Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 18 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Karima Agustianti
"
ABSTRACT
The main energy sources in Indonesia generally still rely on fossil fuels, such as petroleum, coal and natural gas. Biofuel is a solution that can be applied as a substitute for fossil fuels. This research was conducted by simulating the biofuel production process and calculating the amount of carbon dioxide emissions produced. This simulation is done by modeling the hydroprocessing process using Unisim R390.1 by optimizing the operating conditions for each raw material. The Hydrotreatment process was varied at a pressure of 1-5 MPa and a temperature of 250oC - 350oC. shows that palm oil is the most effective in producing bioavtur at a temperature of 300oC and a pressure of 3 MPa, while nyamplung oil is the most effective for producing renewable diesel at a temperature of 300oC and a pressure of 3 MPa. The calculation of the number of emissions from the carbon dioxide life cycle shows that to produce 1 kg of biofuel, 3.82 x 103 kg of CO2 is produced
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jessica Adeline Soedarsono
"Diesel terbarukan merupakan salah satu komoditas energi terbarukan yang marak dikembangkan karena karakteristik yang sangat mirip dengan petro diesel dan memiliki bilangan setana yang tinggi. Penelitian ini bertemakan eksperimen produksi diesel terbarukan dalam reaktor trickle bed dari minyak nabati yang diwakilkan oleh triolein. Mekanisme yang terjadi adalah penjenuhan ikatan rangkap, dilanjutkan dengan deoksigenasi selektif. Deoksigenasi selektif yang terjadi mencakup hidrodeoksigenasi sebagai reaksi utama, serta dekarbonilasi dan dekarboksilasi. Katalis yang digunakan adalah NiMo/Al2O3 dengan komposisi Ni 6,13% w/w, Mo 12,49% w/w, dan Al2O3 81,33% w/w. Eksperimen menggunakan reaktor berdiameter 2,01 cm dengan tinggi unggun katalis 24 cm. Reaktan cair (triolein) dan gas hidrogen direaksikan dengan kondisi operasi temperatur 272°C-327,5°C, dan tekanan 5 dan 15 bar. Produk cair dianalisis dengan GC-MS, GC-FID, dan Karl Fischer, sementara produk gas dengan GC-TCD. Setelah reaksi berlangsung, triolein sebagai bahan baku terkonversi menjadi banyak senyawa meliputi asam lemak, lemak alkohol, ester, hidrokarbon C17, hidrokarbon C18, monoolein, dan diolein. Profil spesi-spesi ini menggambarkan mekanisme reaksi. Kondisi terbaik dalam penelitian ini adalah 15 bar dan 313°C, dengan konversi 99,53%, yield diesel terbarukan 78,95%, selektivitas diesel terbarukan 383,62%, dan kemurnian 79,40%. Tren yang didapatkan menunjukkan semakin tinggi tekanan dan temperatur semakin bagus dan selektif reaksi yang berjalan.

Renewable diesel is a renewable resource that is currently developed rapidly because it has similar characteristics with petro diesel and has high cetane number. This research involves renewable diesel production in trickle bed reactor from vegetable oil, represented by triolein. Mechanisms include double bond saturation and selective deoxygenation. Selective deoxygenation includes hydrodeoxygenation as main mechanism, decarbonylation, and decarboxylation. Catalyst NiMo/Al2O3 is being used with Ni 6,13% w/w, Mo 12,49% w/w, dan Al2O3 81,33% w/w. Reactor used has diameter of 2.01 cm and 24 cm of catalyst height. Liquid reactant (triolein) and hydrogen gas are reacted with operating condition: temperature 272°C-327,5°C and pressure 5 bar and 15 bar. Liquid product is analyzed using GC-FID, GC-MS, and Karl Fischer, while the gaseous product is analyzed using GC-TCD. After the reaction occurs, triolein as feed is converted into many compounds such as fatty acid, fatty alcohol, ester, C17 hydrocarbon, C18 hydrocarbon, monoolein, and diolein. Each species profile describes the reaction mechanism. Best condition for producing renewable diesel is at 15 bar and 313°C, with triolein conversion of 99.53%, renewable diesel yield of 78,95%, renewable diesel selectivity of 383,62%, and 79,40% purity. The trend shows better production of renewable diesel with increasing pressure and temperature."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mohamad Irfan Wibisono
"

Biji Wijen merupakan salah satu produk alam yang kaya akan minyak nabati dan bermanfaat bagi kesehatan. Minyak wijen juga sering digunakan sebagai bahan campuran pada masakan karena cita rasanya yang lezat. Dengan proses pengolahan yang optimum, produk minyak wijen dapat menjadi komoditas yang bernilai tinggi.  Estimasi dua parameter proses ekstraksi, yaitu konstanta laju desorpsi dan koefisien difusi solut dalam pelarut, telah dilakukan dengan menggunakan model difusi bola panas pada temperatur 303 K, 318 K, dan 333 K dengan tekanan 8 MPa, 10 MPa, dan 12 MPa. Pelepasan asam lemak dari partikel biji wijen diasumsikan dengan model desorpsi. Penyelesaian perhitungan model ekstraksi dilakukan dengan program COMSOL Multiphysics 5.5. Nilai konsentrasi awal yang diperoleh sebesar 4.980 mol/m3. Konstanta laju desorpsi pada temperatur 303 K dengan tekanan 8 MPa dan 12 MPa sebesar 3,4×10-4 s-1 dan 2,00×10-3 s-1. Selain itu, pada temperatur 333 K dengan tekanan 8 MPa dan 12 MPa diperoleh 6,70×10-3 s-1 dan 1,02×10-2 s-1. Sedangkan, pada temperatur 318 K dan tekanan 10 MPa diperoleh nilai sebesar 4,60×10-3 s-1. Untuk nilai koefisien difusi solut dalam pelarut, diperoleh nilai sebesar 3,4×10-9 m2/s dan 4,22×10-9 m2/s pada temperatur 303 K dan tekanan 8 MPa dan 12 MPa. Pada temperatur 333 K dan tekanan 8 MPa dan 12 MPa, diperoleh nilai koefisien sebesar 4,18×10-9 m2/s dan 4,16×10-9 m2/s. Sedangkan pada temperatur 318 K dan tekanan 10 MPa, diperoleh nilai koefisien difusi solut sebesar 4,39×10-9 m2/s. Nilai-nilai tersebut cukup baik untuk menggambarkan fenomena ekstraksi yang sesungguhnya jika ditinjau dari nilai AARD yang diperoleh, yaitu 8,15%.


Sesame seed is one of the natural products that is rich in vegetable oil content which has a bunch of benefits for health. Besides, sesame oil is often used as ingredient on foods because of its richness and delicious flavor. Under the optimum processing, Sesame oil product is possibly be high value commodity. Estimation of two extraction process parameters, desorption rate constants and solute diffusion coefficients, has been done by using hot ball diffusion model at temperatures of 303 K, 318 K, 333 K; and pressures of 8 MPa, 10 MPa, and 12 MPa. Discharge of fatty acids from sesame seed particles are assumed by desorption model. Completion of extraction model calculation is done by COMSOL Multiphysics 5.5. The initial concentration value obtained is 4.980 mol/m3. The estimated values of desorption rate constants at temperature of 303 K and pressures of 8 MPa and 12 MPa were 3,40×10-4 s-1 and 2,00×10-3 s-1. Other than that, the estimated values of desorption rate at temperature of 333 K and pressures of 8 MPa and 12 MPa are 6,70×10-3 s-1 and 1,02×10-2 s-1, while at the temperature of 318 K and pressure of 10 MPa is 4,60×10-3 s-1. Meanwhile, the solute diffusion coefficients at temperature of 303 K and pressures of 8 MPa and 12 MPa are 6,55×10-9 m2/s and 4,22×10-9 m2/s. At temperature of 333 K and pressures of 8 MPa and 12 MPa, the coefficients are 4,18×10-9 m2/s dan 4,16×10-9 m2/s, while at the temperature of 318 K and pressure of 10 MPa is 4,39×10-9 m2/s. Those values are good to describe the real extraction phenomenon when it is viewed from the AARD value obtained, that is 8,15%.

"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia , 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nadira Hanum
"Turbin gas adalah suatu alat yang memanfaatkan gas sebagai fluida untuk memutar turbin dengan pembakaran internal sehingga mampu memutar generator untuk menghasilkan listrik. Turbin gas memiliki tingkat bahaya yang besar, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis seberapa besar potensi kegagalan komponen-komponennya. Jika sebuah mesin atau peralatan mengalami kerusakan, maka seluruh fungsi akan terhenti. Oleh karena itu, aktivitas preventive maintenace dibutuhkan untuk mencegah kerusakan dan meminimasi downtime. Tahapan penelitian ini dimulai dengan menentukan komponen kritis menggunakan diagram pareto. Kemudian memvisualisasikan data-data yang didapat. Lalu, menentukan nilai parameter shape (β), parameter scale (η), reabilitas, MTTF (Mean Time to Failure), dari komponen-komponen kritis. Terakhir merekomendasikan jadwal preventive maintenance. Dalam penelitian ini pengolahan dan analisis data dilakukan melalui Big Data Analytics menggunakan R Software diharapkan kedepannya dapat dikembangkan menjadi sebuat aplikasi yang terintegrasi untuk mengimpor dan menganalisis data historis (data base), memudahkan untuk memprediksi kegagalan secara real time, memprediksi kegagalan sebelum muncul, dan dapat mengawasi equipment secara run on live. Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan, ditemukan bahwa ada 8 komponen kritis, Penentuan keandalan yang dilakukan dengan bantuan R software dengan menggunakan distribusi weibull menunjukkan saat 43.830 jam operasional atau 5 tahun, komponen yang memiliki keandalan paling rendah adalah Actuator dengan nilai sebesar 0,799. Keandalan sistem pada saat 43.830 jam atau 5 tahun adalah 0,866, nilai ini digolongkan sebagai kuat. Hasil dari evaluasi nilai parameter shape (β), menunjukan 7 dari 8 komponen di kategorikan IFR (Increasing Failure Rate) kegagalan ini diakibatkan oleh beberapa faktor seperti penuaan, korosi, gesekan, sehingga di sebut fase pengausan (wearout), dan solusi yang tepat untuk membuat rekomendasi jadwal preventive maintenance dengan T=80%.

Gas turbine is one tool that uses gas as a fluid to turn turbines with internal combustion so that it is able to turn generators to produce electricity. Gas turbines have a high level of danger, so research needs to be done to increase the high potential level of its components. If the machine is damaged, all functions will stop. Therefore, preventive activities are needed to prevent damage and minimize downtime. The stages of this research began by determining the critical components using pareto diagrams. Then visualize the data obtained. Then, determine the value of the form parameter (β), parameter scale (η), reliability, MTTF (Mean Time to Failure), from the critical components. Last scheduled preventative maintenance schedule. In this research, processing and analyzing data done through Big Data Analytics using R Software is expected to be developed in the future into an integrated application to facilitate and analyze historical data (databases), facilitate to predict in real time, predict changes before they appear, and Can keep running equipment directly. Based on the results of data processing that has been done, found that there are 8 critical components, Determination which is done with the help of R software using Weibull distribution shows when 43,830 operational hours or 5 years, the component that adds the lowest is the Actuator with a value of 0.799. The current system value of 43,830 hours or 5 years is 0.866, this value is classified as strong. The results of the evaluation of the form parameter values (β), showed 7 out of 8 components categorized as IFR (Increased Failure Rate) this improvement was caused by several factors such as aging, corrosion, friction, so it was called the wearout phase, and the solution needed for make a preventive maintenance schedule recommendation with T = 80%."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ibrahim
"ABSTRAK
Penggunaan gas alam dalam bentuk CNG di Indonesia masih perlu dilakukan dikembangkan. Padang adalah salah satu kota di Indonesia yang membutuhkan CNG kebutuhan transportasi, terutama untuk transportasi umum. Namun, tidak ada sisa gas alam yang tersisa di Sumatera Barat. Sumber gas alam terdekat dari area ini terletak di Duri. Ini membutuhkan logistik, desain teknis, dan ekonomi
ulasan untuk memfasilitasi gas alam untuk memenuhi kebutuhan transportasi. Gas alam yang dibutuhkan untuk gas angkutan umum adalah sekitar 11.152 lsp. Perhitungan logistik pengiriman CNG akan membutuhkan 2 truk dengan kapasitas 5.790 lsp (liter premium), masing-masing, dari Duri ke Padang. Total SPBG di Padang ditentukan oleh kapasitas dan permintaan di Padang dengan total 2. Masing-masing SPBG akan menerima 1 truk CNG per hari. Perhitungan desain teknis perlu menggunakan perangkat lunak proses. Untuk aspek desain teknis di Duri, the stasiun kompresor memiliki 2 unit kompresor untuk memampatkan gas dari 2 bar hingga 200 bar Kekuatan masing-masing kompresor adalah 51,01 kW untuk pertama dan 55,08 kW untuk kedua. Selain itu, kompresor membutuhkan 2 unit penukar panas untuk mendinginkannya gas dan 4 unit silinder tekanan yang memiliki 10 tabung. Untuk desain teknis aspek di Padang, 1 SPBG memiliki 3 tangki penyimpanan dengan volume 1,96 m3, prioritas panel adalah 1 set, dan dispenser adalah 3 unit kendaraan. Dengan skema pendanaan pemerintah 30% dari CAPEX, harga gas yang layak adalah Rp 5.200 / lsp. Perbandingan dari harga gas dan harga premium adalah Rp 187.500 / bulan jika mengkonsumsi 150 L / bulan. Dengan
harga ini, Net Present Value dari penelitian ini adalah Rp 2.651.172.954, Tarif Internal PT Pengembalian memiliki 9,92% dan Periode Payback selama 8 tahun.

ABSTRACT
The use of natural gas in the form of CNG in Indonesia still needs to be developed. Padang is one of the cities in Indonesia that requires CNG transportation needs, especially for public transportation. However, there is no residual natural gas left in West Sumatra. The closest natural gas source from this area is located in Duri. This requires logistics, technical design, and economics reviews to facilitate natural gas to meet transportation needs. The natural gas needed for public transport gas is around 11,152 lsp. The logistical calculation of the CNG shipment will require 2 trucks with a capacity of 5,790 lsp (liters of premium), respectively, from Duri to Padang. The total SPBG in Padang is determined by the capacity and demand in Padang with a total of 2. Each SPBG will receive 1 CNG truck per day. Technical design calculations need to use process software. For technical design aspects at Duri, the compressor station has 2 compressor units to compress gas from 2 bar to 200 bar. The strength of each compressor is 51.01 kW for the first and 55.08 kW for the second. In addition, the compressor requires 2 heat exchanger units to cool the gas and 4 pressure cylinder units which have 10 tubes. For the technical aspect design in Padang, 1 SPBG has 3 storage tanks with a volume of 1.96 m3, panel priority is 1 set, and dispensers are 3 units of vehicles. With a government funding scheme of 30% from CAPEX, a decent gas price is Rp 5,200 / lsp. The comparison of gas prices and premium prices is Rp 187,500 / month if it consumes 150 L / month. With this price, the Net Present Value of this study is Rp 2,651,172,954, PT Returns Internal Tariff has 9.92% and a payback period of 8 years."
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Brajaka Kusuma
"Pertumbuhan infrastruktur gas kota oleh badan usaha saat ini dianggap lambat dan tidak memenuhi harapan pemerintah. Lambatnya pembangunan infrastruktur disebabkan oleh rendahnya profitabilitas bisnis. Pemerintah berkomitmen untuk mendanai pengembangan infrastruktur jaringan gas kota setiap tahun, tetapi tetap tidak dapat membantu operator untuk menutupi biaya operasional. Solusi yang ditawarkan untuk mengoptimalkan alokasi gas kota adalah dengan mengevaluasi dampak ekonomi dari infrastruktur gas kota di area X, Y dan Z dengan metode rekayasa nilai. Studi ini berfokus pada pemilihan alternatif skenario untuk menentukan skema pemanfaatan gas kota yang optimal. Hasilnya menunjukkan arus kas gas kota dari daerah yang ada X, Y dan Z adalah minus. Area-area tersebut akan menghasilkan keuntungan dan dapat menutupi biaya operasional jika ada pengembangan pelanggan kecil dengan IRR>12%. Pelanggan rumah tangga tidak disarankan untuk mencapai skala ekonomi gas kota, kecuali dana pemerintah dan tingginya volume penggunaan gas.

The growth of city gas infrastructure by business entities is currently considered slow and does not meet government expectations. The slow development of infrastructure is due to the low profitability of the business. The government is committed to funding the development of the citys gas network infrastructure every year, but it remains can not help operators to cover the operational costs. The solution is offered to optimize the allocation of city gas is by evaluating the economic impact of the city gas infrastructure in area X, Y and Z with value engineering method. This study focuses on examining scenario alternatives to determine an optimum city gas utilization scheme. The results showed the cashflow of city gas from the existing area X, Y and Z are minuses. Those areas will make profits and can cover the operational costs if there are the development of small customers with IRR>12%. The household customers are not recommended to achieve the economic scale of city gas, except the governments funding and the high volume of gas usage."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ikawati
"Pemerintah Indonesia melakukan pengaturan harga jual gas bumi melalui pipa pada kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 58 tahun 2017. Peraturan tersebut belum mempertimbangkan daya beli konsumen gas bumi serta zona penetapan harga jual gas bumi ketika harga gas tersebut akan diterapkan. Tujuan studi ini adalah melakukan optimalisasi harga jual gas bumi hilir untuk sektor industri pada wilayah niaga yang ada di 46 kabupaten/kota. Optimalisasi dilakukan dengan memperhitungkan zona penetapan harga gas, net back produsen dan social welfare konsumen. Net back diperoleh dengan mengurangkan revenue penjualan gas bumi dengan biaya produksinya dari hulu sampai dengan hilir. Sedangkan social welfare diperoleh dari willingness to pay konsumen industri dikurangi harga jual gas bumi hilir. Perhitungan harga gas optimal dilakukan dengan metode optimasi multi obyektif untuk memperoleh titik optimum antara fungsi net back dan social welfare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona gas pool merupakan zona penetapan harga jual gas bumi hilir yang optimal karena memberikan efek minimal bagi konsumen industri dan memberikan kemudahan implementasi bagi pemerintah dan badan usaha pemegang izin usaha niaga gas bumi. Selain itu, harga di gas pool dapat mencakup beberapa wilayah jaringan distribusi dengan tingkat kematangan pasar yang berbeda. Harga gas optimal pada zona gas pool berada pada rentang 8,63-16,99 USD/MMBTU dimana sebagian besar dari harga gas dari formula peraturan berada dalam rentang tersebut.

Indonesia regulates the pipeline gas selling price in oil and gas downstream business activities by issuing the Minister of Energy and Mineral Resources Regulation Number 58 of 2017. It has formulated the gas price by calculating the trading companies' internal rate of return and margin but has not yet considered the purchasing power of their consumers and the gas price zone determination for when the gas price will be implemented. The study aims to optimize the gas price for industrial sector in the existing sales areas in 46 districts. The optimization is conducted by considering the pricing zones, producer net backs, and consumer social welfare. Net back value is calculated by subtracting natural gas sales revenue with upstream and downstream production costs. Social welfare value is calculated from the willingness to pay of industrial consumers minus the pipeline gas selling price. The optimal gas price is calculated using multi-objective optimization method to obtain the optimum point between the net back and social welfare functions. The study found that the gas pool is an optimal pricing zone due to have minimum effect for consumers and easy implementation for trading gas companies and government. The gas pool price can cover several cities that have different levels of market maturity. The optimal gas price in gas pool is around 8,63-16,99 USD/MMBTU that most of gas price from the regulation formulation is on this range."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
I Gusti Putu Agus Wiadi
"Tingkat efisiensi penggunaan energi di Indonesia khususnya dalam sektor transportasi masih rendah, hal ini tentu saja menjadi masalah yang serius. Oleh karena itu harus ada upaya konservasi energi. Teknologi sistem CCHP (Combined Cooling, Heating and Power) pada bangunan bandara merupakan salah satu jawaban dari tantangan pada sektor commercial building tersebut yang dibahas dalam penelitian ini.
Dalam penelitian ini dilakukan perbandingan antara pemakaian energi pada sistem eksisting (listrik dari jaringan PLN/konvensional) dengan sistem CCHP berdasarkan analisis teknis dan ekonomi pada bandara referensi. Selain itu juga akan dianalisis mengenai skema keekonomian sistem CCHP, yaitu sistem CCHP dibangun sendiri oleh pihak bandara atau melakukan kerjasama dengan ESCO melalui model bisnis BOT. Sistem CCHP disimulasikan dengan perangkat lunak berbasis analisis termodinamika dan konservasi energi dengan dasar desain FEL (Following the Electric Load).
Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem CCHP mampu menghemat konsumsi energi primer sebesar 83,32%. Berdasarkan efisiensi tersebut, bandara mendapat penghematan biaya energi listrik sebesar 50% dibandingkan kondisi eksisting. Keuntungan lain yang didapat adalah penurunan emisi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan sampai dengan 7,4% sehingga dapat mendukung terciptanya salah satu aspek pembentuk smart city.

The level of energy use efficiency in Indonesia especially in the transportation sector is still categorized as low, this absolutely becoming a serious problem. Therefore there must be energi conservation efforts. The CCHP (Combined Cooling, Heating and Power) system technology in airport buildings is one of the answer to the challenges in the transportation sector as discussed in this study.
In this study, energy consumption in the existing system (electricity from PLN / conventional network) with CCHP system are compared based on technical and economic analysis at reference airport. Besides, the CCHP system application scheme will also be analyzed, which is the CCHP system built by the airport itself or cooperating with ESCO through the BOT business model. The CCHP system is simulated with software based on thermodynamic analysis and energy conservation on the basis of FEL design (Following the Electric Load).
The simulation results show that CCHP system can save the primary energy consumption up to 83,32%. Based on this the primary energy consumption efficiency, the airport get electricity cost saving up to 50% compared to the existing condition. Another advantage obtained is the decrease in carbon dioxide (CO2) emissions produced up to 7.4% so that it could support the creation of one of the forming aspects of smart city.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
T52325
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Haris Munandar
"ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji proyeksi besaran kebutuhan energi primer jangka panjang untuk sektor kelistrikan Jawa Bali dari tahun 2015 s.d tahun 2050 dengan menggunakan model LEAP. Beberapa skenario proyeksi diterapkan dalam simulasinya yaitu skenario Referensi, skenario dengan variasi PDRB, skenario Optimasi Supply Side dengan variasi pada reserve margin, perbaikan susut, perbaikan efisiensi pembangkit, serta perubahan peran pembangkit gas menjadi pemikul beban dasar, dan skenario Optimasi Least Cost-Lower GHG. Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa berdasarkan Skenario Referensi dengan kondisi PDRB sebesar 5,6% per tahun, susut di transmisi dan distribusi pada 9,45%, reserve margin 35%, tidak ada kenaikan efisiensi pada pembangkit baru untuk PLTU dan PLTGU, dan target bauran energi untuk gas dan EBT sesuai dengan target KEN, pada tahun 2050, kebutuhan energi listrik untuk Jawa Bali diproyeksikan mencapai 596,69 TWh, dimana untuk memenuhi kebutuhan energi listrik tersebut, produksi energi listrik yang perlu disediakan adalah sebesar 658,97 TWh dengan total kapasitas pembangkit listrik mencapai 136,90 GW. Untuk memenuhi operasional pembangkit tersebut, proyeksi total kebutuhan energi primer yang perlu disiapkan adalah sebesar 1.835,88 TWh (6,61 milyar GJ) dengan rincian: batubara sebesar 131,6 juta ton setara 3,86 milyar GJ, gas alam sebanyak 2.690,8 BBTUD setara 1,04 milyar GJ, panas bumi setara 0,84 milyar GJ, tenaga surya setara 0,47 milyar GJ, biomassa sebanyak 15,8 juta ton setara 0,25 milyar GJ, tenaga air setara 0,15 milyar GJ, dan BBM 0,006 milyar GJ setara 165,7 ribu kL. Emisi gas rumah kaca yang dihasilkan pada skenario ini secara kumulatif (100 Year-GWP) adalah sebesar 8,76 milyar ton CO2.


In this thesis, we will study the forecasting long-term primary energy demand for the Java Bali electricity sector from 2015 to 2050 using LEAP model. Some projection scenarios applied to the simulation are Reference Scenario, Scenarios with variations in GDP growth, Supply Side Optimization Scenarios with variations in reserve margin, losses improvement, and power plant efficiency, and changing the role of gas power plants to be baseload power plants, and Least Cost-Lower GHG Optimization Scenario. The results of this study found that based on Reference Scenario with following condition: GDP of 5.6% per year, a T&D losses of 9,45%, reserve margin of 35%, no efficiency improvement of additional coal-fired power plants and gas-fired power plants, and energy mix targets for gas and renewable energy in accordance with National Energy Policy (KEN) targets. In 2050, the electricity demand for Java Bali is projected to reach 596,69 TWh in, where to meet the electricity needs, the electricity production that should be provided is 658,97 TWh with a total power generation capacity reaching 136,90 GW. To fulfill the operation of the power plant, the primary energy forecasting that need to be prepared are 1.835,88 TWh (6,6 billion GJ) with details: 131,6 million tons of coal (3,86 billion GJ), 2.690,8 BBTUD of natural gas (1,04 billion GJ), 0,84 billion GJ of geothermal, 0,47 billion GJ of solar power, 15,8 million tons of biomass (0,25 billion GJ), 0,15 billion GJ of hydro-power, and 166 thousand kL of diesel oil (0,006 billion GJ). Cumulative greenhouse gas emissions (100 Years-GWP) of this scenario are 8,76 billion tons of CO2.

"
2019
T52289
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yudha Pandu Dewanata
"Berdasarkan RUPTL 2017-2026, kebutuhan pasokan gas bumi untuk Pusat Pembangkit Listrik milik PLN semakin meningkat dari tahun ke tahun, termasuk untuk Pusat Pembangkit Listrik di Jawa Bagian Timur yang berlokasi di Gresik, Perak, Grati (Pasuruan) dan Madura (Sumenep). Sayangnya peningkatan kebutuhan pasokan gas bumi ini tidak diimbangi dengan ketersediaan pasokan gas pipa dari sumber-sumber gas bumi di sekitar Jawa Timur, sehingga diperlukan tambahan pasokan gas bumi dalam bentuk LNG dari luar area Jawa Timur dan sekitarnya. Pada penelitian ini dilakukan optimasi rantai pasokan gas bumi, dalam bentuk gas pipa dan LNG, sehingga didapatkan biaya penyediaan gas bumi terendah di plant gate Pusat Pembangkit Listrik Gresik, Perak, Grati dan Madura. Untuk pola logistik pasokan LNG disimulasikan menggunakan 2 (dua) skenario pasokan, yaitu tanpa Hub LNG dan dengan menggunakan Hub LNG di Gesik. Dari hasil optimasi yang dilakukan menggunakan aplikasi LINGO didapatkan model rantai pasokan gas yang paling optimal dengan skema distribusi LNG tanpa menggunakan Hub serta menggunakan kapal pengangkut LNG berukuran 35.000 m3, 55.000 m3 dan 65.000 m3. Biaya Penyediaan bahan bakar gas terendah untuk periode 2020-2027 adalah 8.022 Juta US$ dengan rata-rata harga gas di plant gate Pembangkit sebesar 8,50 US$/MMBTU.

Based on RUPTL 2017-2026, the need of natural gas supply for PLNs Power Station will increase from year to year, including for Power Station in Eastern Java located in Gresik, Perak, Grati (Pasuruan) and Madura (Sumenep). Unfortunately, the increasing demand is not followed by the availability of nearby pipeline gas supply sources, so that additional natural gas supply in the form of LNG from outside the area is needed. In this research, natural gas supply chain, both in the form of pipeline gas and LNG will be optimized, so as to obtain the lowest gas supply plant gate cost at Gresik, Perak, Grati and Madura Power Station. LNG supply logistics scheme it is simulated by using 2 (two) supply scenarios, without LNG Hub scenario and using LNG Hub scenario which located at Gresik.  Based on LINGOs optimization result, the most optimal supply chain model obtained by implementing the without LNG Hub scenario using 35.000 m3, 55.000 m3 dan 65.000 m3 LNG vessels. The lowest fuel gas supply cost during 2020-2027 is 8.022 million US$ with an average plantgate gas price at 8,50 US$/MMBTU."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
T52340
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>