Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 33 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Place not identified: Ehipassiko, 2010
294.363 BUD t
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Shilla Fathi Anjadini
"Di zaman modern ini, taman hiburan tampaknya menjadi daya tarik umum yang paling banyak dikunjungi di seluruh dunia. Dibalik dekorasi dan semua wahana yang ada, mereka tidak hanya ditujukan untuk anak-anak. Pertunjukan, wahana menegangkan, dan atraksi-atraksinya juga dibuat untuk pengunjung dari segala usia. Taman adalah bagian dari ruang terbuka hijau, yang berfungsi untuk memfasilitasi masyarakat dalam segi ekologis, estetis, dan sosial. Taman terdiri dari koleksi kebun, yang diatur sedemikian rupa untuk memenuhi fungsi tersebut untuk semua pengunjung. Namun demikian, berbagai taman menunjukkan bahwa ada berbagai jenis taman berdasarkan tipologi, fungsi, atau bahkan desainnya. Taman bermain, di sisi lain, adalah ruang yang dimanipulasi dan dirancang dengan satu ide besar dengan tujuan untuk memanjakan para pengunjungnya dengan kegiatan dan tempat-tempat rekreasi. Desain taman hiburan terdiri dari gabungan beberapa sub-tema, tetapi tidak seperti taman, fungsinya berfokus pada menghibur pengunjung dan memberi mereka pengalaman daripada fungsi ekologis. Bagaimanapun, dari pelajaran yang diperoleh dari teori dan analisis, kesimpulan dapat ditarik bahwa taman hiburan masih merupakan keluarga taman berdasarkan kesamaan yang ditemukan dalam karakteristik, fungsi, dan desain mereka.

In these modern days, theme parks seem to be the most visited public attraction around the world. Despite the decorations and all the rides, they are not just intended for kids. The shows, thrill rides, and attractions are also made for visitors of all ages. However, with in addition to its name, theme parks seem to relate a lot to park in general. Park is a part of green open space, which functions are to facilitate communities in an ecological, aesthetical, and social ways. Parks consist of collections of gardens, which are organized in such a way to fulfill those function for all their visitors. The variety of parks, however, show that there are different types of park based on its typology, function, or even design. Theme park, on the other hand, is a manipulated space designed with a unifying idea with a purpose to pamper its visitants with leisure activities and venues. Theme parks design consist of collections of sub themes, but unlike park, its function focuses on entertaining its visitors and giving them the experience of their lives rather than the ecological function. Nevertheless, from lessons obtained from the theories and the analysis, a conclusion was drawn that theme park is still a family of park based on the similarities found in their characteristics, functions, and designs.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Denanti Nur Iwani
"Penulisan ini mempelajari mengenai ruang pamer komersil dan untuk melihat bagaimana taman tematik sebagai bagian dari ruang pamer komersil. Fungsi dari ruang pamer komersil adalah untuk menjual brand, menawarkan pengalaman pada alur ceritanya, dan untuk memamerkan produk brand di dalam sebuah properti panggung. Ruang pamer komersil terdiri dari leisure, retail, dan entertainment industries yang mana dalam hal ini memiliki kesamaan dengan sebuah taman tematik, yang merupakan tempat untuk mencari kesenangan, menjual brand/tema budaya Amerika, dan sebagai industri hiburan besar. Studi literatur mengenai ruang pamer komersil di dalam penulisan ini digunakan sebagai dasar dalam mengobservasi dan menganalisis taman tematik Universal Studio Japan dan Trans Studio Bandung. Hasilnya kemudian digunakan sebagai parameter dalam menganalisis studi kasus, yaitu narasi, konsep part-to-whole, dan brand.

This paper studies about commercial exhibition to see how Theme Park works as part of commercial exhibition. The function of commercial exhibition is to sell the brand, to offer experiences in its flow, and also to show us the brand product as an object within the stage property. Commercial exhibition aims satisfactions from both customers and the owner. It consists of leisure, retail, and entertainment industries, which similar to the Theme Park a place for seeking happiness, selling brand, or themes about American culture, and also has been proved as one of big entertainment industry. Study literature about commercial exhibition in this paper is conducted as base to observe and analyzed theme park Universal Studio Japan and Trans Studio Japan. The results are used to be the parameters to analyze the study case, which is about the narration, part to whole concept, and brand.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S68252
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Zeffry
"Penelitian ini dilandasi oleh keinginan untuk mendeskripsikan keragaman pada komik Indonesia yang diterbitkan sekitar tahun 1990-an dan sekaligus menganalisis berbagai tema yang muncul di dalamnya. Penelitian ini juga didasari oleh keinginan untuk memperlihatkan bahwa komik Indonesia masih bertahan di tahun 1990 bahkan mulai bangkit kembali. Pada pertengahan tahun 90-an komik lokal Indonesia. Kebangkitannya ini salah satunya dlipicu dan didorong oleh keinginan untuk bersaing dengan komik terjemanan yang asing yang masuk ke Indonesia. Tema yang menonjol dalam komik Indonesia selama ini, adalah pertempuran antara baik dan buruk yang biasanya selalu menampilkan tokoh pahlawan sebagai manusia super. Komik yang muncul pada tahun 90-an menampilkan beragam tema. Hal ini ini disebabkan komik yang terbit tahun 90-an terdiri atas berbagai jenis yang lebih bervariatif daripada dekade sebelumnya. Kecenderungan sepeni itu bisa jadi dipengaruhi oleh konteks sosial politik dan ekonomi pembacanya.
Pada tahun 90-an terdapat gejala kompetisi yang mendorong dan memunculkan berbagai ragam dan jenis komik, di antaranva komik laga dan kepahlawanan yang memunculkaln komik silat-super hero. komik cerita rakyat-legenda, komik wayang, humor-komedi, drama keluarga, roman remaja, horor-misteri dan komik dektektif-petualangan. Komik sebagai media ekspresi ini menjadi ajang media bagi komikus muda tahun 90-an yang digunakan untuk menumpahkan segala inspirasi dan imajinasi mereka. Berdasarkan adanya berbagai fenomena di atas, maka perlu kiranya disusun dan dikaji keragaman jenis dan tema yang terdapat pada komik Indonesia yang muncul pada tahun 90-an. Hal itu dirasa perlu untuk mendata dan menyusun sejarah perkembangan komik di Indonesia- Sebab sampai saat ini dirasakan masih sangat kurang informasi dan data mengenai keberadaan dan kondisi komik Indonesia. Beberapa masalah itulah yang juga melatarbelakangi penelitian ini.
Tujuan penelitian ini adalah melanjutkan dua penelitian sebelumnya, yaitu Komik Indonesia Menjelang Kemerdekaan. Kajian tema dan bahasa (199311994) serta Komik Indonesia 1950-1970-an: Analisis Kebahasan dan Sosiologi (1997/1998). Menginventarisasi dan mendokumentasikan komik-komik yang terbit selama tahun 1990-an. Mengkaji keberagaman jenis kemunculannya dan menganalisis aspek tematiknya baik pada komik strip maupun buku komik. Kontribusi penelitian. Penelitian ini akan menghasilkan perian jenis dan tema yang terkandung dalam komik Indonesia tahun 90-an. Hasil perian ini dapat dijadikan bahan perbandingan untuk melihat perkembangan komik Indonesia sebelum maupun sesudahnya. Dengan demikian penelitian akan memberikan sumbangan yang berarti, khususnya bagi wacana social, budaya, politik dan ekonomi dalam melihat perkembangan dan perubahan masyarakat lewat media komik. Di samping itu data yang terkumpul akan dapat digunakan untuk penelitian sejenis yang memperhatikan aspek lain yang terkandung di dalamnya. seperti aspek gratis, aspek estetika, aspek ideologis dan aspek pendidikan."
Depok: Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, 2000
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Nurul Komari Oetomo
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1992
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Astri Dwitanti, supervisor
"Setiap penyair memiliki ciri kepengarangan dalam setiap karyanya. Bentuk kekhasan tersebut terlihat dari puisi yang sudah dihasilkan. Pada kesempatan kali ini penulis memilih untuk mengkaji ciri kepengarangan Rita Oetoro melalui karyanya yang terangkum di dalam buku kumpulan puisi Dari Sebuah Album. Permasalahan yang diangkat adalah mengenai kecenderungan tema yang menonjol yang terdapat dalam buku kumpulan puisi tersebut. Penulis menggunakan pendekatan struktural dan metode deskriptif analisis. Pendekatan tersebut tidak terlepas dari unsur intrinsik puisi, yakni stilistik. Setelah melakukan analisis diperoleh ciri kepengarangan Rita Oetoro dilihat dari unsur stilistik dan tematiknya.

Each poet has a characteristic of authorship in his/her work. The characteristic can be found in any of the poem that they have made. At this time, writer makes a decision to analize the characteristic of Rita Oetoro through her poetry that listed on a book of poetry entitled Dari Sebuah Album. The problem raised was the tendency of the prominent themes contained in that book. The writer uses a structural approach and methods of descriptive analysis. That approaches cannot be separated from the intrinsic element of poetry, which is stylistic. After doing the analysis, the characteristic of authorship can be found through stylistic and thematic elements."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2011
S14
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Anwari
"Konflik Sosial dan Konflik Batin dalam Drama Terdakwa karya Ikranegara (pembimbing: Ibnu Wahyudi, M.A.). Fakultas Sastra Universitas Indonesia, 1997.
Untuk banyak kasus, penentuan tema atau klasifikasi tema terhadap karya sastra tidak terlalu sulit, tema dapat ditangkap secara tegas. Namun untuk sejumlah kasus, penentuan tema tidak mudah. Hal ini dapat terjadi karena perbedaan latar belakang pembaca atau penelaah. Akan tetapi ada kalanya perbedaan interpretasi dapat terjadi karena memang karya sastra itu sendiri yang sangat berpotensi untuk menimbulkan interpretasi ganda dalam hal tema. Dalam hal ini contohnya ialah drama Terdakwa karya Ikranegara. Drama Terdakwa memiliki kandungan tema sosial dan tema kejiwaan, yakni masalah konflik sosial dan konflik batin. Kedua tema tersebut terlihat sama kuat untuk disandangkan pada drama Terdakwa.
Dengan menggunakan analisis intrinsik, yakni tokoh, latar, alur, kandungan masalah sosial dan kejiwaan dalam Terdakwa, serta dibantu dengan analisis ekstrinsik, yakni melihat kecenderungan tema karya-karya lain dari pengarang yang bersangkutan, penulis dapat menentukan tema utama dari drama Terdakwa."
Depok: Universitas Indonesia, 1997
S10752
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
M. Syakur Usman
"Pada 1970-an lahir gerakan puisi mbeling. Gerakan ini dipelopori Remy Sylado lewat majalah Aktuil . Gerakan antikemapanan dalam penulisan puisi ini didukung penyair muda seperti Yudhistira ANM Massardi. Nama ini kemudian menjadi seorang tokoh penting dalam gerakan puisi ini. Lewat kumpulan Sajak Sikat Gigi (1983), ia berhasil membuktikan kepenyairannya dalam usia relatif muda. Kumpulan sajak itu berhasil mendapat penghargaan sebagai kumpulan puisi terbaik 1977 dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).
Bahasa puisi Yudhistira adalah bahasa sehari-hari, jujur, polos, dan penuh kelakar Keempat ciri tersebut sangat kental dalam kumpulan sajaknya, terutama Sajak Sikat Gigi. la banyak memakai kosakata dialek Jakarta, seperti biarin, cuman, ngaso, doyan, ngantuk, nyerah, brontak, brisik, nggak, dan memadukannya dengan kosakata bahasa Indonesia.
Ciri lain, Yudhistira jujur menuliskan sajak-sajaknya sebagai cermin jiwa mudanya. Emosinya yang meluap-luap membuatnya menulis apa saja, sekalipun hal tersebut kelihatannya sepele, seperti soal mandi dalam Sajak Waktu Mandi dan Cermin tentang kebiasaan bersolek. Kepolosannya terletak dari pemakaian bahasanya yang sederhana, yang ingin menampilkan apa adanya sebuah peristiwa atau kejadian, seperti Sajak Ketemu di Jalan, Sajak Dolanan Anak-anak, dan Rasa Minum. Kelakar menjadi salah satu gayanya supaya orang tidak marah jika dikritik. Demikianlah bahasa puisi Yudhistira ANM Massardi."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1998
S11050
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Manullang, Yunita
"Kondisi lagu anak-anak saat ini sudah jauh berbeda dengan zaman emas sekitar tahun 70-an. Sekarang anak-anak cenderung menyukai lagu-lagu yang ditujukan bagi orang dewasa. Di tengah kondisi tersebut, dunia musik anak Indonesia memiliki seorang pencipta lagu yang telah banyak menyumbangkan karyanya. Tokoh tersebut adalah A.T. Mahmud. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tema dalam lirik lagu anak ciptaan A.T. Mahmud, dan menunjukkan bahwa beberapa lagu tersebut masih dinyanyikan di TK Regina Pacis Bogor sampai saat ini. Data pertama yang digunakan dalam penelitian ini adalah lagu-lagu ciptaan A.T. Mahmud yang dinyanyikan kembali oleh Tasya. Terdapat dua album yang telah beredar, yaitu _Libur Telah Tiba_ (2000) dan _Gembira Berkumpul_ (2001). Data kedua adalah lagu-lagu A.T. Mahmud yang diaarkan di TK Regina Pacis Bogor. Lagu-lagu tersebut akan dianalisis temanya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara (dengan alat bantu berupa pedoman wawancara, kamera, dan tape recorder), telusur internet, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema lagu-lagu ciptaan A.T. Mahmud sangat sederhana. Dari segi lirik, meskipun banyak menggunakan kata-kata puitis, bahasa yang digunakan mudah dipahami anak. Lirik lagu umumnya terdiri atas dua bait. Tema yang paling dominan disampaikan adalah keagungan Tuhan, alam, dan cinta tanah air. Dengan demikian, lagu-lagu ciptaan A.T. Mahmud dapat dikategorikan sebagai lagu anak-anak yang sederhana dan sarat makna."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2007
S11298
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alissa Shebila
"Skripsi ini berisi tentang wacana politik yang terdapat di dalam teks pidato inagurasi Vladimir Vladimirovich Putin pada tahun 2012. Metode yang digunakan adalah kualitatif yang dikaitkan dengan teori wacana politik dan teori progres tematik. Berdasarkan hasil analisis, telah dibuktikan bahwa di dalam teks pidato inagurasi Vladimir Vladimirovich Putin pada tahun 2012 terdapat wacana politik yang dibentuk melalui penggunaan bahasanya.

This thesis consist of political discourse inside Vladimir Vladimirovich Putininaugural speech text in 2012. The method used in this thesis is qualitative and relate it to the theory of political discourse and theory of thematic progression. Based on the analysis, it has been proved that inside Vladimir Vladimirovich Putin's inaugural speech text lies political discourse which formed by its language application.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
S53226
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>