Ditemukan 18 dokumen yang sesuai dengan query
Jusna Abdul Madjid
"Dalam rangka pemerintah Indonesia memperbaiki taraf pendidikan nasional, baik yang dimulai dari tingkat dasar maupun tingkat atas dengan mengaitkan buku sebagai alat komunikasi yang penting dalam pembangunan dewasa ini, maka tidaklah dapat diabaikan dua peranan penting yang menyokong perbaikan tersebut yaitu perpustakaan sebagai lembaga yang secaa ekonomis, efisien dan demokratis dapat melayani kebutuhan masyarakat akan sumber informasi dan minat baca yang tinggi dari masyarakat yang turut berpartisipasi di dalamnya. Minat adalah penting, sekedar pandai membaca tidaklah mendorong seseorang untuk dapat melakukan kegiatan itu dengan baik. Oleh sebab itu perlu adanya minat yang mengikatkan diri manusia kepada kegiatan membaca secara mendalam dan berkelanjutan. Artinya, dengan minat seseorang akan terus membaca tidak saja di Sekolah tatapi juga di luar Sekolah, tidak saja pada saat ini tetapi juga sepenjang hayatnya."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1980
S15433
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Ramli Amin
"Bangsa Indonesia pada dasarnya adalah bangsa yang mempunyai keinginan untuk maju. Hal ini tercermin dalam UUD 45 yang menjadi landasan konstitusional negara Republik Indonesia. Dalam UUD 45 tersebut jelas dicantumkan bahwa salah satu tujuan yang hendak kita capai setelah merdeka ialah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Adapun cara untuk mencapai cita-cita itu dapat ditempuh melalui pendidikan. Cara ini sesuai dengan martabat kita sebagai manusia. Intisari dart tindak pendidikan itu sendiri minimal berupa kegiatan belajar yakni membaca dan menulis. Hal ini sesuai dengan pendapat Dr. Daoed Yoesoef yang mengatakan bahwa pendidikan dalam kehidupan manusia merupakan alat yang menentukan sekali untuk mencapai kemajuan dalam semua bi_dang kehidupan. Selanjutnya dalam pasal 31 UUD 45 dikatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran, pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional yang diatur oleh undang-undang."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1983
S15479
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Masykur Irsyam
"Sejak berdiri pada tahun 1971, Centre for Strategic and International Studies (CSIS) merupakan salah satu lembaga di Indonesia yang memiliki program yang terarah dan terencana dalam usaha pengembangan minat masyarakat untuk memahami perkembangan politik, ekonomi dan keamanan internasional serta tantangan-tantangan yang ke_mungkinan akan dihadapi bangsa dan negara kita. Menurut. Salah seorang pengamat politik, peranan tersebut yang se_harusnya diemban pula oleh perguruan tinggi dan lembaga penelitian lainnya hingga kini nampaknya hanya mampu dilaksanakan oleh CSIS, terkecuali mungkin Lemhannas. Di antara kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh CSIS adalah penerbitan dan perpustakaan. Usaha penerbitan dalam kurun sebelas tahun ini telah menghasil_kan jenis-jenis penerbitan: buku (57 judul), majalah yang saat ini masih tetap terbit (Analisa dan The Indonesian Quarterly), monograf dan seri Dokumentasi. Subjek-subjek yang tercakup dalam penerbitan sesuai dengan bidang-bidang studi utama CSIS. Sementara itu, bidang-bidang studi CSIS tersebut erat kaitannya dengan materi yang diberikan pada program Studi Hubungan Internasional_"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1983
S15550
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Jumariam
"Tajuk Entri Utama (dalam penelitian ini disebut juga. tajuk) merupakan salah satu bagian dalam uraian katalog pada sebuah buku, majalah, atau bahan pustaka lain_nya. Bagian ini selalu menempati posisi awal dalam sebuah katalog. Penempatan posisi awal untuk tajuk ini rupanya bukan tidak beralasan. Pada kenyataannya tajuk selalu menjadi kunci utama untuk mendapatkan informasi tentang sebuah dokumen. Ketepatan dalam menentukan tajuk sela_lu diharapkan dari seorang pustakawan agar pemakai jasa informasi perpustakaan tidak dikecewakan karenanya. Di samping itu, bentuk tajuk itu sendiri mempunyai ni_lai dalam urutan penempatannya pada laci tempat penyim_panan kartu katalog. Tugas membuat katalog (katalogisasi) adalah salah satu dari rangkaian pekerjaan pengolahan pada perpustakaan yang merupakan bagian tugas mencatat informasi bibliografis bahan pustaka. Tugas tersebut da_pat dibagi dalam empat tahap, yakni: menentukan tajuk dalam bentuk nama diri, nama..."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1980
S15477
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Lasut, Deetje
"Adalah menjadi kebanggaan kita dengan sebuah ungkp_an bahwa perpustakaan sebagai jantungnya sebuah univer_sitas/perguruan tinggi. Kita akan lebih bangga lagi bi_la benar-benar perpustakaan dapat berfungsi sebagai jan_tungnya sebuah perguruan tinggi dan bukan sebuah ungkap_an semata-mata. Pada umumnya keadaan dan perkembangan perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia dewasa ini masih jauh da_ri pada yang diharapkan. Hal ini jelas terungkap dalam pembahasan Satgas Perpustakaan Perguruan Tinggi di Indonesia yang mengemukakan latar belakang perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia. Akan tetapi kita tidak boleh tinggal diam dan berpangku tangan saja menerirna kenyataan ini. Karena pada dasarnya masalah perpustakaan, bukan hanya masalah pustakawan sendiri dengan lembaga-_lembaga induknya akan tetapi menjadi masalah pemerintah juga. Pemerintah, dalam hal ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sudah lama menaruh perhatian terhadap perpus_takaan, khususnya perpustakaan perguruan tinggi. Hal ini jelas nampak dengan diikut sertakannya perpustakaan dalam menunjang program pendidikan tinggi di Indonesia. Kebijak_sanaan selanjutnya yang ditempuh ialah tahun 1962 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan instruksi no. 9 _"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1980
S15485
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Sri Marnodi
"Pada umumnya keadaan dan perkembangan perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia masih jauh dari memuaskan. Hal tersebut dapat dibaca dari laporan Patah dan Dunningham ( 1955 ), Krenetsky ( 1959 ), Noble ( 1960 ), Shank ( 1960 ), dan Williamson ( 1961 ). Kenyataan seperti itu tampaknya merupakan gejala umum bahkan menjadi masalah umum yang dihadapi dan harus selekas mungkin ditanggu_langi para pustakawan perguruan tinggi di Indonesia. Masih menjadi pertanyaan apakah Perpustakaan Pusat IKIP Yogyakarta keadaannya juga serupa dengan apa yang telah digambarkan tadi, karena menurut hasil survai pendahuluan yang kami lakukan dan dengan memperhatikan hasil yang telah dicapai oleh perpustakaan tersebut sela_ma perkembangannya dalam jangka waktu lima tahun terakhir ini ( 1971 - 1976 ) ternyata menunjukkan kemajuan yang cukup menggembirakan atau kalau boleh dikatakan pesat perkembangannnya. Akan tetapi yang menjadi masalah sekarang ini ialah meskipun perpustakaan telah berkembang pesat, namun sampai kini masih belum di_ketahui secara pasti sudah sampai seberapa jauh sumbangannya terhadap IKIP Yogyakarta dalam rangka mencapai tujuannya yakni tridharma pergu_ruan tinggi dan apakah sumbangan itu telah memadai dengan apa yang se_harusnya diberikan oleh suatu perpustakaan perguruan tinggi khususnya Perpustakaan Pusat IKIP Yogyakarta. Maka dengan mensurvai perpustakaan tersebut secara menyeluruh dapatlah diharapkan bahwa persoalan itu akan dapat segera terjawab."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1977
S15691
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Lifanur Asri Rasad
"Setiap negara selalu bereita-cita dan berusaha untuk mencerdaskan bangsanya. Tingkat kecerdasan yang tinggi dari suatu bangsa lebih panting dari pada besarnya jumlah penduduk bangsa itu. Bangsa dengan kecerdasan yang ting_gi dapat bekerja lebih efektif dan efisien, sehingga prestasi dan kemajuan yang dapat dicapainya lebih tinggi dari pada bangsa dengan tingkat kecerdasan yang rendah. Kecerdasan itu dapat ditingkatkan dengan memberi pendidikan yang baik dan terarah. Oleh karena itu pendi_dikan dimasukkan kedalam kebutuhan pokok manusia disamping pangan, sandang, papan dan kesehatan. Bangsa Indo_nesia menyadari hal tersebut, sebagaimana tercermin di_dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea keempat yang berbunyi, Kemudian dari pada itu untuk membentuk Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bang_sa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa..."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1982
S15483
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Soetanto
"Laboratory School IKIP Jakarta didirikan pada tanggal 1 Februari 1968. Perpustakaan sekolahnya baru didiri_kan pada bulan Juni 1971. Perpustakaannya dipakai untuk semua siswa di sekolah tersebut yaitu siswa-siswa SD, SNP dan SMA, guru-guru serta para karyawan sekolah tersebut. Sebagai Proyek Perintis Sekolah Pembangunan Labora_tory School metode pengajarannya sudah memakai sistem mo_dul (dimulai tahun 1975) yaitu penyampaian pengajaran de_ngan paket pengajaran yang bersirat self-instructional. Dengan sistem modul diharapkan anak-anak akan lebih aktif belajarnya dari pada sistem tradisional di mana guru da_lam penyampaian pengajaran masih mempergunakan metode ce_ramah. Bila sistem modul ini dipakai, anak akan melakukan kegiatan membaca lebih banyak daripada sistem tradisional yang banyak mendengar dari guru. Motivasi adalah sesuatu yang menggerakkan atau alasan untuk berbuat sesuatu. Motivasi membaca tiap-tiap individu tentu saja berlain-lainan. Motivasi membaca siswa-_siswa kelas III SMA di sekolah tersebut adalah untuk menam_bah pengetahuan, untuk mengisi waktu luang, untuk kesenangan diri sendiri dan lain-lain. Motivasi membaca cerita bagi anak pria dan wanita nampak berbeda. Anak pria lebih me_nyukai cerita petualangan, fiksi ilmu pengetahuan dan biografi. Sedang anak wanita lebih menyukai cerita lucu dan _"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1980
S15516
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Heddy Poerwandari Soewondo
"Di zaman modern sekarang ini banyak penelitian yang diadakan sehingga makin banyak pula bahan pustaka yang diperlukan sebagai bahan bacaan untuk menunjang penelitian. Penelitian itu sendiri bulan hanya dalam satu bidang, tapi berkaitan dengan bidang lain, sehingga dibutuhkan bahan pustaka. yang ada di perpustakaan lain. Untuk bahan pustaka yang tidak ada di perpustakaannya sendiri, bila biaya mencukupi dan masih dalam cakupan subyek koleksi perpustakaannya, bahan bisa dibeli.Namun, jika bahan tersebut di luar cakupan subyek koleksinya atau berkaitan subyeknya , biaya perpustakaan terbatas dan bahan pustaka itu sangat diperlukan bagi penelitian, maka pustakawan harus memikirkan bagaimana supaya bahan tersebut didapat. Atau bagainana supaya dapat memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada para peneliti.Dengan berdirinya pusat-pusat jaringan informasi dan dokumentasi ilmiah nasional pada bulan Juli 1971 maka dibentuklah kerja sama antara perpustakaan menurut cakupan serta kaitan bidang masing-masing. Walaupun kerja sama pinjam antar perpustakaan sudah dilaksanakan di pusat-pusat tersebut, namun baru pusat jaringan infornasi dan dokumentasi dalam bidang biologi dan pertanian yang nampergunakan peraturan serta formulir seragam untuk perpustakaan pesertanya. Kordinasi dilakukan oleh perpustakaan Bibliotheca Bogorien_"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1981
S15441
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Didi Tjahjadi
"Dalan dunia modern seperti sekarang ini, dengan perkembangan ilmu yang semakin maju, orang semakin membutuhkan informasi secara cepat, terus-menerus, dan sebanyak mungkin. Sumber informaai itu sebagian besar tersedia di perpustakaan-perpustakaan, baik yang berupa buku maupun bahan bukan buku. Tugas perpustakaan dalan memberikan peleyanan kepada masyarakat pemakainya tidaklah cukup hanya dengan menyediakan gedung perpustakaan lengkap dengan koloksi yang te1ah diatur, peralatan dan pegawai yang terdidik baik, serta menanti penganjung untuk datang ke perpustakaan. Dengan pelayanan socara pasif ini hanya sebagian kecil dari pengunjung yang dapat menarik manfaat dari perpustakaan, dan sumber-sumber informasi serta jasa-jasa yang tersedia di perpustakaan banyak yang tidak digunakan. Padahal tujuan perpustakaan menghimpun serta mengatur kolek_sinya itu tidak lain untuk disampaikan kepada masyarakat yang memerlukannya. Agar tujuan perpustakaan dapat tercapai sebaik-baiknya, perpus_takaan haruslah secara aktif dan kreatif neningkatkan kagiatannya, yang berarti neningkatkan jasa informasinya. Berbagai cara untuk meningkatkan jasa imformasi ini sudah banyak dilakukan di Indonesia, tetapi sebagai perpustakaan dari negara yang sedang berkembang, kegiatan kegiatan yang dilakukan masih banyak nengalami hambatan dan kurang menunjukkan hasil yang memuaskan. Salah satu cara untuk meningkatkan jasa informasi yang akan penulis kemukakan dalam skripsi ini ialah paneran bahar pustaka."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1982
S15235
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library