Latar Belakang:Infeksi yang terjadi di rongga mulut dapat berasal dari odontogenik atau non-odonogenik.Penyebab terbesar infeksi yang melibatkan daerah kepala dan leher (90-95%) adalah berasal dari gigi. Dua hal yang menjadi penyebab utama terjadinya infeksi odontogenik yaitu lesi periapikal akibat nekrosis pulpa ataupun invasi bakteri ke jaringan periapikal, dan lesi periodontal disertai poket periodontal. Faktor-faktor predisposisi seperti pada pasien dengan kecanduan alkohol, kebiasaan merokok, Diabetes Mellitus yang tidak terkontrol, dan beberapa kondisi sistemik lainnya dilaporkan dapat meningkatkan resiko perawatan yang lebih lama.
Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara tingkat keparahan infeksi odontogenik pasien, etiologi gigi penyebab infeksi odontogenik, pasien infeksi odontogenik disertai kondisi sistemik dan faktor predisposisidengan lama rawat inap di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Material dan Metode: Rekam medis pasien infeksi odontogenik, Bedah Mulut dan Maksilofasial RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumoselama periode Januari 2014-Desember 2018 dikumpulkan dan didapatkan 87 orang. Setiap sampel diidentifikasi adanya pengaruh jenis kelamin, umur, tingkat keparahan infeksi odontogenik (Flynn Score), etiologi gigi penyebab, kondisi sistemik, faktor predisposisi (merokok) dengan lama rawat inap (LOS). Data diolah dengan uji Chi Square. Uji hipotesis korelatif dilakukan dengan Uji Fishers Exact.
Kesimpulan:Ditemukan hubungan yang bermakna antara tingkat keparahan infeksi odontogenik pasien menurut Flynn Scoredengan lama rawat inap(LOS)dengan nilai α = 0.014 (α < 0.05).Etiologi gigi penyebab dengan α = 0.038 (α < 0.05)dan umur denganα = 0.014 (α < 0.05) juga memberikan hasil yang signifikan yang menunjukkan adanya hubungan dengan lama rawat inap(LOS). Selain itu didapatkan kesimpulan bahwa infeksi odontogenik tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan jenis kelaminα = 0.945 (α > 0.05), kondisi sistemik α = 0.108 (α > 0.05), maupun faktor predisposisi (merokok) α = 0.237 (α > 0.05) dengan lama rawat inap(LOS).
Tesis ini bertujuan untuk menganalisis hasil studi-studi terdahulu mengenai keberhasilan tatalaksana implan gigi pada pasien dengan konsumsi bisfosfonat, baik berdasarkan cara pemberian bisfosfonat, maupun pengaruh waktu pemberian bisfosfonat terhadap keberhasilan tatalaksana implan gigi. Penelitian ini merupakan sebuah systematic review dengan desain deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan implan pada pasien dengan konsumsi bisfosfonat cukup tinggi, baik berdasarkan cara pemberian maupun waktu pemasangan implan gigi terhadap waktu pemberian bisfosfonat; tidak semua pasien yang mengkonsumsi bisfosfonat akan mengalami osteonecrosis of the jaw.
ÃÂÃÂÃÂÃÂ
This study aims to analyze the results of previous studies on the successful management of dental implants in patients with bisphosphonate consumption, both based on the way bisphosphonates are administered, as well as the effect of the time of bisphosphonate administration on the successful management of dental implants. This study is a systematic review with a descriptive design. The results of this study indicate that the success of implants in patients with bisphosphonate consumption is quite high, both based on the way they are administered and when the dental implants are placed against the time of bisphosphonate administration; not all patients taking bisphosphonates will experience osteonecrosis of the jaw."