Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 26 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Life in social order runs in meaningful life in which existed a number of value, regulation and social cohesion system and also authority that should be obeyed. How if some of values is questional and even descruted? this article focuses on religious authorithy matter as part of social system recently questional? Baside that it describes the effects of ignoring the authority in social life."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Loekman Soetrisno
Yogyakarta: Kanisius, 2002
338.1 LOE p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Indigo, Seowon
Seoul: Kungree, 2006
KOR 305.519 IND j II
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Ratna Djumala
"ABSTRAK
Kondisi sosial yang berubah dengan cepat berpengaruh pada berbagai aspek kehidupan. Salah satu yang turut terpengaruh atas kondisi tersebut adalah institusi keluarga. Nilai, bentuk, dan komposisi keluarga kini bergeser. Konflik yang terjadi dalam sebuah keluarga pun semakin terbuka. Akibatnya, anak seringkali menjadi korban atas kondisi tersebut.
Dalam bacaan anak, cerita dengan tema keluarga telah lama ada. Namun demikian, seiring dengan semakin kompleksnya permasalahan yang ada dalam kehidupan sosial suatu masyarakat, maka tema mengenai keluarga dalam bacaan anak pun turut bergeser. Keluarga tidak lagi digambarkan sebagai tempat anak-anak menemukan kebahagiaan yang seutuhnya. Bacaan anak bertema keluarga kini mulai memunculkan kisah mengenai anak-anak yang menghadapi persoalan perceraian dan perpisahan kedua orangtuanya. Melalui bacaan tersebut anak-anak diajak untuk mengenal dan menghadapi realitas kehidupan yang sesunguhnya.
Belum ada penulis bacaan anak di Indonesia yang mengangkat persoalan dengan tema tersebut. Namun demikian kebutuhan akan tema seperti itu terpenuhi oleh hadirnya bacaan anak terjemahan. Anak Tanpa Rumah, Lizzie si Mulut Terkunci, dan Kisah Tracy Beaker merupakan tiga bacaan anak terjemahan karya Jacqueline Wilson yang mengangkat persoalan anak-anak dalam menghadapi perceraian dan perpecahan keluarga.
Dua masalah pokok yang dibahas dalam penelitian ini adalah (i) bagaimana gambaran mengenai keluarga dalam bacaaan anak terjemahan berjudul Anak Tanpa Rumah, Lizzie si Mulut Terkunci, dan Kisah Tracy Beaker, (2) bagaimana bacaan anak terjemahan bertema keluarga dalam ketiga karya Jacqueline Wilson tersebut dan bacaan anak terjemahan bertema sejenis dalam khazanah bacaan anak di Indonesia.
Dunia khayal yang diciptakan oleh sebuah karya sastra tak ubahnya merupakan cermin atas realitas yang ada pada masyarakatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengisahan mengenai konflik keluarga pada ketiga bacaan anak terjemahan karya Wilson merupakan upaya untuk memberikan gambaran atas kondisi keluarga yang mungkin ada pada saat ini. Penerbitan bacaan anak terjemahan dengan tema keluarga yang sarat dengan konflik dan kesedihan, juga merupakan sebuah aitematif bagi pembaca anak di Indonesia yang selama ini belum banyak dikenalkan dengan kisah-kisah realistik bertema kesedihan, kehilangan, dan ketidakbahagiaan, seining dengan kenyataan hidup yang mereka Iihat atau alami.

ABSTRAK
Social conditions that changed fastly brings about problems to many kinds of life's aspects, includes of family with its degradation of value, form, and composition. One of the family's problem is about children's rights and protection. Unhappines children often caused by a family. Divorce and single parents' phenomena that comes as main topic to our public lately are the problems that cause children to being unhappy. These unfortunate children get attentionfrom both the writer and publisher of children's books.
In children's literature, we can find a story with family's theme. But because of the social change, the story about family in children's books also getting change. On those books, family no longer describes as a place that children can find the real happiness. Lately, Children's books comes with the stories of children that having problems about divorcing and neglecting by the parents. From those kind of books, the children are brought to know about the reality of life.
In Indonesia, there is still no local writer of children's books that write about those themes. Eventhough, the need to that theme in children's books fulfilled by translation books. Anak Tanpa Rumah, Lizzie si Mulut Terkunci, and Kisah Tracy Beaker are written by Jacqueline Wilson that told about divorce and broken of family.
The two main focus of this theses are about (1) the family's portray in children's books of Anak Tanpa Rumah, Lizzie si Mulut Terkunci, and Kisah Tracy Beaker, (2) The potray of the Wilson's and childrens' translation books with family theme in Indonesian children's literature.
The result of the research shows that there is a similarity between the portray of family on the three of Wilson's books with the condition of family in reality that faced by the children in their own society. Decision to publish those books offered the alternative reading to Indonesian children about the real life that full of sad, lose, and unhappiness.
"
2007
T17223
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Freddy Harris
"The authors here explain regarding the role of regulation to onticipating information security . By sociological approaches it has reflected on the Indonesian conditions which had not adequate orgonized. Existing arranged is limited on certain sectors. social group, and corporations group either domestic and multinational levels. Most efforts to reach to better level have been initiated by many parties such as public sector. education, information technology industrial, professional community and civil. Here also recommended needs for clear policy and the whole implementation which be coordinated integrally under government chiefs. Government leads under the authority to accomplishing the state under effective law and regulations."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2006
HUPE-36-1-(Jan-Mar)2006-73
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
"What might be the relevant approach to study tasawuf? to fully understand sufism,shoulds the scholars experience mystical practices or is it enough to simply study it? if the scho;ars simply learn sufism as a science,what might be the adequate approach to understand the statements and explanations contained in sufism literature?....."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Catur Ari Wibowo
"Munculnya sastra modern Indonesia menggantikan sastra lama atau klasik ditandai oleh cita-cita untuk menampilkan kisah-kisah yang betoel soeda kedjadian, pada waktu keinginan kuat untuk membedakan sastra dari mitologi muncul (Kuntowijoyo, 1987). Pertanda panting dari keinginan tersebut adalah munculnya kisah-kisah keseharian, bukan lagi tentang kisah raja-raja atau ceritera fantastis luar biasa. Fungsi sastra pun mengalami perubahan. Fungsinya sebagai alat pendidikan atau pengajaran terdesak oleh fungsi hiburan. Sastra bukan lagi sumber kebijaksanaan semata, tapi berkembang menjadi sumber hiburan juga.
Munculnya Balai Pustaka pada tahun 20-an mempertegas kemunculan kesadaran baru dari kelas menengah yang berpendidikan Barat (Belanda). Pengarang sebagai salah satu anggota kelas menengah, sudah mulai melihat perubahan dan permasalahan dalam masyarakatnya. Mereka mencoba memotret masyarakat, dengan kesadaran bahwa sastra adalah strukturasi dari pengalaman (Kuntowijoyo, 1987:146). Marah Rusli mengawalinya dengan Siti Nurbaya (1922) yang memotret dan mengungkapkan dunia yang sedang berubah di Sumatera Barat Abdul Muis dalam Salah Asuhan (1922) mengungkapkan benturan antara nilai lama dan nilai baru di Padang. Para pengarang itu telah melihat gejala-gejala perubahan, tapi mereka tidak tahu pasti ke mana arah perubahan itu. Sehingga, hanya gejala-gejala lah yang mereka ungkap dalam karya-karyanya. Kuntowijoyo (1987:147) menyebut sastra yang memiliki muatan seperti itu sebagai sastra simtomatik.
Lebih jauh Kuntowijoyo menguraikan, dalam sastra simtomatik kesadaran kelas menengah sudah mendapat ruang sosial, tapi sistem simbol sosial belum memberinya tempat Pengaruh kelas tinggi dalam hirarki sosial lama, dengan tanda-tanda kebangsawanan, masih sangat kuat berakar dalam kesadaran sosial masyarakat. Kelas menengah baru, yang muncul dengan membawa kesadaran diri, berusaha menunjukkan kesadaran tersebut melalui penyempurnaan bentuk novel. Tapi, bagaimanapun, saat itu rnasyarakat masih akrab dengan sistem simbol lama, sedangkan sistem simbol baru belum lagi kukuh.
Dengan posisi seperti itu, sastra tahun 20-an belum dapat mengaku sebagai sumber kebijaksanaan baru. Dan bukan kebetulan bila muncul gerakan sastra yang menamakan dirinya Pujangga Baru, yang mengaku sebagai sumber kebijaksanaan baru, di tahun 30-an."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1998
S10766
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>