Ditemukan 25 dokumen yang sesuai dengan query
Rivandi Wibisana
"Performa struktur kapal berkaitan dengan keselamatan kapal saat berlayar. Hal ini berkaitan dengan pembebanan yang bekerja pada kapal. Salah satu jenis Pembebanan adalah pembebanan siklik berupa sagging dan hogging yang dapat menyebabkan kegagalan struktur. Selain itu, lingkungan yang korosif menjadi pertimbangan dalam analisa kekuatan struktur kapal.
Penelitian ini berfokus pada pengaruh korosi sumuran terhadap kekuatan fatik pada pelat berpenegar profil T dan Y dengan variasi retakan semi eliptik dengan menggunakan metode elemen hingga. Perubahan dimensi retakan akibat lingkungan korosif berpengaruh terhadap kekuatan fatik.
Pengaruh korosi pada kekuatan fatik dipelajari dengan menganalisis tegangan ekuivalen pada model elemen hingga dimana berkurangnya ketebalan pelat diterapkan dengan model pertumbuhan korosi. Hasil penelitian menunjukan dengan adanya retakan menyebabkan usia pelat berpenegar profil Y dan T menjadi lebih pendek.
The performance of ship structures relates to the safety of ships while sailing. This relates to the loading on the ship. One type of loading is the cyclic loading of sagging and hogging which can cause structural failure. In addition, a corrosive environment becomes a consideration in the analysis of the ship 39s structural strength. This study focuses on the effect of pitting corrosion on fatigue strength on stiffened plate profile T and Y with the variation of semi elliptical cracks using finite element method. Variation of crack dimensions due to corrosive environment have an effect on fatigue strength. The effect of corrosion on fatigue strength is studied by analyzing the equivalent stresses in the finite element model wherein the reduced plate thickness is applied with the corrosion growth model. The results showed that cracks caused the lifespan of stiffened plate profile Y and T to be shorter."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Ali Aufa Fakhri
"
ABSTRAKKeselamatan kapal sangat bergantung pada kekuatan akhir struktur dari kapal. Hal ini berkaitan dengan pembebanan yang terjadi pada kapal. Pembebanan yang melebihi batas kekuatan kapal dapat menyebabkan kegagalan struktur. Selain itu lingkungan yang korosif juga menjadi pertimbangan dalam analisa kekuatan struktur kapal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki secara numerik pengaruh dari serangan korosi merata terhadap kekuatan akhir penegar dengan profil T, L, I dan Y. Metode yang digunakan adalah metode elemen hingga menggunakan perangkat lunak ANSYS. Parameter yang digunakan adalah Penurunan ketebalan pelat profil akibat korosi dan kurva Load Displacement. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan berkurangnya volume dan massa dari profil, karakteristuk kekuatan akhir akan berkurang.
ABSTRACTThe safety of the ship depends on the ultimate strength of the ships structure. This is related to the loads that occurs on the ship. Loads that exceeds the ships strngth limit can cause structural failure. In addition, a corrosive environment is also a consideration in analyzing the strength of the ships structure. The purpose of this study is to investigate numerically the effect of uniform corrosion on the ultimate strength of stiffener with profiles T, L, I and Y. The method used is the finite element method using ANSYS software. The parameter used is a decrease in the profile plate thickness due to corrosion and load-displacement curves. The results of the study show that by reducing the volume and mass of the profile, the final strength characteristics will decrease."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Faris Rizky Febrianto
"Bagian perpipaan dan heat exchanger yang rentan terjadi korosi pada kapal membutuhkan material yang memiliki kualitas tinggi dengan biaya yang efisien. Alternatif material seperti bimetal yang menggabungkan aluminium dan tembaga menawarkan potensi besar karena sifat mekanis dan kimianya yang unggul, dengan kombinasi berupa sifat ringan dan harganya yang murah dari aluminium serta ketahanan korosi dan konduktivitas tinggi dari tembaga juga bisa dimanfaatkan sebagai komponen kelistrikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perilaku korosi dan karakteristik material bimetal Al-Cu yang terpapar korosi air laut melalui pengujian eksperimental dan pemodelan numerik. Eksperimen perendaman dilakukan untuk mengukur laju korosi, analisis morfologi permukaan menggunakan SEM-EDX, dan uji tarik untuk menilai kekuatan tarik spesimen terkorosi. Simulasi numerik melibatkan pembuatan model 3D spesimen terkorosi menggunakan 3D Laser Scan dan perangkat lunak SolidWorks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi bervariasi tergantung pada ukuran spesimen dan durasi perendaman, dengan laju korosi menurun seiring waktu perendaman.
Piping and heat exchanger sections on ships that are prone to corrosion require high-quality materials that are cost-efficient. Alternative materials such as bimetals, which combine aluminium and copper, offer great potential due to their superior mechanical and chemical properties, including the lightweight and low-cost nature of aluminium and the corrosion resistance and high conductivity of copper. These properties can also be utilized in electrical components. This study aims to examine the corrosion behaviour and characteristics of Al-Cu bimetal exposed to seawater corrosion through experimental testing and numerical modelling. Immersion experiments were conducted to measure the corrosion rate, surface morphology analysis using SEM-EDX, and tensile tests to assess the tensile strength of corroded specimens. Numerical simulations involved creating 3D models of corroded specimens using 3D Laser Scan and SolidWorks software. The results show that the corrosion rate varies depending on the size of the specimen and the duration of immersion, with the corrosion rate decreasing over time."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Zulfah Zikrina
"Pentamaran atau kapal lima lambung merupakan inovasi lambung terbaru dalam penelitian kapal multihull yang bertujuan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa kecepatan tinggi dan konfigurasi tertentu, kapal pentamaran memiliki hambatan yang sangat rendah. Pada penelitian ini dilakukan analisis hambatan kapal kepada lima kapal pentamaran dengan S/L 0.19 yang memiliki variasi peletakkan lambung. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dan metode CFD menggunakan Ansys Fluent 17.2 software package. Pada penelitian ini dihasilkan bahwa konfigurasi yang memiliki koefisien hambatan terkecil di seluruh Froude Number adalah konfigurasi Inboard Outer. Hal ini dikarenakan adanya interaksi gelombang yang menguntungkan antara lambung-lambung pada kapal pentamaran Inboard Outer.
Pentamaran or five hulls design is new innovation in multihull research to decrease fuel consumption. The previous research declared that the pentamaran hull has very low resistance at high speed for certain configuration of hull which is determined by configuration and form of each hull. This research is aim to find the effect of asymmetric hull placement on pentamaran ship S L 0.19. CFD Computational Fluid Dynamics method and experimental method are used for validation process. The result of this research is the Inboard Outer asymmetric hull configuration has the lowest resistance coefficient due to the benefits of interaction of waves between each hull of pentamaran."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S67750
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Faiz Muhammad Hanif
"Indonesia merupakan negara kepulauan membutuhkan kapal sebagai sarana transportasi laut yang menjadi penggerak roda perekonomian. Pengembangan dan penelitian kapal di dunia umumnya bertujuan untuk menghasilkan kapal dengan payload yang besar dan biaya operasi yang minim. Hal ini dapat terwujud dengan dek yang luas dan hambatan kapal yang rendah, inilah yang menjadi keunggulan kapal multihull. Maka dari itu skripsi ini menganalisis eksperimental karakteristik hambatan model kapal pentamaran dengan variasi hull separation dengan rentang froude Number 0.39-0.6 untuk mencari konfigurasi dengan hambatan yang paling menguntungkan. Penelitian ini akan memperlihatkan grafik nilai koefisien hambatan total dan faktor interferensi terhadap Froude Number.
Indonesia is an archipelagic country requiring ships as sea transportation to support the economy. The research of ships in the world generally aims to produce ships with large payload and minimal operating costs. It can be realized with a large deck and low ship resistance, this is the advantage of multihull ships. Therefore, this thesis analyzes the experimental characteristics of the resistance of pentamaran model with the variation of hull separation with Froude Number range 0.39 0.6 to find the most advantageous configuration. This study will show the graph of total resistance coefficient and interference faktor due to Froude Number."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S68209
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Chandra Ardika
"
ABSTRAKKapal sebagai alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut muatan di laut dalam jumlah yang besar dengan jarak tempuh yang jauh. Sebagaimana diketahui faktor utama yang sangat diperhatikan di kapal adalah keamanan yang mana banyak sekali potensial terjadinya kecelakaan. Dalam memproduksi kapal, faktor keamanan dapat ditentukan oleh kekuatan struktur kapal tersebut karena struktur lambung kapal yang akan secara langsung menerima beban dinamis maupun statik. Maka dari itu pemakaian Stiffener sangat lah penting sebagai penguat yang berada pada double bottom, kamar mesin, dll. Penulis akan memfokuskan metode perancangan dengan perhitungan numerik beserta simulasi software untuk mengetahui ultmate strength dengan pembebanan secara longitudinal compression untuk mengetahui perbandingan dimensi dan pengaruh massa terhadap Ultimate Strength. Diharapkan pada desain dapat dilihat pengaruh dimensi terhadap Section Modulus, massa, serta Ultimate Strength agar dapat digunakan untuk perancangan Stiffener selanjutnya pada kapal.
ABSTRAKShips as a means of transportation used to transport cargo in the sea in large numbers with long distances. As it is known that the main factor that is noticed on the ship is the security which is a lot of potential accidents. In producing ships, the safety factor can be determined by the strength of the ship 39 s structure because the hull structure of the ship will directly receive dynamic or static loads. Therefore, the use of Stiffener is very important as a support in double bottom, engine room, etc. The author will focus on the design method with numerical calculation along with software simulation to know Ultimate Strength with longitudinal compression loading to know the ratio of dimension and mass effect to Ultimate Strength. It is expected that the design can be seen the effect of dimension on Section Modulus, mass, and Ultimate Strength in order to be used in designing the next Stiffener on the ship."
2017
S67837
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Gorga Notonegoro
"Bagian midship kapal adalah bagian yang mengalami pembebanan yang paling intggi saat kapal berlayar. Pada kapal tanker, dibutuhkan ketahanan pelat berpenegar yang kuat supaya saat kapal beroperasi, kapal dapat membawa muatannya dengan aman. Pembebanan yang biasanya terjadi pada kapal adalah sagging dan hogging di mana beban tersebut termasuk kategori beban siklik dan dapat mengakibatkan kegagalan lelah. Penelitian ini berfkous pada analisis ketahanan lelah dalam studi pengaruh posisi semi eliptical crack pada pelat berpenegar dengan profil konventional T dan novel Y. Semi elliptical crack ditempatkan pada bagian tengah pelat, seperempat jarak dari profil, dan berdekatan dengan profil. Simulasi pembebanan dilakukan dengan metode numerik dengan menggunakan perangkat lunak ANSYS untuk memprediksi ketahanan lelahnya. Hasil menunjukan bahwa crack di tengah profil memiliki ketahan lelah yang terburuk sehingga memiliki umur lelah yang pendek dibandingkan posisi crack yang lain.
The ship 39 s midship section is the part that experiences the most loads while sailing. For tankers, it is necessary to have high fatigue endurance in the ship structure especially on the stiffend panel so that the ship can carry its load cargo safely. The loads that generely experienced by the midship are sagging and hogging. This load is categorized as cyclic load which can result in fatigue failure. This study focuses on the analysis of fatigue resistance in the study of the effect of semi eliptical crack position on the stiffened panels with conventional profile of T and novel profile of Y. Semi elliptical cracks are positioned on the center of the plate, a quarter distance from the profile , and adjacent to the profile. The simulation of loading uses ANSYS to predict its fatigue resistance. The result shows that the crack in the middle of the plate has the worst fatigue resistance which results in having a short fatigue life compared to the other crack."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S68290
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Situmorang, Radi Poda
"Bagian Midship kapal adalah bagian yang mengalami pembebanan paling tinggi saat kapal berlayar di laut. Pada kapal tanker dibutuhkan kekuatan fatik yang lebih besar karena pembebanan siklik terjadi dengan skala besar saat operasinya. Penelitian ini berfokus pada ketahanan fatik pada bagian midship kapal tanker dengan penegar novel tipe Y yang memiliki nilai section modulus sama dengan penegar konvensional tipe T. Penegar Y akan divariasikan terhadap massa dan mengacu pada massa penegar T untuk mengetahui nilai section modulus serta ketahanan fatiknya. Simulasi pembebanan sendiri dilakukan dengan metode numerik dengan perangkat lunak ansys untuk memprediksi ketahanan fatiknya. Hasil menunjukkan bahwa bentuk geometri T memiliki ketahanan yang lebih baik dibandingkan penegar Y dengan nilai section modulus yang sama. Variasi dengan penegar Y yang memiliki massa yang sama dengan penegar T memiliki nilai section modulus yang lebih besar serta ketahanan fatik yang lebih kecil dibandingan kedua penegar lainnya.
The midship section of the ship is the part that occurs the highest loading while the ship sails at sea. In tankers type, it requires higher fatigue strength because cyclic loading occurs on a large scale during its operation. This study focuses on fatigue strength in the midship section of tankers with Y novel stiffener, which have the same modulus section value as the conventional T type stiffener. The Y stiffener will be varied by referring the mass of the T to determine the value of the modulus section and the fatigue strength. The loading simulation process is done by finit element method with ansys software to predict fatigue life and damage. The results show that the T type has better life than Y type stiffener which has the same modulus section value. The variation with the Y Stiffener, which have the same mass as the T stiffener, has a higher modulus section value but lower fatigue strength than the two other stiffeners."
Depok: Universitas Indonesia, 2017
S67178
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Siregar, Bongot
"
ABSTRAKKeselamatan kapal sangat bergantung pada kekuatan akhir struktur dari kapal. Untuk memperkuat pelat kapal, digunakan penegar sebagai penopang atau penguat. Secara analitik, section modulus berpengaruh terhadap kekuatan akhir kapal, dan massa berpengaruh terhadap faktor ekonomis. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan membahas pengaruh section modulus, massa, dan bentuk geometri penegar terhadap kekuatan akhir penegar tersebut dengan menggunakan metode elemen hingga.
ABSTRAKShips safety is highly dependent on the ultimate strength of the ship 39 s structure. To strengthen the ship plates, used the stiffener as a support or amplifier. Analytically, the modulus section affects the ultimate strength of the ship, and the mass has an effect on the economic factor. Therefore, this study aims to discuss the effect of section modulus, mass, and the shape of stiffener geometry on the ultimate strength of the stiffener by using finite element method."
2017
S68030
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Andika Aldi
"Menghitung masa umur kelelahan pada profil Y menjadi fokus dalam penelitian ini. Profil penegar Y adalah suatu bentuk baru dari profil penegar yang sudah ada. Dimensi geometri dari profil Y yang berbeda ini membuat masa umur dari profil ini berbeda dari profil yang lain. Gamma function menjadi nilai yang menentukan besar nilai masa umur kelelahan profil penegar Y. Validasi nilai fungsi Gamma dilakukan agar nilai masa umur kelelahan yang dihitung secara analitik tidak berbeda jauh dengan menggunakan numerik.
Calculating fatigue life on Y profile becomes focus in this research. Y 39 s shape profile is a new form of an existing earning profile. The geometry dimensions of this different Y profile make the lifespan of this profil different from other profiles. The gamma function becomes the value that determines lifespan of the fatigue profile of the Y shape profile. Validation of Gamma function value is needed to calculate fatiue life. This calcuated using analytically and compared by another studies that calculated using numerical method."
Depok: Universitas Indonesia, 2017
S69313
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library