Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 54 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
cover
Jaya Murjaya
"Tujuan dari studi ini adalah menentukan koefisien atenuasi dan persamaan atenuasi kecepatan tanah akibat gempabumi lokal di kawasan Bali. Dengan menggunakan metode D.L. Orphal dan dan J. A. Lahoud, diperoleh 6 persamaan atenuasi amplitudo kecepatan tanah untuk 6 stasiun gempabumi di. kawasan Bali. Koefisien atenuasi terkecil 1,028 dan terbesar 1,453.
Persamaan atenuasi amplitude kecepatan tanah untuk 6 stasiun gempa di kawasan Bali adalah:
- KELI : Av  = 3,924  10-2  10 0,1676 M  R ‾1,039
- RANI : Av  = 6,006  10-2  10 0,1901  M  R‾1,028
- INGI : Av  =  1,196  10-1  10 0,1678  M  R -1,190
- JEHI : Av  =  1,509  10-1  10 0,1970  M  R-1,453
- RATI : Av  =  8,331  10-1  10 0,0846  M  R -1,324
- THRI : Av  =  1,491  10-1  10 0,1527  M  R -1,195
Dimana Av, M dan R masing-masing rnerupakan Amplitude kecepatan tanah C cm/det 7, Magnitude Lokal C Skala Richter 7 dan Jarak hiposenter gempa ke stasiun pencatat C km 7.
Dari persamaan - persamaan atenuasi tersebut diharapkan dapat membantu kepentingan Teknik Kegempaan atau Teknik Sipil dalam perencanaan dan pengembangan bangunan tahan gempa.

The purpose of this study is to determine the attenuation coefficient and its equation of ground velocity caused by local earthquakes in Bali region. Using the method of Orphal-Lahoud, the six attenuation equations of ground velocity were determined from six earthquake's networks in Bali region. The attenuation coefficient was found in the range of 1.028 up to 1.453.
The equations of attenuation from six earthquake's networks in Hall region are as follow
- KELI : Av  =  3,924  10-2  10 0,1676  M  R ‾1,039
- RANI : Av  =  6,006  10-2  10 0,1901  M  R‾1,028
- INGI : Av  =  1,196  10-1  10 0,1678  M  R -1,190
- JEHI : Av  =  1,509  10-1  10 0,1970  M  R-1,453
- RATI : Av  =  8,331  10-1  10 0,0846  M  R -1,324
- THRI : Av  =  1,491  10-1  10 0,1527  M  R -1,195
where Av, M and R are respectively amplitude of velocity C in centimeters per second ), the local magnitude and focal distance C in kilometers ).
The six attenuation equations of ground velocity amplitude were needed for earthquake analysis or civil engineering."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Aalam Universitas Indonesia, 1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Singh, K.
"Kecepatan gelombang nadi (Pulse wave velocity, PWV) diukur pada 25 subyek laki-laki bukan perokok dan dibandingkan dengan subyek perokok sebelum dan segera sesudah merokok. Tekanan darah, frekuensi nadi dan PWV tidak berbeda pada kedua kelompok sebelum merokok. Setelah merokok terjadi peningkatan tekanan darah, frekuensi nadi dan PWV pada segmen Aorta-Radialis (Ao-Rad) dan Femoral-Dorsalis pedis (Fem-Dp), tapi pada segmen Aorta-Femoralis (Ao-Fem) terjadi penurunan PWV. Hal ini menunjukkan segmen arteri sentral dan perifer memberi respons yang berbeda terhadap merokok. (Med J Indones 2002; 11: 207-10)

Pulse wave velocity (PWV) was recorded in different arterial segments in 25 male nonsmokers and compared with age and sex matched smokers before and after smoking. Blood pressure (BP), Heart rate (HR) and PWV were comparable between nonsmokers and smokers before smoking. Just after cigarette smoking there was rise in HR, BP and PWV in Aorta to Radial (Ao-Rad), and femoral to Dorsalis Pedis (Fem-Dp) arterial segments, but the PWV was reduced in Aorta to Femoral (Ao-Fem) arterial segment, indicating that both peripheral and central arterial segments show different response to smoking. (Med J Indones 2002; 11: 207-10)"
Medical Journal of Indonesia, 2002
MJIN-11-4-OctDec2002-208
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Chow, Tai L.
New York: John Wilwy & Sons, Inc, 1995
531 CHO c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Yus Prasetyo
"LAPAN yang saat ini sedang mengembangkon roket berdiameter 100 mm ingin mengurangi berat struktur nosel yang menggunakan material pelapis grafit dengan suaru Iapisan yang lebih tipis dan ringan serta memiliki ketahanan panas dan aus yang baik. Salah material pelapis yang kemungkinan bisa digunakan untuk mensubstitusi maleriai grafit ialah dengan suatu Iapisan Cr3C2-NiCr dengn metode pelapisan HVOF (High Velocity Oxygen Fuel) yang merupakan salah satu jenis proses thermal spray. Pemilihan merode HVOF didasari oleh karakteristik lapisan yang dihasilkan Iebih baik daripada teknik thermal spray lainnya terurama dari segi kekuaran ikatan lapisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kekasaran pemukaan material nosel terhadap karakteristik lapisan Cr3-C2-NiCr dengan metode HVOF. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah perbedaan kekerasan permukaan material nosel dengan memvariasikan tekanan udara grit blasting sebesar 3, 4, 5 dan 6 bar. Karateristik Iapisan yang diuji adalah kekerasan, struktur mikro, komposisi mikro dan kekuaran ikatan Iapisan. Hasil penelitian menunjukkan tekanan udara grit blasting akan meningkatkan kekasaran permuitaan dari 4,54 μm sebelum grit blasting menjadi 5,72 μm dengan tekanan udara grit blasting 6 bar. Pengamatan struktur mikro memperliharkan bahwa Iapisan tersusun alas lamel-lamel dengan kekerasan mikro rata-rafa 631 VHN300. Hasil pengujian kekuatan ikatan lapisan menunjukkan bahwa kekasaran pemukaan 5,42 μm yang dihasilkan dari tekanan udara 4 bar, memiliki kekuatan ikatan Iertinggi yakni 44 Mpa."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
S41336
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hanif Audina Rahmawati
"ABSTRAK
Gempa yang terjadi pada tanggal 28 September 2018 di Kota Palu mengakibatkan terjadinya fenomena likuifaksi. Penyebab likuifaksi adanya kepadatan tanah yang rendah yang merupakan nilai relative density. Salah satu parameter untuk mengeveluasi terjadinya likuifaksi adalah dengan kecepatan gelombang geser tanah (Vs). Kelas situs Kota Palu yang termasuk dalam kelas situs SD memberikan hasil seharusnya dikota Palu tidak terjadi Likuifaksi namun tetap terjadi likuifaksi oleh karena itu perlu dilakukan perhitungan Vs pada kedalaman yang dangkal yaitu Vs3, dan Vs5. Setelah dilakukan perhitungan parameter likuifaksi yakni CRR dan CSR yang kemudian di komparasi dengan Peta Kerusakan Geologi Permukaan maka parameter pembuatan peta yang cocok adalah Vs3, karena jumlah TRUE POSITIVE yang banyak dan menggambarkan keadaan tanah dangkal dengan tepat, yakni very loose, loose hingg medium dense, dengan luasan yang paling besar adalah very loose to loose pada peta bagian timur dan tengah.

ABSTRACT
Palu earthquake occurred on 28 September 2018 caused severe liquefaction damages for the city. One of Parameter effected liquefaction was the compactness of soil is low with low relative density value. The Palu City site class classified in the SD site class gives results that liquefaction shouldn't be occured but for the real there is the liquefaction damage, therefore it is necessary to calculate Vs at shallow depths, Vs3 and Vs5. After calculating the liquefaction parameters CRR and CSR which are then compared to the Surface Geological Damage Map, the suitable parameter to develop liquefaction potential map wass Vs3, because of the large number of TRUE POSITIVES and accurately shallow soil conditions, is very loose, loose to medium dense, and the largest area is very loose to loose on the map east and center."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurrohman
"ABSTRAK
Limbah batik dapat menaikkan Total Suspended Solid (TSS) air sehingga
melebihi baku mutu. Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengurangi
Total Suspended Solid adalah dengan flotasi gelembung. Efektifitas flotasi
gelembung tergantung dari tiga hal, yaitu probabilitas tumbukan antara
gelembung dengan partikel, proses partikel menempel pada permukaan
gelembung dan proses partikel dibawa oleh gelembung. Probabilitas-probabilitas
ini sangat dipengaruhi oleh karakteristik gelembung, yaitu diameter, kecepatan
naik sepanjang kolom, dan terminal velocity gelembung. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mempelajari karakteristik small bubble (gelembung dengan diameter
0,2 mm sampai 1 mm) yang naik dalam kolom cairan. Penelitian tentang small
bubble telah dilakukan terhadap gelembung yang bergerak naik dalam kolom
setinggi 2 m yang berisi laturan tawas 100 g/L. Gelembung dihasilkan dengan
elektrolisis kemudian di-tracing menggunakan kamera yang ditempatkan pada
guideways. Video diolah dengan menggunakan software imageJ. Hasil
menunjukkan bahwa pada ketinggian 50 cm dari ujung katoda rata-rata
gelembung telah mencapai terminal velocity-nya. Pengaruh surfaktan tawas
terbukti mampu menurunkan terminal velocity gelembung.

ABSTRACT
Waste batik can raise Total Suspended Solid (TSS) that exceed the water
quality standard. One technique that can be used to reduce Total Suspended Solid
is bubbles flotation. The effectiveness of the bubbles flotation depends on three
things, namely the probability of collision between bubbles with particles, the
particles stick to the surface of the bubbles and the particles carried by the
bubbles. These probabilities are greatly influenced by the characteristics of the
bubble, i.e. diameter, rise velocity along the column, and terminal velocity of the
bubbles. The purpose of this research was to study the characteristics of small
bubbles (bubbles with a diameter of 0,2 mm to 1 mm), which rise in a liquid
column. Research have been made to bubbles rise within 2 m high column that
contains 100 g/L alum solution. Bubbles were produced by electrolysis and then
traced using a camera placed on a guideways. Videos were processed using
imageJ software. The results showed that at a height of 50 cm from the cathode tip
bubbles in average have reached its terminal velocity. It has been proven that
effect of alum surfactant can reduce the bubbles terminal velocity."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42175
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ridwan Gunawan
"ABSTRAK
Pengontrolan kecepatan putaran motor arus searah dapat dilakukan dengan pengaturan tegangan jangkar motor menggunakan DC-Chopper. Pengontrolan siklus kerja DC-Chopper yang berarti pengaturan tegangan jangkar motor dan pengaturan parameter-parameter umpan balik motor yang dibutuhkan dalam Pengontrolan dilakukan langsung oleh komputer digital (direct digital control} melalui perangkat antar-muka Analog-Digital dan Digital-Analog dibantu oleh perangkat keras tambahan lainnya. Untuk mendapatkan hasil yang optimum, selain didekati dengan analisis matematis, juga dilakukan uji-coba dengan membuat simulasi sistem kontrol motor arus searah."
Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, 1994
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Immanuel Pratomojati
"Kemiringan saluran dan tebing saluran merupakan salah satu dasar perhitungan perencanaan drainase. Kemiringan dasar saluran direncanakan sedemikian rupa sehingga dapat memberikan pengaliran secara gravitasi dengan batas kecepatan minimum tidak boleh terjadi pengendapan. Sedangkan kecepatan maksimum tidak boleh terjadi perusakan pada dasar maupun dinding saluran. Kemiringan tebing saluran dalam perencanaan dapat dilihat apakah saluran tersebut dengan pengerasan talud atau tidak. Kemiringan saluran rata-rata dipakai untuk memperhitungkan waktu konsentrasi.
Evaluasi terhadap keadaan saluran yang sudah ada dapat dilakukan dengan cara pengamatan langsung di lapangan maupun dengan analisa data uji tanah di laboratorium. Pengamatan langsung untuk menentukan penampang saluran, kecepatan aliran. Sedangkan pengujian tanah di laboratorium memberikan informasi mengenai jenis tanah, batas-batas konsentrasi tanah dan mengetahui parameter geser tanah. Setelah diadakan penelitian terhadap saluran sekunder Ruas Tanah Baru, Depok diperoleh kesimpulan bahwa jenis tanah daerah tersebut adalah tanah inorganik kelempungan dengan mengandung pasir halus, plastisitas tinggi dengan batas cair = 56,80 Y, kemiringan tebing sangat curam dengan sudut kemiringan tebing = 56,3° yang berarti melampaui kemiringan tebing ideal hasil perhitungan adalah 33,7°. Kecepatan yang terjadi pada debit maximum = 2,27 m/det. Kemiringan rata-rata dasar saluran =0,0023. Sedangkan untuk mencapai kecepatan maksimum = 0,000867 sehingga kondisi kemiringan dasar saluran terlalu curam.
Disarankan perlu penyesuaian kemiringan tebing saluran yaitu dengan kemiringan maksimum 33,7°. Karena di sebelah kiri saluran adalah jalan raya, maka pada tebing saluran sebelah kiri perlu dibangun konstruksi penguat tebing dengan tembok penahan tanah dari bahan pasangan batu kali atau bronjong. Untuk menahan kecepatan aliran supaya sesuai dengan kecepatan maksimum yang diijinkan, kemiringan dasar saluran perlu diperkecil dengan cara tiap 50 meter ditinggikan 0,15 m supaya terjadi pengendapan pada hulu bagian yang ditinggikan. Hal ini supaya pada periode tertentu kemiringan yang diinginkan dapat tercapai."
Depok: Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, 1994
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6   >>