eksplorasi dan penerapan solusi energi berkelanjutan yang berasal dari sampah itu sendiri. Dalam konteks ini, Refuse-Derived Fuel (RDF), bahan bakar padat olahan yang dihasilkan dari limbah padat perkotaan (MSW), hadir sebagai strategi menjanjikan yang dapat menyediakan energi yang lebih bersih untuk masa depan yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi ekonomi lokasi RDF, perolehan pendapatan, biaya, manfaat, dan kelayakan dari produksi RDF di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berbasis Pabrik RDF di Indonesia. Selain itu, analisis biaya-manfaat dan analisis kelayakan dilakukan untuk mempelajari faktor-faktor ekonomi. Berdasarkan analisis biaya-manfaat, manfaat lebih tinggi dibandingkan biaya produksi. Keuntungan bersih yang diperoleh pada penelitian ini sebesar Rp15.676.004.952, dengan setiap ton RDF memberikan keuntungan sebesar Rp589.811. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan RDF per ton adalah sebesar Rp 414.000 dengan biaya produksi sebesar Rp342.483 per ton. NPV menunjukkan angka positif yaitu sebesar Rp60.323.579.557 dengan payback period selama 8 tahun. Temuan juga menunjukkan potensi penerapan RDF menghasilkan penghematan biaya dan penghematan lahan sekitar 1 Ha per tahun karena 160 ton sampah tidak masuk ke TPA. Studi ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan seluruh limbah yang dihasilkan ke dalam RDF menghadirkan strategi yang menguntungkan secara finansial.

The growing issues about waste management and climate change compel the exploration and implementation of sustainable energy solutions derived from waste itself. In this context, Refuse-Derived Fuel (RDF), a processed solid fuel generated from municipal solid waste (MSW), presents itself as promising strategy that can provide a cleaner energy for more sustainable future. This study aims to evaluate RDF sites economic condition, revenue generation, costs, benefit, and feasibility from RDF production in RDF Plant-based landfill in Indonesia. In addition, cost–benefit analysis (CBA) has been carried out to study the economic factors. According to cost-benefit analysis, benefits is higher than production cost. The net benefit gained in this study is IDR 15.676.004.952, with each ton of RDF offering IDR 589.811 in benefits. The study revealed that revenue per ton RDF is about IDR 414.000 with production cost of IDR 342.483 per ton. NPV shows positive number which is IDR 60.323.579.557 with payback period of 8 years. Findings also indicate potential for RDF implementation to yield cost savings and land saving about 1 Ha per year. The study concludes that utilizing all generated waste into RDF presents a financially beneficial strategy."
Lengkap +
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>