Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 17 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Melnyk, Bernadette Majurek
Philadelphia: Wolters Kluwer, 2019
610.73 MEL e
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Oxford: Butterworth-Heinemann, 1999
610.730 5 NUR
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
"Kita semna mengetahui bahwa globalisasi tefah menghantarkan
hubungan antar negara, antar organisasi, pelaku ekonomi, dan
interaksi diantara mereka. Seperti yang telah dinyatakan dalam
judal secara garis besar artikel ini sangat mempunyai pengaruh
dan menantang pada saat yang bersamaan mendorong para
praktisi hukum di Indonesia untuk mengambil bagian yang lebih
nyata dalam forum-forum internasional pada perkembangan di
abad-21 ini. Walaupun peranan praktisi hukum tidak terlalu
dominan sebagai kansekuensi lemahnya sistem hukum di
Indonesia, naman mereka harus siap menghodapi masalah-
masalah yang timbul sebagai konsekwensi dari glabalisasi dan
perkembangan organisasi internasianal, seperti WTO. ASEAN
Free Trade, dan lain-lain. Bidang keahiian praktisi hokum dalam
memasuki abad baru tidak hanya memerlukan penguasaan
keahlian yang baik, pengetahuan, dan etika, masalah-masalah
dalam negeri tapi juga perlu diperluas ke lingkup internasional
untuk memperkuat dirinya agar sejajar dengan para praktisi
hukum asing dan untuk membawa kepentingan nasianal dalam
setiap perundingan yang berhadapan dengan pihak asing
"
Jurnal Hukum Internasional: Indonesian Journal of International Law, Vol. 1 No. 2 Januari 2004 : 193-228, 2004
JHII-1-2-Jan2004-193
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Nada Hadiqah
"Sustainable development goals (SDGs) di Indonesia menghasilkan pertumbuhan proyek-proyek berkelanjutan seperti transisi energi terbarukan yang mendorong industri TIC memainkan peran penting dalam memastikan keselamatan, kualitas, dan pemenuhan. Penelitian ini menyelidiki penerimaan dan kesiapan praktik green human resource management (GHRM) antara praktisi dan non-praktisi di perusahaan TIC milik negara di Indonesia. Penerimaan dinilai melalui praktik GHRM (recruitment, training, performance, rewards, and involvement) sedangkan kesiapan melibatkan appropriateness, management support, change efficacy, dan personal benefit. Pengolahan data dibagi menjadi dua, tahap I (penerimaan) dan tahap II (kesiapan). Statistik deskriptif tahap I menunjukkan tingkat penerimaan yang tinggi, sehingga dilanjutkan ke tahap II yang juga menunjukkan tingkat kesiapan tinggi. Pengujian komparatif dengan uji Mann-Whitney U dilakukan untuk membandingkan grup praktisi dan non-praktisi. Hasil penelitian tahap I ditemukan terdapat perbedaan signifikan penerimaan antara kedua grup, sedangkan pada tahap II tidak ada perbedaan signifikan kesiapan antara kedua grup. Dimensi GHRM yang diuji mendapatkan penerimaan dan kesiapan tinggi, sehingga bisa menjadi referensi bagi praktisi dalam mengembangkan kerangka GHRM di perusahaan TIC atau organisasi sejenis.

Sustainable development goals (SDGs) in Indonesia result in the growth of sustainable projects such as the renewable energy transition, which encourages the TIC industry to play an important role in ensuring safety, quality, and compliance. This research investigates the acceptance and readiness of green human resource management (GHRM) practices between practitioners and non-practitioners in a state-owned TIC company in Indonesia. Acceptance was assessed through GHRM practices (recruitment, training, performance, rewards, and involvement), while readiness involved appropriateness, management support, change efficacy, and personal benefits. The data is processed into Phase I (acceptance) and II (readiness). The descriptive statistics of Phase I showed a high level of acceptance. Thus, it continued to Phase II, which also showed a high level of readiness. Comparative testing with the Mann-Whitney U test was carried out to compare the practitioner and non-practitioner groups. The results of Phase I found a significant difference in acceptance between the two groups, while in Phase II, there was no significant difference in readiness between the two groups. The GHRM dimensions tested obtained high acceptance and readiness; therefore, it can be a reference for practitioners developing a GHRM framework in TIC companies or similar organizations."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yogyakarta : Gadjah Mada University Press, 2017
340.071 1 KET
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Amalia Setyawati
"Berpikir kritis sangat relevan dengan kondisi negara Indonesia saat ini. Dengan kemampuan berpikir kritis, rakyat Indonesia dapat menyaring informasi atau nilai-nilai yang datang dari luar secara kritis, dan memanfaatkannya untuk mencapai kondisi yang lebih baik.
Teori mengenai berpikir kritis lebih banyak dikembangkan oleh peneliti Barat yang kebudayaannya, bahasa, keyakinan dan cara hidupnya berbeda dengan Hal tersebut sedikit banyak memiliki pengaruh yang berbeda terhadap proses berpikir untuk masing-masing budaya. Oleh karena itu perlu dikembangkan konsep berpikir kritis yang khas dalam budaya Indonesia yang memiliki keunikan bila dibandingkan dengan budaya Barat.
Indonesia memiliki beraneka ragam suku bangsa yang berbeda dalam adat dan budaya, kebiasaan dan bahasanya. Salah satunya adalah suku Minangkabau yang terkenal dengan cirinya yang khas sebagai masyarakat yang demokratis, egaliter dan menganut sistem matrilineal. Selain itu adat Minangkabau memiliki sifat yang terbuka dan kritis terhadap nilai dari budaya lain. Karena kekhasannya itu, peneliti tertarik untuk meneliti mengenai konsep berpikir kritis yang khas dalam suku Minangkabau.
Untuk penelitian ini akan dilihat konsep berpikir kritis dalam suku Minangkabau menurut persepsi praktisi pendidikan yang bersuku bangsa Minangkabau. Alasan dari pemilihan narasumber ini adalah karena mereka memiliki peranan yang penting dalam pengajaran berpikir kritis di sekolah. Sedangkan berpikir kritis dapat dijadikan tujuan yang ideal dari proses pendidikan.
Disain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualiatif untuk menghasilkan data yang mendalam dan detil mengenai konsep berpikir kritis dalam adat Minangkabau. Untuk memperoleh data tersebut dilakukan metode kuesioner dan wawancara dengan menggunakan teknik Delphi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep berpikir kritis dalam suku Minangkabau tidak menunjukkan perbedaan yang berarti dengan konsep berpikir kritis dalam budaya Barat. Namun terdapat konsep berpikir kritis yang khas dalam suku Minangkabau. Pada umumnya narasumber menyatakan bahwa berpikir kritis merupakan suatu cara berpikir yang tidak menerima begitu saja informasi yang masuk, melainkan dianalisa terlebih dahulu, masyarakat Minangkabau mendukung berpikir kritis dapat dilihat dari paham egaliter serta aktivitas musyawarah untuk mufakat dalam masyarakat minang.
Kedua hal tersebut memberikan kesempatan kepada anggota masyarakat untuk dapat mengemukakan pikiran dan pendapatnya tanpa adanya rasa segan atau takut terhadap pimpinan. Namun terdapat batasan dalam berpikir kritis, yaitu mendasarkan berpikir kritis atas dasar agama dan adat, serta menggunakan kata-kata halus atau sindiran dalam mengkritik orang untuk menjaga hubungan yang harmonis dengan orang lain.
Karena penelitian ini merupakan suatu penelitian yang bersifat eksploratif dan mungkin merupakan penelitian yang baru dilaksanakan dalam topik ini, maka peneliti menyarankan untuk diadakannya penelitian lanjutan agar didapatkan rumusan yang lebih tepat mengenai berpikir kritis dalam suku Minangkabau."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2002
S3133
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Toton Witono
"Kualitas pelayanan sosial untuk kesehatan mental lansia dipengaruhi interaksi antara praktisi kesejahteraan sosial dan klien. Interaksi melibatkan banyak aspek, termasuk spiritualitas, maka penelitian ini menggali pemahaman spiritualitas praktisi dan praktiknya dalam pelayanan, bagaimana spiritualitas dihayati lansia, dan bagaimana lansia menghadapi penderitaan. Kajian kualitatif ini melibatkan 20 informan praktisi dan klien dengan metode wawancara, observasi, dan kajian dokumen. Proses coding menggunakan NVivo untuk mempermudah analisis. Hasil penelitian menunjukkan spiritualitas praktisi dihayati dan diekspresikan dalam berbagai komponen dan dipraktikkan ketika berinteraksi dengan klien. Spiritualitas lansia juga tercermin dalam sejumlah kategori yang punya peran penting menjaga kesehatan mental ketika menghadapi penderitaan hidup.

Service quality for elderly mental health is influenced by interaction between practitioners and clients. The interaction involves spirituality, so this study explores practitioners? understanding of spirituality and its implementation in service, how the elders live spirituality, and how they cope with sufferings. This qualitative study recruited 20 informants explored through interview, observation, and document review. NVivo software was used to organize coding results for analysis process. This study finds that practitioners? spirituality is lived and expressed in various components that is used in interaction. The elders have also spiritual sides echoed through some categories having contributions to their mental health."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2015
D2083
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sirajuddin
Malang: Setara Press, 2011
342.065 98 SIR h
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Nadia
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2002
S3145
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Awilda Dwi Guna
"Dengan berbagai macam kebutuhan dan masalah pada anak dan remaja di institusi sosial, praktisi kesejahteraan anak di Panti Sosial Bina Remaja PSBR Taruna Jaya, Tebet terkadang merasa kebingungan dalam hal penanganannya. Tujuan dari penelitian ini ialah mengidentifikasi dan menjelaskan hambatan yang dihadapi oleh praktisi kesejahteraan anak di PSBR Taruna Jaya, Tebet dalam memberikan layanan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, FGD, observasi, studi pustaka dan dokumentasi. Purposive sampling digunakan untuk mengikutsertakan 16 informan yang terdiri dari warga binaan sosial, praktisi kesejahteraan anak, dan pihak manajemen lembaga. Hambatan yang dihadapi oleh praktisi kesejahteraan anak antara lain ialah: kompetensi praktisi tidak sesuai dengan fungsi lembaga, ketidakmampuan menghadapi beragam karakter anak, pemberian tugas di luar tugas pokok dan fungsi, ekspektasi harapan dari lembaga yang ambigu, tidak ada metode atau panduan praktik, tidak ada supervisi dan evaluasi, tidak ada pelatihan atau pengembangan profesi, kesempatan berinovasi terhadap layanan terbatas, dan tidak adanya insentif bagi Pekerja Harian Lepas PHL. Kesimpulan dari penelitian ini ialah hambatan-hambatan tersebut ditimbulkan dari pihak internal maupun eksternal. Semua hambatan tersebut saling memengaruhi satu sama lainnya, dan hambatan yang paling signifikan ialah tidak adanya supervisi dan evaluasi walaupun mengingat ranah pelayanan anak merupakan ranah pelayanan yang paling sulit.

The variety of children and adolescents rsquo s needs and problems in social institutions sometimes makes child welfare practitioners at the Youth Social Institution Taruna Jaya, Tebet feel confused in providing services. The purpose of this study is to identify and explain the challenges issued by them. This is descriptive qualitative research and used in depth interview, FGD, observation, literature review and documentation technique for collecting data. Purposive sampling was used to select 16 participants representing the residents, child welfare practitioners, and the managers of institution. Challenges that the child welfare practitioners faced are the competence of the practitioner is inconsistent with the function of the institution, inability to handle various character of the child, additional tasks, institutional expectations tend to be ambiguous, no method or practice guide for practitioners, lack of supervision and evaluation, lack of training or professional development, limited opportunity to innovate the services, and there is no incentives provided for contract employee. The conclusion of this research was those challenges are caused by internal and external parties. All of those challenges affect each other, and the most significant is the lack of supervision and evaluation although the domain of child service is the most difficult domain of service."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2018
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>