Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nurun Najmi
"Dalam sejarah Cina, kira-kira 250 tahun yang lampau, terdapat suatu masa yang merupakan masa perubahan budaya sejarah Cina. masa tersebut adalah masa musim gugur - masa negara-negara berperang (Chunqiu Zhanguo Shidai
..), yang berlangsung dari tahun 722 hingga tahun 222 SM. Selama kurun waktu 500-an tahun tersebut, telah berlangsung pergolakan sosial yang secara perlahan-lahan menghancurkan monopoli budaya dan sastra oleh keluarga bagnsawan. Monopoli ini dimulai sejak dinasti Zhou Barat....(1111-770 SM) (Bai, 1982:109)."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1990
S11422
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kurniawati
"Tesis ini mengupas tentang pengasuhan anak perempuan dalam keluarga amalgam Minangkabau-Tionghoa di Kota Padang. Studi ini dilatarbelakangi pemikiran bahwa keluarga merupakan agen sosialisasi yang sangat penting dalam membentuk tumbuh kembangnya seorang anak. Oleh karena itu proses pengasuhan dalam keluarga menjadi sangat penting, sebagai wacana dalam penyosialisasikan nilai gender pada anak. Pola pengasuhan itu sendiri tidak terlepas darl nilai budaya yang dianut oleh etnis tertentu. Oleh karenanya, pada keluarga amalgam Minangkabau-Tionghoa ada warna budaya dari kedua etnis tersebut yang mewarnai proses pengasuhan anak perempuannya. Untuk memahami pengasuhan anak perempuan pada keluarga amalgam ini, penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang berspektif perempuan dan analisa tesis melalui teori sosialisasi dan pendekatan feministik.
Hasil studi menunjukkan bahwa pengasuhan anak perempuan dalam keluarga amalgam Minangkabau - Tionghoa dalam beberapa hal masih diwarnai oleh budaya patriarkis yang menyebabkan ketidakadilan pada anak perempuan. Namun pada keluarga amalgam Minangkabau- Tionghoa ditemukan juga hal positif yang dapat memberdayakan anak perempuan, yaitu sosialisasi jiwa usaha/wiraswasta dari budaya kedua etnis ini, mempengaruhi pengasuhan anak perempuan dalam membentuk kemandirian ana.k perempuan secara ekonomi. Hal yang lain, ditemukan juga berkurangnya pendomestilikasian anak perempuan dalam pekerjaan rumah tangga. Hal itu disebabkan kecenderungan keluarga amalgam Minangkabau-Tionghoa membentuk keluarga batih, sehingga pola hidup modern pun mulai terserap dalam gaya hidup.

This thesis discusses the upbringing of female children in six Minangkabau-Chinese amalgam families in the city of Padang. The assumption underlying this study is that the family serves as a vital agent of socialization in fomting the development of a child. That is why, the process of upbringing in a family becomes very important for socializing gender values to a child. The upbringing pattern itself is not separated from the cultural values adhered to by a particular ethnic group. Therefore, in the Minangkabau-Chinese amalgam family the colours of the two ethnic cultures have some influence on the upbringing process of a female child. To unfold the upbringing of female children in the six amalgam families, the study has utilized a qualitative approach with the feminine perspectives and data analysis through the theory of socialization and feministic approach.
The results of the study indicate that the upbringing of female children in the Minangkabau-Chinese amalgam families is still influenced in many ways by the patriarchal culture that leads to injustice for the female children. However, the study also observes certain positive aspects empowering the female children, that is, the socialization of business/entrepreneurship of both ethnic cultures has influences upon the process of upbringing in forming economic independence of the female children. lt is also found that the domestication of female children is on the decrease. This is caused by the fact that Minangkabau-Chinese families tend to settle in core families so that modern life patterns begin to enter into their life style."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2003
T11373
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Prianti Gagarin Singgih
"ABSTRAK
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengungkapkan dengan lebih jelas lagi tentang seorang tokoh se_jarah Cina Zheng Ho dalam kaitannya dengan sejarah hu_bungan Cina-Indonesia. Zheng Ho adalah seorang kasim sekaligus pelayar dan navigator yang paling terkenal dalam sejarah kedi_nastian Cina. Semasa hidupnya (1371-1434), laksamana dari Yunnan ini telah mengelilingi hampir separuh dunia dengan ekspedisi--ekspedisi maritimnya. Dengan ketujuh pelayarannya ini Zheng Ho telah menyumbangkan peranan yang cukup besar dalam mengantarkan dinasti Ming ke gerbang kejayaannya di bawah pemerintahan kaisar Yong Lo {1403-1424). Atas jasa-jasanya yang besar ini ia kemudian mendapat gelar San Bao Taijian (Kasim Agung San Bao). Salah satu negara yang kerap kali dikunjungi armada Zheng Ho adalah Indonesia, khususnya pulau Jawa dan Sumatra. Akibatnya Zheng Ho dikenal pula oleh penduduk pribumi maupun masyarakat keturunan Cina di Indonesia_

"
1986
S13002
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Untoro
"ABSTRAK
Gerakan 4 Mei 1919 (Wusi yundong) besar pengaruhnya dalam konteks sejarah modern Cina. Dalam hubungan ini Gerakan 4 Mei 1919 akan ditinjau dari sudut nasionalisme dan perbandingannya dengan patriotisme. Nasionalisme yang dimaksud adalah mengacu kepada usaha yang dirintis khususnya oleh Hu Shi sejak tahun 1917. Hu Shi berpendapat bahwa nasionalisme (finzu zhuyi) merupakan istilah yang baru di Cina, sebabnya ialah karena ia melihat nasionalisme sebagai bagian dari 3 Prinsip Kerakyatan (.Sanmin zhuyi), yang diperkenalkan oleh SunYatsen. Tetapi meskipun demikian nasionalisme sebagai kesadaran berbangsa menurut Hu Shi tidak pernah lepas dari sejarah Cina. Akar dari nasionalisme adalah kesatuan sejarah, kcbudayaan, dan suku-bangsa (Nourse, 1942: 335). Untuk dapat menyatukan ketiga unsur tersebut adalah dengan penera_pan bahasa sehari-hari (baihua) sebagai lingua franca, baik dalam media sastra mau pun di pelbagai sarana pendidikan formal. Jadi dalam hal ini pengertia.n nasionalisme dapat di_terjemahkan sebagai kesetiaan tertinggi yang diberikan hanya kepada negara berbangsa tunggal (a state of mind in which the individual feels that everyone owes his supreme secular.

"
1986
S13070
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Manneke Budiman
"Skripsi ini merupakan penelitian tentang makna dan fungsi citraan binatang yang memiliki frekuensi kemunculan latif banyak dalam puisi-puisi Ted Hughes, penyair Ing_gris. Hal ini dilakukan mengingat adanya pendapat di sebagian pembaca bahwa Hughes adalah seorang penyair binatang, atau dengan kata lain, puisi-puisi gubahannya semata-mata berkisah tentang kehidupan binatang belaka.
Tujuan ditulisnya skripsi ini adalah untuk menunjukkan bahwa citraan binatang yang ada dalam karya-karya Ted Hughes ini mengemban misi lain daripada sekedar lukisan tentang binatang; bahwa binatang bagi sang penyair adalah pengejawantahan aspek-aspek kepribadian manusia yang ter_sisih, karena dianggap bersifat negatif dan tidak pantas menjadi bagian kepribadian manusia.
Upaya pengungkapan makna yang ada di balik keharafiahan citraan binatang ini, serta seberapa besar peranannya dalam membangun dan memberi nafas puisi, ditempuh dengan memadukan mitologi yang berkaitan dengan binatang dan teori psikologi-ketidaksadaran versi Carl Gustav Jung di dalam apa yang dikenal dengan kritik mitologis/arketipe. Binatang-binatang yang menjadi citra tidak diperlukan sebagai metafora individual biasa, tetapi sebagai citra laten yang universal dan akarnya tertancap dalam pada lapisan nenek moyang manusia yang primitif."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1989
S14145
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aan Suhaeni
"Dua balada yang ditulis W.H. Auden ketika ia masih tinggal di Inggris tampak dipengaruhi oleh pemikiran Sigmund Freud, dengan teori kepribadiannya. Untuk melihat sejauh mana pengaruh tersebut, dilakukan penelitian dengan pendekatan intrinsik dan ekstrinsik. Penekanan dorongan libido yang terus menerus akan mengakibatkan penyakit pada diri individu, tercermin pada balada Miss Gee. Dalam balada ini terlihat adanya mekanisme pertahanan ego seperti sexua1 repression, sublimasi dan proyeksi serta metode tafsir mimpi. Victor bertemakan konflik kejiwaan antara nilai-nilai yang dianut dan kenyataan yang ada. Balada ini memperlihatkan adanya sosialisasi anak, perkembangan kepribadian, mekanisme pertahanan eqo seperti proyeksi, konsep superego naluri hidup. (eros) dan naluri kematian (Thanatos). Auden dalam dua baladanya yang telah dibahas ini, menaruh simpati kepada mereka yang tertekan karena nilai-nilai yang ada dalam masyarakat."
Depok: Universitas Indonesia, 1988
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Savina
"ABSTRAK
Pokok pembahasan skripsi ini adalah mengenai Sastra Bandingan. Dalam hal ini penulis membandingkan dua buah no_vel, yaitu The Woman Warrior dan Birds of Passage. Adapun yang menjadi dasar perbandingan adalah kedua buku berasal dari dua kesusastraan yang berbeda, yaitu Kesusastraan Amerika dan Kesusastraan Australia; kemudian juga karena ke_duanya memiliki kemiripan tema, yaitu Dilema pencarian dan penentuan identitas diri dari seorang keturunan imigran Ci_na di Amerika dan Australia.
Meskipun kedua novel tersebut memliki kemiripan tema, namun hal ini bukanlah suatu hasil dari peniruan. Kemirip_an tema ini disebabkan oleh apa yang dalam Sastra Bandingan, dikenal sebagai faktor sosial dan psikologis. Faktor sosial berkaitan dengan keadaan masyarakat dan juga latar sejarah; sedangkan faktor psikologis berkaitan dengan reaksi kedua pengarang terhadap tema cerita. Kedua faktor di atas mempe_ngaruhi kemiripan tema dari kedua novel di atas.
Selanjutnya, untuk dapat membuktikan bahwa kedua novel tersebut berbeda satu dengan lainnya, maka dibandingkanlah unsur-unsur novelistiknya. Adapun unsur-unsur yang dikaji dalam skripsi ini adalah sudut pandang, pencerita, latar waktu dan tempat, pertikaian dan penokohan. Dengan cara ini kita dapat melihat keunikkan masing-masing karya. Akhir_nya, dengan keunikkan tersebut masing-masing karya dapat dikatakan sebagai wakil dari kesusastraan Amerika dan Australia yang menampilkan tokoh kelompok etnik Cina di masing-masing negara."
1989
S14177
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library