Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Trianti Kartikasari Kusuma
"Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyakit yang berperan utama sebagai penyebab kematian nomor satu di dunia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan tahun 2018, angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Prevalensi penyakit jantung di provinsi DKI Jakarta sendiri berada di atas rata-rata nasional yaitu di 1,5% dan menempati peringkat ke-5 se-Indonesia. Diantara banyak kelompok obat, obat-obatan kardiovaskular merupakan salah satu kelompok obat-obatan yang paling banyak ditebus resepnya di apotek Roxy Klender. Dikarenakan penyakit kardiovaskular kompleks dan ada kemungkinan pasien bisa memiliki penyakit degeneratif lainnya, maka dokter meresepkan obat yang cukup banyak untuk satu pasien. Dari kasus tersebut, ada kemungkinan untuk terjadinya masalah terkait obat (Drug Related Problem) yaitu interaksi obat. tujuan penelitian ini adalah menganalisa adanya interaksi beberapa jenis obat kardiovaskular dengan obat lainnya dalam beberapa resep pasien Apotek Roxy Klender bulan Agustus-September 2020.
Pengambilan data dilakukan di saat pelaksanaan PKPA. Penulis menyortir resep yang terdapat obat kardiovaskular menggunakann sistem informasi Apotek Roxy, lalu resep dipilih untuk dianalisis dan kemudian dicetak.
Dari analisa dua resep pasien kardiovaskular, ditemukan interaksi obat kardiovaskular pada kedua resep. Pada resep 1, terdapat interaksi obat antara spironolakton dengan kalium klorida yang menyebabkan risiko hyperkalemia. Tetapi karena dokter meresepkan dua jenis diuretic yaitu spironolakton dan furosemide maka dokter juga meresepkan KSR untuk menyeimbangkan kadar kalium. Pada resep 2, terdapat interaksi antara asetosal dengan clopidogrel dan asetosal dengan furosemide. Dikarenakan obat-obatan tersebut mempunyai interaksi satu sama lain, maka dokter memberikan jeda waktu minum obat untuk menghindari adanya interaksi.

Cardiovascular disease is a disease that plays a major role as the number one cause of death in the world. Based on data from the Ministry of Health's Basic Health Research (Riskesdas) in 2018, the incidence of heart and blood vessel disease is increasing. The prevalence of heart disease in the DKI Jakarta province is above the national average at 1.5% and ranks 5th in Indonesia. Among many drug groups, cardiovascular drugs are one of the most over-prescribed drug groups in Roxy Klender pharmacy. Because cardiovascular disease is complex and there is a possibility that the patient may have other degenerative diseases, doctors prescribe quite a lot of drugs for one patient. From these cases, it is possible for drug related problems to occur, namely drug interactions. The purpose of this study was to analyze the interaction of several types of cardiovascular drugs with other drugs in several patient prescriptions at the Roxy Klender Pharmacy in August-September 2020.
Data collection was carried out during PKPA. The author sorted the prescriptions that contained cardiovascular drugs using the Roxy Pharmacy information system, then the prescriptions were selected for analysis and then printed.
From the analysis of two prescriptions for cardiovascular patients, cardiovascular drug interactions were found in both prescriptions. In prescription 1, there is a drug interaction between spironolactone and potassium chloride which causes the risk of hyperkalemia. But because doctors prescribe two types of diuretics, namely spironolactone and furosemide, doctors also prescribe KSR to balance potassium levels. In prescription 2, there is an interaction between acetosal with clopidogrel and acetosal with furosemide. Because these drugs have interactions with each other, the doctor gives a lag time for taking the drug to avoid interactions.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2022
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Trianti Kartikasari Kusuma
"Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab kematian di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 2.784.064 individu menderita penyakit jantung. Prevalensi penyakit jantung DKI Jakarta berada di peringkat ke-5 se-Indonesia. Apotek Roxy Klender menerima banyak resep obat kardiovaskular. Dikarenakan penyakit kardiovaskular kompleks, maka dokter sering meresepkan banyak obat untuk satu pasien. Maka ada kemungkinan terjadinya Drug Related Problem yaitu interaksi obat. Pengambilan data dilakukan di saat pelaksanaan PKPA. Penulis menyortir resep yang terdapat obat kardiovaskular menggunakan sistem informasi Apotek Roxy, lalu resep yang dipilih untuk dianalisis dicetak. Pada Resep 1 terdapat interaksi Spironolakton dan Kalium Klorida yang menyebabkan hiperkalemia. Dokter juga meresepkan Furosemid karena pasien udem sehingga diresepkan dua obat diuretik juga Kalium Klorida. Pada Resep 2 terdapat interaksi Asam Asetilsalisilat dengan Clopidogrel dan Furosemid. Interaksi Asam Asetilsalisilat dan Clopidogrel merupakan interaksi farmakodinamik yang menyebabkan pendarahan. Interaksi Asam Asetilsalisilat dan Furosemid merupakan interaksi farmakokinetik. Kombinasi kedua obat dapat mengurangi efektivitas diuretik furosemid dan menyebabkan nefrotoksisitas. Penggunaan obat-obatan yang berpotensi menmbulkan interaksi obat harus dimonitor penggunaannya agar menghindari adanya efek samping yang tidak diinginkan.
Pemantauan Terapi Obat (PTO) merupakan kegiatan untuk memastikan terapi obat aman, efektif dan rasional. Seharusnya PTO dilakukan untuk seluruh pasien tetapi karena keterbatasan jumlah apoteker, maka perlu dilakukan pada pasien prioritas. Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan infeksi virus SARS-CoV-2. Pada Maret 2020, WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemi. Tata laksana terapi Covid-19 yang dikeluarkan oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), hanya mengatur penanganan Covid-19 secara simptomatis bukan untuk menyembuhkan karena obat antivirus Covid-19 belum ditemukan. Maka, PTO penting dilakukan pada pasien Covid-19 karena kebanyakan obat yang diterima pasien bisa mencapai banyak jenisnya dan obat-obatan ini belum dibuktikan secara klinis sebagai obat untuk penyembuhan Covid-19. Selain itu, banyak pasien Covid-19 yang memiliki penyakit penyerta (komorbiditas). Hal ini membuat terapi obat pasien akan semakin banyak yang dimana PTO dibutuhkan. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kebayoran Lama ditunjuk menjadi Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 berdasarkan Pergub 987 Tahun 2020 dan mulai melayani pasien rawat inap Covid-19 sepenuhnya pada Oktober 2020. Adanya perubahan tersebut membuat Rumah Sakit harus menyediakan obat-obatan khusus terapi Covid-19 sesuai dengan Panduan Praktis Klinis (PPK) yang dikeluarkan oleh PDPI. Oleh karena itu, RSUD Kebayoran Lama perlu melakukan PTO pada pasien. Metode kualitatif digunakan dengan melihat form PTO pasien Covid-19 yang dirawat mulai 1-27 November 2020 secara retrospektif. Lalu, dibuat analisis PTO tiap pasien. Pasien yang diseleksi adalah pasien yang form PTOnya lumayan lengkap, polifarmasi dan dilihat dari keluhan yang disampaikan kepada apoteker. Dipilih pasien yang menyatakan keluhan karena pasien tersebut dianggap memiliki masalah terkait obat sehingga harus dipantau terapinya. Setelah itu, dibuat analisis Subjective Objective Assessmennt Planning (SOAP) tiap pasien. Hasil analisis form PTO pasien Covid-19 yang dirawat sudah cukup lengkap. Dilakukan analisis SOAP berdasarkan hasil PTO pada 5 pasien. Dari hasil analisis form PTO, ditemukan 1 kasus pasien yang mengalami pemilihan obat yang kurang tepat, 3 kasus pasien mengalami pemberian dosis diatas batas normal, 4 kasus pasien mengalami interaksi obat dan 2 kasus pasien mengalami pemberian obat tanpa indikasi. Form PTO tiap pasien agar dapat ditulis lebih lengkap dari mulai data pasien, diagnosis, terapi obat, dan data laboratorium. Apoteker juga harus lebih aktif melakukan komunikasi klinis dengan tenaga kesehatan lain seperti dokter dan perawat agar hasil analisa PTO dapat lebih baik.
Di Indonesia penjaminan mutu obat dalam proses distribusi dilakukan dengan menerapkan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB). PT. Anugerah Pharmindo Lestari (APL) merupakan salah satu Pedagang Besar Farmasi yang menerapkan CDOB. Seluruh kegiatan distribusi telah terintegrasi pada satu sistem. Salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu pengambilan barang. Picker atau orang yang bertugas mengambil barang sering menghabiskan banyak waktu untuk mencari lokasi penyimpanan produk sehingga pengambilan barang agak lama. Hal ini juga disebabkan gudang yang sedang direnovasi dan penyimpanan barang terlalu banyak. Dari masalah tersebut, maka dilakukan inovasi perencanaan pembuatan metode vision pick dengan teknologi Artificial Intelligence untuk meningkatkan efektivitas picking order di PT. APL Cabang Bogor. Metode ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas proses distribusi barang.Tugas khusus dilakukan daring. Dilakukan analisis masalah yang terdapat pada PT. APL cabang Bogor dengan berdiskusi dan tanya jawab dengan pihak PT. APL cabang Bogor. Dari masalah tersebut kemudian dilakukan inovasi perancangan metode untuk menangani masalah yang terjadi. Perencanaan inovasi metode vision pick dengan teknologi artificial intelligence telah dibuat dengan kerjasama pihak pengelola gudang yaitu apoteker penanggung jawab dengan divisi teknologi perusahaan. System Analysis Product (SAP) harus diintegrasikan dengan teknologi kecerdasan buatan yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan pengambilan barang sehingga proses distribusi lebih efisien.Perlu dilakukan peninjauan kembali dan evaluasi terhadap perencanaan metode yang dibuat agar dapat diterapkan pada seluruh cabang PT. APL

Cardiovascular disease is one of the causes of death in Indonesia. Based on data from the Ministry of Health, around 2.784.064 individuals suffer from heart disease. The prevalence of heart disease in DKI Jakarta is ranked 5th in Indonesia. Roxy Klender Pharmacy accepts many cardiovascular drugs prescriptions. Because cardiovascular disease is complex, doctors often prescribe multiple drugs for one patient. Then there is the possibility of Drug Related Problems, namely drug interactions. Data collection is carried out at the time of internship. The author sorts prescriptions containing cardiovascular drugs using the Roxy Pharmacy information system, then the prescriptions selected for analysis are printed. In Recipe 1 there is an interaction between Spironolactone and Potassium Chloride which causes hyperkalemia. The doctor also prescribed furosemide because the patient had edema, so he was prescribed two diuretics as well as potassium chloride. In Recipe 2 there is an interaction of Acetylsalicylic Acid with Clopidogrel and Furosemide. Interaction of Acetylsalicylic Acid and Clopidogrel is a pharmacodynamic interaction that causes bleeding. The interaction of acetylsalicylic acid and furosemide is a pharmacokinetic interaction. The combination of two drugs can reduce the effectiveness of the diuretic furosemide and cause nephrotoxicity. The use of drugs that have the potential to cause drug interactions must be monitored in order to avoid unwanted side effects.
Drug Therapy Monitoring (PTO) is an activity to ensure safety, effective and rational drug therapy. PTO should be done for all patients but due to the limited number of pharamacists,it is necessary to do it on priority patients. Corona virus disease 2019 (Covid-19) is an infectious disease caused by infection with the SARS-CoV-2 virus. in March 2020, WHO declared Covid-19 a pandemic. The Covid-19 therapeutic management issued by the Indonesian Lung Doctors Association only regulates the symptomatic handling of Covid-19, not to cure it because the Covid-19 antiviral drug has not been found. Therefore, PTO is important for Covid-19 patients because most of the drugs that patients receive can reach many types and these drugs have not been clinically proven as drugs to cure Covid-19. In addition, many Covid-19 patients have comorbidities (comorbidities). This makes PTO is needed. The Kebayoran Lama Regional General Hospital (RSUD) was appointed as a Covid-19 referral hospital based on Pergub 987 of 2020 and began fully serving Covid-19 inpatients in October 2020. This change the hospital to provide medicines specifically for Covid-19 therapy in accordance with the Clinical Practical Guide (PPK) issued by PDPI. Therefore, RSUD Kebayoran Lama needs to do PTO on patients. The qualitative method was used by looking at the PTO form of Covid-19 patients who were treated from November 1-27, 2020 retrospectively. Then, a PTO analysis was made for each patient. The selected patients are patients whose PTO form is quite complete, polypharmacy and seen from the complaints submitted to the pharmacist. Selected patients who express complaints because these patients are considered to have drug-related problems so that their therapy must be monitored. After that, a Subjective Objective Assessment Planning (SOAP) analysis was made for each patient. The results of the PTO form analysis of Covid-19 patients being treated are quite complete. SOAP analysis was performed based on PTO results in 5 patients. From the results of the PTO form analysis, it was found 1 case of patients who experienced inappropriate drug selection, 3 cases of patients experiencing doses above the normal limit, 4 cases of patients experiencing drug interactions and 2 cases of patients experiencing drug administration without indications. The PTO form for each patient can be written more completely, starting from patient data, diagnosis, drug therapy, and laboratory data. Pharmacists must also be more active in clinical communication with other health workers such as doctors and nurses so that the results of PTO analysis can be better.
In Indonesia, drug quality assurance in the distribution process is carried out by applying the Good Drug Distribution Method (CDOB). PT. Anugerah Pharmindo Lestari (APL) is one of the Pharmaceutical Wholesalers that implements CDOB. All distribution activities have been integrated into one system. One of the activities carried out is taking goods. Pickers or people in charge of picking up goods often spend a lot of time looking for product storage locations so that picking up goods takes a while. This is also due to the warehouse being renovated and the storage of goods is too much. Based on these problems, an innovation in planning for making the vision pick method with Artificial Intelligence technology was carried out to increase the effectiveness of picking orders at PT. APL Bogor Branch. This method is expected to help improve the effectiveness of the goods distribution process. Special tasks are carried out online. An analysis of the problems contained in PT. APL Bogor branch by discussing and asking questions with PT. APL Bogor branch. From these problems, an innovative design method was carried out to deal with the problems that occurred. The vision pick method innovation plan with artificial intelligence technology has been made in collaboration with the warehouse manager, namely the pharmacist in charge with the company's technology division. System Analysis Product (SAP) must be integrated with artificial intelligence technology which aims to increase the speed of picking up goods so that the distribution process is more efficient. It is necessary to review and evaluate the planning method made so that it can be applied to all branches of PT. APL.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2020
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ni Putu Kania Ananda Anyaputri
"Profesi apoteker memiliki peran penting dalam praktik kefarmasian. Untuk menjadi seorang apoteker profesional perlu terpenuhinya beberapa aspek serta pengalaman yang memadai. Calon apoteker dituntut untuk menjalani praktik profesi sebagai pengalaman serta memahami lebih jauh peran seorang apoteker. Praktik Kerja Profesi Apoteker dilaksanakn di Apotek Roxy periode Februari 2022 , PT SOHO Industri Pharmasi periode Maret – April 2022 , dan Puskesmas Kecamatan Jagakarsa periode Mei 2022. Dengan dilaksanakannya Praktik Kerja Profesi Apoteke, diharapkan calon apoteker memperoleh pengalaman, keterampilan dan pengetahuan yang dapat dipergunakan untuk praktik kefarmasian

The pharmacist profession has an important role in the practice of pharmacy. To become a professional pharmacist, it is necessary to fulfill several aspects as well as adequate experience. Prospective pharmacists are required to undergo professional practice as an experience and further understand the role of a pharmacist. The Pharmacist Professional Work Practice is held at the Apotek Roxy for the period of February 2022, PT SOHO Industri Pharmasi for the March – April 2022 period, and the Puskesmas Jagakarsa for the May 2022 period. With the implementation of the Pharmacist Professional Practice, it is hoped that prospective pharmacists will gain experience, skills and knowledge that can be used to pharmaceutical practice."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2022
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library