Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Albert Oktavian
"Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (The Sustainable Development Goals disingkat SDGs) telah menarik perhatian berbagai organisasi bisnis dan menjadi isu penting dalam keberlanjutan perusahaan bagi pemangku kepentingan. Berdasarkan Agensi Teori dan Teori Eselon Atas, penelitian ini menyelidiki pengaruh kepemilikan terkonsentrasi dan CEO yang diukur dengan karakteristiknya seperti jenis kelamin, usia, keahlian dan masa kerja terhadap pengungkapan SDGs dan perbedaan pengaruhnya antara High Profile Industry dan Low Profile Industry. Untuk mengukur pengungkapan SDGs, penelitian ini menggunakan pendekatan analisis konten Laporan Keberlanjutan dengan pemetaan target SDGs. Menggunakan konteks perusahaan Indonesia periode 2017-2020, penelitian ini menemukan bahwa kepemilikan terkonsentrasi, dan CEO yang lebih muda memiliki pengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan SDGs. Perusahaan pada High Profile Industry, konsentrasi kepemilikan dan CEO yang memiliki latar belakang pendidikan akuntansi keuangan dan/atau berpengalaman bisnis pada bidang industri yang sama dengan industri perusahaannya yang berpengaruh positif signifikan, berbeda dengan perusahaan pada Low Profile Industry bahwa hanya usia dan masa kerja CEO yang memiliki pengaruh. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa ukuran perusahaan, aset tak berwujud dan komitmen keberlanjutan merupakan faktor penting dalam pengungkapan SDGs.

The Sustainable Development Goals (SDGs) have attracted the attention of various business organizations and become an important issue in corporate sustainability communication to the stakeholders. Based on agency theory and upper echelons theory, this study investigates the effect of ownership concentration and characteristics of CEO such as gender, age, expertise, and tenure on the Sustainable Development Goals (SDGs) Disclosure and whether the effects are different between High Profile Industry and Low Profile Industry. To measure SDGs disclosure, this study used content analysis of the Sustainability Report by mapping with the SDGs target. Using Indonesian context from 2017 to 2020, this study finds that concentrated ownership and younger CEO has a positive significant effect in SDGs disclosure. For companies in the High Profile Industry, the concentration of ownership and CEO has an educational background in financial accounting and/or business experience in the same industry as the company's industry that has a positive significant influence, in contrast for companies in Low Profile Industry that age and tenure of CEO have a significant influence. This study implies that company size, intangible assets, and commitment to sustainability are important factors in SDGs disclosure."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
R. Arhy Ardhana
"Tesis ini membahas tentang pengaruh total arus kas, arus kas operasi, dan laba bersih terhadap pembayaran dividen tunai pada industri konsumsi, tekstil, alas kaki, properti, telekomunikasi dan transportasi. Total arus kas digunakan dalam penelitian ini karena variabel ini dapat menghindari pengaruh alokasi sehingga diharapkan prediksi pembayaran dividen tunai menjadi lebih baik. Arus kas operasi digunakan sebagai salah satu variabel penelitian ini karena arus kas ini merupakan hasil kegiatan operasi perusahaan yang sering dipakai sebagai dasar dalam membagikan dividen tunai. Laba bersih digunakan juga dalam penelitian ini karena sering dinyatakan sebagai indikasi kemampuan perusahaan dalam melakukan pembayaran dividen tunai.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif data sekunder. Data-data penelitian yang digunakan diperoleh melalui laporan keuangan yang telah diaudit yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia (BEI). Tahun penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dari tahun 2005 hingga tahun 2007. Teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan metode Random Effect Model. Penilaian dilakukan dengan menggunakan probabilita dan nilai statistik uji-t yang dihasilkan metode ini. Hal tersebut untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh antara variabel-variabel independen terhadap variabel dependen.
Hasil penelitian ini adalah tidak adanya pengaruh signifikan antara total arus kas terhadap pembayaran dividen tunai. Akan tetapi, arus kas operasi dan laba bersih memiliki pengaruh signifikan terhadap pembayaran dividen tunai. Hasil penelitian tersebut dapat diketahui berdasarkan uji-t metode Random Effect Model yang menunjukkan bahwa probabilita uji-t yang dihasilkan variabel total arus kas lebih besar dari 0.5. Sedangkan probabilita uji-t yang dihasilkan variabel arus kas operasi dan laba bersih lebih kecil dari 0.5. Namun variabel arus kas operasi memberikan pengaruh negatif terhadap pembayaran dividen tunai. Hal tersebut terjadi karena nilai t-statistik arus kas operasi lebih kecil dari — t-tabel. Sedangkan laba_bersih memberikan pengaruh positif terhadap pembayaran dividen tunai karena t-statistik yang dihasilkan lebih besar dari t-tabel.

The focus of this study to discuss the influence of total cash flow, operating cash flow, and net income on cash dividend payment in consumption, textile, shoes, property, telecommunication, and transportation industries. Total cash flow is used in this study because this variable can avoid allocation influence thus prediction of cash dividend payment to be better. Operation cash flow is used as one of variable in this study because this cash flow constitute company’s operating activity result than often used as cash dividend payment foundation. Net income is used too in this study because otherwise as company’s ability indication in cash dividend payment.
This study a quantitative research using secondary data. The research data that are used in this research are obtained from audited annual reports that listed in Indonesia Stock Exchanges (ISE). This study covers the periods of 2005 until 2007. This study uses Random Effect Model in analyzing data. The appraisal is done by probability and statistic value of t-test from this model. The function is to know immanent or not influence of independent variables on dependent variable.
The results of this study shows that total cash flow has no significant influence on cash dividend payment. Nevertheles operating cash flow and net income have significant influence on cash dividend payment. The results are based on t-test Random Effect Model that show t-test probability of total cash flow variable bigger than 0.5. However t-test probability of operating cash flow and net income variable smaller than 0.5. however operating cash flow gives negative influence to cash dividend payment. It can be happen because t-statistic value operating cash flow smaller than -t-table. While net income gives positive influence to cash dividend payment because it’s t-statistic bigger than t-table.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2010
T33494
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Galih Fajar Muttaqin
"Penelitian ini mengenai kesiapan perusahaan dalam melakukan corporate social responsibility yang mengacu pada ISO 26000 draft WD 4.2 di PT Astra International Tbk Melalui penelitian ini dijelaskan bagaimana kesiapan perusahaan dalam melakukan corporate social responsibility yang mengacu pada ISO 26000 draft WD 4.2 sebagai petunjuk dalam pengimplementasian corporate social responsibility.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kesiapan perusahaan dalam melakukan Corporate Social Responsibility berdasar pada ISO 26000 draft WD 4.2, dalam rangka penerapan dan pelaksanaan corporate social responsibility di dalam perusahaan. Penelitian ini juga diharapkan mampu memberikan masukan kepada perusahaan dalam meningkatkan pelaksanaan corporate social responsibility PT Astra International Tbk dalam meningkatkan peran dan kinerjanya.
Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisa deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data-data diperoleh dengan menggunakan metode wawancara dan diskusi dengan pihak manajemen terutama dengan Committee of Corporate Social Responsibility PT Astra International Tbk yang berlokasi di daerah Sunter-Jakarta, diolah dan kemudian dikelompokan berdasarkan kriteria ISO 26000 draft WD 4.2 seperti organizational govemance; human rights; labour practices; the environment; fair operating practices; consumer issues; dan community involvement and development
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa PT Astra international Tbk telah memiliki kesiapan dalam melakukan corporate social responsibility yang berdasarkan ISO 26000 draft WD 4.2. Kesiapan tersebut ditunjukan oleh PT Astra International Tbk, terlihat dengan adanya AFC yang digunakan sebagai pedoman implementasi CSR. Dimana AFC tersebut memiliki banyak kesamaan isi dengan ISO 26000 draft WD 4.2. Semakin baik pelaksanaan CSR perusahaan, maka hal tersebut menunjukan bahwa perusahaan memiliki kepedulian dan tanggung jawab atas lingkungan sekitar."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T25785
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Amelia Frizka Lesmana
"Laporan magang ini membahas evaluasi terhadap prosedur strategi diversifikasi pendapatan pada proyek penyusunan strategi diversifikasi pendapatan yang dilakukan oleh DRA Consulting, sebuah anak perusahaan KAP DRA Indonesia yang bergerak di bidang jasa konsultasi. KAP DRA Indonesia merupakan sebuah kantor akuntan public yang menyediakan layanan audit & asuransi, konsultasi, layanan bisnis & outsourcing, layanan hukum, dan pajak kepada klien perusahaan public, swasta, BUMN, maupun instansi pemerintah. Dalam proyek ini, tugas DRA Consulting adalah menghitung kelayakan finansial suatu proyek menggunakan parameter NPV dan IRR, termasuk pembuatan model keuangan dan perhitungan tingkat diskonto sebagai dasar perhitungan kelayakan finansial. Selain model finansial, proses penyusunan strategi diversifikasi pendapatan turut melibatkan analisis rasio keuangan untuk menilai kinerja perusahaan dan analisis PESTLE, Porter Five Forces, dan Matriks IFE-EFE. Berdasarkan hasil evaluasi, proses penyusunan strategi diversifikasi yang dilakukan telah sesuai dengan teori yang ada. Namun, ditemukan perbedaan dalam detail langkah penyusunan strategi diversifikasi seperti rasio yang digunakan dalam proses analisis keuangan dan interpretasi hasil akhir skor tertimbang Matriks IFE-EFE. Laporan magang ini juga membahas refleksi diri penulis selama menjalani magang serta rencana pengembangan diri setelah penulisan. Penulis menemukan bahwa lingkungan kerja yang positif memiliki dampak yang signifikan terhadap kinerja. Meskipun menghadapi tantangan dan keraguan terhadap kemampuan diri, penulis mampu mengatasi hal ini dengan rasa syukur dan kesadaran atas dedikasi dan usaha. Penulis juga mengembangkan strategi untuk mengatasi tekanan pekerjaan yang menumpuk dan tenggat waktu singkat.

This report discusses the evaluation of the revenue diversification strategy procedures on the revenue diversification strategy project conducted by DRA Consulting, a subsidiary of KAP DRA Indonesia that operates in the consulting services sector. KAP DRA Indonesia is a public accounting firm providing audit & assurance, consulting, business & outsourcing services, legal services, and tax services to public, private, state-owned enterprises, and government agencies. In this project, DRA Consulting's task was to calculate the financial feasibility of a project using NPV and IRR parameters, including the creation of financial models and the calculation of discount rates as the basis for financial feasibility calculations. In addition to financial models, drafting revenue diversification strategies also involved financial ratio analysis to assess company performance and PESTLE analysis, Porter Five Forces, and IFE-EFE Matrix. Based on the evaluation results, drafting the diversification strategy was in line with existing theories. However, differences were found in the detailed steps of strategy formulation, such as the ratios used in the financial analysis process and the interpretation of the final weighted scores of the IFE-EFE Matrix. This internship report also discusses the author's self-reflection during the internship and plans for self-development after writing. The author found that a positive work environment has a significant impact on performance. Despite facing challenges and self-doubt, the author was able to overcome them with gratitude and awareness of dedication and effort. The author also developed strategies to cope with piled-up work pressure and tight deadlines."
Depok: Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Mahdan
"Penelitian ini mengkaji pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) di sektor perbankan di Indonesia ditinjau dari aspek pelaporannya dan menganalisis korelasi tingkat pelaksanaan GCG Bank terhadap kualitas kredit perbankan. Obyek dalam penelitian ini adalah 122 bank yang beroperasi di Indonesia. Jumlah sampel untuk menilai tingkat pelaksanaan GCG Bank adalah 95, sedangkan jumlah sampel untuk pengujian korealsi adalah 68 bank. Analisis dilakukan dengan melakukan skoring terhadap laporan pelaksanaan GCG Bank berdasarkan kriteria yang ditetapkan BI. Untuk mengetahui korelasi antara tingkat pelaksanaan GCG Bank dan rasio Non Performing Loan (NPL) digunakan Korelasi Pearson.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62% dari sampel Bank telah melaksanakan GCG dengan baik, 28% cukup dan 10% masih kurang. Uji korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi antara skor pelaksanaan GCG dengan rasio NPL atau kualitas kredit bank. Bank Indonesia sebaiknya perlu meningkatkan evaluasi terhadap pelaporan GCG bank untuk memastikan bahwa pengungkapan pelaksanaan GCG telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

This research studied the implementation of Good Corporate Governance (GCG) in banking sector in Indonesia viewed from its reporting aspect and analyzed the correlation between GCG implementation level and banking credit quality. The object of this research is 122 banks operating in Indonesia. Total sample for evaluating GCG implementation level is 95, while total sample for correlation test is 68. The analysis was performed by scoring bank’s GCG implementation reports against the criteria established by BI. To see the correlation between GCG implementation level and Non Performing Loan (NPL) ratio, Pearson Correlation was used.
The result showed that 62% of sampled banks have implemented GCG good, 28% fair and 10% poor. The correlation test showed that there is no correlation between the scores of GCG implementation and NPL ratio. Bank Indonesia needs to improve its evaluation on banks’ GCG reports to ensure the disclosure of GCG implementation is in accordance with prevailing regulations.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2010
T33496
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Okvian Dyah Elma Susanti
"Tesis ini membahas pilihan atas alternatif pendanaan yang lebih baik antara Obligasi dan Sekuritisasi Aset untuk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Saat ini permasalahan maturity mismatch yang dihadapi oleh perusahaan menyebabkan bank menghadapi risiko likuiditas yang tinggi, untuk itu tulisan ini akan menganalisis melalui rasio keuangan bagaimana dampak terhadap pos-pos laporan keuangan setelah menggunakan alternatif dari pendanaan tersebut. Penelitian ini merupakan studi kasus pada perusahaan dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menyarankan bahwa perusahaan lebih baik menggunakan dan mempertahankan pendanaan melalui Sekuritisasi Aset selain dapat menghindari perusahaan terhadap resiko kredit namun juga secara kontinyu dapat meningkatkan fee based income.

This thesis explores a better alternative funding options between Bond and Asset Securitization for PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Presently maturit y mismatch problems faced by the company led to banks facing high risk liquidity, for that reason this paper will analyze how the impact of the financial ratios of the financial statements of the posts after using of the said alternative financing. This research is studying the case in companies with a descriptive design. The results suggest that the company is better to use and maintain the financing through Asset Securitization in order to not only avoid credit risk but also can continuously improve the fee-based income."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2010
T33510
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Silalahi, Harry Ferdinand
"Penelitian ini berupaya menganalisis tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial bank umum di negara negara ASEAN 5 yaitu Indonesia Filipina Malaysia Singapura dan Thailand pada tahun 2014. Tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial ini diketahui melalui analisis deskriptif dari hasil content analysis dengan menggunakan indikator GRI G4 Sustainability Reporting Guidelines dan GRI G4 Sector Disclosures Financial Services. Penelitian ini menemukan bahwa secara keseluruhan tingkat pengungkapan perbankan di Thailand adalah yang tertinggi disusul oleh Indonesia Malaysia Filipina dan tingkat pengungkapan terendah oleh perbankan di Singapura Selain itu perbankan yang menerbitkan Laporan CSR Tersendiri diketahui menunjukkan tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial yang lebih tinggi dibandingkan dengan perbankan yang hanya mengandalkan pengungkapan tanggung jawab sosial melalui Laporan Tahunan.

The objective of this research is to analyse the level of corporate social responsibility in commercial banks in ASEAN 5 namely Indonesia The Phillipines Malaysia Singapore and Thailand in 2014. The level of corporate social responsibility disclosure is known through descriptive analysis of the result of content analysis process which use indicators from GRI G4 Sustainability Reporting Guidelines and GRI G4 Sector Disclosures Financial Services This research finds out that overall the level of disclosures in commercial banks in Thailand is the highest followed by Indonesia Malaysia while the lowest level of disclosures is conventional banks in Singapore. Also banks which published Standalone CSR Report show higher level of corporate social responsibility disclosures compared to banks which rely on their Annual Report as a medium to publish information of corporate social responsibility."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2016
S61662
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Idrianita Anis
"Penelitian ini merupakan usulan solusi terhadap permasalahan efisiensi operasional perbankan di Indonesia yang masih rendah. Penelitian ini melakukan analisis terstruktur terhadap permasalahan praktik sustainability governace (SGOV) terutama terkait dengan definisi sustainability, sustainability risk management, serta informasi corporate sustainability performance.
Penelitian ini menggunakan terminologi Sustainability Awareness – SA didefinisikan sebagai sistem manajemen yang mengadopsi konsep sustainability, terdapat keterkaitan operasional dengan strategi bisnis perbankan, sistem keuangan dan pasar modal. Penelitian ini mengembangkan SGOV model dan SA Level Index sebagai proksi praktik SGOV. Penelitian ini selanjutnya menguji pengaruh Overall SA Index terhadap kinerja melalui efisiensi operasional dan peran moderasi tingkat daya saing. Kinerja bank meliputi kinerja finansial (return on asset-ROA), nilai perusahaan (price to book value-PBV), dan kemampuan bertahan bank (survivals/ZSCORE). Populasi penelitian adalah perbankan terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2010 – 2019 dengan jumlah observasi 404.
Penelitian menggunakan estimasi data panel untuk menguji pengaruh langsung, dan two stage least square untuk pengaruh tidak langsung. Beberapa kontribusi penelitian adalah (i) Penelitian pertama yang mengembangkan SGOV model sebagai konsep inovasi sistem manajemen. SGOV model dikembangkan berdasarkan SPMS-BSC dan “Triple I framework” - Sustainability Intention, Integration, Implementation, (ii) SA Level Index dikembangkan dengan skoring 4 level untuk mengukur level difusi sustainability innovation menggunakan step-by-step innovation model berdasarkan “framework to sustainable finance”, (iii) Penelitian pertama yang menganalisis sustainability dari perspektif governance dan kapabilitas untuk mengetahui seberapa jauh Overall SA memengaruhi kapabilitas bank bertransisi (compliance to efficient), serta bertransformasi (efficient to innovation), (iv) Tingkat daya saing di proksi dengan kapabilitas internal (Lerner Index). Efisiensi operasional di proksi dengan technology change, didapatkan dari nilai residual I/O model intermediation approach - stochastic frontier analysis. Nilai residual tersebut menggambarkan technology gap yaitu jarak antara kondisi teknologi bank saat ini (meta frontier) dengan the best technology set yang tersedia (global frontier). Jarak tersebut diprediksi akan semakin kecil jika bank mengadopsi sustainability innovation.
Hasil penelitian menunjukan Overall SA Index meningkat selama periode observasi, terutama setelah memasuki Indonesia Sustainable Finance Journey Tahap I (2015-2019). Perbankan Indonesia berada pada Moderate Level Innovation atau pada transisi dari menyaring nilai-nilai menuju ke prioritas keseimbangan nilai-nilai (SF1.0-SF2.0_TotalValue=F+S+E). Bank berada pada Lower Level Innovation untuk komponen Sustainability Motivation dan Accountability & Communication; dan pada Moderate Level Innovation untuk komponen Stakeholders Engagement, Unit Organization Aligment, Sustainability Business Case, dan Stakeholder & Risk Management Process.
Hasil penelitian menunjukan Overall SA berpengaruh positif terhadap efisiensi operasional. Tingkat daya saing berpengaruh negatif terhadap efisiensi operasional, namun interaksinya dengan Overall SA mampu memperlemah pengaruh negatif tersebut. Hasil pengujian moderasi mengindikasikan dalam lingkungan yang dinamis, firm dan market merupakan alternatif governance. Overall SA mampu menjadi management control system – levers of control (MCS-LOC) yang dapat mengarahkan bank kepada perilaku disiplin.
Efisiensi operasional berpengaruh positif terhadap kinerja finansial, tetapi tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan dan survivals. Tingkat daya saing tidak berpengaruh terhadap kinerja finansial, nilai perusahaan dan kemampuan bertahan. Overall SA berpengaruh negatif secara langsung terhadap kinerja finansial dan nilai perusahaan, namun tidak memengaruhi kemampuan bertahan bank. Hasil pengujian pengaruh tidak langsung menunjukan efisiensi operasional berperan memediasi positif dalam pengaruh Overall SA terhadap kinerja finansial dan survivals, namun belum berperan memediasi terhadap nilai perusahaan pada t0.
Dengan demikian dapat dikatakan praktik SGOV dengan mematuhi regulasi global dan nasional serta mengikuti standar best-practice terkait sustainability, sustainability risk management, dan informasi corporate sustainability performance, dapat mengarahkan strategi bisnis dan membuat sistem manajemen bank lebih adaptif dengan kondisi lingkungan. Praktik SGOV memungkinkan bank bertansisi (compliance to efficient) dan bertransformasi (efficient to innovation), sehingga berdampak positif terhadap kinerja finansial dan survivalness bank.
Hasil uji sensitivitas menunjukan Overall SA berpengaruh positif terhadap efisiensi operasional, kinerja finansial, dan survivalness pada t+1 dan t+2, namun belum memengaruhi nilai perusahaan pada t+1 dan t+2. Overall SA berpeluang menurunkan probabilita inefisiensi operasional dan instabilitas keuangan bank. Hasil ini mengkonfirmasi diperlukan waktu untuk membangun market awareness untuk menggunakan informasi kinerja praktik SGOV dalam keputusan investasi. Hasil juga mengkonfirmasi bahwa dengan level inovasi yang ada, perbankan Indonesia menuju kesesuaian optimal dimasa datang (the future fit foundation).

This research is a proposed solution to the problem of banking operational efficiency in Indonesia which is still low. This study conducted a structured analysis of the problems of sustainability governance (SGOV) practices, especially those related to the definition of sustainability, sustainability risk management, and information on corporate sustainability performance.
This study uses the terminology of Sustainability Awareness – SA a management system that adopts the concept of sustainability, there is operational linkage with the banking business strategy, the financial system and the capital market. This research develops the SGOV model and the SA Level Index as a proxy for SGOV practice. This study then examines the effect of the Overall SA Index on performance through operational efficiency and the moderating role of competitiveness. Bank performance includes financial performance (return on assets-ROA), company value (price to book value-PBV), and bank survival skills (survivals/ZSCORE). The research population is banks listed on the Indonesia Stock Exchange during 2010 - 2019 with a total of 404 observations.
This study uses panel data estimation to test the direct effect, and two stage least squares for the indirect effect. Some of the research contributions are (i) The first research to develop the SGOV model as a concept of management system innovation. The SGOV model was developed based on the SPMS-BSC and the "Triple I framework" - Sustainability Intention, Integration, Implementation, (ii) The SA Level Index was developed with a four-interval scale to measure the level of banks' sustainability innovation (step-by-step innovation model framework to sustainable finance), (iii) The first study to analyze sustainability from a governance and capability perspective to find out how far Overall SA affects a bank's transition capability (compliance to efficient), and transformation (efficient to innovation), (iv) The level of competitiveness is proxied by internal capabilities (Lerner Index). Operational efficiency is proxied by technology change, obtained from the residual value of I/O model intermediation approach - stochastic frontier analysis. The residual value describes the technology gap, namely the distance between the current condition of the bank's technology (meta frontier) and the best available technology set (global frontier). This distance is predicted to be smaller if banks adopt sustainability innovation.
The results showed that the Overall SA Index increased during the observation period, especially after entering Indonesia Sustainable Finance Journey Phase I (2015-2019). Indonesian banking is at the Moderate Level of Innovation or in the transition from filtering values to prioritizing balanced values (SF1.0-SF2.0_TotalValue=F+S+E). The Bank is at Lower Level Innovation for the Sustainability Motivation and Accountability & Communication components; and at Moderate Level Innovation for the Stakeholders Engagement component, Unit Organization Alignment, Sustainability Business Case, and Stakeholder & Risk Management Process.
The results showed that overall SA has a positive effect on operational efficiency. The level of competitiveness has a negative effect on operational efficiency, but its interaction with Overall SA is able to weaken this negative effect. The results of the moderation test indicate that in a dynamic environment, firms and markets are governance alternatives. Overall SA is able to become a management control system which can direct banks towards disciplinary behavior.
Operational efficiency has a positive effect on financial performance, but does not affect company value and survivals. The level of competitiveness has no effect on financial performance, firm value and survivals. Overall SA has a direct negative effect on financial performance and firm value, but does not affect survivals. However, the results of the indirect effect test show that operational efficiency has a positive mediating role in the effect of Overall SA on financial performance and survivals, but has not played a mediating role on firm value at t0.
Thus it can be said that SGOV practices by complying with global and national regulations and following best-practice standards related to sustainability, sustainability risk management, and corporate sustainability performance information, can direct business strategy and make the bank's management system more adaptive to environmental conditions. The SGOV practice enables banks to transition (compliance to efficient) and transform (efficient to innovation), so that it has a positive impact on bank financial performance and survival.
The results of the sensitivity test show that Overall SA has a positive effect on operational efficiency, financial performance, and survival at t+1 and t+2, but has not affected firm value at t+1 and t+2. Overall SA has the opportunity to reduce the probability of operational inefficiency and bank financial instability. These results confirm the time needed to build market awareness to use SGOV practice performance information in investment decisions. The results also confirm that with the existing level of innovation, Indonesian banking is heading for the future fit foundation.
"
Depok: Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
D-pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library