Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nanda Mardas Saputra
"Latar Belakang: Salah satu aspek dalam fungsi fisiologis manusia yang berperan penting dalam penerbangan adalah fungsi visuospasial. Fungsi visuospasial merupakan kemampuan persepsi visual tingkat tinggi yang dibutuhkan untuk identifikasi, integrasi informasi, menganalisa bentuk visual dan spasial, detail, struktur, dan hubungan spasial antara bentuk dua dengan tiga dimensi. Paparan hipoksia merupakan hazard spesifik yang terdapat dalam dunia penerbangan dan dampaknya terhadap fungsi visuospasial dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan dalam penerbangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan fungsi visuospasial terhadap paparan hipoksia di zona ketinggian yang berbeda.
Metode: Penelitian ini menggunakan uji eksprimen one-group pretest-postest. Subjek penelitian adalah awak terbang militer yang mengikuti Indoktrinasi Latihan Aerofisiologi (ILA) di Lakespra Saryanto, Jakarta. Subjek mengerjakan tes Clock Drawing Test (CDT) pada ground level, physiological efficient zone (10.000 ft) dan physiological deficient zone (25.000 ft.) di dalam hypobaric chamber.
Hasil: Terdapat peningkatan angka kejadian gangguan fungsi visuospasial di 10.000 kaki dibandingkan dengan ground level (McNmear = 0.031), 10.000 kaki dengan 25.000 kaki (McNemar = 0.0001) dan ground level dengan 25.000 kaki (McNemar = 0.0001).
Kesimpulan: terdapat peningkatan angka kejadian gangguan fungsi visuospasial yang signifikan antara ketinggian ground level, 10.000 kaki dan 25.000 kaki.

Background: One of many aspects of human physiological function that has an important role in aviation is visuospatial function. Visuospatial function is a high-level visual perception that is required for identification, information integration, analyzing visual and spatial form, detail, structure and spatial relation between two-dimensional and three-dimensional form. Hypoxia exposure is considered to be a specific hazard in the aviation environment and its impact against visuospatial function can potentially increase the risk of aviation-related accident. The purpose of this study was to investigate changes in visuospatial function on hypoxia exposure in different altitude zones.
Metode: This study used an experimental one-group pretest-posttest design. The subjects were 42 military aircrews who participated in Indoctrination and Aerophysiology Training. Subjects completed The Clock Drawing Test (CDT) at ground level, physiological efficient zone (10.000 ft) and physiological deficient zone (25.000 ft) in a hypobaric chamber.
Hasil: There was an increase of the number of impaired visuospatial function at 10.000 ft compared to ground level (McNemar = 0.031), 10.000 to 25.000 ft (McNemar = 0.0001) and ground level to 25.000 ft (McNemar = 0.0001).
Kesimpulan: There was a significant change in the number of impaired visuospatial function between ground level, 10.000 ft, and 25.000 ft.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2019
T58912
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Thenny Gunawan
"Mnemonik merupakan teknik yang digunakan dalam memudahkan mengingat atau menghafal suatu hal. Konsep ini telah banyak diterapkan dalam berbagai bidang, terutama pendidikan. Akan tetapi, saat ini konsep mnemonik juga banyak diterapkan dalam arsitektur untuk menstimulasi ingatan tertentu melalui karakteristik khusus. Konsep mnemonik dapat berpotensi membantu aktivitas lansia demensia dalam berhuni terutama ADL (Activities of Daily Living) sebagai terapi lingkungan dalam membentuk memori navigasi. Demensia sendiri merupakan sindrom progresif akibat penurunan fungsi otak yang umum menyerang lansia di atas 60 tahun. Meski masih dalam tahap yang masih ringan, penderita demensia telah menunjukkan gejala gangguan visuospasial. Gejala ini ditandai dengan disorientasi lingkungan, gangguan kontras dan konstruksi, agnosia visual, hingga gangguan representasi visual, sehingga berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari lansia demensia bahkan di dalam hunian. Oleh karena itu, skripsi ini akan membahas konsep mnemonik yang diterapkan pada pengalaman visual pada hunian yang dementia-friendly. Berdasarkan kajian yang dilakukan, pembentukan ruang mnemonik pada hunian lansia demensia membutuhkan karakteristik tertentu yang ditentukan oleh vividness pada elemen ruang sebagai landmark dan repetisi landmark dalam membentuk alur aktivitas. Pengamatan dilakukan pada dua aplikasi virtual hunian dementia-friendly sebagai studi kasus - Dementia-Friendly Home (Australia) dan 360° Virtual Reality Dementia-Friendly HDB Home Design (Singapura). Berdasarkan pengamatan tersebut, didapat bahwa ruang toilet, kamar tidur, ruang makan, dan dapur memiliki landmark vividness terbanyak sebagai indikasi diterapkannya konsep mnemonik yang cukup kuat. Selain itu, ditemukan bahwa landmarking dapat membentuk pola alur yang berbeda untuk membangkitkan memori navigasi, misalnya pola cabang dan pola satu arah.

Mnemonics is a technique used in making it easier to remember or memorize something. This concept has been widely applied in various fields, especially education. However, nowadays the concept of mnemonics is also widely applied in architecture to stimulate certain memories through special characteristics. The concept of mnemonics can potentially help the activities of the elderly dementia in inhabiting especially ADL (Activities of Daily Living) as an environmental therapy in forming navigation memory. Dementia itself is a progressive syndrome due to decreased brain function which commonly affects the elderly over 60 years old. Although still in a mild stage, people with dementia have shown symptoms of visuospatial disorders. This symptom is characterized by environmental disorientation, contrast and construction disorders, visual agnosia, to visual representation disorders, so it has the potential to interfere with the daily activities of dementia elderly even in the dwelling. Therefore, this thesis will discuss mnemonic concepts applied to visual experiences in dementia-friendly dwellings. Based on the studies carried out, the formation of mnemonic space in the elderly dementia residence requires certain characteristics determined by the vividness of the space elements as landmarks and the repetition of landmarks in forming the flow of activity. Observations were made on two dementia-friendly residential virtual applications as a case study - Dementia-Friendly Home (Australia) and 360° Virtual Reality Dementia-Friendly HDB Home Design (Singapore). Based on these observations, it was found that the toilet room, bedroom, dining room, and kitchen have the most vividness landmarks as an indication of the application of a fairly strong mnemonic concept. In addition, it was found that landmarking can form different flow patterns to evoke navigation memory, e.g. branch patterns and one-way patterns."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library