Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dekta Filantropi Esa
"Latar Belakang. Penyakit radang usus atau Inflammatory Bowel Disease (IBD) memiliki gejala gangguan saluran pencernaan yang tidak dapat diprediksi, tidak menyenangkan, dan kerap kali menimbulkan rasa malu bagi penderitanya. Berbagai ketidaknyamanan tersebut dapat mempengaruhi penurunan kualitas hidup pasien IBD hingga meningkatkan morbiditas dan mortalitas di masa depan. Perlu instrumen yang sahih dan andal untuk menilai kualitas hidup pasien dengan IBD.
Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keandalan dan kesahihan Inflammatory Bowel Disease Questionnaires-9 (IBDQ-9) versi bahasa Indonesia untuk menilai kualitas hidup pasien dengan IBD.
Metode. Instrumen asli IBDQ-9 diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan diterjemahkan kembali ke bahasa Inggris lalu dikonfirmasi kepada pemilik instrumen. Kemudian dilakukan uji kesahihan isi dengan Content Validity Index (CVI). Studi potong lintang dengan populasi terjangkau pasien dewasa IBD di Poliklinik Gastroenterologi, Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo Jakarta pada bulan November 2022 yang berusia 18-59 tahun, telah mengalami IBD minimal 2 minggu dan bersedia untuk menandatangani
informed consent sebagai responden penelitian. Perbandingan skor total IBDQ-9 dengan SF-36 versi Indonesia dinilai dengan uji korelasi Spearman lalu uji keandalan dengan menentukan alfa Cronbach dan Intraclass Correlation Coefficient (ICC).
Hasil. Sebanyak 124 pasien IBD dianalisis dengan uji Spearman menunjukkan korelasi yang tinggi dan signifikan antara IBDQ-9 dengan SF-36 (r=0,769 dan p<0,001). IBDQ-9 versi bahasa Indonesia memiliki nilai alfa Cronbach versi bahasa Indonesia sebesar 0,883 dan nilai ICC yang baik juga sebesar 0,883 (IK95% 0,849-0,912).
Kesimpulan. Instrumen IBDQ-9 versi Bahasa Indonesia sahih dan andal untuk menilai kualitas hidup pasien dengan IBD di Indonesia.

Latar Belakang. Penyakit radang usus atau Inflammatory Bowel Disease (IBD) memiliki gejala gangguan saluran pencernaan yang tidak dapat diprediksi, tidak menyenangkan, dan kerap kali menimbulkan rasa malu bagi penderitanya. Berbagai ketidaknyamanan tersebut dapat mempengaruhi penurunan kualitas hidup pasien IBD hingga meningkatkan morbiditas dan mortalitas di masa depan. Perlu instrumen yang sahih dan andal untuk menilai kualitas hidup pasien dengan IBD.
Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keandalan dan kesahihan Inflammatory Bowel Disease Questionnaires-9 (IBDQ-9) versi bahasa Indonesia untuk menilai kualitas hidup pasien dengan IBD.
Metode. Instrumen asli IBDQ-9 diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan diterjemahkan kembali ke bahasa Inggris lalu dikonfirmasi kepada pemilik instrumen. Kemudian dilakukan uji kesahihan isi dengan Content Validity Index (CVI). Studi potong lintang dengan populasi terjangkau pasien dewasa IBD di Poliklinik Gastroenterologi, Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo Jakarta pada bulan November 2022 yang berusia 18-59 tahun, telah mengalami IBD minimal 2 minggu dan bersedia untuk menandatangani
informed consent sebagai responden penelitian. Perbandingan skor total IBDQ-9 dengan SF-36 versi Indonesia dinilai dengan uji korelasi Spearman lalu uji keandalan dengan menentukan alfa Cronbach dan Intraclass Correlation Coefficient (ICC).
Hasil. Sebanyak 124 pasien IBD dianalisis dengan uji Spearman menunjukkan korelasi yang tinggi dan signifikan antara IBDQ-9 dengan SF-36 (r=0,769 dan p<0,001). IBDQ-9 versi bahasa Indonesia memiliki nilai alfa Cronbach versi bahasa Indonesia sebesar 0,883 dan nilai ICC yang baik juga sebesar 0,883 (IK95% 0,849-0,912).
Kesimpulan. Instrumen IBDQ-9 versi Bahasa Indonesia sahih dan andal untuk menilai kualitas hidup pasien dengan IBD di Indonesia.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2023
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Livy Bonita Pratisthita
"Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) tipe 2 awitan muda memiliki karakteristik patofisiologi yang khas, termasuk disfungsi sel β yang lebih cepat dan resistensi insulin yang menonjol, terutama pada kondisi obesitas. Lipotoksisitas, akibat akumulasi lemak ektopik dan gangguan fungsi jaringan adiposa, diketahui berperan dalam terjadinya resistensi insulin dan disfungsi sel β. Namun, peran lipotoksisitas pada DM tipe 2 awitan muda belum banyak diteliti.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara lipotoksisitas, yang dinilai melalui visceral adiposity index (VAI) dan lipid accumulation product (LAP), dengan resistensi insulin (homeostasis model assessment of insulin resistance; HOMA-IR) dan fungsi sel β (homeostasis model assessment of β-cell function; HOMA-β) pada pasien DM tipe 2 awitan muda.
Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang yang menggunakan data dasar dari registri studi Genomik di RS Cipto Mangunkusumo (September 2022–Desember 2023). Subjek penelitian sebanyak 135 pasien DM tipe 2 dengan usia awitan ≤40 tahun dan tidak menggunakan insulin. VAI dan LAP dihitung berdasarkan data antropometri dan biokimia. HOMA-IR dan HOMA-β dihitung dari kadar glukosa dan insulin puasa. Analisis korelasi dan regresi linier berganda dilakukan dengan penyesuaian faktor perancu.
Hasil: VAI dan LAP menunjukkan korelasi positif signifikan dengan HOMA-IR (r = 0,33 dan r = 0,47; p < 0,001), yang mencerminkan korelasi lemah hingga sedang dengan resistensi insulin. Faktor-faktor selain lipotoksisitas kemungkinan berkontribusi terhadap proses resistensi insulin. Tidak ditemukan korelasi signifikan antara VAI maupun LAP dengan HOMA-β. Analisis multivariat menunjukkan bahwa hubungan antara VAI/LAP dengan HOMA-IR tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin, durasi DM, riwayat keluarga, kadar LDL, atau obat antidiabetes.
Simpulan: Lipotoksisitas yang dinilai melalui VAI dan LAP berkorelasi dengan resistensi insulin, namun tidak dengan disfungsi sel β pada DM tipe 2 awitan muda.

Background: Early-onset type 2 diabetes mellitus (T2DM) presents distinct pathophysiological characteristics, including accelerated β-cell dysfunction and prominent insulin resistance, often in the context of obesity. Lipotoxicity, resulting from ectopic fat accumulation and impaired adipose tissue function, is believed to contribute to both insulin resistance and β-cell dysfunction. However, its role in early-onset T2DM remains understudied.
Objective To examine the association between lipotoxicity, assessed by visceral adiposity index (VAI) and lipid accumulation product (LAP), with insulin resistance (homeostasis model assessment of insulin resistance; HOMA-IR) and β- cell function (homeostasis model assessment of β-cell function; HOMA-β) in patients with early-onset T2DM.
Methods: This was a cross-sectional study using baseline data from the Genomic Study registry at Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital (September 2022–December 2023). Subjects included 135 patients diagnosed with T2DM at age ≤40 years and not on insulin therapy. VAI and LAP were calculated from anthropometric and biochemical parameters. HOMA-IR and HOMA-β were derived from fasting glucose and insulin levels. Correlation and multiple linear regression analyses were conducted, adjusting for potential confounders.
Results: VAI and LAP showed significant positive correlations with HOMA-IR (r = 0.33 and r = 0.47, respectively; p < 0.001), indicating a weak and moderate correlation with insulin resistance. Factors other than lipotoxicity may contribute to the development of insulin resistance. No significant correlations were found between either VAI or LAP and HOMA-β. Multivariate analysis showed that the associations between VAI/LAP and HOMA-IR were not confounded by sex, diabetes duration, family history, LDL levels, or antidiabetic medications.
Conclusions: Lipotoxicity, as assessed by VAI and LAP, is associated with insulin resistance but not β-cell dysfunction in early-onset T2DM.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2025
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library