Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 182 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Rina
"Penelitian ini memiliki tujuan untuk (1) Menganalisis pengaruh Economic Value Added (EVA), Net Operating Profit After Tax (NOPAT), dan Cash Flow Operation (CFO) terhadap return dan abnormal return yang diterima oleh pemegang saham perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. (2) Mengetahui tolak ukur mana yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return dan abnormal return yang diterima oleh pemegang saham. (3) Mengetahui variabel mana yang lebih baik dalam mengukur penciptaan nilai bagi pemegang saham, return atau abnormal return. Penelitian ini menggunakan metode pooled ordinary least square dengan menggunakan data 29 emiten dengan jangka waktu 4 tahun (2000-2003). Adapun hipotesis penelitian ini adalah EVA memiliki kandungan informasi yang lebih dalam menjelaskan variasi return dan abnormal return dibanding dengan NOPAT dan CFO. Berdasarkan hasil regresi disimpulkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap return yang diterima oleh pemegang saham adalah EVA, ∆EVA dan CFO. Sedangkan variabel yang berpengaruh signifikan dalam menjelaskan variasi abnormal return adalah EVA, ∆EVA, NOPAT, ∆NOPAT dan CFO. Analisa menunjukkan bahwa variabel abnormal return lebih baik dalam mengukur penciptaan nilai bagi pemegang saham dibanding dengan return.
Kata kunci: Economic Value Added, Net Operating Profit After Tax, Cash Flow Operation, Return, Abnormal Return

The purposes of this study are (1) to analyze the influence of economic value added, net operating profit after tax, and cash flow operation to the shareholders` return and abnormal return of the public companies listed on Jakarta Stock Exchange. (2) to know which of the three performance measures have the most significant effect to the shareholders` return and abnormal return. (3) to know which of the two measures is better to measure the creation of shareholders` wealth, return or abnormal return. This study used the pooled ordinary least square method or panel data on 29 Indonesia-listed companies in Jakarta Stock Exchange over the period 2000-2003. The hypotheses was economic value added has more information value in explaining the variances of shareholders` return and abnormal return. The regression models revealed that EVA, CFO and ∆NOPAT are closely associated with stock returns. EVA , ∆EVA, CFO, NOPAT and ∆NOPAT are associated closely with abnormal returns. The analysis also revealed that abnormal return is better in measuring shareholders` wealth than return.
Keywords: Economic Value Added, Stock return, Abnormal Return, Net Operating Profit After Tax, and Cash Flow Operation
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Elsa Rumiris Monika
"Penelitian ini mencoba mengkaji hubungan pencapaian nilai tambah perusahaan bagi pemegang saham dengan pencapaian kinerja tanggung jawab sosial bagi seluruh stakeholder perusahaan. Nilai tambah bagi pemegang saham dicerminkan dengan variabel Economic Value Added (EVA) sedangkan kinerja tanggung jawab sosial perusahaan dicerminkan dengan variabel Corporate Social Performance (CSP). Dalam penelitian ini akan dilihat, apakah perusahaan yang merupakan leaders dalam pencapaian EVA juga merupakan leaders dalam pencapaian CSP. Lalu akan diteliti juga, apakah CSP memiliki pengaruh yang positif terhadap pencapaian nilai EVA di tahun yang sama atau di tahun berikutnya, serta apakah justru EVA yang memberikan pengaruh positif bagi kemampuan perusahaan melakukan CSP di tahun yang sama atau di tahun berikutnya. Sampel penelitian adalah perusahaan yang merupakan 100 Value Creator terbaik dalam pencapaian EVA menurut SWA100 2006. Nilai EVA dihitung dari laporan keuangan teraudit 2006, sedangkan nilai CSP yang digunakan didapat dari laporan tahunan 2004, 2005, dan 2006. Nilai CSP didapat dengan menggunakan metode analisa isi (Content Analysis). Untuk mengetahui hubungan antara CSP dengan pencapaian EVA, digunakan metode Binary Logit. Sementara untuk mengetahui hubungan antara nilai EVA dengan pencapaian CSP digunakan metode OLS Multiple Regression. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai EVA yang tinggi memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan perusahaan melakukan aktivitas tanggung jawab sosial, meskipun leaders dalam pencapaian EVA belum tentu merupakan leaders dalam pencapaian CSP. Pengujian lainnya juga menunjukkan bahwa ternyata kinerja sosial perusahaan (CSP) tidak signifikan mempengaruhi pencapaian nilai EVA."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nurfitriana
"Negara-negara dunia ketiga di kawasan Asia dan Afrika umumnya adalah negara yang berpenduduk mayoritas muslim, termasuk Indonesia. Karenanya selain pajak terdapat zakat yang berpotensi menjadi sumber penerimaan negara bagi pembiayaan yang berupa income transfer bagi kalangan tidak mampu. Namun sayangnya, potensi besar ini belum tereksplorasi dengan baik, sehingga di banyak negara berpenduduk mayoritas muslim ini, potensi zakat belum menjadi salah satu solusi yang signifikan dalam mengatasi problema kemiskinan. Problem kemiskinan semakin lama semakin menghebat, apalagi setelah dihantam oleh krisis ekonomi yang sampai dengan saat ini Indonesia belum berhasil bangkit sepenuhnya. Akibat dari krisis ekonomi yang sangat nampak adalah semakin bertambah banyaknya golongan penduduk miskin di Indonesia bila dibandingkan sebelum krisis terjadi. Pengentasan kemiskinan selain menjadi tanggung jawab negara juga merupakan kewajiban moral yang harus ditanggung oleh masyarakat terutama masyarakat dengan tingkat perekonomian yang lebih baik. Salah satu peran serta masyarakat dalam pembangunan untuk membantu mengentaskan kemiskinan, khususnya bagi yang beragama Islam adalah dengan melaksanakan kewajiban agamanya yakni kewajiban membayar zakat.
Di Indonesia, Pengelolaan zakat telah diatur lewat UU. No.38 tahun 1999, serta UU. No. 17 tahun 2000, dimana dalam UU tersebut disebutkan bahawa zakat penghasilan yang disetor kepada lembaga amil/badan amil zakat yang telah disahkan oleh negara berhak menjadi pengurang penghasilan kena pajak. Lain halnya dengan Indonesia yang baru mengakui zakat penghasilan sebagai pengurang PKP, Malaysia telah selangkah lebih maju dengan menerapkan pembayaran zakat sebagai pengurang pajak. Langkah kontroversial itupun ternyata membuahkan hasil yang begitu mengagumkan, didukung oleh semangat keimanan dan tekad untuk berubah menjadi lebih baik, Malaysia mengelola dana zakat secara profesional, dan hasilnya bisa dilihat sekarang ini dimana dahulu pada tahun 1957, 50% rakyat Malaysia berada di bawah garis kemiskinan, dan sekarang ini kadar kemiskinan berada pada nilai antara 5%-15%. Mempelajari keberhasilan bukanlah pekerjaan mudah. Lebih-lebih yang dipelajari menyangkut kebijakan negara dan kultur birokrasi. Ini pembicaraan integritas, bagaimana Malaysia merangkum visinya dalam praktek nyata tentang amanah, tanggung jawab, komitmen dan profesionalisme."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
S6108
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Mulyono
"Karya akhir ini bertujuan untuk meneliti secara empiris mengenai manfaat dari laporan keuangan untuk menjelaskan return saham. Penelitian ini berusaha membandingkan nilai manfaat dari laporan tahunan dan laporan interim dalam menjelaskan return saham. Selain itu, dalam penelitian ini juga dilihat mengenai variabelvariabel apa saja (dalam laporan keuangan perusahaan) yang paling bermanfaat bagi investor dalam mengambil keputusan berinvestasi. Laporan kuartal yang paling baik dalam menjelaskan variabilitas market adjusted return maupun abnormal return adalah laporan pada kuartal 2. Hal ini terlihat dari nilai adjusted-R2 nya yang paling tinggi dibandingkan model yang lain yaitu sebesar 13,49% dan 10,45%. Sedangkan laporan kuartal 1memiliki nilai manfaat yang paling rendah. Hal ini terlihat dari nilai adjusted-R2 nya yang paling rendah yaitu sebesar 1,22% (market adjusted return) dan 2,52% (abnormal return).
Dari hasil regresi dengan menggunakan seluruh data dan memasukkan seluruh variabel terlihat bahwa bagi investor rasio keuangan yang dapat berguna dalam menjelaskan market adjusted return maupun abnormal return saham adalah rasio profitabilitas (NPM, ROE), rasio turnover (TATO), rasio market value (PBV) dan faktor ukuran perusahaan (Log TA). Dari penelitian ini juga dapat terlihat bahwa pergerakan harga saham banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar kinerja finansial perusahaan. Dari model yang digunakan terlihat bahwa nilai R2 tertinggi hanya mencapai 39,1%."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
S6117
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Angela Arum Rinanti Hendrasaputra
"Menurut survei yang dilakukan oleh GlobeScan di 23 negara, disimpulkan bahwa semakin banyak konsumen yang peduli akan tanggung jawab sosial perusahaan. Pengungkapan tanggung jawab sosial atau yang dikenal dengan corporate social responsibility (CSR) pada umumnya disertakan dalam laporan tahunan atau terpisah, sesuai kebutuhan perusahaan. Kegiatan CSR tersebut terbagi dalam empat tema besar dimana menurut penelitian oleh Utomo (2000), baik perusahaan highprofile maupun low-profile, mengungkapkan tema ketenagakerjaan lebih besar dari ketiga tema lainnya. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Andrew et al. (1999) di Singapura dan Malaysia. Penelitian ini mengkaji lebih dalam pengungkapan CSR yang dilakukan perusahaan, yaitu dengan melihat nilai indeks CSR baik secara keseluruhan, per jenis industri, per tema pengungkapan dan per kegiatan; melihat apakah ada perbedaan pengungkapan antara perusahaan highprofile dibanding dengan perusahaan low-profile. Sampel diambil dari laporan tahunan 2004 perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sebanyak 34 perusahaan ? 19 perusahaan high-profile dan 15 perusahaan lowprofile. Laporan tahunan tersebut kemudian ditelusuri dan kegiatan-kegiatan yang diungkap perusahaan dimasukkan ke dalam daftar yang telah dipakai oleh Utomo (2000). Dari daftar tersebut dihitung indeks CSR dengan rumus. Hasil riset menunjukkan bahwa baik perusahaan high maupun low-profile melakukan pengungkapan CSR tidak merata pada keempat tema, dimana pengungkapan terbesar adalah pada tema ketenagakerjaan, diikuti oleh tema kemasyarakatan, produk dan konsumen dan lingkungan hidup. Hasil regresi menunjukkan bahwa indeks CSR memiliki hubungan positif dengan kinerja keuangan. Didapat pula bahwa perbedaan pengungkapan CSR antara perusahaan high-profile dengan lowprofile tidak signifikan. Penelitian juga mengungkapkan bahwa perusahaan dalam industri high-profile cenderung lebih banyak melakukan pengungkapan CSR dibanding perusahaan low-profile.

According to the GlobeScan?s survey in 23 countries, nowadays many consumer are give more attention to the corporate social responsibility . The corporate social responsibility or CSR disclosure usually become one of the part of annual report, whether it attach to annual report or the company present it separately, adjust to the company need. The CSR activities are divide into four theme, and according to Utomo (2000), the high-profile or low-profile companies are diclosed the worklabour theme more than the three other theme. These same result is supported the study by Andew et al. (1999) in Singapore and Malaysia. This study are explain more detail about disclosure of CSR by reviwing the CSR index in total, by the type of industry, by the disclosure theme and by the activity; to find out whether there are difference between disclosure done by high-profile company and by lowprofile company. Samples are taken from 2004 annual report issued by companies that listed in Indonesia Stock Exchange ? totals 34 companies, 19 high-profile companies and the rest, 15 low-profile companies. The activities presented in annual report are move to the list that already make by Utomo (2000). The list is then calculate by certain formula. The result shows that high-profile and lowprofile companies are dislcose the four CSR theme unequallly. The biggest disclore are in the work-labour theme, follow by social theme, product and consumer and the last one environmental theme. Regression result indicates that CSR index have a postitif relationship with financial performance. The difference in CSR disclosure between high-profile and low-profile companies are insignificant. This study also found that companies in high-profile industry are tend to disclose CSR more than companies in low-profile industry."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
S5870
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ponco T. Widagdo
"Shin and Stulz (2000) menentang dogma hubungan antara risiko dan return (imbal hasil) saham dengan membuktikan adanya hubungan terbalik antara risiko perusahaan dengan imbal hasil saham perusahaan itu (volatilitas asimetrik). Penelitian ini melengkapi seri penelitian tentang perilaku tingkat pengembalian saham yang dimulai oleh Pratt (1966) pada disertasinya yang mengambil sample di New York Stock Exchange tahun 1926 sampai 1959. Solfdosky dan Miller (1969) melanjutkan penelitian Pratt dengan mengambil sampel antara tahun 1951 sampai 1966 dan menemukan hal yang serupa dengan Pratt.
Penelitian lanjutan di bidang ini telah menemukan beragam hasil, sebagian mendukung seluruhnya, dan ada juga yang menolak pembuktian Pratt, Solfdosky, dan Miller. Perbedaan yang terjadi dapat disebabkan oleh adanya perbedaan rentang waktu dan jenis sampel yang diambil, metodologi penelitian yang digunakan, dan sampel bursa yang diambil. Dalam skripsi ini, model utama yang digunakan adalah model dari Shin dan Stulz yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Mereka mengggunakan perubahan volatilitas pada tahun t sampai t+1 sebagai proksi dari kepemilikan opsi riil perusahaan. Eksekusi opsi riil dinilai akan mempengaruhi volatilitas arus kas perusahaan, yang lalu akan tercermin dalam perubahan volatilitas imbal hasil saham di bursa. Shin dan Stulz (2000) menyebut penerapan aplikasi manajemen risiko perusahaan yang kurang baik sebagai salah satu penyebab hubungan negatif antara imbal hasil dan volatilitas. Kelemahan utama penelitian ini adalah periode waktu dan jumlah sampel yang tidak sebanyak Shin dan Stulz.

Shin and Stulz (2000) argues the traditional tenets of risk and return relationship. They proved that the relation between risk and return is negative. This research is complementary to previous research on return behaviour started by Pratt (1966) on his dissertation that took sample in New York Stock Exchange from 1926 to 1959. Pratt?s work is continued by Solfdosky dan Miller (1969) by taking sample in another year, 1951 untill 1966 and they found similar conclusion with Pratt (1966). Many other scholars have continued this subject and they have found variety of conclusion. The differences mainly caused by the differences in time range, market where they took their sample, and the methodology they used.
This research derived it?s methodology from Shin and Stulz (2000). Volatility is measured with variant and they used the volatility change (variant change) in year t until t+1 as a proxy for real option exercise from the company. Real option exercise will change the volatility of firm cash flow that will be reflected in their return?s variant. Shin and Stulz (2000) blaming the firm risk?s management as one of the factor that causing negative relation between volatility change and shareholder return. The main weakness of this research is time period and firm sample that considerably far more fewer than Shin and Stulz (2000).
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
S5673
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arya Damarjati B. Rudita
"The Accounting Standard is needed by users to make easier in understanding the financial statements. The Accounting Standard is also used for a guidance preparing financial statement that can be applied and generally accepted by company?s management to be reported to related party. Without the accounting standard, financial statements will be hardly compared. At the moment, Indonesian Accounting Board (IAI) is trying to formulate and propose a new accounting standard which the main purpose is applied by Small Medium Entities (SME). In preparing this new accounting standard, IAI uses the IFRS exposure draft accounting for SME which compiled by IASB, as a reference. Accounting standard for SME is a simplification from General Accounting Standard. Hopefully it will give small medium entity an easier way to adopt the accounting standard. This final paper tries to analyze the comparability between accounting standard for SME and Indonesian PSAK."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
S5862
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ferial Rizkia
"The main idea of Corporate Social Responsibility (CSR) which has become a hot topic at the present is that companies doing businesses are not only committed to their shareholders but also their stakeholders. This commitment is shown from the contribution to develop a sustainable economy by contributing to the environment and working with employees, their families, the local community and society at large to improve their lives in ways that are good for business and for development. Through CSR, the establishment of good corporate governance will be supported. It is one of the means in realizing the principles of corporate governance established by the Organization for Economic and Co-operation andDevelopment (OECD) in 2004. OECD listed these principles which are:
1. Ensuring the basis for an effective corporate governance framework
2. The rights of shareholders and key ownership functions,
3. The equitable treatment of shareholders,
4. The role of stakeholders in corporate governance,
5. Disclosure and Transparency,
6. Responsibilities of the Board.
The principles were first endorsed back in 1999 by OECD ministers and since then they have become an international benchmark for investors, policy makers, corporations and stakeholders worldwide.
The discussion on the matter of CSR reheated in Indonesia when there were rumors that a new law will be established on the requirement and details in conducting CSR.Eventually it became the main discussion due to the approval of the draft of the much fearful new law ; Company Law article 74 (UU Perseroan Terbatas pasal 74) on July 20th, 2007 one of which paragraph states that every company operating in areas relating to natural resources is obliged to fulfill its social and environment responsibilities. The approval of this new law surely invites pros and contras from many constituents. It seems that many still feel that CSR is not necessary and only should be voluntary. The problem is when CSR was a voluntary activity, only a few are willing to carry it out furthermore to give their best to contribute on the matter. Unilever as one of the companies realizing the importance of CSR has been executing CSR since it was first established. Its reputation in the CSR implementation is recognized nationally and internationally; many have awarded Unilever for its outstanding achievements. Programs are approached using the triple bottom-line approach so that it covers the three perspectives, namely social, economy and environmental. Thus, the company formulates CSR programs mainly in three areas environment, small and medium enterprises and health and hygiene. The programs have been enormously successful and have contributed significantly to the sustainable operations of the company and its position as a market leader and as the brand preferred by the people. This excellent implementation of CSR is a mirror image of the commitment made by the company to its stakeholders; an emphasis on the growing awareness in the industry to alter companies? point of views in their purpose of existence from maximizing shareholders? value to stakeholders? value. It has also helped the implementation of good corporate governance at Unilever as CSR is one of the elements of supporting good corporate governance.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
S5866
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Chairul Iman
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penentu kesuksesan penerapan akuntansi basis akrual di sektor publik. Sampel yang diteliti adalah peraturan perundangundangan dan kebijakan pemerintah yang terkait dengan pengelolaan keuangan. Dua model kebutuhan dasar digunakan untuk menentukan faktor penentu kesuksesan.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang ilmu akuntansi. Selain itu, diharapkan pula dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan, seperti pemerintah.
Manfaat penelitian bagi pemerintah adalah sebagai pengetahuan terhadap dampak basis akrual dan langkah-langkah yang perlu dikembangkan dan diperbaiki, yang terkait dengan penyusunan laporan keuangan pemerintah.

The purpose of this study is to identify factors that determine succesful implementation of accrual accounting basis in public sector. Two types of basic requirement models is used to identify the factors. The samples examined are government regulations and policies related to financial management and system.
This research intentions is to give contributions to the field of science, specificaly accounting field of science, and hopefuly will be useful for many parties, such as the government.
The benefits of this study for the government is the use of knowledge about the impacts on the implementation and suggestions for improving the strategy in relation with preparation of governmental financial statement.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
S6110
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Luhur Teguh Darmono
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2000
S19324
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>