Search Result  ::  Save as CSV :: Back

Search Result

Found 6 Document(s) match with the query
cover
Dyan Senja Rachmawati
"Masyarakat di perkotaan menjadikan lingkungan sekitarnya menjadi modern dan maju sehingga menjadikan budaya konsumerisme sebagai gaya hidup, sehingga berdampak pada kurangnya masyarakat perkotaan untuk melakukan aktivitas fisik. Gaya hidup kurang melakukan aktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko dari obesitas yang dapat menimbulkan penyakit tidak menular lainnya antara lain penyakit kardiovaskuler seperti penyakit jatung dan stroke, diabetes, gangguan muskuloskeletal seperti osteoartritis, dan kanker.
Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini yaitu memberi gambaran hasil asuhan keperawatan pada keluarga yaitu pengaruh memberikan intervensi brisk walking exercise atau jalan cepat pada dewasa dengan obesitas terhadap penurunan berat badan. Intervensi dilakukan pada tiga orang responden yang mengalami obesitas dengan melakukan brisk walking exercise atau jalan cepat menggunakan aplikasi Step-Pedometer selama lima kali dalam tiga minggu dengan durasi minimal 30 menit setiap sesi.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa brisk walking berhasil menurunkan berat badan sebanyak 2 kilogram. Intervensi brisk walking disarankan untuk dilakukan oleh perawat untuk membantu menangani masalah nutrisi obesitas.

People in urban areas make their surroundings modern and advanced that make a culture of consumerism as a lifestyle, so it made an impact on the lack of physical activities. Lack of physical activity is one of the risk factors for obesity which can lead to other non-communicable diseases, including cardiovascular diseases such as heart disease and stroke, diabetes, musculoskeletal disorders such as osteoarthritis, and cancer.
The purpose of this research is to describe the results of nursing care in families, that is the weight-loss effect of providing brisk walking exercise in obese adults. The intervention was carried out on three respondents who were obese by doing brisk walking exercise using the Step-Pedometer application for five times in three weeks with a minimum duration of 30 minutes for each session.
The evaluation results showed that brisk walking managed to lose 2 kilograms of body weight. Brisk walking intervention is recommended for nurses to help treat obesity.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Latifa Rika Wardani
"Fenomena perceraian di Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 2023 dengan mencapai 463.654 kasus. Keluarga dengan orang tua tunggal memiliki permasalahan tidak terpenuhinya berbagai fungsi keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pemenuhan fungsi keluarga pada keluarga dengan orang tua tunggal di Kota Depok. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan teknik purposive sampling dengan 108 orang tua tunggal di Kota Depok. Penelitian ini menggunakan uji univariat. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa orang tua tunggal di Kota Depok sebagian besar adalah kelompok usia dewasa muda atau 20 sampai 40 tahun, berjenis kelamin perempuan, tingkat pendidikan menengah (SMA), bekerja sebagai wiraswasta, pendapatan kurang dari UMR, telah menjadi orang tua tunggal selama 3 sampai 5 tahun, dan status perceraian cerai hidup. Secara umum, sebagian besar orang tua tunggal di Kota Depok terpenuhi fungsi keluarganya. Fungsi keluarga terpenuhi pada sebagian fungsi sosialisasi, fungsi reproduksi, dan fungsi perawatan kesehatan. Sedangkan fungsi afektif, sebagian fungsi sosialisasi, dan fungsi ekonomi masih belum terpenuhi. Rekomendasi peneliti adalah bagi keluarga orang tua tunggal yang fungsi keluarganya terpenuhi, disarankan untuk terus mempertahankan fungsi keluarga yang baik. Sementara itu, bagi keluarga yang fungsi keluarganya belum terpenuhi, penting untuk memanfaatkan jaringan sosial dan pelayanan pendukung, seperti konseling keluarga atau pelatihan keterampilan, untuk meningkatkan kapasitas dalam memenuhi fungsi keluarga. Bagi perawat dapat pemberian konseling keluarga untuk mencegah terjadinya permasalahan keluarga termasuk peningkatan kasus perceraian.

The phenomenon of divorce in Indonesia has increased in 2023, reaching 463,654 cases. Single-parent families have the problem of not fulfilling various family functions. The purpose of this study was to determine the description of the fulfillment of family functions in single-parent families in Depok City. This study used a cross-sectional research design with a purposive sampling technique with 108 single parents in Depok City. This study used a univariate test. The results of the research analysis show that single parents in Depok City are mostly in the young adult age group or 20 to 40 years old, female, secondary education level (SMA), working as self-employed, income less than the minimum wage, have been single parents for 3 to 5 years, and divorce status divorced alive. In general, most single parents in Depok City can fulfill their family functions. Family functions are partially fulfilled in the socialization function, reproduction function, and health care function. While affective functions, some socialization functions, and economic functions are still not fulfilled. The researcher's recommendation is for single-parent families whose family functions are fulfilled, it is advisable to continue to maintain good family functions. Meanwhile, for families whose family functions have not been fulfilled, it is important to utilize social networks and support services, such as family counseling or skills training, to increase the capacity to fulfill family functions. Nurses can provide family counseling to prevent family problems including an increase in divorce cases"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yuniati Setianingsih
"Diet Rendah Gula dan Tinggi Serat sebagai Intervensi Menurunkan glukosa Darah pada   Keluarga dengan Masalah Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Peningkatan jumlah penduduk dewasa di perkotaan sebagai populasi berisiko berdampak pada munculnya berbagai penyakit, diantaranya Diabetes Mellitus. Diet tidak seimbang dapat menjadi faktor risiko terjadinya Diabetes Mellitus.
Tujuan karya ilmiah ini adalah untuk menggambarkan keefektifan intervensi keperawatan diet rendah dan gula tinggi serat dengan pendekatan keluarga selama lima minggu dalam menurunkan kadar glukosa darah. Hasil asuhan keperawatan diperoleh penurunan kadar glukosa darah pada Ibu R dari 258 mg/dL menjadi 146 mg/dL.
Kesimpulan hasil karya ilmiah ini adalah intervensi diet rendah gula dan tinggi serat dengan pendekatan keluarga efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah. Hasil penelitian merekomendasikan diterapkannya intervensi diet rendah gula dan tinggi serat dengan melibatkan keluarga oleh perawat komunitas pada keluarga dengan masalah risiko ketidastabilan kadar glukosa darah.

Glucose Level in Family with Risk for Unstable Blood Glucose Level. The increase of adult population in urban areas as at-risk population have an impact on the emergence of various diseases, including Diabetes Mellitus. An unbalanced diet can be a risk-factor for Diabetes Mellitus.
The purpose of this scientific paper is to describe the effectiveness of low sugar and high fiber diet intervention with family approach for five weeks in reducing blood glucose levels. The result obtained from nursing care show a decrease in blood glucose levels in Mrs. R from 258 mg/dL to 146 mg/dL.
The conclusion is a low sugar and high fiber diet intervention with family approach was effective in reducing blood glucose levels. This results recommends the implementation of low sugar and high fiber diet intervention with family involvement by community nurses in families with a risk for unstable blood glucose levels. Diabetes Mellitus, diet, blood glucose.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2019
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Bening Fitria Dewi
"Anemia pada remaja putri masih menjadi tantangan di Kota Depok, sehingga pencegahan dini melalui suplementasi tablet tambah darah (TTD) diperlukan. Namun, kepatuhan konsumsi tidak akan optimal tanpa pengawasan dan dukungan keluarga yang memegang peran sentral membentuk perilaku kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri di Kota Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 111 remaja putri yang berusia 13-18 tahun di Kota Depok. Instrumen yang digunakan adalah instrumen dukungan keluarga dan instrumen kepatuhan konsumsi TTD. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri (p=0,019; α=0,05), dengan odds ratio sebesar 2,478. Keterlibatan keluarga dan edukasi berkelanjutan penting untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD.

Anemia among adolescent girls remains a challenge in Depok City, thus early prevention through iron tablet supplementation (TTD) is necessary. However, optimal adherence will not be achieved without family supervision and support, which play a central role in shaping health behaviors. This study aims to examine the relationship between family support and adherence to IFA tablet consumption among adolescent girls in Depok City. This research employed a cross-sectional approach and purposive sampling technique, involving 111 adolescent girls aged 13 to 18 years in Depok City. The instruments used were a family support questionnaire and an IFA tablet adherence questionnaire. The results showed a significant relationship between family support and adherence to IFA tablet consumption among adolescent girls (p = 0.019; α = 0.05), with an odds ratio of 2,478. Family involvement and continuous education are essential to improve adolescent girls’ compliance with iron tablet supplementation."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Caroline Febe Yolanda
"Makanan merupakan salah satu faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) baik secara global maupun nasional. Konsumsi makanan tidak sehat yang dilakukan secara terus menerus dapat menjadi perilaku konsumsi makanan berisiko. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi konsumsi makanan individu adalah orang tua individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku konsumsi makanan berisiko pada remaja di kota Depok. Sampel pada penelitian ini merupakan remaja di kota Depok yang berusia 15-18 tahun sebanyak 110 orang. Metode yang digunakan adalah cross sectional dengan teknik purposive random sampling dan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua dengan perilaku konsumsi makanan berisiko pada remaja di kota Depok (p value = 0,632). Penelitian selanjutnya dapat meneliti lebih dalam mengenai faktor-faktor lain yang memengaruhi perilaku konsumsi makanan pada remaja.

One of the risk factors for non-communicable diseases (NCDs) is food, both globally and nationally. Continuous consumption of unhealthy foods can lead to risky food consumption behavior. One factor that can influence individual food consumption is the individual’s parents. This study aims to determine the correlation between parenting styles and risky food consumption behavior among adolescents in the city of Depok. The sample in this study was 110 adolescents in the city of Depok aged 15-18 years. The method used was cross-sectional with purposive random sampling technique and Chi Square statistical test. The results of this study indicate that there is no significant relationship between parenting patterns and risky food consumption behavior in adolescents in the city of Depok (p value = 0,632). Further research can examine more deeply other factors that influence food consumption behavior in adolescents."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rifty Octapiani Fauziah
"Kekerasan seksual menurut Komnas Perempuan (2023) yang terjadi di Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 9% dari tahun sebelumnya, menjadi 2.363 (34,8%). Kota Depok menjadi zona merah dalam kasus kekerasan seksual pada anak menurut Ketua Komnas Perlindungan Anak tahun 2021. Remaja disabilitas intelektual menjadi salah satu sasaran yang banyak terjadi sebagai korban, disebabkan disabilitas intelektual memiliki karakteristik yang sedemikian rupa menjadi salah satu faktor penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran perilaku seksual remaja disabilitas intelektual di SLB Kota Depok berdasarkan persepsi orang tua. Sampel penelitian berjumlah 109 responden (orang tua yang memiliki remaja usia 10-19 tahun dengan disabilitas intelektual) dengan teknik nonprobability sampling secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah modifikasi dari Checklist of Concerning Sexual Behavior bagian dari Sexuality Education Needs Assessment Checklis (SENAC) segment I dengan yaitu cronbach’s alpha reliability 0,94 dan test-retest reliability 0,91, serta validitas 0,82 – 1,00. Desain deskriptif kuantitatif. Analisa melalui aplikasi SPSS dengan data univariat, secara deskriptif dengan uji normalitas Shapiro-Wilk, juga klasifikasi perilaku seksual berdasarkan nilai median. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar remaja disabilitas intelektual menunjukkan perilaku seksual berisiko (57,8%). Kesimpulan penelitian ini yaitu sebagian besar remaja disabilitas intelektual di SLB Kota Depok melakukan perilaku seksual berisiko. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi tenaga kesehatan seperti perawat sekolah/komunitas, orang tua, dan pihak sekolah, sehingga remaja terhindar dari kekerasan seksual.

According to the National Commission on Violence Against Women (2023), sexual violence in Indonesia has increased by 9% from the previous year, to 2,363 (34.8%). Depok City is a red zone in cases of sexual violence against children according to the Chairperson of the National Commission for Child Protection in 2021. Adolescents with intellectual disabilities are one of the targets that often occur in victims, causing intellectual disabilities to have characteristics that are apparently one of the contributing factors. This study aims to identify the description of the sexual behavior of adolescents with intellectual disabilities in SLB Depok City based on parental perceptions. The research sample consisted of 109 respondents (parents who have adolescents aged 10-19 years with intellectual disabilities) with a nonprobability sampling technique using purposive sampling. The instrument used was a modification of the Checklist of Concerning Sexual Behavior, part of the Sexuality Education Needs Assessment Checklist (SENAC) segment I with a cronbach's alpha reliability of 0.94 and a test-retest reliability of 0.91, and a validity of 0.82 - 1.00. Quantitative descriptive design. Analysis using SPSS application with univariate data, descriptively with Shapiro-Wilk normality test, also classification of sexual behavior based on median value. The results of the study showed that most adolescents with intellectual disabilities showed risky sexual behavior (57.8%). The conclusion of this study is that most adolescents with intellectual disabilities in SLB Depok City engage in risky sexual behavior. This needs to be a concern for health workers such as school/community nurses, parents, and schools, so that adolescents are protected from sexual violence."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library