Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Camus, Albert, 1913-1960
New York: Marlowe, 1998
848.914 CAM n
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Thoha Khaled
"Penggunaan laptop di kalangan mahasiswa khususnya mahasiswa S1 FKM UI memperlihatkan kecenderungan yang meningkat. Hal ini disebabkan tingkat kebutuhan mahasiswa dan harga laptop yang tidak jauh berbeda dengan harga PC. Perkembangan teknologi laptop selain memberikan dampak positif, juga memberikan dampak negatif. Disain keyboard yang menyatu dengan monitor membuat pengguna laptop pasti menggunakan postur janggal dalam aktifitasnya dengan laptop. Keluhan Muskuloskeletal merupakan efek yang paling sering Nampak pada aktifitas akibat penggunaan laptop. Faktor durasi, frekuensi, dan posisi kerja juga mempunyai peranan penting dalam mempengaruhi tingkat keluhan.
Skripsi ini membahas tentang hubungan antara risiko ergonomi dengan keluhan muskuloskeletal pada upper limb extrimities akibat penggunaan laptop pada mahasiswa S1 FKM UI. Penelitian ini merupakan penelitian dekriptif kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menilai risiko ergonomi dengan menggunakan metode RULA dan melihat hubungannya dengan keluhan muskuloskeletal. Untuk melihat hubungan antara risiko ergonomi dengan keluhan muskoloskeletal, peneliti menggunakan uji statistik, chi-square. Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara risiko ergonomi dengan keluhan muskuloskeletal. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor pengganggu yang terdapat dalam penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan agar pengguna laptop dapat memilih posisi kerja yang ergonomis ketika menggunakan laptop. Biasakan untuk istirahat sejenak bila menggunakan laptop dalam durasi yang lama, baik dengan melakukan peregangan otot maupun dengan mengalihkan pandangan mata. Pihak fakultas dapat mengadakan health education dan menyediakan tempat yang ergonomis berkaitan dengan cara penggunaan laptop yang aman. Peneliti juga menyarankan untuk memasukkan variabel lain dalam penelitiannya, seperti factor pengganggu dan faktor-faktor risiko lainnya, seperti jenis kelamin, antropometri, kondisi lingkungan, tempat kerja, dan riwayat cedera.

Nowdays, the utilization of notebook in under-graduated Public Health Indonesian University students? communities shows an increasing phenomena. This phenomena has been happened because of the increasing needs of its undergraduated students and the price of notebooks that nowdays is not has significant gap price with the PC. The development of notebook technology is not only gives positive impacts but also its negatives. Keyboard design which is not separated with its monitor makes its user use wrong posture in their activities with their notebook. Muscolosceletal remonstrance is one of the most frequent impacts in several peoples with notebook?s activity. The duration factors, frequencies, and work positions are also have important roles in influencing remonstrance degrees.
This thesis envelopes/analyses about the ergonomical risk and muscolosceletal remonstrance in upper limb extrimities which is caused by notebooks? utilization in under-graduated Public Health Indonesian University students. This observation is a quantitative-descriptives studies to assess the ergonomical risk by using RULA method and to see its relation with muscolosceletal remonstrance. To see the relation between ergonomical risk with muscolosceletal remonstrance, the observer uses a statistical tools ; chi-square test. The result of this observation shows that there is not a relation between ergonomical risk with muscolosceletal remonstrance that it is caused by several error factor in its observation.
According to the result of this observation, the observer suggests to the users of the notebook to choose the ergonomical work position when they are using the notebook. It can be done by taking a little time to rest when using the notebook in along time by stretching the muscle or by mengalihkan pandangan mata. The faculty?s stakeholders can provide several health education program and provide some ergonomic places to make the notebook?s users become secure and health in using it. The observer also suggests to put some variabels into this observations, like confounding factors and other risk factors, like sex, antrophometric, environment condition, work places and injuries history."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Chita Febrigiatika
"Skripsi ini meneliti positioning merek notebook Toshiba, HP/Compaq, Apple, Sony, Acer, Fujitsu, Dell, dan IBM/Lenovo berdasarkan atribut harga beli, bentuk dan desain, biaya operasional dan perawatan, layanan purna jual, kecepatan kinerja, citra merek, daya tahan batere, dan kualitas fitur tambahan dengan melibatkan pengguna notebook mahasiswa Universitas Indonesia (UI) sebagai responden.
Hasil penelitian dengan metode Attribute Rating menyatakan bahwa Apple adalah merek notebook yang dipersepsikan merek termahal dan memiliki kualitas kinerja terbaik, Acer sebagai merek termurah, dan Dell sebagai merek yang memiliki kualitas terburuk. Sedangkan berdasarkan analisis metode Correspondence Analysis, menyatakan bahwa merek yang dipersepsikan mirip adalah Apple dengan Sony, Fujitsu dengan Toshiba, dan Dell dengan IBM/Lenovo, dan merek yang memiliki posisi tersendiri adalah Acer dan HP/Compaq.

This research study about notebook?s brand positioning of Toshiba, HP/Compaq, Apple, Sony, Acer, Fujitsu, Dell, and IBM/Lenovo based on purchase price, form and design, operational and maintanance cost, after sales secrvices, perfomance speed, brand image, battery endurance, and additional features. This research has involved students of University of Indonesia as respondent.
The results of Attribute Rating method indicates that Apple has been positioning as the most expensive with best quality brand, Acer as the cheapest brand, and Dell as the worst quality brand. Meanwhile, the result Correspondence Analysis method shows that Apple has equal brand image with Sony, meanwhile Fujitsu brand image is in proportion to Toshiba, Dell at the same level to IBM/Lenovo, and two others brands which have special categorization are Acer and HP/Compaq.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
6666
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Donny Primaputra
"Dengan puluhan merek yang beredar di pasaran, didesain secara berkelanjutan dengan teknologi terbaru, tinggi harganya, besar risikonya, tidak sering dibeli, menjadikan notebook sebagai produk yang kompleks.
Karena Notebook mempakan produk yang kompleks, pembeli akan membuat keputusan yang ekstensif, yang memerlukan upaya berarti untuk mengidentifikasi kriteria penilaian dan memilih bagaimana memanfaatkannya dalam pembelian (mengevaluasi dan memilih alternatif merek).
Dalam pembelian notebook, konsumen memilih alternatif merek dengan skema penilaian yang kompleks, membuat keputusan yang ekstensif, dan mempertimbangkan lebih banyak faktor guna menentukan merek yang diinginkan.
Oleh karena itu, penelitian untuk penulisan tesis ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana cara konsumen berpikir dan bertindak untuk mengevaluasi dan memilih alternatif merek dalam mengambil keputusan pembelian notebook.
Evaluasi merek yang berbeda, yang terhimpun dalam ingatan konsumen, berlangsung dalam dua tahapan, yaitu (1)konsumen memilih atribut (kriteria evaluatif) tertentu, dan (2)konsumen menentukan kaidah keputusan guna mengabungkan atribut (kriteria evaluatif) itu menjadi hanya satu pilihan.
Penulisan tesis bersifat deskriptif dengan pendekatan survei kuesioner. Sampel yang diambil menggunakan judgment sampling dan snowball sampling dengan 50 pembeli sekaligus pemakai notebook sebagai subjek penelitian.
Temuan yang diperoleh dari pengujian hipotesis menunjukkan bahwa setiap responden menggunakan atribut notebook yang berbeda-beda dalam membandingkan alternatif merek notebook dengan prosesor, sistem memori, layar, grafik, keseluruhan kinerja sebagai atribut penentu; terdapat perbedaan kepentingan relatif terhadap setiap atribut dan standar kinerja minimum yang ditetapkan pada setiap atribut di antara responden dalam mengevaluasi dan memilih alternatif notebook; persentase penggunaan kaidah keputusan dalam memilih merek notebook terbaik, yaitu disjungtif 22%, simple-additive 18%, weighted-additive 14%, leksikografi 12%, eliminasi berdasarkan aspek 10%, konjungtif 6%, tanpa model keputusan 18%; penggunaan model penilaian kepentingan relatif terhadap setiap atribut dan penetapan standar kinerja minimum pada setiap atribut lebih banyak mendasari peinilihan alternatif merek notebook oleh responder dengan adanya kecenderungan kepada kaidah keputusan konjungtif.
Dari temuan tersebut, diperlukan penelitian lebih lanjut guna mengetahui kemungkinan adanya penggunaan model keputusan lainnya yang tidak masuk ke dalam jangkauan pengukuran, misalnya affect-referral heuristic, effects of brand awareness, effects of mood states, frequency heuristic, impulse purchases, dan phased strategies; sedangkan implikasinya pada kebijakan pemasaran ialah bahwa produsen notebook perlu menfokuskan kegiatan pemasaran pada atribut prosesor, sistem memori, layar, grafik, dark keseluruhan kinerja, dengan menawarkan atribut yang setidaknya memenuhi standar kinerja minimum yang ditetapkan oleh konsumen baik dalam pengembangan produk pads masa mendatang maupun tindakan edukasi sehubungan dengan kelima atribut tersebut melalui periklanan.

With tens of brands on the market, designed continuously by high technology, expensive, risky, and purchased infrequently, it was caused notebook to be complex product.
Because there are so many brands available, and because notebook is complex product, consumer?s uses extensive decision-making involves significant effort in identifying criteria and choosing how to apply them to the purchase process.
However, in the making a notebook purchase decision, the process of deciding which notebook to purchase has become extremely difficult for consumers.
Therefore, this study describes how consumer thinks and acts to evaluating and selecting brand alternatives for making a notebook purchase decision.
The evaluation of different brands that make it into the consumer's evoked set occurs in two stages (1) the consumer selects certain evaluative criteria, and (2) the consumer establishes a decision rule to integrate those criteria into a choice.
This study used survey design. Sampling procedures used judgment sampling and snowball sampling with 50 notebook buyers and users as subjects.
Results achieved from this study shows that: (1) the usage of notebook attributes among subjects are difference; (2) processor, memory system (RAM), screen, graphic, and performance's overall as determinant attributes; (3) there is difference among subjects in the relative importance of each attribute; (4) there is difference among subjects in establishes the minimum required performance standards for each attribute; (5) 22 percent of the subject were found to use disjunctive decision rule for selecting a best notebook, 18 percent simple-additive, 14 percent weighted-additive, 12 percent lexicographic, 10 percent elimination-by aspects, 6 percent conjunctive, and there is no decision models resulted was 18 percent; (6) the usage of evaluative model in the importance assigned to attributes and establishes the minimum required performance standard for each attribute more becomes the basis for evaluation of brand alternatives; (7) there is preference in selecting brand alternatives to disjunctive decision rule.
The results suggest that marketer a need to focused on processor, memory system (RAM), screen, graphic, and overall performance as determinant attributes; and to focused on the importance assigned to attributes, and establishes the minimum required performance standard for each attribute as evaluative models they used. Marketer can try to influence the choice of goal consumers select to satisfy a need and the attributes they use as determinant attributes, and to provide detailed background information about those attributes. Marketer also attempts to influence decision rules consumers choose. Its importance for marketer to encourage consumers to apply a disjunctive decision rule. The results also suggest that there is a need to following studies.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2004
T13987
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Indrawan
"Persaingan yang ketat antar perusahaan dalam melayani pasar durable products di Indonesia membuat perolehan market share merek asli durable products Indonesia masih rendah. Untuk pasar notebook sendiri, Zyrex sebagai merek asli Indonesia tidak dapat mengalahkan merek luar seperti Acer, Toshiba, dan Asus.
Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis preferensi konsumen untuk pengembangan produk notebook di Indonesia dengan menggunakan conjoint analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat faktor yang paling menentukan preferensi konsumen terhadap notebook yaitu merek, kapasitas memori , ukuran layar, dan kapasitas harddisk. Dengan memfokuskan pengembangan produk notebook pada empat faktor ini, Zyrex dapat meningkatkan market share sebesar 6,7%.

The intense competition among firms in serving durable products market in Indonesia makes market share of Indonesia durable products brand is still small. For the notebook market itself, Zyrex as the Indonesia brand can not defeat international brand like Acer, Toshiba, and ASUS.
This thesis aims to analyze consumer preferences for development of notebook in Indonesia by using conjoint analysis. Result indicates that there are four most determined factors in consumer preferences for the notebook product which are brand, memory capacity, size, and harddisk capacity. By focusing this factors in new product development, Zyrex can increase market share of 6.7%.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S43279
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
"Science is assumed to be located in the realm of objectivity. The Hwang Woo Suk affair, homever, showed that it could also be located within the realm of social pathology..."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library