Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Betriza
"Beberapa penelitian sebelumnya telah menunjukkan adanya hubungan antara stenosis arteri koroner dan ketebalan intima media arteri karotis pada populasi umum. Ketebalan intima media arteri karotis ini pada penderita DMTTI lebih tebal dibandingkan pada penderita yang tanpa diabetes. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah berat dan luasnya stenosis arteri koroner secara angiografi pada penderita PJK dengan DMTTI mempunyai korelasi dengan makin tebalnya intima media arteri karotis. Telah dilakukan pemeriksaan ketebalan intima media arteri karotis komunis, bifurkasio-bulbus, arteri karotis interna dan eksterna kanan dan kiri pada 30 orang penderita PJK dengan DMTTI yang terdiri dari 25 laki-laki dan 5 perempuan, berumur rata-rata 58 ± 8,5 tahun (44 - 74 tahun). Dari hasil angiografi koroner terdapat 2 orang dengan 1 VD, 11 orang dengan 2VD dan 17 orang dengan 3VD. Terdapat penebalan intima media arteri karotis pada semua penderita dengan rata-rata ketebalan intima media arteri karotis yaitu 2,6 ± 1,1 mm (1 - 6 mm), ini menunjukkan adanya korelasi antara ketebalan intima media arteri karotis dan stenosis arteri koroner, namun tidak didapatkan korelasi yang bermakna secara statistik antara 1 VD, 2 VD dan 3 VD dengan ketebalan intima media arteri karotis yang lebih tebal meskipun ada kecenderungan bahwa makin banyak pembuluh darah koroner yang mengalami stenosis makin tebal intima media arteri karotis."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1998
T57268
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Faisal Baraas
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, efek latihan fisik yang teratur dan terukur dengan intensitas ringan selama masa rawat di rumah sakit, terhadap produksi radikal bebas oksigen dan produksi nitrik oksid pada pasien-pasien pria yang dirawat karena infark miokard akut.
Latar Belakang:
Latihan fisik yang teratur dan terukur dengan intensitas berat yang dilakukan oleh pasien-pasien setelah beberapa bulan keluar rawat karena infark miokard akut, ternyata dapat menurunkan stres oksidatif-yaitu menurunnya produksi radikal bebas oksigen dan meningkatnya nitrik oksid. latihan fisik umumnya dilakukan secara bertahap dengan intensitas cukup berat dan berlangsung beberapa bulan lamanya. Penelitian pada binatang menunjukkan bahwa latihan fisik dengan intensitas cukup berat-tetapi berlangsung sangat singkat, hanya 5 hari- ternyara sudah dapat menurunkan peroksidasi lipid oleh radikal bebas oksigen dan meningkatkan kadar antioksidan internal pada diafragma tikus percobaan itu. Efek latihan fisik yang teratur dan terukur-dengan intensitas yang ringan- terhadap produksi radikal bebas oksigen dan nitrik oksid, yang diberikan ada pasien-pasien dengan infark miokard akut hanya selama masa rawat di rumah sakit, memang belum jelas sampai saat ini.
Metode penelitian
Pada 32 pasien pria yang masuk ke rumah sakitkarena serangan infark miokard akut tanpa komplikasi dirandom menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama mendapat latihan fisik yang teratur dan terukur dengan intensitas ringan selama masa rawat di rumah sakit (berlangsung 5 hari) dan kelompok kedua sebagai kontrol, tidak mendapatkan latihan fisik seperti itu dan selama dirawat tidak melakukan aktivitas fisik apa pun, kecuali membaca-baca di kamar tidur atau menonton televisi. Semua pasien menjalani uji latih jantung dengan treadmil berdasarkan protokol modifikasi Bruce, pad awal penelitian dan 5 hari kemudian, sebelum pulang dari rumah sakit. Diperiksa kadar F2-isoprostan sebagai marka radikal bebas oksigen (stres oksidatif) dan kadar nitrit/nitrat plasma sebagai marka nitrik oksid, sebelum dan sesudah tes treadmil.
Hasil Penelitian
Tidak terdapat perbedaan yang bermakna mengenai karakteristik dasar antara kelompok latihan (15 pasien) dengan kelompok kontrol (17 pasien). Kadar F2-isoprostan sebelum dan sesudah tes treadmil pada kelompok latihan tampak sedikit meningkat, yaitu 2197.1 kurang lebih 1312,6 pg/mL menjadi 2312,1 kurang lebih 1322,0 pg/mL, tetapi tidak signifikan (p>0,05). Demikian pula halnya dengan produksi nitrik oskid, pada kelompok latihan tidak berbeda bermakna sebelum dan sesudah menjalani tes treadmil, walau pun tampak sedikit meningkat."
Jakarta: 2006
D637
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Faisal Baraas
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, efek latihan fisik yang teratur dan terukur dengan intensitas ringan selama masa rawat di rumah sakit, terhadap produksi radikal bebas oksigen dan produksi nitrik oksid pada pasien-pasien pria yang dirawat karena infark miokard akut.
Latar Belakang:
Latihan fisik yang teratur dan terukur dengan intensitas berat yang dilakukan oleh pasien-pasien setelah beberapa bulan keluar rawat karena infark miokard akut, ternyata dapat menurunkan stres oksidatif-yaitu menurunnya produksi radikal bebas oksigen dan meningkatnya nitrik oksid. latihan fisik umumnya dilakukan secara bertahap dengan intensitas cukup berat dan berlangsung beberapa bulan lamanya. Penelitian pada binatang menunjukkan bahwa latihan fisik dengan intensitas cukup berat-tetapi berlangsung sangat singkat, hanya 5 hari- ternyara sudah dapat menurunkan peroksidasi lipid oleh radikal bebas oksigen dan meningkatkan kadar antioksidan internal pada diafragma tikus percobaan itu. Efek latihan fisik yang teratur dan terukur-dengan intensitas yang ringan- terhadap produksi radikal bebas oksigen dan nitrik oksid, yang diberikan ada pasien-pasien dengan infark miokard akut hanya selama masa rawat di rumah sakit, memang belum jelas sampai saat ini.
Metode penelitian:
Pada 32 pasien pria yang masuk ke rumah sakitkarena serangan infark miokard akut tanpa komplikasi dirandom menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama mendapat latihan fisik yang teratur dan terukur dengan intensitas ringan selama masa rawat di rumah sakit (berlangsung 5 hari) dan kelompok kedua sebagai kontrol, tidak mendapatkan latihan fisik seperti itu dan selama dirawat tidak melakukan aktivitas fisik apa pun, kecuali membaca-baca di kamar tidur atau menonton televisi. Semua pasien menjalani uji latih jantung dengan treadmil berdasarkan protokol modifikasi Bruce, pad awal penelitian dan 5 hari kemudian, sebelum pulang dari rumah sakit. Diperiksa kadar F2-isoprostan sebagai marka radikal bebas oksigen (stres oksidatif) dan kadar nitrit/nitrat plasma sebagai marka nitrik oksid, sebelum dan sesudah tes treadmil.
Hasil Penelitian:
Tidak terdapat perbedaan yang bermakna mengenai karakteristik dasar antara kelompok latihan (15 pasien) dengan kelompok kontrol (17 pasien). Kadar F2-isoprostan sebelum dan sesudah tes treadmil pada kelompok latihan tampak sedikit meningkat, yaitu 2197.1 kurang lebih 1312,6 pg/mL menjadi 2312,1 kurang lebih 1322,0 pg/mL, tetapi tidak signifikan (p>0,05). Demikian pula halnya dengan produksi nitrik oskid, pada kelompok latihan tidak berbeda bermakna sebelum dan sesudah menjalani tes treadmil, walau pun tampak sedikit meningkat."
Jakarta: 2006
D775
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library