Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 17 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Argamaya
"Diduga bahwa inflasi lebih persisten dan kebijakan moneter lebih akomodatif terhadap inflasi di bawah rezim nilai tukar mengambang. Penelitian di Indonesia menunjukan hasil yang berbeda dari dugaan semula, yaitu rata-rata persistensi inflasi di Indonesia baik sebelum dan sesudah memperhitungkan rata-rata perbedaan pengaruh oil shocks di bawah rezim nilai tukar tetap cenderung lebih persisten. Sedangkan kebijakan moneter datam mengakomodasi inflasi baik dalam rezim nilai tukar tetap maupun rezim nilai tukar mengambang setelah memperhitungkan rata-rata perbedaan pengaruh oil shocks cenderung tidak menunjukkan adanya perbedaan yang berarti. Hal ini terutama disebabkan oleh karakteristik laju inflasi di Indonesia lebih kuat dipengaruhi masalah di sisi penawaran dibandingkan dengan sisi permintaan, atau jumlah uang beredar, Selain itu, diduga akibat tidak independennya bank sentral dalam menentukan kebijakan moneter khususnya dalam jumlah uang beredar, sebagaimana dapat dilihat pada hasil pengujian kebijakan sterilisasL Dengan demikian, otoritas moneter memilHd keterbatasan dalam mengendalikan laju inflasi
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2000
T257
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
MG. Westri Kekalih Susilowati
"Perekonomian kawasan Asia Tenggara, tidak terkecuali Indonesia baru saja mengalami gejolak, terutama menyangkut masalah nilai tukar masing-masing mata uang. Nilai tukar Baht-Thailand, Ringgit Malaysia maupun Rupiah Indonesia melemah. Dibandingkan dengan posisi awal tahun, saat ini Rupiah sempat terdepresiasi oleh dollar (US 5) Iebih dari 50 % (Kompas, 08 Oktober 1997).
Dalam perkembangan selanjutnya perekonomian Indonesia ternyata semakin parah. Masalah kepercayaan terhadap kredibilitas pemerintah sangat menentukan sentimen pasar. Adanya kerusuhan dengan puncaknya terjadi pada pertengahan Mei 1998 rnemperparah keadaan ekonomi. Pergantian tampuk kekuasaan dari pemerintahan orde baru ke pemerintahan "Reformasi" pun belum mampu mengembalikan kepercayaan pasar.
Mengikuti fenomena (gejolak) yang menimpa perekonomian kawasan Asia Tenggara tersebut, masalah fundamental ekonomi (Economy Fundamental) muncul. Sebagai contoh, Baht Thailand dan Rupiah Indonesia sama-sama melemah sampai titik yang sangat rendah."
Depok: Universitas Indonesia, 2000
T20526
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Haris Faisal
"Tesis ini membahas faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pencapaian target penerimaan pajak yang dibebankan kepada Kantor Pelayanan Pajak Pratama di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Pusat pada tahun 2006-2008. Penelitian ini menggunakan metodologi regresi berganda data panel (pooling data regression) pada ilmu Ekonometrika dengan variabel bebas Penerimaan Pajak Tahun Sebelumnya, rasio SDM (Account Representative, Fungsional Pemeriksa Pajak dan Pegawai Pelaksana) dengan jumlah WP efektif, rasio realisasi Sumber Dana (Prosentase Realisasi Anggaran Belanja/DIPA) dengan SDM, dan Tingkat Kepatuhan Administrasi Wajib Pajak (Orang Pribadi dan Badan). Hasil penelitian ini menyarankan agar pimpinan di Direktorat Jenderal Pajak sebagai pelaksana kebijakan publik lebih memperhatikan alokasi SDM dan meningkatkan kualitasnya; mengawasi pelaksanaan anggaran agar lebih efektif dan efisien; dan meningkatkan tingkat Kepatuhan Administrasi Wajib Pajak, yang keseluruhannya merupakan bagian dari peningkatan mutu Reformasi Perpajakan.

The focus of this study is determine factors to reach the target of tax revenue at Pratama Tax Offices (study at Kanwil DJP Jakarta Pusat years of 2006-2008). This research is using pooling data multiple linear regression from econometrics with independent / explanatory variables : tax revenue (1 year ago), ratio of human resources (Account Representative, Tax Auditor, and Officer) with taxpayers, ratio office budget (realization percentage of DIPA) with human resources, and Administrative Tax Compliance of Tax Payers (person and board/corporation). Results of this research to suggest manager of Directorat General of Taxes as a public policy maker, put more attention for allocation and quality of human resources; to supervise budgeting process in order that be effective and efficient; and to ascend the tax compliance of tax payers, all of this in order to achieve the better quality of tax reform."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T26296
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Mendra Roberto
"While Southeast Asia has enjoyed tremendous economic growth in recent decades, the region faces formidable challenges in addressing growing economic inequality and environmental degradation. This study examines the inequality-environment relationship in the context of Southeast Asia, particularly the ASEAN-5 during the 1990-2013 period using a very balanced panel estimation technique and fixed-effects. Using the Gini ratio to estimate economic inequality and carbon emissions to represent environmental degradation, we find an inverse U-curve relationship between income inequality and carbon emissions. We argue that this reversal occurs when wealth generates income from sectors that benefit from climate-enhancing policies. Through literature studies that use a political economy perspective, we also observe that income inequality and environmental degradation are related in various ways, either directly or indirectly through economic and socio-political factors, such as institutional quality. Our regression results confirm this because they show that increasing levels of democracy are expected to reduce carbon emissions.

Meskipun Asia Tenggara telah menikmati pertumbuhan ekonomi yang luar biasa dalam beberapa dekade terakhir, kawasan ini menghadapi tantangan yang berat dalam mengatasi ketidaksetaraan ekonomi dan degradasi lingkungan yang semakin meningkat. Studi ini mengkaji hubungan ketimpangan-lingkungan dalam konteks Asia Tenggara, khususnya ASEAN-5 selama periode 1990-2013 dengan menggunakan teknik estimasi panel yang sangat berimbang dan fixed-effect. Dengan menggunakan rasio Gini untuk memperkirakan ketidaksetaraan ekonomi dan emisi karbon untuk merepresentasikan degradasi lingkungan, kami menemukan hubungan kurva U terbalik antara ketimpangan pendapatan dan emisi karbon. Kami berpendapat bahwa pembalikan ini terjadi ketika kekayaan menghasilkan pendapatan dari sektor-sektor yang mendapat manfaat dari kebijakan peningkatan iklim. Melalui studi literatur yang menggunakan perspektif ekonomi politik, kami juga mengamati bahwa ketimpangan pendapatan dan degradasi lingkungan terkait dalam berbagai hal, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui faktor ekonomi dan sosial politik, seperti kualitas kelembagaan. Hasil regresi kami mengkonfirmasi hal ini karena menunjukkan bahwa peningkatan demokrasi diharapkan dapat mengurangi emisi karbon."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Canyon Keanu Can
"Nutrisi sangat penting dalam menentukan kesehatan, produktivitas, dan hasil kesejahteraan lainnya. Namun, studi tentang perubahan antargenerasi dalam kesejahteraan sebagian besar terfokus pada pendapatan, pengeluaran, dan pendidikan, yang mengabaikan transmisi nutrisi dan kesehatan. Dengan demikian, penelitian ini menggunakan data longitudinal yang beragam dalam Survei Kehidupan Keluarga Indonesia (IFLS) untuk mengeksplorasi berbagai aspek mobilitas nutrisi antar generasi dan hubungannya dengan pertanian, hasil antropometrik, pengeluaran, dan dinamika lain dalam data. Riset ini menggunakan metodologi generalised ordered logit, beberapa regresi OLS, dan berbagai delta regressions untuk melihat bagaimana kesejahteraan orang tua mempengarhui kesejahteraan anaknya. Hasil regresinya menunjukkan bahwa ada beberapa hubungan antargenerasi antara nutrisi dan pengeluaran untuk makanan. Terutama, penelitian ini mengungkapkan bahwa migrasi desa-kota dan perpindahan keluar dari sektor pertanian berdampak negatif terhadap perubahan antargenerasi, yang mengakibatkan nutrisi yang lebih buruk untuk anak-anak. Studi ini juga mengungkapkan bahwa kualitas nutrisi menjadi lebih penting dari kuantitas nutrisi. Temuan ini menimbulkan pertanyaan kritis tentang teori ekonomi klasik, ketahanan pangan, kemiskinan, dan ketidaksetaraan, dan mengungkap area penelitian yang belum dipelajari. Secara keseluruhan, hasil studi ini menekankan pentingnya mempelajari dimensi non-moneter dari mobilitas antargenerasi, karena pertanyaan tersebut menjadi sangat penting untuk mencapai perkembangan berkelanjutan dalam kesejahteraan.

Nutrition is central in determining health, productivity, and other welfare outcomes. Yet, studies on intergenerational changes in welfare have largely focused on incomes, expenditures, and education, overlooking transmissions of nutritional and health outcomes. Thus, this study takes advantage of the diverse longitudinal data in the Indonesian Family Life Survey (IFLS) to explore various aspects of intergenerational nutritional mobility and its relationships with agriculture, anthropometrics outcomes, expenditures, and other dynamics in the data. Matching parents' outcomes in 1993 with their children's outcomes in 2014, a generalised ordered logit, several OLS regressions, and various delta regressions are run. Results find that there exists some intergenerational persistence in both nutritional outcomes and food expenditures. Notably, the study reveals that rural-urban migration and movement out of agriculture negatively impacts intergenerational changes, resulting in worse nutritional outcomes for children. It also reveals that significance of the quality of nutrition increasingly trumps the quantity of nutrition. These findings raise critical questions about classic economic theories, food security, poverty, and inequality, and uncovers significant unstudied areas of research. Together, the results emphasize the importance of studying non-monetary forms of intergenerational mobility, as it lies at the center of the question of how to sustainably and equally continue to grow prosperity."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gerald Ezra Charles
"Pertanyaan mengenai apakah anak petani dapat mencapai kondisi lebih baik di masa depan daripada orangtuanya dimulai dari perkembangan pertanian Indonesia yang masih menghadapi tantangan seperti penurunan pangsa tenaga kerja pertanian, peningkatan tenaga kerja usia tidak produktif, dan tingkat pengembalian investasi pendidikan yang rendah. Maka dari itu, studi ini berusaha untuk mengeksplorasi tingkat mobilitas sosial–ekonomi antargenerasi yang terjadi pada dua dekade antara rumah tangga pertanian Indonesia. Tingkat mobilitas akan dianalisis berdasarkan variabel utama yaitu pengeluaran, pendidikan, dan pekerjaan. Studi ini mencoba mengukur koefisien elastisitas mobilitas antargenerasi dengan menggunakan metode Unconditional Quintile Regression dan data Indonesia Family Life Survey (1993 dan 2014). Studi ini menyimpulkan jika anak petani mengalami mobilitas sosial–ekonomi, tetapi intensitas mobilitas yang terjadi bervariasi antar kuantil dan sub sampel.

The question of whether farmer children can be better off in the future than their parents started from the challenges in the development of the agricultural sector in Indonesia, such as a decline in employment share, phenomena of an aging population, and a decrease in return to education. Thus, this study explores the intergenerational socio–economic mobility level that occurred in two decades among Indonesian agricultural households. The level of mobility was analyzed based on the outcome of interest expenditure, education, and occupation. This study tries to measure the intergenerational persistence elasticity using the Unconditional Quintile Regression method and Indonesia Family Life Survey (1993 and 2014) data. Our study concluded children experienced socio–economic mobility, but the degree of mobility varied across quintiles and sub-samples."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sebrina Citra Afifa
"Mobilitas Ekonomi Antargenerasi mencoba menjelaskan bahwa kondisi sosial dan ekonomi orang tua akan sangat berpengaruh pada kondisi sosial dan ekonomi anak di masa depan. Namun, faktor lain berupa susunan saudara kandung yang juga dapat memengaruhi mobilitas ekonomi antargenerasi. Susunan saudara kandung (sibling structure) berupa jumlah saudara, urutan kelahiran dan jarak kelahiran dapat memengaruhi berapa jumlah sumber daya yang akan didapatkan oleh tiap anak yang nantinya digunakan sebagai modal untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di masa depan. Dengan data IFLS dan metode Unconditional Quintile Regression (UQR) penelitian ini berusaha melihat bagaimana pengaruh susunan saudara terhadap mobilitas ekonomi antargenerasi. Pada seluruh observasi hasil signifikan hanya ditemukan pada variabel urutan kelahiran. Hasilnya urutan kelahiran lebih awal justru mengurangi angka mobilitas ekonomi antargenerasi. Namun hasil yang berbeda ditemui pada sub sample Jawa, non Jawa, perkotaan, pedesaan.

Intergenerational Economic Mobility tries to explain that the social and economic conditions of parents will greatly affect the social and economic conditions of children in the future. However, other factors such as sibling arrangement can also affect intergenerational economic mobility. Sibling structure in the form of the number of siblings, birth order and birth distance can affect how much resources each child will get which will be used as capital to get a better life in the future. Using IFLS data and the Unconditional Quintile Regression (UQR) method, this study attempts to see how sibling structure affects intergenerational economic mobility. In all observations, significant results are only found in the birth order variable. Where the results of earlier birth order actually reduce the rate of intergenerational economic mobility. However, different results were found in the Java, non-Java, urban, rural sub-samples."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ibrahim Naufal
"Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) diperkenalkan sebagai instrumen kebijakan moneter yang bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, memperdalam pasar uang rupiah, dan menyerap likuiditas domestik. Namun, penerapannya justru menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi dampak yang tidak diinginkan terhadap sektor perbankan, terutama dalam hal likuiditas dan penyaluran kredit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak SRBI terhadap likuiditas perbankan dan perilaku penyaluran kredit oleh bank, dengan menggunakan data panel dari 43 bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2022Q1 hingga 2024Q4. Dengan menggunakan metode Difference-in-Differences (Callaway & Sant’Anna, 2021), hasil analisis menunjukkan bahwa SRBI tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap rasio likuiditas bank (LCR dan NSFR). Namun demikian, ditemukan adanya perubahan dalam alokasi aset, di mana bank cenderung mengalihkan dananya dari penyaluran kredit ke instrumen SRBI. Hal ini mengindikasikan adanya potensi efek crowding-out terhadap kredit. Temuan ini juga menggarisbawahi pentingnya mempertimbangkan potensi bias pada model TWFE dan perlunya pendekatan estimasi yang tepat dalam konteks pembelian SRBI oleh bank yang dilakukan secara bertahap. Secara keseluruhan, studi ini mengidentifikasi adanya trade-off dalam penerapan SRBI, dan merekomendasikan agar Bank Indonesia mempertimbangkan kembali keberlanjutan kebijakan ini untuk memastikan fungsi intermediasi perbankan tetap mendukung sektor riil.

The Bank Indonesia Rupiah Securities (SRBI) were introduced as a monetary policy instrument aimed at supporting exchange rate stability, deepening the rupiah money market, and absorbing domestic liquidity. However, its implementation has raised concerns about potential unintended consequences for the banking sector, particularly in terms of liquidity and lending behavior. This study seeks to evaluate the impact of SRBI on bank liquidity and credit allocation using panel data from 43 banks listed on the Indonesia Stock Exchange between 2022Q1 and 2024Q4. Using the Difference-in-Differences method developed by Callaway & Sant’Anna (2021), the analysis finds that SRBI had no significant effect on banks’ liquidity ratios (LCR and NSFR). Nevertheless, there is evidence of asset reallocation, where banks shift their funds away from lending toward SRBI instruments. This indicates the potential for a crowding-out effect on credit. The findings also highlight the importance of addressing potential biases in the TWFE model and the need for appropriate estimation approaches in the context of SRBI purchases by banks, which occurred at different times. Overall, this study identifies a trade-off in the implementation of SRBI and recommends that Bank Indonesia reassess the continuation of this policy to ensure that the banking sector’s intermediation function continues to support the real economy."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ibrahim Naufal
"Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) diperkenalkan sebagai instrumen kebijakan moneter yang bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, memperdalam pasar uang rupiah, dan menyerap likuiditas domestik. Namun, penerapannya justru menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi dampak yang tidak diinginkan terhadap sektor perbankan, terutama dalam hal likuiditas dan penyaluran kredit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak SRBI terhadap likuiditas perbankan dan perilaku penyaluran kredit oleh bank, dengan menggunakan data panel dari 43 bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2022Q1 hingga 2024Q4. Dengan menggunakan metode Difference-in-Differences (Callaway & Sant’Anna, 2021), hasil analisis menunjukkan bahwa SRBI tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap rasio likuiditas bank (LCR dan NSFR). Namun demikian, ditemukan adanya perubahan dalam alokasi aset, di mana bank cenderung mengalihkan dananya dari penyaluran kredit ke instrumen SRBI. Hal ini mengindikasikan adanya potensi efek crowding-out terhadap kredit. Temuan ini juga menggarisbawahi pentingnya mempertimbangkan potensi bias pada model TWFE dan perlunya pendekatan estimasi yang tepat dalam konteks pembelian SRBI oleh bank yang dilakukan secara bertahap. Secara keseluruhan, studi ini mengidentifikasi adanya trade-off dalam penerapan SRBI, dan merekomendasikan agar Bank Indonesia mempertimbangkan kembali keberlanjutan kebijakan ini untuk memastikan fungsi intermediasi perbankan tetap mendukung sektor riil.

The Bank Indonesia Rupiah Securities (SRBI) were introduced as a monetary policy instrument aimed at supporting exchange rate stability, deepening the rupiah money market, and absorbing domestic liquidity. However, its implementation has raised concerns about potential unintended consequences for the banking sector, particularly in terms of liquidity and lending behavior. This study seeks to evaluate the impact of SRBI on bank liquidity and credit allocation using panel data from 43 banks listed on the Indonesia Stock Exchange between 2022Q1 and 2024Q4. Using the Difference-in-Differences method developed by Callaway & Sant’Anna (2021), the analysis finds that SRBI had no significant effect on banks’ liquidity ratios (LCR and NSFR). Nevertheless, there is evidence of asset reallocation, where banks shift their funds away from lending toward SRBI instruments. This indicates the potential for a crowding-out effect on credit. The findings also highlight the importance of addressing potential biases in the TWFE model and the need for appropriate estimation approaches in the context of SRBI purchases by banks, which occurred at different times. Overall, this study identifies a trade-off in the implementation of SRBI and recommends that Bank Indonesia reassess the continuation of this policy to ensure that the banking sector’s intermediation function continues to support the real economy."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Meila Husna
"Penerapan desentralisasi seharusnya memberikan dampak yang positif pada kemajuan daerah. Sejak penerapannya tahun 2001, desentralisasi di Indonesia semakin dalam dan luas diterapkan. Menggunakan kebijakan penataan permukiman kumuh sebagai pendekatan studi akan dilihat dampak dari desentralisasi dan seberapa persisten dampak tersebut hadir. Hasil estimasi dengan menggunakan RD-DiD menunjukkan bahwa penerapan desentralisasi berkorelasi negatif dengan penataan permukiman kumuh di kawasan Jabodetabek. Luas permukiman kumuh lebih besar 45% dibandingkan dengan tahun sebelum desentralisasi atau daerah yang tidak terdesentralisasi. Dengan demikian dalam aspek penataan permukiman kumuh desentralisasi dapat dikatakan tidak berjalan efektif bahkan cenderung membuat keadaan lebih buruk.

The implementation of decentralization should have a positive impact on regional progress. Since its implementation in 2001, decentralization in Indonesia has become deeper and wider. Using the slum settlement policy as a study approach this study will examine the impact of decentralization and how persistent these impacts are. The estimation results using RD-DiD shows that the implementation of decentralization has a negative correlation with the arrangement of slums in the Jabodetabek area. The area of ​​slums is 45% greater than the year before decentralization or a non-decentralized area. Thus in the aspect of structuring the slums, decentralization can be said that it does not work effectively and even tends to make things worse."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>