Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Hana Latifah
"Gudang memiliki peran penghubung yang penting dalam rantai pasokan dan dapat memperkaya keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Agar selalu dapat memberikan layanan terbaik, perlu untuk mengetahui kondisi gudang pada saat ini melalui penilaian kinerja dan meningkatkan aspek yang memiliki nilai rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur performa dan memberikan rekomendasi untuk gudang assembly dari perusahaan manufaktur elektronik pada tahun 2023 menggunakan metode SCOR dan AHP. Terdapat 25 indikator kinerja yang akan digunakan sebagai acuan untuk mengetahui performa gudang. Hasil yang didapatkan adalah perfroma gudang berada dalam kategori sedang menurut traffic light system dengan nilai sebesar 70.03%. Dilakukan juga identifikasi indikator prioritas menggunakan metode importance-performance analysis untuk mengetahui indikator yang nilai rendah tetapi memiliki bobot kepentingan tinggi. Indikator prioritas yang didapatkan adalah delivery lead time, supplier delivery lead time, dan on-time delivery to production lines. Rekomendasi yang diberikan untuk dapat memperbaiki ketiga indikator kinerja tersebut adalah implementasi integrasi antara warehouse management system (WSM) dan voice picking.
Warehouses have an important connecting role in the supply chain and can enrich competitive advantages for companies. In order to always be able to provide the best service, it is necessary to know the current condition of the warehouse through performance assessments and improving aspects that have low value. This research is to measure performance and provide recommendations for assembly warehouses of electronics manufacturing companies in 2023 using the SCOR and AHP methods. There are 25 performance indicators that will be used as a reference to determine warehouse performance. The results obtained are that the warehouse performance is in the medium category according to the traffic light system with a value of 70.03%. Priority indicators are also identified to identify indicators that have low scores but have high importance using importance-performance analysis. The priority indicators obtained are delivery lead time, supplier delivery lead time, and on-time delivery to production lines. The recommendation given to improve these three performance indicators is the implementation of integration between the warehouse management system (WSM) and voice picking."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Nurrahma Salsabila Hadima
"Seiring dengan perkembangan pada industri bidang makanan dan minuman yang mengakibatkan semakin tingginya persaingan, Foodstocks selaku distributor makanan instan dalam kemasan harus terus meningkatkan kinerjanya agar dapat bersaing bahkan unggul dari kompetitornya. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur kinerja rantai pasok dari Foodstocks saat ini agar dapat dirancangkan strategi perbaikan guna meningkatkan kinerjanya di kemudian hari sehingga dapat mempertahankan daya saing di industri ini. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Supply Chain Operation Reference (SCOR) dengan penyesuaian khusus terhadap aktivitas pergudangan. Model SCOR dipilih sebagai kerangka pengukuran kinerja rantai pasok dan perancangan strategi. Penentuan indikator prioritas sebagai dasar penyusunan strategi dilakukan dengan alat bantu Importance Performance Analysis dengan memanfaatkan nilai pencapaian kinerja dari setiap indikator sebagai aspek performance dan bobot kepentingan dari masing-masing indikator yang diperoleh dari Analytical Hierarchy Process (AHP). Terdapat 25 indikator kinerja yang diukur dan disusun sesuai dengan kerangka kerja yang disediakan oleh SCOR. Dari pengukuran yang dilakukan menggunakan data setahun terakhir, diperoleh hasil kinerja sebesar 58.85% yang menandakan kinerja tersebut berada pada kategori average berdasarkan monitoring Traffic Light System. Setelah dilakukan pemetaan ke dalam kuadaran Importance Performance Analysis (IPA), telah teridentifikasi 4 indikator yang menjadi prioritas untuk dirancangkan strategi perbaikannya. Kemudian, didapatkanlah 4 strategi yang dapat menjawab permasalahan rantai pasok pada Foodstocks. Keempat strategi tersebut disarankan kepada pihak perusahaan agar dapat ditinjau lebih lanjut guna mencapai peningkatan kinerjanya.
In line with the growing development of the food and beverage industry, which has intensified competition, Foodstocks—a distributor of packaged instant food—must continuously enhance its performance to remain competitive and even outperform its rivals. This study aims to evaluate the current supply chain performance of Foodstocks and design improvement strategies to boost its future performance and maintain its competitive advantage in the industry. The methodology employed in this research is the Supply Chain Operation Reference (SCOR) model, with specific adaptations to warehouse-related activities. The SCOR model was selected as the framework for both performance measurement and strategy formulation. Priority indicators were determined using the Importance-Performance Analysis (IPA) tool, which combines the performance achievement scores of each indicator and their importance weights, the latter derived from the Analytical Hierarchy Process (AHP). A total of 25 performance indicators were assessed, aligned with the SCOR framework. Based on the analysis of data from the past year, the overall performance score was 58.85%, which is categorized as average according to the Traffic Light System monitoring approach. Through IPA quadrant mapping, four indicators were identified as priorities for improvement strategy development. Consequently, four strategies were formulated to address the supply chain issues faced by Foodstocks. These strategies are recommended to the company for further consideration in order to enhance overall supply chain performance"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library