Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 41 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yohanes Immanuel
"Salah satu tolak ukur yang paling mudah dilihat dari pembelajaran adalah dengan performa yang ditunjukan terhadap suatu konsep tertentu. Hal itu juga berlaku dalam ELearning, setiap pembelajar akan menghasilkan performa terhadap suatu konsep yang dipelajari. Pembelajaran pada E-Learning akan lebih efektif dengan menggunakan personalisasi karena setiap pembelajar akan mendapatkan materi sesuai dengan karakteristiknya.
Pada penelitian ini personalisasi dilakukan menggunakan teknologi Semantic Web yaitu ontologi, dalam hal ini ontologi yang dibahas adalah ontologi Learning Performance yang menyimpan nilai performa dari pembelajaran suatu konsep tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ontologi Learning Performance untuk personalisasi E-Learning kemudian melakukan visualisasi menggunakan software portal. Visualisasi menggunakan portal dilakukan agar data lebih mudah dipahami.

One of assessment of learning that can be easily seen by using performance that is shown for certain concept. This is also happen in E-Learning, every learner will show result for certain concept they have learned. Learning will be more effective if using personalization, because learner can get study material that was match with their learning characteristic.
In this research, personalization is doing by using ontology, more specificly Learning Performance ontology that keep performance value from learning some concept. This research aim for design Learning Performance ontology for ELearning personalization then to visualize with software portal. Visualization using portal is in order that data can be easier to understand."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Niken Purnama Sari
"Skripsi ini membahas mengenai persepsi pengguna aplikasi Female Daily tentang karakteristik aplikasi seluler dan keterkaitan antara karakteristik aplikasi seluler yang diidentifikasi, manfaat yang dirasakan, dan perilaku pasca adopsi. Penelitian ini menggunakan metode conclusive descriptive cross-sectional dan kuesioner disebar kepada 310 pengguna aplikasi Female Daily. Dengan analisis menggunakan structural equation modelling (SEM), penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi pengguna tentang karakteristik aplikasi seluler, perceived ubiquity, perceived positif informativeness dan perceived personalization yang dipersepsikan secara terkait dengan mobile app usefulness dan playful engagement, sehingga mengarah pada peningkatan kelekatan (stickiness) dan niat WOM yang positif. Selanjutnya, perceived ubiquity ditemukan menjadi prediktor terkuat dari mobile app usefulness dan playful engagement dengan aplikasi seluler. Playful engagement ditemukan menjadi prediktor terkuat dari kelekatan (stickiness) dan niat WOM yang positif. Temuan penelitian ini memberikan pedoman manajerial untuk mengembangkan strategi aplikasi seluler yang efektif yang melibatkan manfaat utilitarian dan hedonis, sehingga meningkatkan kelekatan pengguna dan niat WOM. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesiad, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Elvira Khairunnisa
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan keberhasilan penetapan kebijakan pemindahan ibu kota Undang-undang No.3 Tahun 2022 di era pemerintahan Joko Widodo. Selain itu, itu mengetahui mengapa proses legislasi di DPR bisa berlangsung dalam waktu yang relatif singkat yakni 43 hari sejak pembentukan pansus RUU IKN hingga pengesahan RUU IKN dalam rapat paripurna DPR pada 18 Januari 2022. Teori yang digunakan adalah institusionalisme dengan menambahkan analisis aspek personal presiden yang memanfaatkan sumber daya politiknya (presidential toolbox) untuk meloloskan kebijakan IKN. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan bersumber pada data utama yang diperoleh dari wawancara dengan para elite politik, baik yang terlibat dalam proses pembuata kajian IKN, perumusan di Pansus RUU IKN, maupun dari para pengamat. Hasil penelitian menyebutkan peran personal Jokowi menjadi kunci suksesnya kebijakan IKN diwujudkan. Selain membangun relasi yang baik antara eksekutif dan legislatif, Jokowi juga memanfaatkan sumber daya politiknya mulai dari strategi dalam memilih tokoh tertentu untuk menjabat sebagai Menteri PPN/ Kepala Bappenas, memberikan kursi di kabinet dan lembaga pemerintahan untuk ketua umum partai politik, termasuk mengalokasikan dana APBN untuk pembangunan IKN meskipun dalam kondisi pemerintah tengah fokus dalam penanganan pandemi.

This study aims to determine the factors that led to the success of establishing the policy of moving the capital city of Law No. 3 of 2022 in the era of President Joko Widodo. Including to answer the question of why the legislative process in the DPR can take place in a relatively short time, only 43 days from the formation of the tim Pansus on the IKN Bill to the ratification of the IKN Bill at the DPR plenary meeting on January 18th 2022. The theory used is institutionalism by adding an analysis of the personal aspects of the president who utilizing its political resources (presidential toolbox) to pass the IKN policy. This study used a qualitative method based on main data obtained from interviews with political elites, both those involved in the process of making the IKN study, the formulation of the IKN Draft Draft Special Committee, and observers. The results of the study stated that Jokowi's personal role was the key to the success of the IKN policy being implemented. In addition to building good relations between the executive and legislature, Jokowi also utilizes his political resources, starting from a strategy in selecting certain figures to serve as Minister of National Development Planning/Head of Bappenas, providing seats in the cabinet and government institutions for chairpersons of political parties, including allocating state budget funds for the development of IKN even though the government is currently focused on handling the pandemic."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Izzah Fadhilah
"Material culture merupakan salah satu aspek penting di dalam unsur pembentuk rumah yang hadir dalam bentuk fisik. Proses housing adjustment yang menghadirkan material culture didalamnya disebut sebagai home personalization. Dalam kajian ini saya ingin mengkaji dan memaparkan mengenai pemahaman home personalization melalui material culture yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, saya mencoba untuk melihat bagaimana proses utuh dari home personalization dalam kegiatan merumah dengan material culture dan aspek lain yang ada didalamnya. Penulisan skripsi ini menggunakan desain deskriptif dengan studi kasus kualitatif. Hasil penulisan ini menjelaskan bahwa pertama, tingkat kesadaran manusia dalam penerapan rangkaian proses home personalization dapat meningkatkan tingkat kepuasan dari hasil akhir proses tersebut, biasanya sangat dipengaruhi oleh tingkat urgensi pemicu home personalization. Kedua, faktor lain yang mempengaruhi proses diluar tinjauan teoritis ditemukan dalam studi kasus, seperti kondisi finansial dan skala prioritas penyesuaian rumah oleh penghuninya. Ketiga, melalui studi kasus dapat dipelajari bahwa home personalization memiliki proses yang linear dan satu arah.

Material culture is one of the essential aspects of the elements that make up a house that is present in physical form. The housing adjustment process that presents the material culture in it is called home personalization. In this study, I want to examine and explain the understanding of home personalization through the material culture in it. Therefore, I try to see how the whole process of home personalization is in home activities with material culture and other aspects. The writing of this thesis uses a descriptive design with a qualitative case study. The results of this thesis explain that first, the level of human awareness in the application of a series of home personalization processes can increase the level of satisfaction from the end result of the process, usually strongly influenced by the level of urgency of the home personalization trigger. Second, other factors that influence the process outside of literature review are found in the case studies, such as financial conditions and residents' priority scale of house adjustments. Third, through case studies, it can be learned that home personalization has a linear and one-way process."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Meirna Asti Ramadhanie
"Personalisasi pembelajaran merupakan langkah efektif untuk meningkatkan kualitas belajar dalam suatu lingkungan pembelajaran online. Untuk menciptakan aplikasi e-learning yang mendukung personalisasi, objek pembelajaran harus dirancang sedemikian rupa sehingga memiliki kemampuan adaptasi terhadap berbagai karakteristik peserta didik dengan kebutuhan dan kemampuan yang bervariasi. Skripsi ini membahas perancangan model objek pembelajaran yang mampu mendukung personalisasi dengan menggunakan pendekatan ontologi, serta bentuk penerapannya dalam sebuah aplikasi berbasis semantic web. Dengan menggunakan metode studi literatur dan pengembangan sistem, penelitian ini menghasilkan model objek pembelajaran yang adaptif, tidak hanya pada level sintaksis namun juga semantik, serta prototipe semantic portal yang mampu mendemonstrasikan penerapan model tersebut.

Personalization is an effective way to increase the quality of learning in online learning environment. To create an e-learning application which supports personalization, learning objects should be designed to have the ability to adapt with various characteristics of learners; with diverse needs and capabilities. The focus of this study is the design of learning objects model that supports personalization by using ontologies and its implementation in semantic web-based applications. By conducting literature studies and system development, this research proposes an adaptive learning objects model, in both syntactic and semantic forms, and produces semantic portal to demonstrate the use of the model."
2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Fadhil Dzulfikar
"

Urgensi personalisasi e-commerce saat ini didorong oleh beberapa faktor, diantaranya pertumbuhan pasar e-commerce, ekpektasi konsumen, information overload dan keuntungan yang signifikan bagi pengembang. Akan tetapi, menerapkan personalisasi e-commerce yang efektif bukanlah permasalahan yang mudah (non-trivial). Terdapat berbagai macam tantangan dari setiap proses personalisasi, mulai dari  tahap memahami konsumen, menyajikan personalisasi hingga tahap mengevaluasi dampak personalisasi. Saat ini, penelitian pada bidang ilmu komputer banyak memfokuskan studi pada tahap memahami konsumen dan menyajikan personalisasi. Di sisi lain, tahapan terakhir yakni evaluasi belum dieksplor sehingga evaluasi performa personalisasi e-commerce yang ada belum efektif. Beberapa penyebab masalah ini di antaranya adalah tujuan dan metrics yang tidak jelas, evaluasi hanya menggunakan perspektif teknis, dan terbatasnya metode evaluasi performa personalisasi. Untuk itu penelitian ini mencoba untuk mengusulkan metode yang metrics evaluasi dipetakan berdasarkan tujuannya dengan jelas. Selain itu, metode ini juga tidak hanya mengevaluasi dari perspektif teknis, tetapi juga bisnis. Pengembangan metode dilakukan berdasarkan hasil analisis data primer (wawancara) dan data sekunder (literatur). Setelah itu metode diuji engan pendekatan online dan offline menggunakan dataset Amazon dan MovieLens. Kesimpulannya, hasil pengembangan metode ini jika dibandingkan metode Carvalho tidak hanya menggunakan perspektif teknis, tetapi juga bisnis berupa akurasi, cakupan konsumen dan daya tarik produk yang dipersonalisasi.


The urgency of e-commerce personalization is currently driven by several factors, including e-commerce growth, consumer expectations, information overload and significant benefits for enterprise. However, implementing an effective e-commerce personalization is a non-trivial problem. There are several challenges in every personalization process, start from understanding consumers, presenting personalization and evaluating personalization performance. Today, research in computer science focuses on understanding consumers and presenting personalization only. On the other hand, the evaluation process has not been explored. It causes ineffectiveness in the evaluation of e-commerce personalization. The causes of this problem are unclear goals and metrics, technical perspective only, and limited methods of evaluating personalization performance. Therefore, this research proposes a method which evaluation metrics are mapped based on their objectives clearly. In addition, this method also not only evaluates from a technical perspective, but also business perspectives. Method development is based on the analysis results of primary data (interviews) and secondary data (literatures). The proposes method was tested with online and offline approaches using the Amazon dataset and MovieLens. In conclusion, the results of developing this method when compared to the Carvalho’s method have another insight not only technical perspective but also business perspective, including consumer coverage and attractiveness.

 

"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2019
T52457
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dewi Noraga Lumban Batu
"Indonesia memiliki populasi yang besar dan pertumbuhan pengguna smartphone dalam beberapa tahun terakhir menciptakan pasar potensial untuk produk digital. Perkembangan internet dan teknologi menciptakan inovasi pada berbagai industri yang memungkinkan konsumen untuk mengakses produk dan layanan dengan mudah dan mulus. Dengan adanya perubahan perilaku konsumen, penyedia layanan berbasis digital mengembangkan platform online, yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja, untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dalam bentuk aplikasi On-Demand Services. Produk atau layanan dapat dengan mudah dipesan oleh konsumen dalam "satu klik" melalui aplikasi pada smartphone dan akan segera dikirimkan kepada konsumen. Seiring berjalannya waktu, perusahaan pengembang aplikasi On-Demand Service mengembangkan portofolio bisnis mereka ke high-contact services dengan beberapa kategori baru yaitu housing atau cleaning, laundry, repair services, health, dan beauty. Kategori ini juga menawarkan layanan yang terpersonalisasi. Studi ini menganalisis intensitas konsumen untuk menggunakan aplikasi On-Demand Service dengan menganalisa variabel dalam Extended Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT2). Data dari responden dianalisis menggunakan teknik pemodelan persamaan struktural (SEM). Temuan dari penelitian ini menunjukkan pengaruh positif yang signifikan yang disebabkan oleh habit, immediacy, effort expectancy, dan performance expectancy. Namun, penerimaan konsumen terhadap teknologi seperti ini juga dipengaruhi oleh perceived privacy konsumen ketika mereka mulai khawatir tentang pertukaran informasi pribadi yang terjadi selama menikmati layanan. Studi ini menemukan bahwa niat konsumen untuk menggunakan aplikasi On-Demand Service tidak dimoderasi oleh perceived privacy mereka.

Indonesia has a large population and the growth of smartphone user in recent years defines a potential market for digital products. Establishment of the internet and technology advances creates innovations in various industry that allow consumers to access product and services easily and seamlessly. As consumer behavior is changing, digital service provider develops an online platform, which can be accessed anytime and anywhere, to fulfill consumer's needs and wants in the form of On-Demand Services application. Products or services can be easily ordered by consumers in "one-click" on the mobile application and will be delivered to the consumers immediately. By the time, On-Demand Services application provider scale up their business portfolio to high-contact services in several new categories namely housing or cleaning, laundry, repair services, health, and beauty. These new categories offer personalized services as well. This study analyzes the consumer's intention to use On-Demand Services application by examining variables in Extended Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT2). Data collected from respondents were analyzed using structural equation modeling (SEM) technique. The findings of this study indicate significant positive impact caused by habit, immediacy, effort expectancy, and performance expectancy. However, consumer's acceptance of this kind of technology is also affected by their perceived privacy as they start to concern about personal information exchanging is occurred during consumption of the services. This study found that the consumer's intention to use On-Demand Services Application is not moderated by their perceived privacy."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nanditta Fitriwardhani
"Identitas sebuah kelompok dapat ditunjukkan melalui berbagai cara, mulai dari cara berpakaian hingga perwujudan secara arsitektural. Jika dilihat dari segi arsitektural, perwujudan fisik bangunan dilakukan untuk memperjelas batas teritori sebuah kelompok, dimana perwujudan fisik ini dilakukan dengan melakukan personalisasi pada teritori untuk menunjukkan identitas kelompok dan menunjukkan suatu ide akan kepemilikan tempat. Pada kehidupan bermasyarakat, kita pasti akan mengalami momen dimana kepentingan satu sama lain akan saling tumpang tindih, yang mau tidak mau kita harus memasuki teritori suatu individu atau kelompok. Namun, terkadang kita pernah mengalami rasa takut atau segan di dalam sebuah ruangan atau bangunan, dimana tanpa kita sadari, kita menunjukkan suatu perilaku non verbal untuk mengekspresikan perasaan tersebut. Hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, dan arsitektur menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku seseorang.
Personalisasi pada fisik bangunan terkadang dilakukan dengan memikirkan tujuan pribadi suatu kelompok, yaitu menunjukan identitas dan kepemilikan akan suatu tempat, namun seberapa penting suatu tempat bagi sebuah kelompok, pada dasarnya tetap berada di lingkungan publik yang mengharuskan sebuah tempat atau bangunan harus tetap ramah kepada publik. Sayangnya, seiring dengan berkembangnya zaman, arsitektur di Indonesia terlihat semakin egois, yang ditunjukkan dengan fungsi bangunan yang secara hakikat diperuntukkan bagi publik, terlihat hanya terfokus dengan bagaimana mereka menunjukkan identitas bangunan agar dapat menarik perhatian orang sebanyaknya untuk masuk ke dalam bangunan itu, namun tetap menegaskan kepemilikan suatu tempat yang seolah memilih siapa saja yang pantas untuk masuk ke dalam tempat tersebut.
Dapat disimpulkan, perwujudan fisik sebuah teritori komunitas berpengaruh terhadap perilaku seseorang, khususnya orang yang bukan menjadi bagian dari komunitas. Hal ini membuktikan, bangunan bukanlah hanya perwujudan identitas pemiliknya, melainkan sebuah simbol bagi publik yang dapat mempengaruhi persepsi mereka terhadap sebuah bangunan atau lingkungan.

The identity of a group can be demonstrated through a variety of ways, ranging from how to dress to an architectural manifestation. In architectural terms, building physical manifestation is made to clarify the boundaries of a group‟s territorial, in which it is made by personalizing the territory to indicating the identity of the group and to show the idea of a place‟s ownership. In public life, we will be facing a moment where the interests of one and another will be overlapping, and inevitably we have to enter the particular territory. However, sometimes we feel fear or reluctant in a room or building, unconsciously, we show a non-verbal behavior to express these feelings. These can be influenced by various factors, and architecture became one of the factors that influence a person's behavior.
Personalization on the physical building, sometimes, is only thinking about personal goals, such as to show their identity and ownership of the place, but how important is a place for a group, basically they still remain in a public environment which they should be friendly to the public. Unfortunately, along with the development of the times, the architecture in Indonesia looks increasingly selfish, as indicated by function of the buildings that supposed to be dedicated to the public, however, it looks only focusing with how to show their identity in order to attract people's attention as much as they can, but they still emphasize to the ownership of a place that seems to choose who deserves to get into the venue.
It can be concluded, the physical manifestation of a community‟s territory affects person‟s behavior, especially someone who is not a part of the community. This proves, building is not only a manifestation of the identity of the owner, but as a symbol for the public that can influence their perception of a building or environment.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S54956
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Raissa Fauzia
"[Dalam era knowledge-intensive economy, knowledge dipandang sebagai sumber dari competitive advantage 4W Asuransi Astra untuk mengembangkan layananlayanan agar unggul dari kompetitornya. Faktor kunci pengelolaan knowledge adalah knowledge sharing. 4W Asuransi Astra mengadopsi knowledge sharing strategy person to person; perilaku yang diharapkan muncul disebut knowledge
personalization. Penelitian ini menggunakan metode gabungan kuantitatif dan kualitatif, dimana respodennya adalah analis 4W Asuransi Astra. Dilakukan pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara yang disusun berdasarkan theory of planned behavior dari Ajzen (1991). Ditemukan faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya perilaku knowledge personalization pada analis, yaitu attitude, subjective norms, dan perceived behavioral control, selain itu ditemukan juga faktor lain yaitu trust. Berdasarkan hasil tersebut dirancang intervensi technostructural yaitu perubahan work design berdasarkan konsep hypertext organization, intervensi human process dengan cara komunikasi top down kepada middle management, dan intervensi human resource management berupa trust building pada analis 4W Asuransi Astra.;In the knowledge-intensive economy era, knowledge is seen as a source of competitive advantage for 4W Asuransi Astra to develop its services to be superior to its competitor. The key factor of knowledge management is knowledge sharing. 4W Asuransi Astra adopted knowledge sharing strategy person to person
for its employees, the expected behavior to appear is called knowledge
personalization. This research combines the quantitative and qualitative method; analysts of 4W Asuransi Astra are the respondents of this research. Data were collected through questionnaire and interviews based on Theory of Planned Behavior (Ajzen, 1991). The research found that the factors influencing knowledge personalization behavior on analysts are attitude, subjective norms, and perceived behavioral control, other factor that was also found was trust. Based on these findings, technostructural (work design based on hypertext
organization), human process (top down communication to middle management), and human resource management (trust building among analyst) intervention were designed., In the knowledge-intensive economy era, knowledge is seen as a source of
competitive advantage for 4W Asuransi Astra to develop its services to be
superior to its competitor. The key factor of knowledge management is knowledge
sharing. 4W Asuransi Astra adopted knowledge sharing strategy person to person
for its employees, the expected behavior to appear is called knowledge
personalization. This research combines the quantitative and qualitative method;
analysts of 4W Asuransi Astra are the respondents of this research. Data were
collected through questionnaire and interviews based on Theory of Planned
Behavior (Ajzen, 1991). The research found that the factors influencing
knowledge personalization behavior on analysts are attitude, subjective norms,
and perceived behavioral control, other factor that was also found was trust.
Based on these findings, technostructural (work design based on hypertext
organization), human process (top down communication to middle management),
and human resource management (trust building among analyst) intervention
were designed.]"
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2015
T44017
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Margaretha Habeahan
"Personalized advertising yang dikirimkan melalui Short Message Service (SMS) kepada konsumen menjadi kesempatan yang baik bagi pemasar. Namun, dalam studi sebelumnya menunjukkan bahwa terdapat empat anteseden yang dapat mengakibatkan advertising avoidance pada personalized advertising, yaitu privacy concerns, perceived personalization, advertising irritation, dan advertising skepticism.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkat advertising avoidance pada dua jenis pengiriman pesan iklan melalui SMS yaitu SMS iklan location-based dan SMS iklan unsolicited. Studi dilaksanakan dengan metode survey dan dianalisa dengan pendekatan multigrup SEM dengan bantuan software LISREL 8.72.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa anteseden perceived personalization, advertising irritation, dan advertising skepticism dalam mempengaruhi advertising avoidance adalah berbeda antara SMS iklan location-based dan SMS iklan unsolicited.

Personalized advertising sent via Short Message Service (SMS) to the consumers is a good opportunity for marketers. However, the previous study shows that there are four antecedents that caused personalized advertising avoidance, which are privacy concerns, perceived personalization, advertising irritation, dan advertising skepticism.
This study aims to compare personalized advertising avoidance sent via two different methods of SMS: location-based SMS advertising and unsolicited SMS advertising. This study is done using survey method and analyzed using SEM with multi group approach. LISREL 8.72 is used to analyze the data.
The results shows that the effect perceived personalization, advertising irritation, and advertising skepticism on advertising avoidance are different between location-based SMS advertising and unsolicited SMS advertising.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
T46050
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>