Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 12 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dewi Nuryanti
"Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis alih kode serta alasan kemunculannya dalam percakapan siswa dan pengajar di Akademi Bina Sarana Informatika Jakarta. Penelitian ini dibatasi pada bahasa lisan bahasa Inggris dan alih kode bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia.
Dari analisis data ditemukan jenis alih kode yang muncul adalah 1) pengulangan kembali makna suatu pesan dalam bahasa lain (reiteration); 2) spesifikasi lawan bicara (addressee specification); 3) penjelas pesan (message qualification); 4) interjeksi atau pelengkap pesan (interjection or sentence fillers); serta 5) kutipan (quotation). Sementara itu, alasan munculnya alih kode yaitu:1) karena alasan retoris yang menggambarkan asosiasi kedua bahasa;2) karena perbedaan status dan formalitas antara peserta tutur;3) topik pembicaraan;4) karena keinginan mengutip perkataan seseorang atau peribahasa;5) karena kekurangan kosakata;6) karena kehadiran peserta lain dalam sebuah percakapan.

This research is aimed to identify the types and reasons of code switching in the conversation among students and also between students and teacher at the Academy of Foreign Language Bina Sarana Informatika Jakarta. This research is limited to spoken English and the code switching of English-Bahasa Indonesia.
Based on data analysis, the types of code switching were identified as follows 1) reiteration; 2) addressee specification; 3) message qualification; 4) interjection or sentence fillers); and 5) quotation. Besides that, the reasons of code switching were identified as 1) because of rethorics reason that associate between those language;2) the differences of status and formalites;3) topic;4) to quote other statements or proverbs;5) because of lack of vocabulary;6) because of other participant join the conversation."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2010
T27549
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Ramadhani
"Penelitian ini berkaitan dengan campur kode dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang digunakan dalam acara "Welcome to BCA" di Metro TV. Dalam campur kode, penutur mengganti bentuk-bentuk linguistis dari bahasa satu ke bahasa yang lain secara bergantian. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis proses campur kode dan unsur-unsur bahasa Inggris yang masuk dalam ujaran. Berdasarkan analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa dalam percakapan tersebut terdapat ketiga jenis proses campur kode, yaitu penyisipan, alternasi, dan leksikalisasi kongruen. Selain itu dalam penelitian ini ditemukan pula bahwa unsur-unsur bahasa Inggris yang masuk dalam ujaran didominasi oleh nomina dan frasa nominal. Temuan ini menunjukkan bahwa campur kode tersebut tidak terjadi secara acak, tetapi mengikuti kecenderungan tertentu.

This research deals with code mixing in Bahasa Indonesia and English which is used in "Welcome to BCA" show on Metro TV. Code mixing here is defined as a condition when a speaker changes the linguistic forms of one language into another language. The aims of this research are to identify the types of code mixing process and the items of English that insert the utterances. Based on the analysis, it is found that there are three types of code mixing process in the utterances; insertion, alternation, and congruent lexicalization. Furthermore, it is found that noun and noun phrase of English are the most common items which insert Indonesian utterances. The findings show that the code mixing in Bahasa Indonesia and English is not random but follows certain patterns."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2011
T28043
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Budiawan
"This thesis aims to portray students' attitude toward bahasa Indonesia and English. In addition it tries to find out their motivation in studying those two subjects. Therefore, some hypotheses were proposed. The objects of this research were senior high school students in Bandarlampung. 109 students were taken to be the samples. The data were collected through questionnaires which consist of 56 questions of attitude aspect and 43 questions for motivation aspect. Likert scale was used to measure those two aspects. The data collected were then analyzed by using product moment to see the correlation between attitude and motivation with student's achievement. Simple regression was applied to seek the influence of attitude and motivation toward bahasa Indonesia and English subjects. To sum tip toward bahasa Indonesia students have favourable feeling as well as toward English. I lowever, they have low motivation of learning toward those two languages. Language attitude as well as motivation of learning influence the achievement on bahasa Indonesia and English subjects. The higher the score of language attitude the higher the achievement on bahasa Indonesia and Engslih subjects will be ..."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2008
T24281
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Susi Herti Afriani
"Penelitian ini memiliki dua tujuan, yaitu pertama mendeskripsikan dan menjelaskan strategi kesantunan yang digunakan oleh Presiden George Walker Bush sepanjang tahun 2006; kedua, mengidentifikasi pertalian antara strategi kesantunan yang digunakan Presiden Bush dan implikaturnya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan ancangan pragmatik. Ancangan pragmatik digunakan untuk menganalisis bagaimana tuturan tersebut memengaruhi penutur dan petuturnya di dalam komunikasi.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Presiden Bush di dalam teks pidato politik berbahasa Inggris menggunakan empat strategi dari lima strategi yang dirumuskan Brown dan Levinson, yaitu strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi (BTTB); bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan positif (BTBKP); bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan negatif (BTBKN), dan bertutur secara samar-samar (BS).
Secara keseluruhan, strategi yang paling sering digunakan adalah strategi bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan positif (62, 96 %) karena Presiden Bush ingin menunjukkan penghargaan, rasa solidaritas, simpati, dan persahabatan serta kcinginan yang sama.Tujuannya adalah untuk mempertahankan stabilitas di antara sesama sehingga dapat terjalin persahabatan dan kedekatan diantara Presiden Bush dengan mitra tutur baik di dalam maupun di luar negeri. Pertalian strategi bertutur ini dengan implikaturnya, yaitu strategi bertutur dengan menggunakan strategi BTTB, BTBKP, BTBKN, dan BS (sarat dengan kesantunan) memiliki implikatur yang kuat, artinya petutur dari Presiden Bush bisa memahami maksud tuturan Presiden Bush.
Selain itu, tuturan Presiden Bush mengandungi efek kontekstual yang banyak, yang diperoleh dengan mengeluarkan usaha paling sedikit atau dengan waktu paling pendek. Secara politis, dalam urusan dalam negeri, tuturan Presiden Bush memiliki maksud meminta dukungan, dan memengaruhi petutur. Ia juga ingin menunjukkan bahwa kebijakannya sesuai dengan kepentingan rakyat Amerika Serikat. Dalam urusan luar negeri, tuturannya menginfonnasikan bahwa is sebagai Presiden dari sebuah negara adidaya memiliki kebijakan yang ditujukan untuk kebaikan seluruh manusia di dunia.

This research has two aims: firstly to describe and elaborate President George Walker Bush's politeness strategies during 2006; secondly to identify the relation between the strategy and its implicatures. This research is a qualitative with pragmatic approach. This approach is adopted to analyze how an utterance can influence the speakers and hearers in a communication.
The result shows that the English texts of President Bush's politics speeches adopted four of the five strategies formulated by Brown and Levinson. Those strategies are direct language without compliments or bald on record without redressive action (BTTB), direct language with positive politeness or FTA on record with redressive action (BTBKP), and direct language with negative politeness or FTA on record with redressive action (BTBKN), and FTA of record (BS) strategics.
Overall, President Bush mostly adopted direct language with positive politeness strategy (62. 96%) to show the hearers his appreciation, sense of solidarity, sympathy and friendship as well as common intention. His aim is to maintain the stability among conversational participants in order to form friendship and establish close relations with the hearers both domestically and internationally. The relations of those strategies, i.e. the strategies using BTTB, BTBKP, BTBKN, and BS (politeness laden) have strong implicature. This suggests that the hearers understand the meaning of President Bush's speeches.
In addition, his speeches contain many contextual effects with minimum efforts or shortest time. Politically, in his domestic policy, Presiden Bush's speeches have a meaning to get support, and influence the hearers. He also needs to show that his policy is appropriate with United States's needs. In his international policy, his speeches inform that he has a beneficial policy which is purposed for all persons in the world.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2008
T25185
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yuyum Fahriah Elviyanti
"Tesis ini membahas pengaruh pembelajaran berbasis strategi tersurat pada kemampuan pemahaman menyimak pemelajar SMA dengan kemampuan bahasa Inggris rendah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dalam pengumpulan data dan analisis. Meskipun hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan kemampuan pemahaman menyimak antara pemelajar yang belajar dengan model pembelajaran berbasis strategi tersurat dan tersirat, hasil akhir mengindikasikan bahwa pembelajaran berbasis strategi memainkan peranan positif dalam peningkatan kemampuan pemahaman menyimak. Implikasi pengajaran dalam penelitian ini adalah pengajar dapat menerapkan baik dengan model pembelajaran berbasis strategi tersurat atau tersirat dalam peng Earan pemahaman menyimak. Kedua model ini dapat meningkatkan kemampuan pemahaman menyimak pemelajar tingkat rendah."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2011
T29230
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sesilia Rani Setyo Sari
"ABSTRAK
Tesis ini membahas perbaikan kualitas standard pengajaran dan perekrutan di tiga lembaga bahasa di Salatiga. Tujuan studi ini adalah untuk membantu para manajer di lembaga bahasa di Salatiga untuk menemukan cara yang tepat di dalakm proses perekrutan guru baru dan membantu para pengajar untuk lebih efektif dalam mengajar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif dan kuantitatif dengan penghitungan sederhana. Hasil penelitian menyarankan bahwa penelitian di area yang sama dengan populasi atau responden penelitian yang berbeda perlu dilakukan untuk mengetahui apakah penelitian inin cukup dapat dipercaya atau ada hal-hal lain yang luput dari perhatian peneliti mengenai keefektifan pengejaran.

ABSTRACT
The focus of this study is improving the quality of recruitment and teaching standards at three language centres in Salatiga. The purposes of this study are helping teachers to be more effective in teaching. This research is qalitative descriptive interpretive and quantitative with a simple calculation. The data were collected by means of interview, questionnaire, and observation. The research suggest that researcher on other samples and population on similar area need to be done so that the development of knowledge will improve sustainability. "
2011
T30218
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Andi Dagmarbumi Batarisuri
"Karya proyek ini bertujuan merancang silabus mata kuliah Bahasa Inggris untuk Jurusan Hubungan Intemasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (HI UNPAD). Silabus dirancang dengan menggunakan lagkah-langkah yang dikemukakan oleh Yalden (1987). Langkah-langkah tersebut diawali dengan survei guna menganalisis tujuan mata kuliah, kebutuhan dan keterampilan awal pemelajar, serta kondisi lingkungan setempat. Informasi mengenai tujuan mata kuliah diperoleh melalui wawancara dengan Pembantu Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Ketua Jurusan Hubungan Intemasional, dan pengajar mata kuliah Bahasa Inggris. Informasi mengenai kebutuhan mahasiswa diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pengajar mata kuliah keahlian. Untuk memeroleh informasi mengenai keterampilan awal pemelajar, disebarkan kuesioner dan dilakukan tes diagnostik untuk mahasiswa semester I. Selain itu, observasi dilakukan guna memeroleh informasi mengenai situasi dalam kelas Bahasa Inggris dan keterampilan berbicara mahasiswa semester I. Data dianalisis guna merumuskan dxkripsi tujuan mata kuliah dan menentukan jenis silabus. Janis silabus yang digunakan merupakan integrasi silabus yang berdasar pada tugas, isi, dan topik. Tugas-tugas yang tercakupi dalam silabus berdasar pada kebutuhan mahasiswa, sedangkan isi terdiri dari keterampilan, kosakata, dan rata bahasa yang diperlukan dalam tugas-tugas tersebut. Topik ditentukan sesuai dengan isu yang relevan dengan kehidupan mahasiswa dan studi HI, Silabus yang dihasilkan diharapkan dapat digunakan untuk mencapai tujuan pengajaran bahasa Inggris di Jurusan HI UNPAD dan untuk memenuhi kebutuhan bahasa Inggris pemelajar.

The aim of this project work is to design a proposed syllabus for English course in International Relations Department Universitas Padjadjaran. The syllabus was designed using the stages proposed by Yalden (1987). The stages start with a survey to gather information on the course aims, student needs, language skills on entry and local condition_ Information on the course aims was gathered through interviews with the Dean Assistant I of Faculty of Social and Political Sciences, Head of International Relations Department and English lecturers. Information on student needs was gathered by distributing questionnaires to core subjects lecturers. To gather information on the language skills on entry, a questionnaire and a diagnostic test were given to freshman year students. Observation was also done to gather information on class situation and student speaking skills. The data was analyzed to set a description of purpose and select a type of syllabus. The type of syllabus selected integrates task-based, content-based, and topic-based syllabus. Tasks selected are based on student needs, and content consists of skills, vocabularies and structures needed in completing the tasks. Topics are chosen according to issues which are relevant to students life and International Relations study. The proposed syllabus design is expected to achieve the aims of the course and to fulfill the student needs."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2008
T24405
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Apriliya Dwi Prihatiningtyas
"Karya proyek ini merupakan hasil evaluasi terhadap bahan ajar Himyii Tingli Jiaocheng yang digunakan sebagai buku wajib mata kuliah pemahaman lisan yang diperuntukkan bagi mahasiswa semester 3 dan 4 di Universitas Danna Persada. Evaluasi ini bertujuan menemukan kelebihan dan kekurangan buku ajar guna menilai kesesuaian buku tersebut dengan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Evaluasi terhadap HTJ dilakukan dengan menggunakan skema yang dikemukakan oleh Littlejohn (1998) sebagai landasan dalam menganalisis bahan ajar dan target pembelajaran. Kriteria yang digunakan dalam evaluasi dijabarkan secara rinci dengan menggunakan sintesis teori yang disampaikan oleh Cunningsworth (1995), Liu (2002), dan Chang (1995). Data mengenai persepsi pengajac dan pemelajac terhadap buku ajar HTJ diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pengajar dan pemelajac yang telah menggunakan buku ajar tersebut. Data dianaJisis dengan menggunakan tabulasi data yang direkomendasikan oleh A.rikunto (2002) untuk menentukan "kategori jawaban responden atas pertanyaan. Evaluasi ini menghasilkan temuan-temuan yang menunjukkan bahwa HTJ memiliki banyak kelebihan daripada kekurangan. Sebagai hasil dari evaluasi ini, penggunaan HTJ di Universitas Danna Persada dapat dipertahankan karena sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Kelrurangan yang di temukan dalam evaluasi ini diharapkan dapat membantu pengajac danJnstitusi dalam meningkatkan mutu bahan ajar.

This project is the result of an evaluation of teaching material titled Himyu Tingli Jiaocheng used as a compulsory reference for listening comprehension course given in the third and fourth semesters at Darma Persada University. The aim of this evaluation is to find the strengths and weaknesses of the book in order to see whether or not the contents can guide teachers and students to reach the objectives of the course. The evaluation on HTJ ras done using the scHeme proposed by Littlejohn (1998) as a base in analyzing the material and the learning target To specify the evaluation, criteria were set by synthesizing theories proposed by Cunningsworth (1995), Liu (2002), and Chang (1995). A questionnaire was given to the students and teachers who had used the material to gather infonnation on students and teachers perception of HTJ. The data were analyzed using a tabulation recommended by Arikunto (2002) to categorize respondents' answers to each question. This evaluation leads to findings showing that HTJ has more strengths than weaknesses. As a result of this evaluation, HTJ is appropriate to be used as it can guide teachers and students to reach the objectives of listening comprehension course in Darma Persada University. The weaknesses found in the evaluation is expected to help teachers and institution in improving the quality of the material.
"
Jakarta: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2009
T 25299
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Febrianisa Mutiara
"Retorika adalah suatu kajian yang membahas pidato sebagai suatu kesatuan linguistik yang melibatkan konteks tempat dibacakannya pidato tersebut, konteks audiens dari pendengar pidato tersebut, dan konteks tujuan yang diinginkan dari pembacaan pidato tersebut (Lauren, 1981). Retorika telah menjadi kajian penting dalam perpolitikan sejak jaman peradaban Yunani sebagai bentuk kekuasaan pengejawantahan kekuasaan dengan mengandalkan kemampuan orator untuk berbicara di depan umum dan logika argumentasi (Van Dijk, 1997). Retorika pidato ini menujukkan upaya pemerolehan kekuasaan dari seseorang kepada orang lain baik secara tersurat maupun tersirat. Dengan demikian, pidato harus dipahami secara utuh sehingga diketahui kepentingan yang disampaikan oleh pidato tersebut. Seringkali pendengarnya terlalu terpukau dengan pidato tersebut sampai tidak tahu bahwa Ia sedang diperalat secara langsung maupun tidak langsung. Dalam budaya pendidikan Barat, retorika menjadi sebuah kajian penting yang dipelajari selama berabad-abad sejak jaman Yunani kuno (Herrick, 2001:31) Masa awal berkembangnya pendidikan retorika di tengah masyarakat Yunani kuno diperkirakan dimulai pada abad ke-5 S.M. Sejarawan Richard Leo Enos mengungkapkan indikasi penerapannya di tulisan-tulisan Homer di abad ke-9 S.M. Secara umum, Enos melihat bahwa retorika dalam karya-karya Homer difungsikan melalui tiga aspek yaitu heuristik, eristik, dan protreptik (Ibid.). Heuristik dari retorika adalah bahasa difungsikan sebagai alat untuk mengungkap kesadaran atas suatu makna tertentu, sedangkan eristik menunjukkan bahwa bahasa dalam retorika memiliki kekuatan tertentu. Protreptik kemudian memfungsikan bahasa dengan kekuatan yang dimilikinya untuk mengarahkan orang lain sesuai kehendak pembicara. Ketiga hal inilah yang membedakan retorika dengan penggunaan bahasa sehari-hari. Tidak sekedar berkomunikasi dan ..."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2010
S14024
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Adrallisman
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe turnamen game dalam tim (TGT) lebih banyak dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional (baik secara keseluruhan, kelompok tinggi maupun kelompok rendah). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan Pretest-posttest Control Group Design. Data dikumpulkan melalui tes, kuesioner dan observasi. Tes dianalisis dengan menggunakan uji-T. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Perguruan Buddhi kota Tangerang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe turnamen game dalam tim (TGT) mampu meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa baik secara keseluruhan, kelompok tinggi maupun kelompok rendah. Hal ini terjadi karena dalam pembelajaran kooperatif tipe TGT, siswa dituntut untuk aktif dan kreatif serta terampil dalam berkomunikasi, tidak terlalu bergantung kepada guru, memiliki tanggungjawab individu, memiliki hubungan interpersonal, keterampilan mengelola waktu, dan sikap positif serta adanya proses evaluasi pada akhir proses pembelajaran.

ABSTRACT
This research is aimed at proving whether the mastery of English vocabulary who were taught by using Team Game Tournament (TGT) cooperative learning is higher than those who were taught by using conventional method (to all students; upper group; and lower group). In conducting the research, the researcher used quantitative and qualitative research method with a Pretest-posttest Control Group Design. The data was collected by administering a test, distributing questionnaire and doing observation. The test was analyzed by using a T-test. The population of this research was the seventh grade students (VII) of Perguruan Buddhi Junior High School in Tangerang.
The result of the research shows that the mastery of English vocabulary of the students who were taught by using team games tournament cooperative learning (TGT) was higher than those who were taught by using the conventional method (to all students; upper group; and lower group). In applying the team games tournament cooperative learning (TGT), the students are required to be active and creative in communication, to be independent, to have interpersonal relationship, to have ability in time management, positive attitude and to have an evaluation at the end of the learning process."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
T33004
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>