Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 105 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Lusi Arifiana
"Penelitian terhadap novel-novel Mira Widjaja, khususnya novel Dari Jendela SMP, Galau Remaja di SMA, Di Tepi Jeram Kehancuran, dan Ketika Cinta Harus Memilih memiliki ber-bagai tujuan. Pertama, untuk mengetahui kedudukan novel-novel tersebut sebagai karya sastra populer dengan cara menerapkan teori Abraham Kaplan tentang ciri-ciri karya populer. Kedua, untuk memperoleh tema serta amanat cerita yang didapat melalui analisis terhadap permasalahan tokoh utama masing-masing novel. Tujuan ketiga, untuk mendapatkan gambaran terhadap obsesi pengarang yang tercermin melalui sikap masing-masing tokoh utama sehubungan dengan permasalahan yang dihadapinya.
Berdasarkan ciri-ciri yang terdapat di dalamnya, menunjukkan hasil bahwa ke-empat novel Mira W. merupakan karya sastra populer. Masing-masing novel memiliki seluruh ciri karya populer baik dari segi bentuk maupun dari segi perasaan. Tema novel menunjukkan adanya keragaman dan tidak semata-mata mengenai percintaan tokoh-tokoh utamanya. Novel DJSMP memiliki tema pencarian jati diri seorang remaja dan novel GRSMA bertemakan kehidupan remaja yang labil. Keduanya mengisahkan kehidupan remaja.
Novel DTJK dan KCHM mengisahkan kehidupan rumah tangga dengan tema nilai keluhuran budi manusia untuk novel DTJK dan tema kepicikan pandangan manusia dalam novel KCHM. Sikap tokoh-tokoh utama menampakkan harapan Mira W. kepada pembacanya agar tetap berpegang teguh pada kebenaran keyakinan hati dan agar pembaca bersikap dewasa dalam menghadapi berbagai permasalahan."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1995
S11335
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Helvy Tiana Rosa
"Taufiq al-Hakim (1903-1987), sastrawan Mesir yang lebih dikenal sebagai dramawan dan novelis, adalah seorang cerpenis pula. Cerpen-cerpennya banyak mempunyai kekhasan, tampak pada ide, latar dan penokohan Setan serta dialog-dialog yang dimunculkannya. Menurut Todorov, Tolkien, Swinfen dan Jackson, suatu cerita disebut fantasi, jika: adanya lawan realitas (anti riil), menghadirkan dunia ambiguitas, adanya dialog antara dunia nyata dan tak nyata, serta merupakan ramuan dari marvellous-mimetis. Penelitian dan analisa menunjukkan cerpen-cerpen Taufiq memenuhi kriteria fantasi yang ditetapkan oleh para teoritikus di atas. Meskipun menarik dan kadang kontraversial, cerpen-cerpen Taufiq belum dikenal dunia internasional sebagaima_na karya-karya dramanya. Di Indonesia, apresiasi terhadap karya-karyanya masih sangat minim karena kendala bahasa."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1995
S13232
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ida Rosdalina
"Permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimanakah pengarang memanipulasi sudut pandang dengan memanfaatkan unsur-unsur linguistik dan bagaimanakah peranannya dalam mengungkapkan penokohan, konflik dan tema. Adapun tujuannya adalah untuk membuktikan bahwa pengarang menggunakan pilihan unsur-unsur linguistik untuk memanipulasi sudut pandang dan untuk menunjukkan bahwa pilihan unsur-unsur itu juga mengungkapkan unsur penokohan, konflik dan tema.
Data diambil dari cerita pendek The Rivals karya George Garrett. Cerita Pendek ini dipilih sebagai korpus data karena dalam penyajiannya banyak menyorot keadaan batin tokohnya sehingga pemanfaatan sudut pandang, balk fiksional maupun wacana, terlihat sangat jelas.
Dasar teoritis yang digunakan dalam menganalisis data adalah teori stilistika dan teori-teori lain seba gai penunjang, yaitu teori gaya dan sudut pandang. Untuk menganalisis unsur-unsur bahasa digunakan teori tata bahasa fungsional dan teori penyajian ujaran dan pikiran.
Hasil yang didapat hanya berlaku untuk cerita pendek yang dijadikan korpus data dan tidak dapat dite_rapkan kepada cerita lain. Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dari analisis data yang telah dilakukan adalah: Sudut pandang ditentukan oleh pilihan pronomina, dan reflektor ditentukan oleh pilihan klausa, keterangan waktu dan tempat, penyajian pikiran. Penokohan dapat diungkapkan dengan pilihan verba. Pengungkapan konflik dilihat dari pilihan adjektiva, nomina serta penyajian ujaran dan pikiran."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1995
S14093
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mita Sampaguita
"Voyage Au Centre De La Terre adalah salah satu dari tiga huah roman pertama Jules Verne yang terbesar selain Cing Semaines En Be/ion dan De La Terre A La Lune. dan salah satu dari karya-karva Jules Verne yang semuanya memiliki tema mobilitas. Skripsi ini adalah penelitian mengenai penyajian mobilitas tokoh dalam roman Voyage Au Centre De La Terre. Tujuannya ialah untuk mengemukakan penyajian mobilitas tokoh dalam roman ini melalui unsur_unsur struktur karyanya yaitu pengaluran, alur, tokoh, dan latar cerita.
Penelitian pengaluran dilakukan dengan menganalisis urutan satuan isi cerita, sedangkan analisis fungsi utama beserta bagannya dilakukan untuk meneliti alur. Adapun untuk meneliti tokoh dilakukan dengan menganalisis indeks-indeks tokoh, dan untuk meneliti latar cerita dilakukan analisis informan ruang dan waktu. Penelitian-peneiitian tersebut dilakukan berdasarkan pendekatan struktural dengan menggunakan teori Struktural dari Roland Sarthes dan teori Sekuert dari M.P. Schmitt dan A,Viala.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mobilitas dalam karya ini ditampilkan melalui kisah dua orang tokoh dalam cerita yang melakukan perjalanan berbahaya menantang maut, yang dilakukan karena ingin membuktikan kebenaran perjalanan Ame Saknussemm serta kebenaran teori suhu dari Humphry Davy.
Semua unsur struktur karya tersebut tampil menunjang penonjolan mobilitas tokoh dalam Voyage Au Centre De La Terre."
Depok: Universitas Indonesia, 1995
S14300
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Briantiko Aji
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas penyelewengan cara penyajian tokoh yang terjadi dalam novel Perang dari hipogramnya, yaitu Mahabharata. Data-data dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan studi kepustakaan dengan membandingkan dua karya sastra, yaitu Mahabharata karya C. Rajagoopalachari dan Perang karya Putu Wijaya. Data-data yang diperoleh lalu diolah dengan menggunakan teori-teori sastra Bandingan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa cara penyajian beberapa tokoh, yaitu Pandawa dan Sri Kresna, pada Perang sangat berbeda dengan cara penyajian tokoh beberapa tokoh tersebut dalam Mahabharata.

ABSTRACT
This thesis concern about the deviation in the way of presenting characters in Perang from its hypogram, Mahabharata. The sources is taken by literature research and comparation of two opuses--Mahabharata by C. Rajagopalachari and Perang by Putu Wijaya--and the analyzed with comparative literature theory. The result of this research shows that there are differences in presenting characters between Mahabharata and Perang."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2011
S488
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Estuningsih
"ABSTRAK
Metode Landasan dipergunakan untuk menetapkan naskah yang paling baik kualitasnya; metode Diplomatik dipergunakan untuk mengalihaksarakan naskah yang telah ditetapkan dan pendekatan Intrinsik dipergunakan untuk menganalisis penokohan.
Pengumpulan data dilakukan melalui metode Penulisan kepustakaan yaitu dengan mengumpulkan naskah-naskah dan buku-huku yang berhubungan dengan Cerita Pak Lesap.
Hasilnva Teks Cerita Pak Lesap Lor 4397 ditetapkan sebagai naskah Landasan dan dialihaksarakan dari aksara Jawa (aksara yang dipakai untuk manulis naskah di atas) ke aksara Latin dan diterjemahkan dari bahasa Jawa (bahasa yang dipakai untuk menulis naskah ke dalam bahasa
Indonesia). Mengenai analisis isi cerita. Panembahan Cakraningrat dinyatakan sebagai tokoh protagonis dan Pak Lesap sebagai tokoh antagonis.

"
1995
S11703
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dwi Marlina Sari
"[ ABSTRAK
Sastra wayang merupakan salah satu bagian dalam khazanah sastra Indonesia. Dalam sastra Indonesia dikenal cerita wayang Ramayana dan Mahabharata. Berdasarkan kedua cerita tersebut, muncul berbagai karya yang bersumber pada Ramayana dan Mahabharata. Tulisan ini membahas novel Rahwana Putih yang dikarang oleh Sri Teddy Rusdy. Ide ceritanya diambil dari Ramayana. Dalam analisis ini, ditunjukkan penggambaran tokoh Rahwana dalam Rahwana Putih. Analisis dilakukan dengan teori tentang tokoh dan penokohan dalam karya sastra. Berdasarkan analisis terungkap bahwa tokoh Rahwana digambarkan sebagai tokoh yang baik. Cerita Rahwana Putih pun mengandung ajaran moral yang bermanfaat bagi pembaca.
ABSTRACT The literary of puppets is one of the treasures in Indonesia. Indonesian literature known as puppet stories like Ramayana and Mahabharata. Based on the both stories, there is a wide range of creation which is based on Ramayana and Mahabharata. This paper discuss about Rahwana Putih, then ovel was written by Sri Teddy Rusdy. The idea of this story was taken from the Ramayana. In this analysis, shown in these depiction characters of Rahvana in Rahwana Putih. The analysis was performed with a theory about the characters and characterizations in literature. Based on the analysis revealed that the character of Rahvana described as a good guy. Rahwana Putih story also contains moral teachings that are beneficial for the reader., The literary of puppets is one of the treasures in Indonesia. Indonesian literature known as puppet stories like Ramayana and Mahabharata. Based on the both stories, there is a wide range of creation which is based on Ramayana and Mahabharata. This paper discuss about Rahwana Putih, then ovel was written by Sri Teddy Rusdy. The idea of this story was taken from the Ramayana. In this analysis, shown in these depiction characters of Rahvana in Rahwana Putih. The analysis was performed with a theory about the characters and characterizations in literature. Based on the analysis revealed that the character of Rahvana described as a good guy. Rahwana Putih story also contains moral teachings that are beneficial for the reader.]"
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Ratu Febriani R
"[ ABSTRAK
Karya sastra tidak lepas dari kehidupan manusia. Beberapa di antaranya mengangkat persoalan jiwa manusia. Salah satunya adalah novel Katarsis karya Anastasia Aemilia. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan perilaku sadis tokoh utama dalam novel Katarsis dengan pendekatan psikologi sastra. Tara, tokoh utama novel Katarsis berperilaku sadis. Perilaku sadis itu disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Dari segi internal, perilaku sadis Tara disebabkan oleh gangguan jiwa yang dikenal dengan istilah psikopati. Dari faktor eksternal, perilaku sadis Tara dipengaruhi oleh lingkungan keluarga dan pengalaman buruk yang dialaminya. Dengan demikian, Tara berperilaku sadis karena ia adalah seorang psikopat yang pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual.
ABSTRACT Literature can?t be separated from human life. Some of them raise the issue of human psychological. Katarsis by Anastasia Aemilia is such a novel. This research aims to explain the sadistic behavior of the main character in Katarsis with approach of psychology of literature. Tara, the main character of Katarsis novel, behaves sadistically. The sadistic behavior of Tara is caused by internal and external factors. From the internal, sadistic behavior of Tara caused by a mental disorder known as psychopathy. From external factor, sadistic behavior of Tara is influenced by the family environment and bad experiences that happened to her. Tara behaves sadistically because she is a psychopath who had experiences domestic violence and sexual assault., Literature can’t be separated from human life. Some of them raise the issue of human psychological. Katarsis by Anastasia Aemilia is such a novel. This research aims to explain the sadistic behavior of the main character in Katarsis with approach of psychology of literature. Tara, the main character of Katarsis novel, behaves sadistically. The sadistic behavior of Tara is caused by internal and external factors. From the internal, sadistic behavior of Tara caused by a mental disorder known as psychopathy. From external factor, sadistic behavior of Tara is influenced by the family environment and bad experiences that happened to her. Tara behaves sadistically because she is a psychopath who had experiences domestic violence and sexual assault.]"
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Raden Bayu Baskoro
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas tentang penggambaran latar ruang yang meliputi tempat tinggal Remco dan stadion sepak bola dalam film dan novel In Oranje. Tujuan penelitian adalah memperlihatkan kaitan latar tersebut dengan penokohan tokoh Remco dalam film dan novel In Oranje. Kedua karya tersebut mengisahkan tentang perjuangan tokoh Remco menjadi pemain tim kesebelasan KNVB Belanda.
Sumber data penelitian adalah film In Oranje (2004) karya sutradara Frank Katelaar dan novel In Oranje (2004) karya Raymond Krul. Dalam skripsi ini analisis latar ruang dikaji dengan pendekatan pustaka Nurgiyantoro (2009), Boggs (1985), dan juga Van Boven dan Dorlijn (2003) selain itu digunakan pendekatan dari Van Balen, Jousten, dan Peppelenbos (2010).

ABSTRACT
This thesis discusses the descripction of setting?s of residential and soccer stadions in the film and novel In Oranje. The research objective is to see the relation of settings with Remco?s characterization of the story in film and novel In Oranje. Both works tell a story of Remco?s figure who struggled to be a KNVB Dutch football player.
Source of research data is film In Oranje (2004) by director Frank Katelaar and novel In Oranje (2004) by Raymond Krul. In this thesis, used setting analysis approach by Nurgiyantoro (2009), Boggs (1985) and Van Boven and Dorlijn (2003). Furthermore used approach by Van Balen, Jousten and Peppelenbos (2010).
"
2016
S64127
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakhria Nesa
"Tesis ini membahas subjektivitas tokoh utama dalam novel Hanauzumi karya Watanabe Junichi 1970 dengan penjabaran penokohan. Analisis penokohan dilakukan dengan menggunakan unsur naratif yang dikemukakan oleh Luc Herman dan Bart Vervaeck 2001, kemudian pemaparan subjektivitas dilakukan dengan pendekatan subjektifitas Woodward 1999. Narasi memperlihatkan bahwa tokoh utama hadir sebagai perempuan mandiri, namun melalui penjabaran subjektivitas, tokoh utama dihadirkan sebagai perempuan yang tidak dapat mempertahankan perannya di ranah publik dan kembali menempatkan dirinya di ranah domestik. Novel ini menegaskan bahwa perempuan akan tetap berada di bawah laki-laki dan tidak dapat keluar dari kekuasaan patriarki.

This thesis discusses the subjectivity of the main character in the novel Hanauzumi written by Watanabe Junichi 1970 by observing the characterization. The characterization then will be analyzed using narrative element proposed by Luc Herman and Bart Vervaeck 2001 , while the subjectivity of the main character will be analyzed through a concept by Woodward 1999. The story presents the main character as an independent woman, however, through the subjectivity analysis, it is shown that the main character could not sustain her role in the public sphere, after which she returns and reestablishes herself in the domestic realm instead. This novel reaffirms that women will always be inferior to men and could not escape patriarchy."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2016
T47484
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>