Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yani Koerniawan
"Telkomsel sebagai operator seluler yang menguasai pasar dituntut untuk melakukan efisiensi biaya yang berdampak pada peningkatan profit cukup besar (significant) dalam menghadapi persaingan tarif saat ini. Efisiensi biaya biasa dilakukan melalui pengendalian komponen biaya operasional (operational cost) terbesar dengan harapan meningkatkan profit. Efisiensi biaya operasional (operational cost) relatif tidak berdampak besar (significant) karena hanya menekan 0.2% dari biaya operasional (operational cost).
Untuk itu melalui tesis ini dicari terobosan etisiensi biaya yang mampu menambah profit cukup besar (significant). Disamping biaya operasional (operational cost), ada biaya kesempatan (opportunity cost) yang ditimbulkan oleh hilangnya peluang pendapatan (revenue) akibat panggilan jatuh (drop call). Besarnya panggilan jatuh (drop call) di BTS Telkomsel Karawang melebihi target perilsahdim (05%), hal ini cukup menarfk dijadikan contoh kasus tesis, karena diperkirakan setiap panggilan jatuh (drop call) menimbulkan biaya kesempatan (opportunity cost), dan setiap biaya kesempatan (opportunity cost) memiliki potensi menambah profit apabila berhasil dikendalikan.
Tesis ini menggunakan metode penelitian deskriptif dimana prosesnya dimulai dari pengumpulan data, panggilan jatuh (drop call) dan biaya operasional (operational cost) sebagai bahan analisa kernudian dilanjutkan dengan penafsiran basil analisa data-data panggilan jatuh (drop call) dan biaya operasional (operational cost) tersebut untuk ditarik kesimpulan. Dari pola pengendalian biaya kesempatan (opportunity cost), didapat berbagai altematif penambahan profit yang besarnya tergantung, pada jumlah panggilan jatuh (drop call) yang mampu dikendalikan.
Dari beberapa alternatif penambahan profit yang ada, mampu didapat sebuah penambahan profit cukup besar (significant) yakni 0.48% dari pendapatan (revenue), dimana pendapatan (revenue) Tclkornsel sendin mencapai 1.14 trilliun rupiah per bulan. Pola pengendalian biaya kesempatan (opportunity cost) ini berguna bagi pihak rnanajemen dalam mengontrol kondisi BTS secara rutin, sehingga pihak manajemen dapat segera mengambil tindakan tepat untuk mengendalikan panggilan jatuh (drop call) dari BTS yang dikontrol, sebagai cara untuk mengendalikan biaya kesempatan (opportunity cost) agar mampu memberikan penambahan profit cukup besar (significant) bagi Telkomsel."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
T16124
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yuli Rosdiyanti
"Keputusan pendidikan dianggap sebagai investasi berisiko dan melibatkan ketergantungan pada peran orang tua. Oleh karena itu, penelitian ini menyelidiki peran dari parental risk aversion terhadap lama sekolah anak menggunakan Indonesian Family Life Survey (IFLS) 1993 (awal) dan 2014 (hasil). Dengan menggunakan ordinary least squares (OLS), penelitian ini menemukan asosiasi terbalik antara parental risk aversion dan lama sekolah anak. Hanya ibu yang ditemukan berkorelasi dengan pendidikan anak, karena mereka adalah pengambil keputusan dominan dalam rumah tangga, terutama keputusan pendidikan. Dapat diartikan bahwa maternal risk aversion bereaksi terhadap ketidakpastian prospek ketenagakerjaan di masa depan bagi anak-anak mereka, sementara investasi modal manusia menyiratkan tingginya biaya peluang. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa korelasi yang lebih kuat ditemukan pada rumah tangga miskin, tingkat pendidikan yang lebih tinggi, dan anak laki-laki.

Education decision is considered as risky investment and involved dependencies on parental role. Hence, this study investigates the role of parental risk aversion on children’s years of schooling using Indonesian Family Life Survey (IFLS) 1993 (initial) and 2014 (outcome). By using ordinary least squares (OLS), this study found an inverse association between parental risk aversion and children’s years of schooling. Only mothers that found to be correlated with children’s education, because they are dominant decision maker in households, especially for education decision. It can be interpreted that risk averse mothers react to the uncertainty of future labor prospect of their children, while human capital investment often implies the high opportunity cost. Further analysis reveals that the stronger correlation is found in the poor households, for higher level of education, and for sons."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dyah Nurrahmawati
"Banyak perusahaan software house di Indonesia yang rontok sebelum mencapai usai 5 tahun, kami mensinyalir perusahaan tersebut tidak mampu untuk bersaing terutama diakibatkan karena tidakmampunya manajemen atau tim perusahaan untuk membuat perencanaan yang terperinci dan detail serta kemampuan membuat perkiraan biaya yang tepat. Kedua masalah utama ini dapat menyebabkan perusahaan software house menjadi:
1. Menderita kerugian, mengalami penambahan waktu pengembangan software karena tidak sesuai dengan rencana semula yang terdapat di proposal;
2. Cash flow miss-management, karena ketidaktepatan penyerahan jasa mengakibatkan ketidaktepatan jadwal pembayaran dari klien perusahaan;
3. Kehilangan kesempatan untuk mencari klien baru akibat tidak tersedianya tenaga kerja untuk mendapatkan ataupun mengerjakan klien yang baru (opportunity cost).
Sebagai salah satu software house terkemuka di Indonesia, BaliCamp, tempat kami melakukan penelitian, juga terjadi hal serupa. Kami melihat beberapa hal yang panting seperti cost projection atau perkiraan biaya proyek yang dibutuhkan untuk mengembangkan aplikasi yang dimaksud menjadi sangat kritis untuk kelangsungan perusahaan karena berdampak langsung kepada masa depan perusahaan.
Salah satu proyek yang cukup besar (45% total sales tahun 2002) di Bali Camp adalah proyek pengembangan aplikasi AEGIS ("ACC Enterprise Global Information System"). Didalam proyek ini lah, kernampuan Balicamp untuk melakukan cost projection yang kami sorot menjadi inti dan masalah penelitian kami. Kami ingin melihat apakah BaliCamp juga memiliki kesulitan untuk cost projection yang akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan akibat salah perkiraan atau estimasi biaya yang dibutuhkan untuk menyerahkan solusi yang dimaksud pada waktu yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.
Permasalahan Identifikasi permasalahan:
1. Bagaimana BaliCamp membuat suatu perkiraan kos (cost projection) pertama kali ketika membuat proposal atau kontrak kerja?
2. Berapa gap variance antara anggaran dan biaya yang aktual?
3. Apakah mungkin dilakukan perbaikan metode perkiraan kos untuk mengetahui posisi akhir dan profitabilitas proyek?
Tujuan penelitian
Penelitian ini bersifat kajian teoritis dan bertujuan sebagai berikut:
1. Membantu memberikan panduan kepada manajemen BaliCamp untuk membuat
2. cost projection yang terus menerus diperbaiki seiring dengan berjalannya proyek; Membantu memberikan gambaran kepada manajemen BaliCamp mengenai profitabilitas dari proyek AEGIS bagi BaliCamp.
Manfaat penelitian
1. Kami mengharapkan, penelitian ini dapat memberikan masukan berupa panduan untuk membuat sebuah cost projection yang lebih akurat untuk mengukur biaya pengembangan solusi IT;
2. Memberikan gambaran evaluasi profitabilitas dari proyek AEGIS yang sedang berjalan.
Metodologi Penelitian
Penelitian ini bersifat kajian data analisis dan terbatas pada data yang tersedia, karena ditujukan sebagai pembentukan model awal untuk mendapat koefisien dari model yang akan digunakan yakni model Man Power dari Roetzheim dan Roetzheim Index (RI) untuk menghitung project profitability, kedua model digunakan untuk mengetahui tingkat profitabilitas jasa pengembangan solusi IT yang ditawarkan Bali Camp kepada pelanggannya, ACC. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah:
1. Studi literatur;
2. Analisa data;
3. Wawancara"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2005
T15614
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Leovhaty Augusta Azhari H.B.
"Pembedahan terhadap sistem ekonomi yang mengatasnamakan efisensi sebagai basis naturalnya. Efisiensi ditinjau dari rupa material dan nilai demi memenuhi fitur-fitur yang melekat pada term tersebut, yakni pemenuhan kebutuhan, kalkulasi resiko dan prinsip rasionalitas. Studi kesadaran berbasis neurosains menjadi acuan baru demi pengaktualitasan evolusi sistem ekonomi tersebut. Ini adalah pembedahan sistem kapitalisme dari sisi efisiensi berbasis kesadaran manusia.

Dissection to economic system on behalf of efficiency as the natural basis. Efficiency observe by its material and value in order to fulfill features which stick on its term, those are needs fulfillment, risk calculation and rationality principle. Consciousness study based on neuroscience becomes new reference for the evolution of that economic system. This is dissection of Capitalism system from efficiency side based on human consciousness."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2010
S16198
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rina Wahyuningtyas
"Penelitian ini bertujuan untuk memberikan perencanaan peningkatan fleksibilitas produksi pada produk dengan unmatching ratio tertinggi pada sebuah perusahaan di Indonesia. Penelitian ini berfokus pada permasalahan ketidakmampuan menyerap fluktuasi order yang dilakukan oleh dealer atau end customer di salah satu perusahaan otomotif ternama di Indonesia. Jika hal itu tidak dapat diatasi, maka akan berpotensi terjadinya cancelation order. Untuk itu, diperlukan perbaikan untuk dapat meningkatkan fleksibilitas produksi perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve & Control) untuk mendapatkan solusi yang tepat. Perbaikan yang dilakukan akan memberikan dampak terhadap opportunity cost dan unmatching ratio. Pada penelitian ini, dibuat skema penyerapan fluktuasi order secara mingguan berupa WOC (Weekly Order Change) dengan melakukan pengadaan safety stock terhadap unique part dengan melakukan perhitungan menggunakan Q-model. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah profit sebagai opportunity cost Rp431.635.851 serta penurunan unmatching ratio dari 4,9% pada keadaan sebelum menjadi 1,2% pada keadaan setelah perbaikan

This study aims to increasing production flexibility on highest unmatching ratio products in a Indonesia company. This study focuses on the problem of an inability to absorb orders fluctuations by dealer or end customer at one of Indonesia's leading automotive companies. If it is not solved, it will potentially causes cancelation order. Therefore, the necessary improvements in order to increase the production flexibility of the company. Method used in this research is DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve & Control) in way to get the right solution. Improvements will have an impact on opportunity cost and unmatching ratio. In this study, absorption scheme fluctuations order on a weekly basis in the form of WOC (Weekly Change Order) with adding a safety stock of unique part by using Q-model calculations. The results obtained from this study is the profit as the opportunity cost IDR431,635,851 and unmatching ratio decrease from 4.9% in before condition become 1.2% in after condition.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S63012
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ricky Wulan Noviyanthi
"ABSTRAK
Potensi Benda Berharga Asal Muatan Kapal Tenggelam di perairan Indonesia sangatlah besar. Dalam memanfaatkan potensi tersebut, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Keppres tentang Panitia Nasional Pengangkatan dan Pemanfaatan BMKT pada tahun 1989. Kemudian pada tahun 1992, Pemerintah Indonesia juga telah mengeluarkan UU tentang Benda Cagar Budaya, yang pada tahun 2010 dicabut dengan UU Cagar Budaya. Pengaturan antara kebijakan tersebut ternyata tidak mudah untuk diimplementasikan. Hal ini memaksa Pemerintah Indonesia untuk mengeluarkan kebijakan moratorium perizinan survei dan pengangkatan BMKT pada tahun 2011. Penelitian ini menggunakan pendekatan post positivis dengan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan moratorium tersebut telah menimbulkan dampak bagi pemerintah dan pengusaha, baik dari aspek sosial, ekonomi, dan pertahanan keamanan. Selain itu juga telah menimbulkan opportunity cost berupa hilangnya kesempatan untuk mendapatkan pemasukan ke kas negara, di sisi lain kesempatan untuk menjaga kelestarian BMKT, kesempatan untuk menjadikan nilai sejarah BMKT sebagai alat untuk meningkatkan jati diri bangsa, dan kesempatan menjadikan BMKT sebagai media pembelajaran juga hilang.

ABSTRACT
The Potential of valuable items from the shiploads which are sinked in Indonesian waters is enormous. In taking advantages of this potency, the Government of Indonesia has issued Presidential Decree on National Committee of Appointment and Utilization of Valuable Items from The Shiploads which are Sinked in 1989. Then in 1992, the Government of Indonesia has also issued Law on Heritage Objects, in 2010 which is revoked by Cultural Heritage Act. The arrangement between the policies were not easy to implement. It forces the Government of Indonesian to issued a moratorium policy on survey licensing and the appointment of valuable items from the shiploads which are sinked in 2011. This research uses post positivist approach with qualitative method through in depth interview and literature study. The results show that the moratorium policy has had an impact on the government and entrepreneurs from social, economic, and defense aspects of security. In addition, it has also created an opportunity cost in the form of loss of opportunity to get income into the state treasury, on the other hand the opportunity to maintain the sustainability of valuable items from the shiploads which are sinked, the opportunity to make the historical value of valuable items from the shiploads which are sinked as a tool for improving the national identity, and the opportunity to make valuable items from the shiploads which are sinked as a learning media is also lost"
2017
T48626
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lalu Dema Arkandia
"Untuk menekan kerugian sekecil mungkin, lazimnya perusahaan asuransi akan mengambil suatu jumlah tertentu sebagai jaminan atas risiko yang ia tutup (cover) dan jumlah ini adalah yang disebut dengan retensi. Metode batas retensi yang ditetapkan oleh perusahaan selama ini memang memberikan nilai keamanan bagi perusahaan, tetapi dari segi biaya reasuransinya mengurangi pendapatan/keuntungan perusahaan, cara ini sangat lemah. Metode ini sering berakibat tingkat retensi sebagai batas yang dicadangkan melebihi jumlah klaim. Metode solusi Teorema Rosenthal mencoba untuk menjawab hal itu dengan tujuan minimalisasi kerugian, sekaligus mengevaluasi tingkat retensi perusahaan. Pendekatan Rosenthal menjawab efektifitas dari taksiran total klaim dalam satu peristiwa, metode umum yang biasa digunakan asuransi syariah. Setelah dilakukan uji Chi-square dan analisis varians, taksiran retensi Rosenthal untuk tertanggung individu lebih baik daripada retensi yang selama ini ditetapkan perusahaan Sehingga perusahaan Asuransi Syariah "X" disarankan untuk mengevaluasi dan merubah batas retensi yang selama ini ditetapkan untuk tertanggung individu yang telah ditentukan, dengan menghitung metode Rosenthal Approximation. Pada penelitian kali ini Teorema yang dikembangkan Rosenthal tidak dapat digunakan untuk mencari batas retensi untuk tertanggung grup perusahaan.

In order to minimize the loss as minimum as possible, an insurance company will usually take a certain amount as the collateral for the risk it cover. This amount is called retention. Indeed, the retention limit method which is specified by the company up to present may provide a security value to the company. However, viewed from the aspect of reinsurance cost, it may decrease the revenue/profit received by the company. Therefore, this method proved to be inefficient. This method frequently results in the retention level, as the reserved limit, to exceed the value of the claim. The Theorem Rosenthal solution method seek to solve the problem with the intention of minimizing the loss as well as to respond to the effectiveness of the estimated total claim for an incident, a general method usually applied by the syariah insurance_ After performing a Chi-square test and variance analysis, the estimated Rosenthal retention for the individual sufferer proved to be better than the retention previously specified by the company. Therefore, the Syariah Insurance "X" is recommended to evaluate and modify the retention limit previously specified by the individual sufferer, by calculating the Rosenthal approximation method. In this research, the Theorem developed by Rosenthal may not be applied to find the retention limit for the company group sufferer."
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2006
T17929
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library