Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 19 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Harini Dhamayanti
"Kalimat kompleks adalah suatu kalimat yang terdiri atas beberapa klausa. Dalam gramatika transformasi generatif kalimat kompleks adalah suatu kalimat yang terdiri atas satu kalimat matriks (matrixsatz) dan satu atau lebih kalimat konstituen (Konstituentensatz). Kalimat kompleks memiliki lebih dari satu konstituen 'K' dalam diagram pohonnya (Lewandowski, 1984 : 554). Dalam upaya penggunaan bahasa secara lebih ekonomis dan efisien, anak kalimat pada kalimat kompleks ditransformasikan ke dalam bentuk frasa tanpa mengurangi makna yang ingin disampaikan oleh penuturnya. Predikat predikat yang dapat disederhanakan ditampilkan dari bentuk verba ke dalam bentuk frasa nominal-adjektival (Lewandowski, 1984 : 721). Proses nominalisasi verba ini antara lain dapat kita lihat pada transformasi bentuk Gliedsatz (anak kalimat, selanjutnya saya sebut Gliedsatz) kedalam bentuk Satzglied (bagian kalimat, selanjutnya saya sebut Satzglied) pada kalimat temporal yang akan dibahas dalam skripsi ini. Contoh: Die Schiller haben viel gelernt, seit der Kurs begann. (Schulz-Griesbach 1982 : 345) Seit dem Begin des Kurses haben die Schiller viel gelernt. (Schulz - Griesbach 1982 : 345) Saya tertarik untuk membahas transformasi Gliedsatz-Satzglied ini karena pada masa kuliah saya mengalami kesulitan dalam.mengerjakan soal-soal latihan mengenai transformasi ini. Tetapi lama kelamaan, setelah banyak berlatih dengan banyak kalimat, saya justru tertarik untuk membahas masalah ini dalam skripsi saya. Saya memilih Gliedsatz temporal sebagai data karena adanya hubungan waktu antara peristiwa/keadaan yang digambarkan dalam Gliedsatz dan Hauptsatz-nya."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1993
S14668
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dian Lestari Handayani
"Dian Lestari Handayani. Elemen-elemen Kohesi Gramatikal dalam Beberapa Artikel Surat Kabar Express (di bawah bimbingan Koosmarlinah Kramadibrata, S.S., M.A.) Fakultas Sastra Universitas Indonesia, 1993. Penelitian mengenai kohesi dalam surat kabar berbahasa Jerman ini ditulis dengan tujuan memperlihatkan penerapan konsepsi Halliday dan Hasan khususnya kohesi gramatikal dalam bahasa Jerman. Bab I mengulas tentang alasan, metode penelitian, tujuan dan korpus data. Surat kabar Express dipilih sebagai korpus, karena Koran ini mempunyai ciri tersendiri; yaitu ditujukan bagi masyarakat awam berpendidikan rendah. Hal tersebut terlihat dari penulisan judul, isi berita yang singkat, kalimat yang sederhana, dan lain-lain. Bab II mengulas tentang konsepsi kohesi gramatikal Halliday dan Hasan yang terdiri dari referensi, konjungsi, substitusi dan pelesapan. Dan dengan berpedoman pada alat-alat kohesi tersebut, analisis dilakukan pada korpus terbatas, yaitu artikel surat kabar Express. Bab IV mengulas tentang hasil analisis yang didapat dari bab sebelumnya. Secara garis besar konsepsi tersebut dapat diterapkan, namun terdapat juga alat-alat kohesi yang tidak terdapat dalam tata bahasa Jerman."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1993
S14626
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Imelda Rina Handayani
"Diese Arbeit besteht aus vier Abschnitten. Der erste Abschnitt ist die Einleitung, in der ich den Hintergrund des Themas, die Grenze der Thema, das Ziel der Analyse and die Hethode der Analyse, die ich benutze, um die Daten zu analysieren dargesteilt habe. Der zweite Abschnitt besteht aus vier Teilen, namlich die Definitionen von Werbung nach Otto Klepper. Im zweiten Teil erklare ich den Satzstruktur reach Gaston van der Elst. Im Dritten Teil beschreibe ich die drei Katagorien von Satzen in der Werbung nach Eleonore van Planta, and im letzten Tell schreibe ich Uber Sprachvarianten, Werbungskomposition and die Bedeutungen von Wortern. Im Dritten Abschnitt analysiere ich die Daten, die ich von Deutschen Magazinen nehme, anhand der konzeptuale Modell von van der Elst, van Planta and Blanke. Mach der Analyse der Daten kann ich einen SchluD ziehen, daE3 die einfachen Satze in Frauen- and Mannerduftwerbung gleich sind. Man benutzt haufig nicht komplexe Satze in der Werbung. Der Unterschied zwischen Frauen- and Mannerduftwerbung let im Wortwahl, namlich Adjektiva. In der Werbung finde ich, daO Werbungskomposjtion auch wichtig ist, damit die Leser daran Interesse haben."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1994
S14514
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Riani Lestari
"Dalam skripsi ini saya membandingkan penggunaan kata sapaan oleh remaja dan kata sapaan yang digunakan untuk menyapa remaja dalam novel Hell and Dunkel, karya Hansjorg Martin dan Der Sommer, als Alle Verliebt Waren, karya Marjaleena Lembeke. Fokus dari penelitian saya adalah analisis tentang hubungan antara pemilihan kata sapaan dengan latar belakang sosial dan hubungan sosial antar tokoh dalam kedua novel tersebut dilihat dari aspek sosiolinguistik. Skripsi ini terdiri dari empat bab. Teori yang tersaji dalam Bab II terdiri dari teori kata sapaan pronomina dari Brown dan Gilman, Klaus Bayer, dan Slobin, teori kata sapaan nomina menurut Ervin-Tripp serta teori tentang remaja dan bahasa yang digunakan dan teori tentang struktur sosial. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan dalam penggunaan kata sapaan, baik pronomina, maupun nomina dalam kedua buah novel. Pada novel Der Sommer, als A11e Verliebt Waren, kata sapaan pronomina yang ditemukan hanya kata sapaan pronomina Du, sedangkan dalam novel Hell and Dunkel masih dapat ditemukan penggunaan kata sapaan pronomina Sie. Penggunaan kata sapaan pronomina dalam kedua novel ini dapat memperlihatkan hubungan sosial antar tokoh, seperti keintiman, formalitas, solidaritas dan jarak sosial, Penggunaan kata sapaan nomina dalam kedua novel dapat menunjukkan secara tidak langsung status dan peran mitra bicara, hubungan antara penutur dan mitra bicara, serta situasi pembicaraan yang menyertai. Hasil penelitian ini mengungkapkan, bahwa kata sapaan, secara tidak langsung dapat mencerminkan norma sosial dan sistem nilai yang berlaku dalam masyarakat."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2003
S15011
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
F.R. Widiawati Setiawan
"Keadaan Jerman yang kita lihat sekarang berbeda dengan keadaan Jerman pada abad Pertengahan, Jerman pada saat itu atau yang sering disebut Kekaisaran Romawi Suci terdiri atas kerajaan-kerajaan kecil yang dipimpin oleh seorang kaisar sebagai penguasa tertinggi. Pada saat itu mata pencaharian sebagian besar rakyat Jerman adalah bertani, hanya sebagian kecil saja yang menjadi pengrajin dan majikan. Keadaan ini berlangsung selama berabad-abad, baru pada pertengahan abad 19 di Jerman terjadi peralihan dari negara agraris ke negara industri. Peralihan ini tidak saja membawa perubahan di bidang ekonomi, melainkan juga di bidang sosial, misalnya mulai ada perubahan dari sistem masyarakat feodal ke sistem masyarakat industri yang liberal."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1982
S14768
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rahayu Sinta
"Skripsi ini terdiri dari empat bab. Bab pertama berisi pendahuluan. Bab kedua menjelaskan tentang teori yang saya gunakan untuk menganalisis kalimat pasif bahasa Jerman, yaitu teori gramatika transformasi generatif. Pada bab ketiga saya akan menguraikan, bagaimana kalimat pasif bahasa Jerman dapat dianalisis menurut teori gramatika transformasi generatif.Berdasarkan analisis tersebut dapat ditarik beberapa kesimpuIan, yaitu : -Kalimat pasif dibentuk dari transformasi pasif. Dalam transformasi tersebut terjadi proses-proses seperti proses penambahan, pelesapan, permutasi, dan substitusi. Dari hasil analisa saya dalam artikei majalah CHIP tidak semua bentuk kalimat pasif dapat saya temukan. -Beberapa konstruksi kalimat pasif bahasa Jerman tidak dapat langsung dianalisis dengan teori gramatika transformasi generatif. Kalimat pasif jenis ini harus ditransformasikan terlebih dahulu."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2004
S14609
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rani Praditia
"Sumber data yang berupa transkrip konferensi pers antara Presiden Republik Indonesia dan Kanselir Republik Federal Jerman ini diunduh dari http://www.bundeskanzlerin.de pada tanggal 11 Juli 2012, pukul 00:38 wib. Adapun tujuan penelitian dengan metode kuantitatif ini adalah untuk menganalisis dan mendapatkan intensitas dari daya ilokusi Searle, kepatuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan Leech dan prinsip kerja sama Grice dari petuturan yang disampaikan oleh Presiden RI, Kanselir Republik Federal Jerman dan para wartawan selama konferensi pers berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Presiden RI lebih banyak melakukan pelanggaraan pada prinsip kesantunan Leech dan prinsip kerja sama Grice, jika dibandingkan dengan para peserta tutur lainnya.

The transcription data of the press conference between the President of Republic of Indonesia and the Chancellor of the Federal Republic of Germany is downloaded from http://www.bundeskanzlerin.de on July 11, 2012, at 12:38 pm. The purpose of this quantitative-method research is to analyze and to get the intensity of the Searle’s illocutionary force, obedience and violation of both Leech’s politeness principle and Grice’s cooperation principle from the pronounciation delivered by the President of Republic of Indonesia, the Chancellor of the Federal Republic of Germany and the journalists during the press conference. The research results show that the President of Republic of Indonesia does more violation of both Leech’s politeness principle and Grice’s cooperation principle compared to the other participants."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S45276
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yuke Adora Iskandar
"Seperti halnya bahasa Indonesia, bahasa Jerman juga mengenal variasi dialek regional yang tersebar tidak hanya di wilayah Jerman sendiri, namun juga sampai ke negara-negara tetangga seperti Swiss dan Austria. Salah satunya adalah dialek Bern-Deutsch, yang digunakan oleh orang-orang dari kanton Bern, Swiss. Bern-Deutsch menarik untuk ditelaah karena letak geografis Bern yang berada di tengah-tengah Jerman dan Perancis turut mempengaruhi aspek budaya dan bahasanya. Bern-Deutsch memiliki khazanah kosa kata dan pelafalan yang unik, yang cukup berbeda jauh dengan bahasa Jerman baku (Hochdeutsch). Bila dilihat secara sepintas, seolah tidak ada aturan baku yang mengatur pola perubahan pelafalannya. Namun, bila dianalisis dengan teori linguistik yang tepat, akan muncul kesimpulan berupa beberapa aturan mendasar. Penelitian ini sendiri dilakukan dengan pendekatan fonetis dan fonologis. Sebagai pengantar untuk menuju penelitian tingkat lanjut, cakupan penelitian ini hanya akan meliputi kosakata sehari-hari yang terbagi dalam beberapa kategori yang telah ditentukan.

Same as Indonesian, the German language is acquainted with various regional dialects. These dialects are widely spread not only inside Germany's territory, but they also reach neighboring countries such as Switzerland and Austria. One of them is Bernese-German (in German : Bern-Deutsch), which is spoken by the people in the Canton of Bern, Switzerland. Bernese-German is an interesting object of study due to the canton's geographical location, right in the middle between France and Germany, which influences the culture and language as well. Bernese-German has a wide range of vocabularies and distinctive way of pronouncing compared to the standard German language (known as Hochdeutsch). In a glance it seems like there is no specific pattern to explain its pronunciation alteration. However, after a suitable linguistic theory was applied, some basic patterns will appear. This research is using phonetical and phonological approach. As an introduction before extending to advanced researches, the scope of this research will at most include daily vocabularies divided in several categories.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Glady Yudha A.
"Iklan sangat erat peranannya dalam kehidupan sehari-hari kita. Selain menyajikan informasi yang dibutuhkan masyarakat, disebut juga iklan layanan masyarakat, iklan juga merupakan sarana untuk menjual suatu produk komersil dan biasa disebut iklan komersil. Iklan komersil ini dibuat sedemikian rupa agar menarik minat konsumen agar membeli produk yang diiklankan. Di setiap iklan, terdapat unsur-unsur iklan yang membangun iklan tersebut menjadi sebuah kesatuan. Unsur-unsur iklan ini menarik untuk ditelti, karena masing-masing iklan mempunyai bentuk unsur-unsur iklan yang berbeda-beda. Fungsi unsur-unsur iklan ini pun bermacam-macam. Jadi, ketika kita menganalisis unsur-unsur iklan, kita dapat menemukan maksud dan tujuan yang sebenarnya di balik iklan tersebut.

Advertising is very close to our daily life. It is not only providing information that people need, known as public service advertisement, but there is also commercial advertising that has function to sell a product. Commercial advertisements are made to get consumer’s interest, so that consumer will buy a product. There are some elements that build an advertising. The components of this are interesting and should be analysed more, because each advertisement has different elements. The function of these elements are various. Thus, when we analyse the elements of advertisements, we can find out the aims and purposes of those advertisements."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Winda Nur Adli
"Orang-orang yang memiliki kemampuan untuk berbicara lebih dari satu bahasa tentunya merupakan suatu kebanggaan. Apalagi jika kemampuan tersebut mereka dapat melalui orangtua yang berasal dari negara yang berbeda, maka dia seharusnya lebih mudah untuk mempelajarinya. Kemampuan berbicara lebih dari satu bahasa akibat perbedaan bangsa orangtua ini sangat menarik untuk dibahas. Pada umumnya seorang anak akan memperoleh bahasa ibu dari negara asal ibunya. Namun, hal ini juga sangat tergantung dengan kemampuan bahasa asing lainnya yang dimiliki ibunya. Pada penelitian ini akan dibahas kemampuan bahasa seorang pria yang dilahirkan melalui perkawinan campur. Kemampuan bahasa ini akan diteliti dengan pendekatan semantik pragmatik. Cakupan penelitian ini hanya akan meliputi beberapa tema umum untuk mengetahui kemampuan kedwibahasaan.

People who have abilty to speak more than one language is certainly a pride. Moreover if the ability they got from parents who come from different countries, so it should be easier to learn it. The ability to speak more than one language due to differences in the nation from parents is so interesting to be discussed. Generally a child will get mother tounge from the country where the child’s mother comes from. However it also depends on the mother’s another language ability. In this reasearch will be discussed the language ability of a man who was born through mixed marriage. This language ability will use semantic pragmatic approach. The scope of this research will only enclose a general themes to find out the bilingualism ability.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>