Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 30 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Robby Saleh
"Video Streaming merupakan sebuah aplikasi yang sangat bergantung pada kondisi jaringan, saat ini dapat dilakukan oleh user tidak saja hanya dari komputer PC, tetapi juga dengan perangkat mobile yang lain. Hal ini ditunjang oleh teknologi jaringan wireless sehingga video streaming dapat dilakukan dalam kondisi mobile.
Pada penelitian ini akan dilakukan perancangan dan pengukuran terhadap parameter-parameter kualitas layanan jaringan dan parameter-parameter data multimedia selama user melakukan streaming Hasil pengukuran akan digunakan untuk menganalisa kinerja jaringan wireless untuk aplikasi video streaming.
Pengukuran dilakukan terhadap aktifitas video streaming menggunakan aplikasi yang dibuat menggunakan Microsoft Visual Basic pada sisi server dan Microsoft Embedded Visual Basic pada sisi client. Pengukuran juga dilakukan terhadap parameter-parameter kualitas layanan menggunakan Program Sniffer Pro 4.5 dan Bandwidth Controller. Kedua pengukuran di atas dilakukan pada indoor dan outdoor. Pengaruh mobilitas user terhadap unjuk kerja streaming juga diuji dalam penelitian ini.
Dari penelitian ini didapatkan bahwa kapasitas bandwidth dari server harus lebih besar dari bit rate file yang akan di stream. Packet loss dan Delay sebagai akibat dari adanya keterbatasan bandwidth sangat mengganggu aktifitas streaming yang sedang berjalan. Mobilitas user selama dalam daerah jangkauan dengan kualitas link lebih besar dari 10% dan kecepatan mobilitas kurang dari 5 km/jam tidak mengganggu proses streaming.

Video Streaming is an application that has strong dependency on the network condition, which now can be accessed by the user not only from a PC, but also can be done from another mobile devices. This purposed is supported by wireless network technology so that video streaming application can be access in mobile condition in this research, the application of video streaming than is accessed from mobile terminal will be designed and some parameters of the network services such as the network quality will be measured. The results will be used to analyze the performance of the video streaming application in wireless network.
The measurement is proposed for video streaming activity using Microsoft Visual Basic at server and Microsoft Embedded Visual Basic at client. The parameter of the service quality is also measured using Snifter Pro 4.5 and Bandwidth Controller. Both of the above measuring is proposed at indoor and outdoor environment. User mobility effect for the performance of streaming is evaluated in this research.
As the result, bandwidth capacity of the system should be greater than bit rate of the streamed file. The packet loss and the delay as the effect of the limited bandwidth disturbed the running streaming activity. From the experiment, the experiment, the link quality is 10% greater when the position of the user is in coverage area and if the velocity of user less than 5 km/hours, if is no effect for the streaming process."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
T14784
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siskawanto
"ABSTRAK
Penelitian ini merupakan pengembangan dari metode klasifikasi dengan jaringan syaraf tiruan (JST) yang telah dilaporkan dalam Iiteratur. Pengembangan yang diusulkan dalam penetilian ini adalah mengklasifkasi sinyal M-PSK termodulasi pada sisi penerima dengan mencari nilai entropi dari masing masing band output dekomposisi wavelet untuk mengidentifikasi sinyal temuodulasi yang diterima oleh penerima Serta melewatkannya pada sistem jaringan syaraf timan untuk mengelompokkan dan pengklasitikasian sinyal yang diterima tersebut dalam kelompok M-PSK dimaksud.
Dari hasil pengujian sistem ini, dapat dilihat bahwa jenis modulasi yang paling mudah dikenali adalah BPSK dan yang paling sulit adalah 32-PSK. Untuk pengaruh kanal, kanal frekuensi selektif fading memberikan pengaruh yang paling besar untuk M-PSK dengan M yang semakin besar. Untuk tipe wavelet yang berbeda, tipe wavelet Haar yang memberikan tingkat pengenalan yang paling baik dibandingkan daubechies dan Biorlhogonal. Sedangkan Tingkat Keakuratan 100 % untuk M=2, 93,33% untuk M=4, 86.67% untuk M=8, 70% untuk M=16, 36,67 % untuk M=32 dan 76,67% untuk M=64.

ABSTRACT
There is a need for a reliable method of classifying signal modulation types without prior knowledge of the signal characteristics. This paper proposes training artificial neural networks with the entropies of wavelet packets to separate binary from M-ary phase shift keyed signals and describes the experimental results of that training and testing.
As the information explosion places additional demands on our communications technology, the desire to encode more information within the same bandwidth drives the development of more sophisticated modulation schemes. Each new modulation type has introduced new problems for electrical and communications engineers to solve in order to make the information placed on a signal at the transmitter understandable at the receiver.
The research goal was to develop a set of features characterizing a signal, which could then be used to train an artificial neural network. The resulting network could, in tum, be used to classify M-PSK signals.
The result of experiment shown that the value of recognition are 100%, 93,33%, 86,67%, 70%, 36,67%, 76,67% for M=2,4, 8, 16, Ni=32 and M=64 respectively.

"
2005
T16110
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alvo Ismail
"Salah satu bentuk layanan terpenting dalam teknologi selular adalah adanya ketersediaan area cakupan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Pengembangan area cakupan bisa dilakukan dengan cara menambah jumlah Base Station baru. Untuk mengatasi kendala-kendala non teknis yang ada dalam pembangunan Base Station baru di kota-kota besar seperti di wilayah Jakarta, maka bisa dilakukan dengan cara membangun Base Station Indoor Coverage. Base Station Indoor Coverage adalah jenis Base Station yang area cakupannya hanya meliputi gedung-gedung tertentu saja dimana Base Station tersebut dibangun. Dengan dibangunnya Base Station Indoor maka lokasi serta jumlah pelanggan dan spesifikasi layanan yang diharapkannya bisa menjadi lebih jelas. Karena pembangunan BS indoor merupakan sebuah investasi perusahaan, maka perlu dilakukan analisa terhadap tingkat efektifitasnya untuk mendapatkan masukkan bagi pengambilan keputusan dibangun atau tidaknya sebuah BS indoor pada gedung dengan spesifikasi tertentu, atau spesifikasi gedung yang seperti apa yang harus didahulukan pembangunan BS indoor nya. Analisa tingkat efektifitas pembangunan BS indoor bisa dilakukan dengan berbagai metoda, salah satunya dengan menggunakan metoda analisa tekno-ekonomi yang memasukkan parameter pengelompokkan jenis gedung, perhitungan profitability indicator, serta asumsi revenue berdasarkan trafik gedung sejenis yang sudah ada BS indoor nya. BS indoor yang dijadikan acuan adalah BS indoor dari operator PT Telkomsel, dan perhitungan yang akan dilakukan adalah untuk wilayah Jakarta. Dengan menggunakan analisa tekno-ekonomi ini, keputusan pembangunan BS indoor diharapkan menjadi lebih tepat.

One of the most important things on cellular technologies is availability of network coverage to satisfy the customers. By build the new base station expects the network coverage area can be enlarged, but some of barrier has been identified on build new base station whether technically and non-technically. To eliminate the non-technically problem in the big city such as at Jakarta, resolve by built the indoor coverage base station. Indoor coverage base station is kind of base station which will serve the customer on that building itself. Advantages of this base station are to identify the number of customer and specifics of service clearly. Related to investment analysis, further calculation of profitability indicator it must done on first step as a guideline for management to decided the building locations and building types for the new indoor coverage base stations. In case analysis study of build the new indoor coverage base station did by techno-economic analysis method which include the parameter of building type, profitability indicator calculation, and revenue assumption compare to the current similar building type which have the indoor coverage base station at Jakarta which operated by PT Telkomsel. Conclusion of this techno-economic analysis is to assist the management to choose the right decision on build the new indoor coverage base station."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
T24382
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Irhamsyah
"Untuk penggunaan wireless dalam area Wireless Local Access Network (WLAN) yang cakupannya terbatas atau berada dalam lingkungan indoor, yang banyak terjadi pantulan, dibutuhkan suatu teknologi yang mampu membuat sinyal pantulan tidak menghilangkan sinyal utama, untuk itu diperlukan skema MIMO (Multiple Input Multiple Output). Dengan teknologi MIMO, perangkat mampu mengirimkan lebih dari satu sinyal sehingga sebuah transmitter atau receiver mempunyai lebih dari satu antena. Melalui berbagai konfigurasi antenanya, akan mempunyai potensi meningkatkan kemampuan dan kecepatan data untuk komunikasi wireless tanpa memerlukan bandwidth tambahan.
Pada Tesis ini digunakan skema MIMO OFDM dengan menggunakan pengkodean STBC (Space Time Block Code) yang dapat meningkatkan BER dari sistem. Dengan menggunakan skema ini, performansi dari sistem dilihat menggunakan skema Tarokh dengan modulasi MPSK dengan konstelasi yang berbeda untuk penggunaan pada komunikasi WLAN. Performansi yang dianalisis tidak terbatas hanya pada BER, namun juga dilihat throughput dari sistem.
Dari hasil simulasi terlihat dengan pertambahan jumlah antena pada transmitter akan memperbaiki BER dan throughput dari sistem. Menggunakan antena dengan matrik yang mempunyai code rate ½ menghasilkan BER dan throuhgput yang lebih baik dibandingkan menggunakan matrik dengan code rate ¾. Sedangkan dengan menggunakan modulasi 4 PSK akan mempunyai BER dan throuhgput yang lebih baik jika dibandingkan dengan menggunakan 8 PSK ataupun 16 PSK.

The use of indoor Wireless Local Access Network (WLAN) often meets the trouble of limited signal coverage and enormous refection signal. In order to create refelction signal without eliminating the main signal, the Multiple Input Multiple Output (MIMO) technology is strongly recommended. MIMO technology can accommodate the device in delivering more than one signal, therefore the transmitter or receiver might have more than one antennas. By using various antenna configuration, the device will be able to increase its capacity and data speed for wireless communication without additional bandwidth installment.
This thesis talks about the MIMO OFDM scheme using STBC (Space Time Block Code) coding that can increase BER of one system. In this thesis, Tarokh scheme using MPSK modulation with different constellation can analyze the system performance for WLAN communication purpose. The performance analysis will also take account for BER and throughput of the system.
Based on the simulation result, it can be seen that the additional cumulative of antennas of transmitter can increase BER and system throughput. By using antennas with ½ code rate matrix, the transmitter can generate higher BER and throughput than using ¾ code rate matrix. Furthermore, a transmitter using BPSK modulation will generate higher BER and throughput than using 4 PSKJ, 8 PSK or 16 PSK modulation."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
T24706
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Parhusip, Roland Maruio
"Bisnis telekomunikasi saat ini menuntut tiap-tiap operator telekomunikasi untuk lebih kompetitif dalam memberikan layanan yang terbaik kepada pelanggan. Operator telekomunikasi yang menghasilkan produk atau jasa layanan dengan kualitas terbaik tentunya akan dapat mengalahkan kompetitor untuk memasarkan produk dan layanan yang ditawarkan. Peningkatan kualitas suatu produk (barang/jasa) akan memberikan dampak positif kepada bisnis melalui dua cara, yakni dampak terhadap penurunan biaya operasional dan peningkatan pendapatan (Gasperz, 2001). Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencapai hal tersebut adalah dengan melakukan pengendalian dan peningkatan kualitas dengan Six Sigma. Six Sigma adalah konsep statistik yang mengukur suatu proses yang berkaitan dengan cacat atau kegagalan. Pada level Six Sigma, hanya terdapat 3,4 cacat dari sejuta peluang. Six Sigma juga merupakan falsafah manajemen yang berfokus untuk menghapus cacat dengan cara menekankan pemahaman, pengukuran dan perbaikan proses. Penerapan Six Sigma juga dapat dilakukan di Telkomsel. Penelitian yang dilakukan dalam tesis ini adalah penggunaan. Six Sigma untuk meminimasi jumlah keterlambatan perbaikan gangguan jaringan transmisi SDH dengan menggunakan data histori gangguan jaringan yang terjadi. Penggunaan Six Sigma akan mengevaluasi jumlah waktu yang diperlukan untuk tiap-tiap perbaikan gangguan jaringan transmisi yang terjadi. Sehingga, diharapkan secara tidak langsung akan meningkatkan pertumbuhan pelanggan dan juga pendapatan Telkomsel.

Nowadays, telecommunication business demands every telecommunication operator to be more competitive in providing best services for the customers. Those that provide the best quality of services or products will be able to be in front of their competitors in marketing their products and services. Increased the quality of products and services will provide positive impacts to the business through: minimizing operational cost and maximizing revenues (Gasperz, 2001). One way to achieve these is by controlling and increasing the quality through the concept of Six Sigma. Six Sigma is a statistical concept to measure a process which related to defects. In Six Sigma level, there will be only 3,4 defects in every one million opportunities. Six Sigma is also a management philosophy which focuses to eliminate defects by giving definition, measurement, and improvement of the processes. This concept is also applicable at Telkomsel in providing the best services to its customers. Research that is carried on this thesis is focused on the implementation of Six Sigma in order to minimize the number of delay during the restoration of faulty transmission network by using the historical data from the transmission problems. Six Sigma will evaluate the amount of time to each restoration of faulty transmission that is occurred. Furthermore, the result of this evaluation is expected to have indirect impact on increasing Telkomsel?s revenue and its customer growth."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
T23494
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Benny Susantyo
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
T24946
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Abdullah Mandan
"Kehadiran sistem UWB telah menawarkan potensi besar untuk desain komunikasi nirkabel jarak pendek berkecepatan tinggi dengan kapasitas transfer data yang sangat besar. Hal ini dapat dicapai dengan cara melakukan eksploitasi spasial dan perbedaan multipath melalui penggunaan sistem MIMO-OFDM dan teknik simbol yang tepat. Sistem tersebut mengkombinasikan antena MIMO dan teknik OFDM yang handal dalam mentransmisikan data berkecepatan tinggi, meski pada lingkungan multipath sekalipun. Juga dapat mengatasi distorsi delay spread dan unflat fading akibat kanal multipath, sehingga dapat dicapai efisiensi spektrum dan peningkatan throughput.
Pada tesis ini dilakukan penelitian tentang MIMO OFDM berbasis SVD. Pemodelan kanalnya dilakukan dengan cara menerapkan konsep dekomposisi kanal frekuensi selektif fading ke bentuk kanal paralel flat fading dalam domain frekuensi. Model kanal domain frekuensi digunakan untuk menyajikan performansi kecepatan data yang berbeda. Kemudian mengembangkan konsep decouple kanal frekuensi selektif ke dalam domain spasial dengan cara mendekomposisi kanal MIMO flat fading ke dalam kanal domain spasial orthogonal menggunakan pendekatan berbasis SVD. Selanjutnya mengkom- binasikan decouple spasial berbasis SVD dengan decouple domain frekuensi berbasis FFT untuk mendapatkan model kanal paralel UWB MIMO OFDM. Akhirnya diharapkan bahwa analisa teoritis ini dapat diaplikasikan dalam sistem komunikasi nirkabel jarak pendek berkecepatan tinggi dengan menerapkan suatu cara untuk memilih kecepatan data yang berbasis pada kondisi kanal.
The emerging UWB system offers a great potential for the design of high speed short range wireless communications which fully support high data streaming capacity. This can be achieved by exploiting both spatial and multipath diversity via the use of MIMO OFDM system and proper coding techniques. The systems combine MIMO antenna and OFDM technique which reliable in high data rate transmission even in multipath environment. It also overcomes delay spread distortion and unflat fading caused by multipath channels, thus high spectral efficiency and high throughput improvement can be achieved.
This thesis studies MIMO OFDM techniques base on singular value decomposition. The channel modeling is done by applying the concept of decomposition of frequency selective fading channel into parallel flat fading channel in the frequency domain. This frequency domain channel model is used to present the performance for different data rates. Then develops the concept of decoupling of frequency selective channel into spatial domain by presenting SVD based approach to decouple flat fading MIMO channels to orthogonal spatial channels. At least, the SVD based spatial domain decoupling is combined with FFT based frequency domain decoupling to obtain UWB MIMO OFDM parallel channel model. It is finally expected this theoretical analysis can be implemented in high speed short range wireless communication systems by applying a rate selection technique base on channel condit.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
T25058
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Hutasoit, Reynhard JTP
"Tesis ini membahas tentang strategi Telkomsel Regional Jabotabek dalam meningkatkan pendapatannya. Dimana melihat kondisi persaingan bisnis telekomunikasi selular yang semakin sengit saat ini dan dengan bertambahnya jumlah operator selular baru yang terjun ke bisnis ini, maka porsi pelanggan yang ada di Indonesia khususnya di Jabotabek akan dibagi untuk lebih banyak operator dan jelas akan mempengaruhi pendapatan Telkomsel juga. Hal tersebut merupakan indikasi bahwa seharusnyalah Telkomsel sudah saatnya melihat stategi lain selain penambahan daerah jangkauan sinyal yaitu dengan mempertimbangkan kinerja jaringan yang ada untuk meningkatkan pendapatannya. Kinerja jaringan yang dipertimbangkan dalam penelitian ini adalah Total Calls, Availability, SCR, ASR, CCR dan MHT. Akan dilihat pengaruh terbesar dari masing-masing kinerja jaringan tersebut terhadap pendapatan dan juga akan dilihat pengaruh terbesar keseluruhan kinerja jaringan tersebut secara simultan terhadap pendapatan. Sumber data Januari 2006 sampai Maret 2009 diambil dari Telkomsel Regional Jabotabek merupakan data sekunder yang terlebih dahulu dipilah menjadi data kinerja dan data pendapatan. Kemudian akan dirumuskan hubungan antara datadata tersebut dan selanjutnya diuji dengan menggunakan program statistik SPSS. Setelah menguji kelayakan data dan hubungan anatar variabel sesuai dengan kebutuhan analisis maka didapat hasil penelitian bahwa kinerja jaringan yang sangat berpegaruh secara langsung terhadap pendapatan adalah CCR dan yang berpengaruh secara tidak langsung terhadap pendapatan adalah Availability. Hasil dari penelitian tersebutlah yang dapat menjadi stategi managemen Telkomsel Regional Jabotabek, kenerja jaringan mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.

This thesis discusses about the strategy of Telkomsel Jabotabek Region to increase the revenue. Looking at the condition of business telecommunications provider that more virulent at the moment and with the increasing number of new service provider to this business, the share of customers in Indonesia, particularly in Jabotabek, will be divided among more service provider and clearly will effect Telkomsel?s revenue. This is an indication that Telkomsel should have seen a strategy other than the addition of the signal coverage whitch is to consider the performance of the existing network to enhance incomes. The performance of the network considered in this research is the Total Calls, Availability, SCR, ASR, CCR and MHT. The analysis part will focus on the influence of each network's performance against income and will also see the influence of the largest overall performance of the network simultaneously to the income. Sources of data is between January 2006 to March 2009 which is taken from the Telkomsel Jabotabek Region is the secondary data that previously splitted into performance data and income data. Then formulated the relationship between the data and tested using the statistical program SPSS. After the feasibility test of the data and the relationship among variables according to the analysis requirement, results obtained that the performance of the network that is so much affect directly against income is CCR and the indirect effect of income is Availability. Results of this research could become a strategy management of Telkomsel Jabotabek Region, which network performance should be priorities to improve the company's revenue."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
T25963
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Kamal Hamzah
"Sistem komunikasi yang fleksibel, cepat dan reliable sangat dibutuhkan untuk mendukung teknologi informasi dan multimedia yang semakin berkembang. Oleh karena itu, diperlukan perkembangan dalam sistem komunikasi yang ada untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Peningkatan data rate dan ke-reliable<.i>-an sistem dapat dipenuhi penurunan nilai BER (Bit Error Rate) dan memaksimalkan efisiensi spectrum frekuensi. Salah satu teknologi yang paling sesuai untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah teknologi spatial diversity MIMO-OFDM.
Pada skripsi ini, simulasi dan analisis dilakukan pada sistem spatial diversity MIMO-OFDM dengan menggunakan alamouti encoder. Dalam aplikasinya, sistem ini didukung oleh teknik AMC untuk memaksimalkan kapasitas kanal dan menjaga keefektifan modulasi dan ECC (error control coding) yang digunakan. Teknik modulasi QPSK, 16-QAM dan 64-QAM serta convolutional encoding dengan coderate 2/3, ½ dan 1/3 menjadi pilihan modulasi dan ECC dalam teknik AMC. BER, throughput dan kapasitas kanal menjadi parameter unjuk kerja sistem dalam simulasi pada kondisi penerima diam (fixed) dan bergerak (mobile).
Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada semua parameter, spatial diversity MIMO-OFDM memiliki unjuk kerja yang lebih baik dari pada SISOOFDM. Kemudian, BER dan throughput pada sistem spatial diversity MIMOOFDM untuk kondisi fixed jauh lebih baik dari pada kondisi mobile. Dengan menggunakan AMC, throughput dapat ditingkatkan baik pada kondisi kanal yang buruk maupun pada kondisi kanal yang bagus.

Flexibility, reliability and rapidity of communcation system are strongly needed by the rapidly development of information technology and multimedia system. Thus, communication technology must be developed to be matched with the needed. The increasing data rate and reliability of system can be reached by decreasing BER value and maximalize the efficiency of frequency spectrum. The reomended technology which can appoint to this needed is spatial diversity MIMO-OFDM system.
In this final assignment, simulation and analysis is done to spatial diversity MIMO-OFDM system which used alamouti encoder. In the application, this system is supported by adapative modulation and coding (AMC) technique to maximalize channel capacity by choosing the appropriate modulation and error control coding due to the channel condition. QPSK, 16-QAM and 64-QAM modulation technique and convoluitonal encoding with coderate 2/3, ½ and 1/3 are the choices in the modulation and error control coding. BER, throughput and channel capacity are the parameters to evaluate the performance of the system in fixed and mobile condition in the simulation.
Simulation results show that the spatial diversity MIMO-OFDM system has a better performance than SISO-OFDM at all of the parameters. BER and throughput in the spatial diversity MIMO-OFDM system has a better performance in fixed than mobile condidtion. By using AMC, throughput can be increased both in the bad and good channel condition.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S40576
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Andri Kurnia Riyadi
"Jaringan tembaga POTS PT. Telkom selama ini digunakan dalam menyediakan layanan Telepon, Fax, dan Internet. VDSL2 dapat memberikan suatu solusi jaringan dimana jaringan tembaga POTS yang ada dapat memberikan keleluasaan menggelar layanan yang membutuhkan Bit Rate tinggi. Untuk penggelaran jaringan VDSL2 , dipilih lokasi rumah ? rumah penduduk yang telah tercatu dengan layanan kabel tembaga. Serta lokasi tersebut juga digolongkan daerah pemukiman berskala menengah ke atas. Untuk penelitian ini dipilih daerah pemukiman dibawah STO Slipi. Desain Jaringan yang optimal harus mempertimbangkan faktor ? faktor seperti : kualitas layanan, ketersediaan alat produksi , tidak ruwet serta masuk akal (dapat diwujudkan). Dukungan komputasi algoritma dapat berperan menggantikan analisa manusia , sehingga bisa didapatkan hasil yang lebih cepat dalam memproses paramater ? parameter jaringan yang banyak. Tesis ini ditujukan untuk menciptakan desain jaringan yang mendekati optimal menggunakan algoritma heuristik Pencarian Scatter, Pohon Steiner dan Djikstra. Hasil yang ingin didapatkan adalah antara lain : desain jaringan yang dapat diterapkan pada RA dan RAV , jumlah RK baru , dan letak RK baru. Pencarian Scatter digunakan untuk membuat pengelompokan pada DP , prinsip pengelompokan ini menggunakan analogi PRKB (Problem Rute Kendaraan Berkapasitas). Setelah pengelompokan terbentuk, kemudian dilanjutkan dengan Pohon Steiner untuk membentuk skema cabang pohon. Untuk menyempurnakan jalur kabel agar menyusuri tepi jalan , digunakan algoritma Djikstra.

PT. Telkom's POTS copper network up to now is commonly used for Telephony, Fax and Internet. VDSL2 is used as network solution where existing POTS copper network can give breathing room for higher Bit Rate services. To deploy VDSL2 houses location which were already had copper network coverage should be chosen. These location is also classified as middle up dwelling neighbourhood. For this Thesis , dwelling neighbourhood under Central Office Slipi is chosen. An Optimal Network Design must have QoS, availability of production equipment simplicity and make sense (deployable) as factors of consideration. Computer Algorithm support can be used to replace human analysis , resulting must lesser time in processing so many network parameter. This Thesis is meant for creating an almost optimal network design using heuristic algorithm Scatter Search, Steiner Tree and Djikstra. Expected results are : network design which can be implemented on RA and RAV, number of new RK and the location of the new RK. Scatter Search is used to create clusters of customer, the principle of forming these cluster is an analogy of CVRP (Capacitated Vehicle Routing Problem).After the clusters has been established , then followed by Steiner Tree to form tree branch scheme. To perfect the cable course so it surfs the side of the road, Djikstra algorithm is used."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>