Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 36 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Syafi`i
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi realisasi kredit, baik dari sisi penawaran maupun permintaan. Data yang digunakan dalam kajian empiris ini merupakan data runtun waktu triwulanan periode 1993:3 sampai dengan 2004:2 atau 44 observasi. Alat analisis yang digunakan adalah maximum likelihood estimation dengan switching regression.
Hasil estirnasi memberikan informasi bahwa seluruh variabel independen yang digunakan memiliki koefisien yang sesuai dengan hipotesis penelitian dan seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap penawaran dan permintaan kredit.
Berdasarkan pengujian diketahui bahwa lambatnya pertumbuhan kredit perbankan setelah mengalami penurunan yang cukup tajam pada saat krisis moneter merupakan salah satu faktor yang menyebabkan proses pertumbuhan ekonomi belum dapat kembali pada tingkat sebelum krisis.
Sebelum krisis moneter, terdapat kecenderungan terjadinya ekses permintaan kredit (excess demand equilibria), yaitu realisasi kredit dipengaruhi oleh sisi penawaran. Ekses permintaan kredit ini tarjadi karena kondisi makro ekonomi cukup kondusif sehingga mendorong dunia usaha untuk mengajukan permintaan kredit, yang tidak diimbangi dengan penawaran kredit dalam jumlah yang sebanding. Sementara itu, mulai akhir 1999 s.d tahun 2004 terdapat kecenderungan terjadinya ekses penawaran kredit (excess supply equilibria), yang artinya realisasi kredit dipengaruhi oleh sisi permintaan. Ekses penawaran kredit ini antara lain dikarenakan tingginya suku bunga kredit yang diperhitungkan oleh perbankan dan kondisi nilai tukar yang belum stabil. Selain itu juga diketahui bahwa permintaan kredit lebih sensitif terhadap suku bunga dibandingkan dengan penawaran kredit.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2005
T20253
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Agnes Wayan Lestari
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh tingkat suku bunga SBI 1 bulan, suku bunga PUAB, suku bunga deposito 1 bulan bank umum, kurs rupiah terhadap 1 U5$ dan tingkat inflasi terhadap permintaan Bank komersial atas Sertifikat Bank Indonesia (SBI) periode 1996 - 2003.
Dalam mengetahui hubungan antara variable independen dan dependen digunakan analisis regresi linier berganda dan koefisien determinasi serta melakukan uji asumsi klasik untuk mengetahui kelayakan regresi seperti uji multikolinearitas dan autokorelasi. Hasilnya menunjukkan bahwa regresi yang telah dibuat bebas dari problem tersebut.
Kemudian dilakukan uji hipotesis F menunjukkan bahwa secara bersama-sama variable-variabel independen tersebut berpengaruh kepada permintaan Bank Komersial terhadap Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
Secara individual dengan menggunakan uji hipotesis T menunjukkan bahwa tingkat suku bunga SBI 1 bulan, suku bunga PUAB, suku bunga deposito 1 bulan, kurs rupiah terhadap dollar dan tingkat inflasi berpengaruh signifikan pada permintaan SBI.
Hasil penelitian ini adalah bahwa faktor tingkat suku bunga SBI 1 bulan, suku bunga PUAB, suku bunga deposito 1 bulan, kurs Rupiah terhadap 1 US$ dan tingkat inflasi yang memiliki pengaruh terhadap permintaan Bank Komersial terhadap SBI."
Depok: Universitas Indonesia, 2005
T20564
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aditia Rahman Insan Kamil
"Skripsi ini berusaha menjelasakan faktor-faktor yang mempengaruhi tabungan masyarakat Indonesia. Dengan mengadopsi model Prema-Chandra Athukorala dan Kunal Sen (2003) pada penelitiannya yang dilakukan di India. Tujuan lain dari penelitian ini adalah melihat bagaimana pengaruh terjadinya krisis yang terjadi pada tahun 1997-1999 dan apakah ada perbedaaan faktor yang mempengaruhi tabungan masyarakat antara periode krisis dan periode sebelum krisis. Dengan menggunakan data kuartalan BPS-CEIC dan Bank Indonesia dengan jangka waktu 1990-2006, ditemukan bahwa faktor tingkat pertumbuhan pendapatan per kapita (per capita income growth, GY) mempunyai hubungan positif terhadap tingkat tabungan masyarakat. Tingkat inflasi (INF) memiliki hubungan negatif dengan tingkat tabungan masyarakat. Tingkat suku bunga tabungan (saving interest rate, RID) mempunyai hubungan positif dengan tingkat tabungan masyarakat dan Krisis (DUM1) mempunyai hubungan negatif dengan tingkat tabungan masyarakat. Selain itu juga ditemukan bahwa yang paling mempengaruhi tabungan masyarakat pada periode sebelum krisis adalah tingkat inflasi dan faktor yang paling mempengaruhi pada periode setelah krisis adalah tingkat pertumbuhan pendapatan disposibel."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ari Hidayat
"Beralihnya sistem kebijakan moneter dibanyak Negara yang pada mulanya menggunakan sasaran operasional berdasarkan quantity targeting (kebijakan untuk mencapai sasaran operasional uang primer) menjadi price targeting (kebijakan untuk mencapai sasaran operasional suku bunga), mendorong banyaknya penelitian yang ditujukan untuk mengetahui suku bunga apakah yang dirasa paling cocok dalam mempengaruhi pergerakan inflasi yang menjadi sasaran akhir kebijakan. Ataupun, adakah kandidat suku bunga lain yang ternyata lebih efektif dalam menentukan pergerakan inflasi tersebut. Disamping itu, penelitian berlanjut tentang rigiditas suku bunga kebijakan dalam mempengaruhi suku bunga kredit. Apakah hubungan yang terjadi diantara suku bunga tersebut menggambarkan kenyataan yang terjadi, bahwa perubahan suku bunga kebijakan (BI Rate) ternyata lambat direspon suku bunga kredit."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Leo Putera Rinaldy
"Pengalaman inflasi Indonesia yang tinggi dan tidak efektifnya penerapan nominal anchor menggunakan besaran moneter telah membuat Bank Indonesia untuk beralih kepada kerangka kebijakan moneter menggunakan nominal anchor target inflasi (inflation targeting framework). Proses ini diawali oleh perubahan UU No. 13 tahun 1968 tentang Bank Indonesia menjadi UU No.23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Dalam undangundang tersebut secara eksplisit dinyatakan bahwa Bank Indonesia diarahkan untuk mencapai sasaran inflasi yang telah ditetapkan. Sejalan dengan itu, sejak tahun 2000 Bank Indonesia mulai menempuh langkah-langkah penerapan kerangka kerja kebijakan moneter berdasarkan suatu kerangka yang dikenal dalam literatur ekonomi dan praktek-praktek bank-bank sentral lain dengan sebutan Inflation Targeting Framework. Penelitian ini menguji variabel-variabel makro ekonomi ( government external debt, narrow money (M1), stock market capitalization, inflasi, PDB riil dan nilai tukar Rupiah terhadap US dollar (RP/$US)) yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap perkembangan Inflation Targeting Framework Indonesia. Diharapkan penelitian ini dapat memberi pengaruh terhadap perkembangan Inflation Targeting Framework Indonesia menjadi lebih baik."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Elisabeth Lucas
"Skripsi ini membahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar riil rupiah (RER) pada periode tahun 1990 kuartal pertama sampai dengan tahun 2007 kuartal ke empat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ordinary Least Square (OLS) dan Error Correction Model (ECM). Model yang digunakan dalam penelitian menggunakan variabel bebas suku bunga nominal (SBI), Produk Domestik Bruto Nominal (PDB), tingkat harga luar negeri (WPI_USA), dan variabel dummy krisis ekonomi Indonesia (CRISIS). Dari penelitian model jangka panjang dengan OLS diperoleh hasil bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi nilai tukar riil rupiah (RER) dalam jangka panjang adalah SBI, PDB, dan WPI_USA. Sedangkan berdasarkan hasil regresi model jangka pendek dengan ECM, diperoleh hasil bahwa hanya variabel SBI dan CRISIS yang signifikan mempengaruhi nilai tukar riil rupiah (RER). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa variabel yang paling mempengaruhi nilai tukar riil rupiah (RER) dalam jangka pendek dan jangka panjang adalah tingkat harga luar negeri (WPI_USA). Selain itu, nilai tukar riil rupiah (RER) dalam jangka pendek undervalued sehingga akan cenderung terapresiasi untuk menuju ke keseimbangan jangka panjangnya.

The focus of this study is to analyze factors affecting real exchange rate in Indonesia within period 1990:1 - 2007:4. This study also wants to search which factors affects real exchange rate in Indonesia. The methods of research being used in the study are Ordinary Least Square and Error Correction Model. Model in this research uses independent variables, those are: nominal interest rates (SBI), Gross Domestic Product (PDB), foreign price level (WPI_USA), and dummy variable economic crisis in Indonesia (CRISIS). Result from long term regression with ordinary least square shows that variables which are significant in affecting real exchange rate are SBI, PDB, and WPI_USA. Meanwhile, based on error correction model in short term, variables which are significant in affecting real exchange rate are SBI and CRISIS. This research concludes that variable, most which affects real exchange rate is WPI_USA. Besides that, this research also concludes that real exchange rate (RER) in short term is undervalued so that it tends to appreciate in order to reach its long term equilibrium.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
S6721
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Hanri
"Krisis nilai tukar yang melanda suatu negara dapat dilihat dari pergerakan indikator ekonomi negara tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah sistem peringatan dini untuk mencegah terjadinya krisis nilai tukar tersebut. Analisis pergerakan indikator ekonomi tersebut berguna agar pengambilan kebijakan dapat efektif dan efisien mengurangi peluang terjadinya krisis nilai tukar. Analisis terhadap beberapa kombinasi indikator ekonomi di Indonesia pada periode tahun 1990 hingga 2008 dimana pada periode tersebut terjadi krisis nilai tukar 1997 dan krisis keuangan global, menghasilkan sebuah sistem peringatan dini yang baik sehingga dapat dijadikan prediktor untuk terjadinya krisis nilai tukar di Indonesia.

Currency crisis can be seen from the movement of economic indicators of the country. Therefore, it is necessary to have an early warning system to prevent the occurrence of the currency crisis. Movement analysis of economic indicators is useful so that the policy can be effective and efficient to reduce the occurrence of the exchange rate crisis. Analysis of some combination of economic indicators in Indonesia within the period 1990 to 2008 in which occurred 1997 currency crisis and the global financial crisis, resulting a good early warning system which also can be used as a good predictor for the occurrence of the currency crisis in Indonesia."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
S6706
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Tiyok Subekti
"Tesis ini membahas tentang hubungan kausalitas antara suku bunga SBI, nilai tukar riil, tingkat harga dan aktititas ekonomi riil khususnya pada periode diterapkannya ITF di Indonesia sejak Juli 2005. Penulisan tesis ini dilatarbelakangi oleh dampak penggunaan suku bmmga sebagai sasaran operasional kebijakan moneter dalam Icerangka ITF serta nilai tukar terhadap tingkat harga dan aktifitas ekonomi riil.
Data yang digunakan adalah data time series bulanan yang terdixi dari tingkat suku bunga SBI tenor 1 bulan, nilai tukar riil Rp/USS, Indeks Harga Konsumen dan sebagai proxy dari alctifitas ekonomi riil digunakan indeks produksi manufaktux Indonesia dengan rentang periode observasi sejak bulan Juli 2005 sampai dengan Mei 2008.
Metode ekonometri yang digunakan adalah model VAR (Vector Autoregression). Untuk melihat pola hubungan gmcangan antar variabel diperoleh dari hasil Impulse .Respon Function (IRF), sedangkan untuk mencntukan sumbangan /komposisi gmmcangan musing-musing variabel terhadap varians dari vaxiabcl tertentu digunakan metode Forecast Error Variance Decomposition (FEVD).
Hasil IRF yang diperoleh menunjukkan bahwa guncangan suku bunga SBI masih cukup efcktif untuk mempengaruhi tingkat harga dan mempcrkuat nilai tukar. Guncangan suku bunga SBI dapat rnemberikan dampak yang negatif terhadap aktititas ckonomi riil. Hasil analisis FEVD menunjukkan bahwa pada periode observasi nilai mkar agak sulit dikendalikan. Guncangan niiai tukar riil lebih dominan dalam mempcngaruhi vanasi tingkat harga dan aktititas ekonomi riil. Hal ini mennnjukkan semakin dominannya pengaruh luar negeri dalam perekonomian Indonesia.

This thesis discusses the causality relationship among SBI interest rate, real exchange rate, price level and real economic activity especially in period of the ITF implementation in Indonesia since July 2005. The effect of employing interest rate as the operational target of monetary policy and exchange rate on price level and real economic activity is the main background of this thesis.
Data employed in this thesis are monthly time series consist of one month SBI interest rate, real exchange rate Rp/U S, Consumer Price Index and manufacturing production index as a proxy of real economic activity with observation period from July 2005 to May 2008. VAR (Vector Autoregression) is used as the econometric method.
The result obtained from Impulse Respon Function (IRF) method is used to analyze the relationship characteristic among shocks of each variable. Forecast Error Variance Decomposition (FEVD) method is used to determine the shock contribution of each variable to one variable.
IRF result shows that SBI interest rate shock is e&`ective enough to influence the price level and to strenghten the exchange rate. SBI interest rate shock is negatively reponsed by real economic activity. FEVD result shows that exchange rate is hard to be controlled during observation paiod. The exchange rate shock influences the variability of price level and real economic activity dominmitly. This result indicates the more dominant influence of foreign economic on Indonesian economic.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T34302
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Fadhil
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari aliran modal masuk terhadap REER yang terjadi pada 6 negara Asia, meliputi Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Cina dan India untuk periode 1990-2011 melalui 3 jenis aliran modal yaitu, PMA, investasi portofolio, investasi lainnya. Dengan menggunakan model yang dikembangkangkan Lartey (2007) dan metode panel Feasible Generalized Least Square, hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi portofolio memiliki dampak apresiasi REER paling besar, diikuti oleh investasi lainnya dan PMA. Variabel makroekonomi derajat keterbukaan dan konsumsi pemerintah positif dan signifikan terhadap apresiasi REER.

The purpose of this research is to analyze the impact of capital inflows towards the REER, in a sample of 6 Asian countries, consisting of Indonesia, Malaysia, Thailand, Phillippines, China, and India from the year 1990-2011. By using the model developed by Lartey (2007) and Feasible Generalized Least Square regression, the results reveal that portofolio investment have the greatest REER appreciation effect towards the REER, followed by other investment and foregin direct investment (FDI). Macroeconomic variables such as trade openness and government consumption positively and significantly affect the REER appreciation."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
S54253
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Youmil Maulidya Yudha
"Penelitian ini menganalisis pengaruh keberlimpahan sumber daya terhadap pertumbuhan ekonomi dan juga melihat transparansi pemerintahan di negara-negara ASEAN antara tahun 2000 sampai 2018. Penelitian ini membuktikan bahwa negara-negara yang memiliki sumber daya alam berlimpah memiliki transparansi yang lebih rendah dalam sistem pemerintahan mereka daripada negara-negara yang tidak memiliki sumber daya alam berlimpah dan negara-negara yang berlimpah sumber daya ini memiliki pertumbuhan ekonomi yang rendah. Dengan menggunakan regresi panel data fixed effect, hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif dari pendapatan sumber daya alam ke transparansi, yang juga dipengaruh oleh pengeluaran pemerintah. Selain itu, pendapatan sumber daya alam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara negatif juga khususnya pada pendapatan sumber daya diffuse (hasil pertanian dan ekspor makanan).

This study analyzes the effect of the resource abundance on economic growth through government transparency on ASEAN countries between 2000 and 2018. This research proves that countries that have abundant natural resources have lower transparency in their government systems than countries that do not have abundant natural resources, and these abundant countries have low economic growth. By using fixed effect panel data regression, the results of this paper show a negative relationship from natural resource revenues to transparency, which also influenced by government spending. Furthermore, natural resource revenue negatively affects economic growth as well, particularly in diffuse resources (agricultural products and food exports).
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>