Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 25 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ardiasih Oktaviana
"Penelitian ini berfokus pada pengaruh struktur kepemilikan yang diwakili oleh kepemilikan manajerial, kepemilikan blockholder, kepemilikan asing, dan kepemilikan institusional terhadap tingkat pengungkapan sukarela perusahaan manufaktur. Sampel yang igunakan adalah 86 laporan tahunan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2007. Jumlah pengungkapan sukarela pada laporan tahunan diukur dengan menggunakan indeks pengungkapan sukarela yang dikembangkan oleh Adhariani (2005) dan telah mengalami beberapa penyesuaian oleh Ningrum (2007). Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa kepemilikan manajerial memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap tingkat pengungkapan sukarela, yang artinya bahwa semakin besar porsi kepemilikan manajerial dalam perusahaan, maka tingkat pengungkapan sukarela perusahaan akan semakin rendah.

This study is focusing on the effect of ownership structure represented by managerial ownership, blockholder ownership, foreign ownership, andinstitutional ownership in voluntary disclosure level of manufacturing companies.The samples consist of 86 annual reports of manufacturing companies listed on the IDX at 2007. The amount of voluntary disclosure provided in annual reports is measured by disclosure items developed by Adhariani (2005) and modified by Ningrum (2007). Findings from the research is managerial ownership has negative and significant influence in voluntary disclosure, which means that when managerial ownership getting bigger, the voluntary disclosure level will getting lower."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
S6526
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Stephanie Rebecca Ester
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari praktek corporate governance dan pengaruh struktur kepemilikan terhadap probabilita terjadinya fraud dalam perusahaan. Praktek corporate governance diproksikan dengan jumlah dewan komisaris, jumlah dewan direksi dan kualitas audit eksternal. Sedangkan struktur kepemilikan diproksikan dengan kepemilikan saham oleh institusi keuangan, kepemilikan saham oleh individual investor, kepemilikan saham oleh blockholder, kepemilikan saham oleh 10 investor terbesar, dan kepemilikan saham oleh keluarga. Penelitian ini mengambil sampel 80 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang mempublikasikan laporan keuangan dan laporan tahunan (annual report) pada periode 1998-2012. Berdasarkan hasil pengujian, ditemukan bahwa variabel yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap fraud adalah kepemilikan saham oleh institusi keuangan dan kepemilikan saham oleh keluarga. Dimana semakin tinggi kepemilikan saham oleh institusi keuangan dan keluarga, maka kemungkinan terjadinya fraud pada perusahaan semakin tinggi. Sedangkan ketiga variabel corporate governance dan variabel struktur kepemilikan lainnya tidak terbukti mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemungkinan terjadinya fraud di perusahaan.
This study aims to determine the effect of the practice of corporate governance and ownership structure influences the probability of the occurrence of fraud in the company. The practice of corporate governance is proxied by the number of commissioners, board of directors and the amount of external audit quality. While the ownership structure is proxied by stock ownership by financial institutions, stock ownership by individual investors, stock ownership by a blockholder, stock ownership by the 10 largest investors, and ownership by the family. This study took a sample of 80 companies listed in Indonesia Stock Exchange that publish financial statements and annual reports (annual report) in the period 1998-2012. Based on the test results, it was found that the variables that have a significant influence on fraud is stock ownership by financial institutions and stock ownership by the family. Where the higher stock ownership by financial institutions and families, the possibility of fraud at the company higher. While the three variables of corporate governance and ownership structure of other variables did not prove to have a significant effect on the likelihood of fraud in the company."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S54010
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Regina Aria Putri
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ownership structure dan cash flow terhadap dividend payout ratio pada perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sampel penelitian ini adalah 63 perusahaan dengan periode penelitian tahun 2009 - 2013. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan panel regression analysis dengan pendekatan random effect model.
Hasil regresi menunjukkan bahwa largest shareholder dan government ownership memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap pembayaran dividen. Sementara institutional ownership dan operating cash flow memberikan pengaruh negatif yang signifikan terhadap pembayaran dividen.

The aim of this study is to analyze the effect of ownership structure and cash flow to the non-financial firms? dividend payout ratio listed in Indonesian Stock Exchange (IDX). The samples of this study are 63 firms over the period 2009 - 2013. This study conducted in panel regression analysis using the random effect model approach.
The result of regression found that largest shareholder and government ownership give a positive effect to the payment of dividend. While institutional ownership and operating cash flow give a negative impact to the payment of dividend.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Ikhwan Muslimin
"Skripsi ini membahas tentang pengaruh struktur kepemilikan keluarga terhadap kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan data 29 perusahaan yang tecatat dalam indeks LQ-45 Bursa Efek Indonesia. Dengan menggunakan Random Effect Model didapatkan hasil bahwa perusahaan dengan struktur kepemilikan terkonsentrasi pada ke luarga dimana terdapat perwakilan anggota keluarga dalam peru sahaan memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Perusahaan yang masih dipimpin oleh pendiri perusahaan ternyata memiliki pengaruh negatif yang terbesar terhadap kilnerja perusahaan jika dibandingkan tipe kepimpinan lainnya. Hasil penelitian ini berlawanan dengan teori keagenan (Jensen & Meckling;1976), yang mengatakan bahwa konsentrasi kepemilikan dapat mengurangi atau menghilangkan masalah dan biaya keagenan pada perusahaan.

This Undergraduate Thesis investigates how family ownership affects the firm performance using data of 29 firm listed at LQ-45 index in Indonesian Stock Exchange (IDX). By using the Random Effect Model on panel data, this study found that, family ownership negatively affects the firm performance. The negative effect of family ownership is prevalent when the CEO is the founder of the firm. These results contradict the agency theory (Jensen and Meckling; 1976) which proposed that ownership concentration could reduce or eliminate the agency cost and agency problem of the firm."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
S6620
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
"in this study, the impact of capital structure on firms' ownership structure is examined. Therefore, manufacturing firms whose stocks are quoted on the Istanbul Stock Exchange (ISE) over the period 1998 and 2009 are covered using pooled data. On the developed model, it was investigated how ownership structure is affected by the capital structure. According to the reesults of the regression model, it has been found that firms which have less shareholders choose higher-risk capital structures because of increasing firms value. Furthermore, provided that capital intensity becomes higher, firms must hire professional managers. In the instance, professional manager prefer equity financing for preventing financial distressess. In summary, this study concludes that firms' ownership structure affects capital structure. "
Istanbul: Istanbul Stock Excahange,
330 ISE
Majalah, Jurnal, Buletin  Universitas Indonesia Library
cover
Rizqa Fadilah
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur kepemilikan (inside ownership dan foreign ownership) dan corporate governance (board size dan board composition) terhadap likuiditas perusahaan (cash holding) pada perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2007-2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif yang tidak signifikan antara inside ownership dan foreign ownership terhadap cash holding. Sementara itu, board size memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap cash holding dan board composition memiliki pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap cash holding.

This research aims to analyze the effect of ownership structure (inside ownership and foreign ownership) and corporate governance (board size and board composition) on corporate liquidity (cash holding). By using non financial companies listed in Indonesia Stock Exchange for the period of 2007-2012 as a samples, this research shows that inside ownership and foreign ownership have an insignificant negative effect on cash holding. Meanwhile, board size has a significant positive effect on cash holding and board composition has an insignificant negative effect on cash holding."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2014
S54068
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nikentya Dwi Ratessa
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh board composition dan struktur kepemilikan terhadap kebijakan dividen perusahaan. Sampel yang digunakan sebanyak 294 perusahaan untuk menguji keputusan dividen dan 406 data observasi tahunan perusahaan untuk menguji dividend payout ratio perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2012. Penelitian menggunakan dua model: regresi logistik biner dan regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) ukuran dewan komisaris berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan dividen, sementara rasio kepemilikan manajerial, rasio kepemilikan institusional, dan rasio free float berpengaruh negatif signifikan terhadap keputusan dividen; 2) rasio kepemilikan institusional dan free float ratio berpengaruh negatif signifikan terhadap dividend payout ratio. Selain itu, ditemukan bukti bahwa rasio komisaris independen tidak berpengaruh baik terhadap keputusan dividen maupun dividend payout ratio.

The main objective of this research is to analyze the effect of board composition and ownership structure on firm dividend policy. Samples used in this study are 294 firms to test dividend decision and 406 firm year observations to test dividend payout ratio of nonfinancial firms listed in Indonesia Stock Exchange for the period of 2008-2012. This research used two models: binary logistic regression and multiple linier regression.
The result show that: 1) board size has positive and significant effect on dividend decision, while managerial ownership ratio, institutional ownership ratio, and free float ratio have negative and significant effect on dividend decision; 2) institutional ownership ratio and free float ratio have negative and significant effect on dividend payout ratio. Results also show that board independence has no effect both on dividend decision and dividend payout ratio.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
S54596
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ridya Marliza
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kinerja perusahaan, struktur kepemilikan, dan komite remunerasi terhadap kompensasi dewan direksi dan dewan komisaris pada perusahaan-perusahaan publik non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan regresi data panel model pooled least square dengan total sampel sebanyak 105 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode tahun 2009 sampai dengan tahun 2013. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja perusahaan berdasarkan kinerja keuangan yang diukur dengan menggunakan return on equity berpengaruh positif terhadap kompensasi dewan direksi dan dewan komisaris sedangkan kinerja perusahaan berdasarkan kinerja pasar yang diukur dengan tobin’s q berpengaruh positif terhadap kompensasi dewan direksi dan dewan komisaris. Struktur kepemilikan saham oleh dewan direksi dan dewan komisaris berpengaruh negatif terhadap kompensasi dewan direksi dan dewan komisaris sedangkan kepemilikan saham oleh institusi asing berpengaruh negatif terhadap kompensasi dewan direksi dan dewan komisaris. Keberadaan komite remunerasi berpengaruh positif terhadap kompensasi dewan direksi dan dewan komisaris.

The aim of this research is to analyze how firm performance, ownership structure and remuneration committee affect the extent of board of directors and board of commissionaire compensation in public listed companies. This study use pooled least model of panel regression for hypothesis testing, with total sample of 105 listed companies on the Indonesia Stock Exchange in the financial years 2009 to 2013. The empirical result show that firm performance which measured on accounting based performance is positively correlated to board of director and commissionaire compensation, also on market based performance is positively correlated to board of director and commissionaire compensation. Ownership structure which measured by board of director and commissionaire ownership is negatively associated with board of director and commissionaire compensation, and foreign institutional ownership is negatively associated with board of director and commissionaire compensation. existency of remuneration committee has positive impact on board of director and commissionaire compensation."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Agung Triharyadi
"Pemisahan pemilik dan pengelola menjadi pihak yang berbeda dari suatu perusahaaan sering menimbulkan masalah. Penelitian empiris yang pernah dilakukan oleh para ahli keuangan menyimpulkan hasil yang bervariasi terhadap hubungan struktur kepemilikan dengan stock return atau keberadaan dari agency problem.
Penelitian ini pada dasarnya ingin menjawab permasalahan pokok penelitian keberadaan agency problem pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Permasalahan ini kemudian diturunkan pada pertanyaan: Adakah hubungan struktur kepemilikan dengan stock return pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta?
Untuk menjawab permasalahan penelitian tersebut, penulis menggunakan suatu model yang digunakan oleh Kim, Lee dan Francis (1988), yaitu:
rit = b0+ b1(JMit) + b2(EPit) + b3(Size) + b4 {Beta it)
Selanjutnya dengan menggunakan regresi linear, data rit , JMit , EPit, Size dan Beta it dianalisis. Dari analisis linear ini akan diperoleh nilai b1. Jika nilai b1 adalah nol (0), artinya tidak ada hubungan struktur kepemilikan dengan stock return, Jika nilai b1 adalah bukan nol (0), artinya ada hubungan antara struktur kepemilikan dengan stock return. Hasil ini mendukung keberadaan dari agency problem.
Populasi penelitian ini adalah semua perusahaan Indonesia yang sudah terdaftar pada Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada tanggal 31 Mei 2001, yaitu sebanyak 298 perusahaan emiten. Sampel diambil dengan menggunakan teknik stratifikasi (stratified sampling) dengan 4 kriteria, yaitu: perusahaan tersebut harus terdaftar pada Bursa Efek Jakarta sebelum 4 Januari 1999, perusahaan tersebut telah menyerahkan laporan keuangan tahun 1999 dan 2000, dan perusahaan tersebut menerbitkan komposisi kepemilikan saham pada akhir tahun 1999 dan 2000. Dari kriteria ini didapatkan sampel sejumlah 247 perusahaan.
Untuk melihat kondisi perusahaan dalam dua tahun terakhir, maka kurun waktu pengamatan penelitian ini diambil sejak 4 Januari 1999 sampai dengan 22 Desember 2000. Banyak pengamatan dalam periode ini sama dengan 486 hari pengamatan.
Hasil penelitian dan pengolahan data menggunakan program SPSS versi 10.0. Dilihat dari uji t pada tahun 1999 ditemukan hanya variabel EP dan BETA yang signifikan. Sedangkan pada tahun 2000 hanya BETA yang secara konsisten signifikan. Hal ini berarti secara tidak cukup kuat data untuk menolak Ho.
Berdasarkan ini disimpulkan bahwa secara empiris dibuktikan bahwa tidak ada pengaruh tingkat kepemilikan orang dalam terhadap stock return perusahaan-perusahaan yang terdaftar pada Bursa Efek Jakarta (menerima Ho dan menolak Hi). Hal ini belum mengindikasikan keberadaan agency problem di Indonesia. Dari temuan ini dapat dilihat pasar modal di Indonesia dan di luar negeri adalah berbeda jika kita melihat ke penelitian sebelumnya oleh Kim, Lee dan Francis (1988). Nilai VIF dan uji Durbin Watson menunjukkan bahwa variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini tidak mengalami multikolinearitas dan autokorelasi.
Berdasarkan temuan tersebut, maka peneliti dapat memberi rekomendasi bahwa untuk memperkirakan stock return dari perusahaan-perusahaan terbuka di Indonesia tidak cukup dengan melihat pada struktur kepemilikan yang diwakili oleh tingkat kepemilikan orang dalam. Para pengamat pasar modal juga perlu memperhatikan faktor-faktor lainnya, misalnya faktor pengaruh perubahan dan perkembangan sosial, politik, budaya dan keamanan karena pada saat pengamatan ditemukan pengaruh faktor kepemilikan, ukuran, EIP ratio dan Beta hanya sebesar 4.3%. Kenyataan perbedaan kondisi pasar modal di Indonesia dan di luar negeri dapat dipertimbangkan menjadi penelitian lanjutan. Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan dihubungkan dengan perbedaan peraturan yang diberlakukan (contohnya persyaratan untuk IPO) atau perbedaan keras atau tidaknya penegakkan hukum di Indonesia.

Relation of Ownership Structure and Stock Return (Empirical Study on Jakarta Stock Exchange Listed Companies)Separation on any company owners and managers often raise problems. Empirical studies on ownership structure show various results for agency problem existences or ownership structure relationship to stock return.
This study, basically, has a purpose to answer the relationship between number of insider ownership (manager relation) and listed companies' stock return in Jakarta Stock Exchange. This issue was described in a question: Is there a relationship between ownership structure and listed companies' stock return?
In order to answer this issue, researcher employs Kim, Lee and Francis (1998) model as below:
rit = b0+ b1(JMit) + b2(EPit) + b3(Size) + b4 {Beta it) Using multiple regression, JMit , EPit, Size and Beta it was analyzed.
This multiple regression obtains bi value. If b1 value were equal to zero, it means that no relationship between ownership structure and stock return. If b1 value were not equal to zero, it means there is a relation between ownership structure and stock return. This result supports the existences of agency problem.
This research population is every Indonesian company that listed on Jakarta Stock Exchange on May 31St 2001, which are 298 companies. Sample was chosen with stratified sampling in 4 criteria, that is: listed before January 4, 1999, already give 1999 and 2000 financial report, and has issued stock ownership composition at the end of the year (1999 and 2000). The sample becomes 247 companies. In order to show the companies condition in last two years, sample had been observed since January 4, 1999 to December 22, 2000. Observation amount in this period is equal to 486 observations.
The result and data processing used SPSS ver. 10.0. T test showed that on 1999 only EP and BETA was proved as significance variable. On 2000 only BETA showed consistency as significant factor. It means observations not strong enough to reject Ho. The conclusion was there is no influence insider ownership to Jakarta Stock Exchange listed companies (accept Ho and reject H1). This finding could not indicate agency problems in Indonesia. V1F value and Durbin Watson test showed variables not have multicollinearity and autocorrelation.
Based on that finding, researcher has recommended that stock return prediction didn't need insider ownership factor. The stock market observer should consider such another factor as developments and changes in social, politic, culture and safety matter, since the influence of those independent variables only 4.3%. The difference between capital market in Indonesia and outboard could be considered to be the next studies. The studies would be related to different regulation (e.g. IPO requirements) or different law enforcement."
Depok: Universitas Indonesia, 2001
T9177
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>