Search Result  ::  Save as CSV :: Back

Search Result

Found 8 Document(s) match with the query
cover
Moch. Samhoedi Reksohadiprodjo
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1994
615.1 MOC p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Tuti Sri Sundari
"ABSTRAK
Terbitan adalah salah satu kegiatan komunikasi yang mempunyai peranan penting dalam menyalurkan pesan-pesan untuk kemajuan dan pembangunan kepada masyarakat baik yang berasal dari instansi pemerintah maupun swasta. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dewasa ini, jum_lah terbitan meningkat dengan pesatnya. fiasil penelitian UNESCO memperlihatkan bahwa 1.800.O00 artikel ilmiah terbit setiap tahun (Evans, 197U: 75). Diramalkan dalam tahun 1986 nanti setiap tahun akan terbit satu juta dokumen, dan per_tumbuhan itu akan terus melaju sehingga tidak seorang pun mampu meramalkan dengan pasti (White, 1979: 74). Terbitan pemerintah merupakan sumber informasi dan juga sebagai media komunikasi antara pemerintah dengan masya_rakat, misalnya terbitan hasil penelitian pertanian.Penelitian pertanian adalah kebutuhan pokok guna mem_percepat pembangunan pertanian, terutama untuk menghasilkan teknologi baru. Dengan meningkatnya penelitian, maka banyak hasil penelitian yang direkam dalam terbitan.Dengan adanya pertambahan jumlah terbitan ini, perlu dilakukan pengawasan agar segera dapat diketahui apa dan di mama terbitan tersebut.

"
1984
S15385
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tatang Mitra Setia
"ABSTRAK
Penelitian ini di lakukan di Pusat Penelitian Ketambe, Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh Tenggara dari bulan November 1988 hingga Oktober 1991 dan dilanjutkan lagi bulan Januari-Februari 1993 dan bulan Juni-Juli 1993. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana hirarki pada orangutan jantan dewasa serta pengaruhnya terhadap perilaku betina dewasa dan mengetahui bagaimana tanggapan orangutan jantan dan betina dewasa setelah mendengar suara seruan panjang dari jantan dewasa lain. Orangutan yang diamati terdiri dari 6 ekor jantan dewasa dan 5 ekor betina dewasa. Pencatatan data secara focal animal instantaneous per menit dan ad libitum. Hirarki dan peringkat ditentukan berdasarkan kalah dan menang setelah terjadi pengejaran dan perkelahian. Perilaku betina yang diamati adalah: inisiatif betina mendekati jantan; jumlah betina di sekitar jantan dan lamanya betina bersama jantan. Data seruan panjang yang diamati adalah laju seruan panjang orangutan jantan dewasa dan tanggapan orangutan terhadap seruan panjang berupa arah pergerakan individu setelah 30 menit mendengar seruan panjang. Hasil menyimpulkan ada hirarki dominansi non-linier di antara jantan dewasa dan hanya ada satu jantan dewasa dominan dengan peringkat paling atas. Orangutan betina dewasa: lebih berinisiatif mendekati; lebih banyak di sekitar; dan lebih lama menggunakan waktunya bersama orangutan jantan dewasa peringkat atas. Orangutan jantan dewasa peringkat atas lebih sering mengeluarkan seruan panjang. Orangutan jantan dewasa pada umumnya menjauhi sumber seruan panjang sedangkan orangutan betina dewasa akan mendekati sumber seruan panjang."
1995
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rina L. Aprijanti
"Penelitian ini dilakukan selama enam bulan. Tujuan penelitian adalah untuk memaparkan keperluan informasi para peneliti PUSLITTANAK Bogor, menggambarkan faktor-faktor yang menyebabkan para peneliti jarang memanfaatkan koleksi perpustakaan, dan memaparkan perilaku serta cara-cara peneliti memperoleh sumber-sumber informasi, dan pandangan mereka terhadap jasa informasi yang diselenggarakan PUSLITTANAK. Pada penelitian ini digunakan metode survei perpustakaan dan metode penumpulan data dengan care kuesioner. Kuesioner disebarkan kepada 33 orang peneliti, sedangkan jumlah peneliti di PUSLITTANAK 74 orang. Cara penyusunan kuesioner dan pemilihan sarnpel dijelaskan. Hasilnya menunjukkan bahwa informasi dari segi bentuknya yang banyak diperlukan diperoleh dari majalah ilmiah, sedangkan dari segi subjeknya informasi yang paling banyak diperlukan adalah tentang pemetaan tanah. Cara peneliti memperoleh informasi yang diperlukan adalah dengan mengunjungi perpustakaan di Iuar PUSLITTANAK. Perpustakaan yang paling sering dikunjungi para peneliti tersebut adalah PUSTAKA di Bogor. Selain itu juga dengan melakukan surat menyurat dengan para ahli atau lembaga baik di dalam maupun di Iuar negeri. Sedangkan faktor yang menyebabkan peneliti jarang memanfaatkan koleksi perpustakaan perpustakaan tersebut adalah karena belum dikenalnya semua jasa yang diberikan oleh perpustakaan PUSLITTANAK, selain itu perpustakaan juga kurang aktif memberikan penerangan mengenai jasa-jasa layanan yang dilakukan."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1993
S15565
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lukman Budiman
"Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menginventarisasi kebutuhan sistem otomasi pada layanan sirkulasi di Perpustakaan Pusat Penelitian Biologi -- LIPI, Bogor. Hasil dari penelitian diharapkan menjadi masukan bagi pustakawan untuk memperoleh persyaratan sistem yang dibutuhkan pemakai sistem otomasi sirkulasi (pustakawan). Seluruh aspek yang berkenaan dengan kebutuhan pemakai sistem sirkulasi dituangkan ke dalam butir-butir pertanyaan pada panduan wawancara. Melalui pemilihan sampel purposif, ditentukan responden (pustakawan) sebanyak 7 orang dari 13 pustakawan. Untuk teknik analisis dan perhitungan data, digunakan skor persentase Cherry guna mengetahui bobot masing-masing butir kebutuhan tersebut. Kebutuhan ini berupa kebutuhan kemampuan fungsional dan kelengkapan antar muka sistem sirkulasi yang meliputi fitur pengaturan pengoperasian, karakteristik pangkalan data, fitur fungsional sistem sirkulasi (peminjaman, pengembalian, perpanjangan, denda, pemesanan, penagihan, laporan dan statistik), fitur tampilan Iayar, fitur perintah, dan fitur bantuan pengguna. Hasil penelitian menunjukan bahwa fitur denda kurang mendapatkan perhatian. Namun fitur pengembalian dan pemesanan mendapatkan perhatian yang besar dari responden. Dari sejumlah 108 butir fitur yang ditawarkan, 95 fitur dinyatakan dibutuhkan oleh pemakai sistem (87,9 %). Kemudian disusun model persyaratan sistem otomasi sirkulasi perpustakaan."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2003
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Gibran Humam Fadlurrahman
"Penelitian ini mengkaji sejarah transformasi aktivitas Kebun Raya Bogor di masa kolonial Hindia Belanda yang dikenal dengan ‘s Lands Plantentuin Buitenzorg sebagai kebun raya sekaligus institusi penelitian kolonial periode 1868–1934. Transformasi aktivitas ‘s Lands Plantentuin Buitenzorg terhubung dengan utilitasnya untuk kepentingan agroindustri kolonial hingga berkembang bersama beragamnya kegiatan penelitian hingga menjadikan Kota Buitenzorg sebagai ‘pusat penelitian alam’. Setelah kembali sebagai institusi ilmiah pada 1868, dalam regulasi Pemerintah Kolonial, ‘s Lands Plantentuin Buitenzorg berfungsi untuk memproduksi pengetahuan yang berguna untuk tanah jajahan dan Belanda. Transformasi terus terjadi seiring pergantian direktur, utamanya di masa Melchior Treub hingga menjadi Departemen Pertanian berkaitan dengan Politik Etis. Transformasi utilitas terus berlangsung terkait dengan pertanian kolonial, ilmu pengetahuan, dan kepentingan ideologi kolonialisme Belanda di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metodologi ilmu sejarah dengan Utilitas Publik Pyramus de Candolle dan teori Power/Knowledge Michel Foucault. Dengan sumber arsip Pemerintah Kolonial, arsip laporan tahunan, laporan aktivitas penelitian, dokumen terjilid, publikasi dan catatan sezaman lainnya, memperlihatkan bagaimana ‘s Lands Plantentuin Buitenzorg memiliki transformasi aktivitas penelitian sebagai sebuah produksi pengetahuan dalam struktur wacana kekuasaan kolonial yang menjadikan Kota Buitenzorg sebagai ‘pusat penelitian alam’ sepanjang 1868–1934. Alhasil sejarah Kebun Raya Bogor dapat dilihat saat ini sebagai bagian dari sejarah ilmu pengetahuan Indonesia pada masa kolonial Hindia Belanda.

This study examines the history of the transformation of Bogor Botanical Garden activities in the Netherlands Indies during the colonial period known as ‘s Lands Plantentuin Buitenzorg as a botanical garden and colonial research institution in the 1868-1934 period. The transformation of activities in 's Lands Plantentuin Buitenzorg was connected with its utility for the colonial agro-industrial interests until it’s development accompanied by a variety of research activities that made the city of Buitenzorg as a ‘center of nature research’. After returning as a scientific institution in 1868, under the regulations of the Colonial Government, 's Lands Plantentuin Buitenzorg functioned to produce knowledge for the colony and the Netherlands. Transformations continued as directors changed, especially under Melchior Treub until it became the Department of Agriculture in connection with Ethical Policy. The transformation of utility was related to colonial agriculture, science, and the ideological interests of Dutch colonialism in Indonesia. This research uses the historical methodology using Pyramus de Candolle's Public Utility aproaches and Michel Foucault's Power/Knowledge theory. With the sources of Colonial Government archives, annual report documents, research activity reports, published documents, publications and other periodical sources, it shows how 's Lands Plantentuin Buitenzorg has a transformation of research activities as a production of knowledge in the structure of colonial power discourse that makes the City of Buitenzorg a 'natural research center' during 1868-1934. As a result, the history of the Bogor Botanical Garden can be considered today as part of the history of Indonesian science during the Netherlands Indies colonial period."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Gibran Humam Fadlurrahman
"Penelitian ini mengkaji sejarah transformasi aktivitas Kebun Raya Bogor di masa kolonial Hindia Belanda yang dikenal dengan ‘s Lands Plantentuin Buitenzorg sebagai kebun raya sekaligus institusi penelitian kolonial periode 1868–1934. Transformasi aktivitas ‘s Lands Plantentuin Buitenzorg terhubung dengan utilitasnya untuk kepentingan agroindustri kolonial hingga berkembang bersama beragamnya kegiatan penelitian hingga menjadikan Kota Buitenzorg sebagai ‘pusat penelitian alam’. Setelah kembali sebagai institusi ilmiah pada 1868, dalam regulasi Pemerintah Kolonial, ‘s Lands Plantentuin Buitenzorg berfungsi untuk memproduksi pengetahuan yang berguna untuk tanah jajahan dan Belanda. Transformasi terus terjadi seiring pergantian direktur, utamanya di masa Melchior Treub hingga menjadi Departemen Pertanian berkaitan dengan Politik Etis. Transformasi utilitas terus berlangsung terkait dengan pertanian kolonial, ilmu pengetahuan, dan kepentingan ideologi kolonialisme Belanda di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metodologi ilmu sejarah dengan Utilitas Publik Pyramus de Candolle dan teori Power/Knowledge Michel Foucault. Dengan sumber arsip Pemerintah Kolonial, arsip laporan tahunan, laporan aktivitas penelitian, dokumen terjilid, publikasi dan catatan sezaman lainnya, memperlihatkan bagaimana ‘s Lands Plantentuin Buitenzorg memiliki transformasi aktivitas penelitian sebagai sebuah produksi pengetahuan dalam struktur wacana kekuasaan kolonial yang menjadikan Kota Buitenzorg sebagai ‘pusat penelitian alam’ sepanjang 1868–1934. Alhasil sejarah Kebun Raya Bogor dapat dilihat saat ini sebagai bagian dari sejarah ilmu pengetahuan Indonesia pada masa kolonial Hindia Belanda.

This study examines the history of the transformation of Bogor Botanical Garden activities in the Netherlands Indies during the colonial period known as ‘s Lands Plantentuin Buitenzorg as a botanical garden and colonial research institution in the 1868-1934 period. The transformation of activities in 's Lands Plantentuin Buitenzorg was connected with its utility for the colonial agro-industrial interests until it’s development accompanied by a variety of research activities that made the city of Buitenzorg as a ‘center of nature research’. After returning as a scientific institution in 1868, under the regulations of the Colonial Government, 's Lands Plantentuin Buitenzorg functioned to produce knowledge for the colony and the Netherlands. Transformations continued as directors changed, especially under Melchior Treub until it became the Department of Agriculture in connection with Ethical Policy. The transformation of utility was related to colonial agriculture, science, and the ideological interests of Dutch colonialism in Indonesia. This research uses the historical methodology using Pyramus de Candolle's Public Utility aproaches and Michel Foucault's Power/Knowledge theory. With the sources of Colonial Government archives, annual report documents, research activity reports, published documents, publications and other periodical sources, it shows how 's Lands Plantentuin Buitenzorg has a transformation of research activities as a production of knowledge in the structure of colonial power discourse that makes the City of Buitenzorg a 'natural research center' during 1868-1934. As a result, the history of the Bogor Botanical Garden can be considered today as part of the history of Indonesian science during the Netherlands Indies colonial period."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library