Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Kunto Basworo
"Efektiiitas dan efisiensi kinerja pada perusahaan merupakan kebutuhan operasional yang mampu mendorong perusahaan untuk sclalu berkompetisi. Melalui efcktifitas dan efisiensi, perusahaan-perusahaan akan mendapatkan keuntungan finansial dan keunggulan-keunggulan lainnya. Perusahaan dibidang energy yang saling terkait dan memiliki kompetisi yang ketat selayaknya mcmperhatikan hal tersebut.
Tesis ini mempelajari dan meneliti persepsi karyawan terhadap sinergi intra infrastruktur organisasi yang berupa SDM dan non SDM dalam rangka untuk mencapaj efektifitas dan efisiensi kinexja perusahaan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatifi Hasil penelitian mendapatkan bahwa sinergi intra infrastruktur organisasi-SDM sangat mempengaruhi efektititas dan eiisiensi kinerja perusahaan. Namun, pada sinergi intra infrastruktur organisasi non SDM hanya memberi dampak positif terhadap efisiensi sqa dan tidak memberi hasil yang positif pada efektifitas kinerja perusahaan. Penelitian dilakukan pada perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Ihe needs of effectivity and efficiency of company performance are able to support the company on competition. Through effectivity and efficiency, the companies would gain the financial advantages and other advantages. Those should be considered in energy industry sector that correlated each other and had a tight competition.
The focus of this study is on employee perception on intra organimtion synergy on human resources/human capital (HR/HC) infrastructure and non human resources/human capital (noni-IR/HC) infrastructure in order to get effectiveness and efficient of company performances. These are quantitative research. The findings are both effectiveness and efficiency are iniluenced by I-IRfI~IC infrastructure. Other result found that the non HR/HC infiastructure is only have positive influence on efficiency only, while gave weak influence on effectivity. This study was done on companies at Indonesia.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T34226
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Agung Tri Tjiptadi
"Memasarkan suatu produk adalah suatu hal biasa bagi organisasi yang biasa memasarkan produknya sendiri. Berbeda dengan Mattei Jakarta Dua (MJD), memasarkan suatu produk adalah suatu hal yang diluar kebiasaan. Hal ini disebabkan selama ini pengembangan suatu produk dipusatkan di Departemen Design Development Head Quarter. Mattellnc. sedangkan pemasaran produk secara world wide di atur oleh Head Quarter Mattei Inc. MJD sebagai salah satu operation plant Mattei Inc. merencanakan memasarkan produk barn yang didesain oleh MID sendiri. Hal ini adalah pertama kalinya suatu operation plant Mattei Inc mengembangkan suatu produk barufashion dolls serta memasarkan sendirifashion dolls, terlebih MID tidak memiliki suatu departemen pemasaran dalam struktur organisasi perusahaan. Atas dasar inilah maka penulis yang juga sebagai staf engineering di MJD bemiat untuk melakukan studi atas strategi pemasaran produk barn yang akan dipasarkan oleh MID, yaitu Indonesian Native Fasion Dolls dengan tema yang dipilih adalah Minang Barbie.
Pemasaran produk yang terkesan mudah ini menjadi tidak mudah, disebabkan selain karena MID tidak memiliki departemen pemasaran, belum banyaknya organisasi yang memasarkan produk fashion dolls menyebabkan tidak ada organisasi yang dapat dijadikan benchmark. Selain itu literatur serta data - data mengenai kondisi pasar terhadap produk fashion dolls dapat dikatakan minim sekali. Target pasar Indonesian Native Fashion Dolls yang mayoritas adalah anak - anak yang merupakan volatile market menyebabkan diperlukannya pola pemasaran yang khusus. Anak - anak adalah pasar yang bisa diraih dengan dasar etika dan cara yang mempertimbangkan perkembangan psikologi seorang anak.
Tujuan dari studi ini adalah untuk memberi masukan bagi manajemen MID dalam menentukan araban strategi pemasaran Indonesian Native Dashion Dolls. Selama melakukan studi ada beberapa temuan yang dapat dijadikan suatu dasar kebijakan. Salah satunya adalah kesempatan dalam mernasarkan Minang Barbie sebagai Indonesian Native Fashion Dolls terbuka pada pasar Indonesia. Pasar yang terbuka ini disebabkan kondisi persaingan head to head dapat dikatakan tidak ada, potensial pangsa pasar cukup besar di kota - kota besar Indonesia, brand awareness cukup baik pada pasar Indonesia, identifikasi produk Minang Barbie yang cukup jelas dan berpotensi sebagai suvenir khas budaya Indonesia serta saluran distribusi cukup marnpu rnencapai potensial pasar di kota - kota besar. Selain itu faktor ekstemal dan internal yang mendukung diantaranya adalah dari segi kapasitas pernbiayaan dalam arti budget dan non pernbiayaan dalam arti surnber daya serta kapasitas produksi terpasang MID.
Faktor yang dapat rnenjadi harnbatan adalah MID tidak mernpunyai surnber daya yang memiliki pengetahuan cukup dalam bidang pemasaran. Dengan tidak memiliki sumber daya pemasaran, rnaka keberhasilan pernasaran dari Minang Barbie sangat tergantung dari sole distributor yang ditunjuk oleh Mattei South East Asia, yaitu Emway Sakti. Emway Sakti sebagai sole distributor yang ditunjuk mempunyai target pasar menc~p anak pra sekolah, anak sekolah, konsumen dewasa serta sebagai suvenir turis.
Beberapa usulan pemecahan masalah diantaranya strategi pengembangan produk dari MID sebaiknya lebih terarah untuk ja..'lgka panjang, hal ini disebabkan kesempatan pemasaran Indonesian Native Fashion Dolls yang terbuka Iebar. Dengan strategi jangka panjang maka manajemen MID perlu mempertimbangkan orang - orang yang memiliki pengetahuan cukup di bidang pemasaran khususnya industri maman di Indonesia ke dalam tim Product Development.
Disisi lain MID perlu mengarabkan Emway Sakti untuk mengkaji kembali strategi bauran pemasaran yang dilakukan oleh Em way Sakti. Strategi harga yang dilakukan oleh MID dengan strategi penetration pricing sebaiknya tidak diambil kesempatan bagi pihak Emway sakti untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Strategi promosi yang dilakukan sebaiknya juga mempertimbangkan psikologi anak dengan memperbaiki dari tampilan iklan di media TV. Selain itu dalam strategi saluran distribusi, pibak Emway Sakti juga dapat menjajaki kemungkinan memasarkan melalui Departemen Parawisata.
Dalam pelaksanaan produk launching dapat dilakukan program - program analisa Critical Path Analysis (CPA) sehingga memudahkan untuk menganalisa kemajuan dari setiap aktivitas yang telah dilakukan. Serta mencegah terjadinya bottleneck pada aktivitas tertentu, seperti pemilihan media promosi dan dalam melakukan negoisasi terhadap retailer dalam memilih pola distribusi.
Dengan memiliki strategi jangka panjang dalam pemasaran Indonesian Native Fashion Dolls, maka MID akan memiliki sumber daya yang handal dalam pemasaran sehingga MJD dapat menciptakan departemen pemasaran yang bertanggung jawab terhadap produk Barbie fashion dolls yang akan didesain di Indonesia dan dipasarkan baik di Indonesia sendiri maupun di regional South East Asia.
Selain itu perlu dijajaki aliansi strategi antara MID dengan saluran distribusi yang ada di Indonesia untuk memasarkan produk- produk Mattei selain darifashion dolls, sehingga pasar di Indonesia dapat dipuaskan dengan produk - produk Mattei yang saat ini hanya dapat dilihat di media asing atau pada situs e-commerce asing di internet."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2000
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Menayang, Alfred P.
"Berdasarkan UU No. 44/Prp. Tahun 1960 clan UU No. 8 tahun 1971, kegiatan pengusahaan minyak clan gas bumi (migas) di Indonesia diserahkan pemerintah kepada Pertamina. Dari perspektif dunia bisnis, hal mi identik dengan pemberian hak monopoli kepada Pertamina pada industni migas di Indonesia, balk pada industri hulu maupun industri hilir.
Kondisi mi bisa dimengerti setelah melihat peran clan arti yang sangat strategis dari industri migas bag kelangsungan pembangunan di Indonesia, baik dari segi penerimaan devisa clan penerimaan negara, maupun dari segi penyediaan energi dalam negeri. Tidak mengherankan apabila aspek politik dalam pengusahaan migas di Indonesia menjadi sangat dominan, karena adanya national interest untuk memelihara kedaulatan clan meningkatkan kemakmuran Indonesia.
Namun, perkembangan baru yang terus mengarah kepada sistem perdagangan clan investasi bebas telah mempengaruhi kebijakan clan strategi kalangan bisnis maupun pemenintah. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dan pasar global, Indonesia mau tidak mau harus ikut serta dalam komitmen-komitmen seperti AFTA, WTO clan APEC. Bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia yang sangat memenlukan modal clan teknologi dari luar, adanya deregulasi clan debirokratisasi akan sangat mempengaruhi daya tank untuk beninvestasi Iangsung di negara tersebut.
Karya Akhir ml ditulis dengan perspektif sebuah perusahaan multinasional yang tertarik untuk memanfaatkan peluang-peluang bisnis di Indonesia pada industri hilir perminyakan. Ada beberapa hal yang menarik perusahaan multinasional untuk melakukan investasi pada industri hilir perminyakan di Indonesia, antara lain : antisipasi deregulasi UU perminyakan tentang monopoli Pertamina, pertumbuhan ekonomi yang pesat clan pasar yang sangat besar, serta keterbatasan fasilitas produksi Pertamina untuk memenuhi kebutuhan domestik yang semakin meningkat.
Agar mendapatkan keunggulan bersaing pada industri hilir perminyakan pasca deregulasi nanti, perlu dilakukan positioning sedini mungkin di Indonesia. Usaha mi mencakup penyusunan strategi dengan penekanan pada aspek politik dari suatu pemasaran internasional. Namun, perlu adanya trade off yang optimal antara strategi national responsiveness clan international integration.
Studi kasus pada Karya Akhir mi diarahkan pada strategi investasi langsung perusahaan pada industni minyak pelumas di Indonesia sebagal langkah awal untuk kegiatan-kegiatan Iebih lanjut di industri hilir perminyakan. Walaupun sampai saat mi secara umum industri hilir perminyakan di Indonesia masih dimonopoli oleh Pertamina, tetapi pemenintah sudah mulai membenikan peluang kepada swasta dalam industri minyak pelumas, baik melalui pembangunan Lube Oil Blending Plant (LOBP) dengan Pertamina maupun melalui pembangunan pabnik minyak pelumas dengan proses pendauran ulang.
Pembahasan strategi korporat, strategi bisnis clan strategi pemasaran pada industni mmnyak pelumas dengan berbagai perangkat analisis sampai pada kesimpulan bahwa strategi memasuki pasar dengan keuntungan yang maksimum adalah melalui pendirian LOBP dengan Pertamina, dan strategi kepemitikan dengan resiko minimum adalah melalui pendirian perusahaan patungan (joint venture).
Di samping itu, perusahaan disarankan melakukan strategi intensif melalul penetrasi pasar. Agar mendapatkan keunggulan bersaing dalam industri minyak pelumas di Indonesia, disarankan strategi generik fokus yang berorientasi pada diferensiasi produk. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1996
T4368
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Benita nusetyarini
"PLTU Jawa Tengah 2 X 1 000 MW merupakan prog1am percepatan pembangklt
I 0 000 MW tahap II yang ddakukan PLN untuk mengeJar pertumbuhan
kebutuhan hstrrk nasronal yang terus menmgkat setrap tahun PL TU m1 d1katakan
akan menJadr PLTU dengan kapas1tas pembangklt terbesar se As1a Tenggara
Trdak hanya rtu PLTU mr JUga termasuk ke dalam dua program nasronal ymtu
Public P111 ate Pm tnu shzp yang drcanangkan untuk mempetcepat pembangunan
mh astt uktur setia Masterplan Pet cepatan dan Pet!uasan Pembangunan Ekonom1
Indonesia (MP3EI) Namun p10yek PL TU m1 menghadap1 banyak hambatan dan
stet! choldu y1ng sesungguhnya dapat drJadikan peluang Stud1 mt menerapkan
pendekatan mteliJen sttategtk pada PT Bhnnasena Powet Indonesta (BPI) selaku
pelabana proyek sebagar basrs untuk ment,atasr hambatan pembangunan p10yek
dent, 111 matWJemen srstem fon5z;)zt untuk membe11 tempat kepada 5takcholdu
Penchttm test'> m1 adalah penelittan kualrtatJt yang drlakukan dengan metode
rlmnh dt1dlt'>t'> mteliJen (Prunckun 2010) Data dtkumpulkan dati sumber terbuka
sepet tt Opw Sow u.. Data (OSD) Open Sow ce Infm matzon (OSIF) Open Sou1 ce
Intdlz0 wcc (OSINT) dan Valzdatcd OSINT (OSINT V) termasuk melalm
\\'1wanc'11 1 Penehttan mt menggunakan konsep pemtknan da11 Ltebowttz (2006)
tent'1nt, mteltJen sttatejik Vecchtato (2011) tentang srstem fonszght dan Nutt
( 1999) tent1111:, ptoses pengambrlan keputusan Untuk mendukung proses anal!sts
juga chgun1kan tekmk 5takcholdu mappzng dan 5oczal nctvvo1 k analy5Z5
Hast! penelttnn menemuk1n bahwa BPI secma mandm dapat menerapkan
mteliJen stt dtejtk 1ga1 memahamr \takcholdu sekalrgus menggunakan 5takcholdu
sebapt ->umbet mtei!Jen Dengan berbekal hal tersebut BPI mengetahm cb n e1 s of
chan&c tetlnd1p kelangsung1n ptoyek Srstem jo1e~zght JUga membantu BPI
untuk mehkukan co u uztzon goal\ 1t1u 1 aluc c1 wtzon dan p10ses pengambrlan
keputus1n betlangsung lebd1 cep1t kat ena bet bekal mf01 masr mteliJen

Central Jawa Powe1 Plant 2 X I 000 MW z.s mcluded zn the ja.st t1 ack p1 og1 am
I 0 000 MW phase II whzch bezng w 1 anged by PLN to fitlfzll the zncreaszng needs
of elect1 zczty supply each yem The powu plant zs .stated to be the bzggest power
plant zn South Ea.st Asza Othe1 than that the power plant zs also zncluded m two
natwnal prog1 ams whzch we Publzc P1zvate Pm tne1.shzp to enhance
znji astructw e development and Masterplan fm Acccle1 atwn and E1.panswn on
Indonesza s Economzc Development (MP3EI) Howcve1 the powu plant proJect
ha.s faczng so many obstacles fi om the stakeholdu whzch actually can become
oppm tunztzes Thzs .study zmplunent.s .st1 ategzc zntcllzgence app1 oach to PT
Bhzma.sena Power Indonu.za (BPI) as the p1 OJect cont1 act01 zt become.s the bmzs
to ove1 come obstacles zn the p1 OJCCl con.st1 uctwn by u.szng fm eszght .S} \tem
managunent to gn e opp01 tunztv (o1 the .stakeholdu
Thz\ thc.sz.s z.s a qualztatz1 c 1 c.sw1 ch whzch bung done hv .suentzfic method\ of
tntcllzgena ana/y.sz.s (P1 unci un 20 I 0) The data z.s guthu ul f1 om open .sow co
.such a.s Open Sow ce Data (OSD) Open Sow cc Infounatwn (OSIF) Open Sow cc
Intcllzgena (OSINT} and Valzdatul OSINT (OSJNT V) zncludmg zntenzew.s The
1 e.suu ch z.s u.szng concept\ by Lzehonzt::: (2006) about .st1 atcgzc zntcl!tgena
Vachzato (20 II) about foi c.s1ght .s y.stun and Nutt (!999) about deczswn makmg
p1 occ.s.s To .supp01 t the analvtzwl p1 oa.s.s stakeholdu mappzng technzque and
.soual nct1VOII analys1.s we al.so hung used zn thz.s thesz.s
The 1 uuu ch 1 c 1 at!ed that BPI wn apphul .st1 ategze zntclhgena zndependentlv to
undu .stand the stakeholdu u.s \1 ell as to usc the stakeholdu a.s the sow ccs of
znfm malum Ba.sul on that BPiundu stand.s the ({, zvu .s of change [01 the p1 OJCCt
P' ogn s.s Fon.szght .s y\tun a I .so a.s \z.st.s BPI to do co c1 uttwn goals 01 value
u uttwn and the decz.szon malmg p1 oas.s can he done fa.stu due to the p1 e.suzce
of mtclhgcnce zn[01 mat1on
"
Jakarta: Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, 2012
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Simangunsong, Edward
"Strategic Management has been widely discussed in the context of competitive advantage building a fundamental need by firms for competition Competitive advantage of a firm may be reached by implementing distinguished strategies where its resources and capabilities are leveraged to overcome extemal environment forces. Strategic decision works at the operational level of strategy implementation. Strategic decision is getting more relevant for an industry risking massive capital and requiring high technology in environment uncertainties like oil and gas industry.
This research has surveyed upstream oil and gas business segment of PT Medcol-Energi International Tbk to study the roles of ?strategic decision? thru ?asset portfolio management", ?operational success?, and ?financial risk management? tasks that have influences to its company?s performances. MedcoEnergi is a holding company which has several entities in its portfolio. Underneath the parent's company consists of business units and assets portfolio. Strategic decision consequently should occupy either at corporate level or at business level. Organizational structure, executive paradigms, functional perspective integration dimensions should have shaped the strategic decisions.
This study addresses three main questions. First, do the strategic decision roles effects on company?s perfonnances thru asset portfolio management. Second, do the strategic decision roles effects on company?s performances thru operational success. Third, do strategic decision roles effects on oompany's performances thru financial risk management. In making strategic decision "organizational structure", "executive paradigm", and "functional perspective" dimensions are measured.
A survey was conducted in MedcoEnergi group companies to measure the roles of strategic decision in achieving its performances through asset portfolio management, operational success, and inancial risk management. Questionnaires were distributed along to samples under criteria reaching 55 respondents across the organizational structures, job positions, and job unit so the profiles has represented strategic decision makers and supporter around the group that focused on up stream oil and gas industry.
The results indicate that strategic decision has not been accordingly practiced to support asset portfolio management but slightly support operational success and financial risk management which remarked by insignificant relationship among the variables. As conclusion, the performance within the time name surveyed of MedocEnergi generated from its up stream oil and gas exploration and development business segment not appeared to reach its optimality.
This study should make important contributions which would promote the importance of further research of strategic decision roles in the up stream oil and gas industry as a whole. The Endings here offer to practice strategic decision in tackling strategic issues such as to manage portfolio of assets (proved reserves), to manage operational success more sharply, to manage financial risk more expanded to capability of the companies to reduce risks. By having those issues considered through strategic decision, the company's? performances would be expected higher than current level."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T-pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library