Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Siti Musrifah
"Preeklampsia merupakan suatu sindroma yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah disertai proteinuria pads wanita hamil yang sebelumnya tidak mengalami hipertensi. Sindroma ini biasanya muncul pada akhir trimester kedua sampai trimester ketiga kehamilan. Preeklampsia dapat berakibat buruk balk pada ibu maupun pada janin yang dikandungnya. Gejala preeklampsia biasanya berkurang, bahkan menghilang setelah melahirkan, sehingga terapi definitifnya adalah mengakhiri kehamilan. Kenyataan ini rnenimbulkan anggapan bahwa gangguan yang terjadi pads preeklampsia merupakan proses yang reversible. Etiologi pasti sindroma irii belum diketahui dan masih merupakan hipotesa, antara lain : iskemik plasenta, maladaptasi imun dan factor genetik.
CRP (c-reactive protein ) diketahui secara luas sebagai indikator inflamasi yang rnempunyai peranan penting pada atherogenesis. Beberapa penelitian terbaru membuktikan bahwa peningkatan kadar CRP serum pada orang dewasa sehat, merupakan prediktor yang kuat terjadinya miokard infark, stroke, kematian mendadak karena penyakit jantung dan penyakit pembuluh darah perifer.
Berbagai metode telah ditemukan untuk mengukur kadar CRP. Pada mass lampau, berbagai macam pemeriksaan laboratorium menggunakan semiquantitative latex agglutination assay untuk mengetahui reaksi inflamasi akut yang terjadi. Kernudian ditemukan metode yang lebih sensitif, dengan metode nephelometri atau turbidimetri. Dengan adanya pemeriksaan high sensitivity CRP, memungkinkan memeriksa kadar CRP pada individu yang sehat untuk mengetahui resiko terjadinya penyakit vaskuler.
Pada preeklampsia, terdapat kerusakan endotel yang merupakan salah satu aspek respon inflamasi sistemik pada ibu. Respon inflamasi in! terdapat juga pada kehamilan normal, tetapi iebih berat. Preeklampsia terjadi bila proses inflamasi sistemik menyebabkan terjadinya dekompensasi satu atau lebih sistem pada ibu. Karena CRP adalah zat yang merupakan petanda sensitif terjadinya inflamasi sistemik, maka berkembanglah penelitian untuk mengetahui kemungkinan hubungan antara CRP dan preeklampsia.
Kadar CRP meningkat pada wanita dengan preeklampsia. Penelitian oleh Teran, dkk 2001, pada wanita Andean yang hamii (n=21), wanita hamii dengan preeklampsia (n=25), dan wanita hamil dengan tekanan darah normal (n=21), menunjukkan adanya kadar CRP tinggi pada wanita dengan preeklampsia. Rerata CRP pada preeklampsia (4,11± 0,37 mg/dl) dibandingkan dengan wanita hamil normal (2,49 ± 0,26 mg/dl) dan wanita yang tidak hamil (1,33 ± 0,15 mg/di)."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2006
T18046
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Botefilia
"Tujuan: Menilai hubungan kadar VCAM-1, jumlah lekosit dan hitung jenis lekosit pada penderita preeklampsia
Metode: Rancangan penelitian adalah potong lintang dan data disajikan dalam bentuk deskriptif analitik. Penelitian dilakukan terhadap 32 orang penderita yang digolongkan sebagai preeklampsia dan dari 32 orang tersebut, 3 orang masuk kriteria preeklampsia ringan dan 29 orang masuk kriteria preeklampsia berat. Kelompok preeklampsia yang datang tidak dalam keadaan inpartu atau ketuban pecah maupun tidak ada tanda-tanda infeksi secara klinis sesuai kriteria inklusi. Kelompok kontrol pada penelitian ini berjumlah 34 orang wanita hamil normal, dengan usia kehamilan > 20 minggu baik elompok preeklampsia maupun kelompok kontrol. Penelitian berlangsung mulai bulan Juli 2004 sampai September 2004 di IGD dan PolikIinik Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUPN Cipto Mangunkusumo FKUI
Hasil: Rerata jumlah lekosit pada kelompok preeklampsia didapatkan 15.6191pL f 5.3571pL, sedangkan pada kelompok kontrol rerata 9.873/mL ± 3.494/mL. Dddapatkan perbedaan yang bermakna antara jumlah lekosit pada kelompok kontrol dan preeklampsia (p<0,001). terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar VCAM-1 antara kelompok kontrol dibandingkan kelompok preeklampsia (p<0,001) dengan rerata kadar VCAM-l kelompok preeklampsia 961,2 ng/ml dan pada kelompok kontrol 573,8 ng/ml. Kadar VCAM-1 pada preeklampsia dengan komplikasi 1137,9 ± 297,2 nglml juga meningkat secara bermakna jika dibandingkan tanpa komplikasi 805,3 ± 320,6 ng/ml (p=0,001), Terdapat hubungan yang bermakna antara kadar VCAM-1 dan jumlah lekosit (p<0,001) dengan x0,528 menunjukkan arah korelasi positif dengan kekuatan korelasi yang sedang. Pada penelitian ini didapatkan nilai titik potong lekosit 14.400/mL dengan sensitivitas 73,3% dan spesifisitas 70,6% dan didapatkan nilai titik potong kadar VCAM-1 sebesar 805,25 ng/ml dengan sensitivitas 93,3% dan spesifisitas 82,4%.Terdapat perbedaan yang bermakna pada hitung jenis basofil (p<0,05), eosinofil (p<0,001), neutrofil (p<0,05) dan monosit (p<0,001) antara kelompok preeklampsia dan kelompok kontrol. Hanya pada hitung jenis limfosit tidak didapatkan perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dan preeklampsia dengan p>0,05.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar VCAM- 1 dan jumlah lekosit antara kelompok kontrol dibandingkan kelompok preeklampsia Terdapat hubungan yang bermakna antara kadar VCAM-1 dan jumlah lekosit dengan arah korelasi positif dengan kekuatan korelasi yang sedang. Peningkatan jumlah lekosit dapat dipertimbangkan sebagai parameter perburukan preeklampsia, namun masih perlu dicari nilai prognostik titik potong jumlah lekosit sebagai prediktor perburukan preeklampsia dengan penelitian lebih lanjut.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2005
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tyas Priyatini
"Tujuan : Mengetahui kadar gula darah, insulin dan leptin pada wanita hamil dan hubungan antara leptin dan kadar gula darah, insulin serta sensitivitas insulin pada wanita hamil.
Rancangan : Studi potong lintang, deskriptif analitik
Tempat : Poliklinik kebidanan RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta
Bahan dan cara kerja : Selama bulan Agustus 2004 didapatkan 80 sampel yang memenuhi kriteria penerimaan. Dilakukan pemeriksaan kadar gula darah puasa dan UTGO, insulin puasa dan UTGO serta kadar hormon leptin. Dicari sebaran responden, rerata kadar gula darah, insulin, leptin, serta hubungan antara leptin dengan kadar gula darah, insulin, serta sensitivitas insulin pada kehamilan berdasarkan indeks sensitivitas QUICKI dan rasio gula darah terhadap insulin.
Hasil : Data yang diperoleh memiliki banyak nilai ekstrem sehingga pada pengolahannya nilai ekstrem dikeluarkan sehingga sampel berkurang menjadi 45. Didapatkan rerata kadar gula darah puasa 61,91 ± 6,81 mg/dl, gula darah UTGO 96,84 ± 14,63 mg/dl, rerata kadar insulin puasa 5,99 ± 4,45 insulin UTGO 60,83 ± 34,34 µU/ml, rerata kadar Leptin 20,95 ± 17,54 ng/ml. Didapatkan indeks QUICKI 0,41 ± 0,05, rasio glukosa terhadap insulin puasa 16,7 ± 11,48 serta rasio glukosa terhadap insulin UTGO 2,23 ± 1,75. Didapatkan hubungan bermakna antara leptin dan insulin puasa maupun UTGO, serta leptin dengan sensitivitas insulin (r = -0,459, p = 0,001).
Kesimpulan : Tidak didapat perbedaan bermakana rerata kadar gula darah, insulin, dan leptin wanita hamil di RSCM pada ketiga trimester. Terdapat hubungan bermakna antara leptin dengan insulin serta sensitivitas insulin dalam kehamilan."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2004
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Djulaeha Yahya
"Ruang lingkup dan cara penelitian : Suatu penelitian eksperimental telah dilaksanakan pada 29 orang wanita hamil trimester II dengan anemia (kadar Hb 8 - 10,9 g%) pengunjung poliklinik Kesehatan Ibu dan Anak Puskesmas di wilayah Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian pil besi (ferrosulfat 200 mg + asani folat 0,25 mg) & riboflavin (5 mg) terhadap kenaikan kadar Hb. Kelompok I (perlakuan) diberikan pil besi & riboflavin dan kelompok II (kontrol) hanya diberikan pil besi. Lama penelitian; 6 (enam) minggu, diberikan 1 X / hari.
Hasil : Terdapat prevalensi anemia 30,77 % dengan kadar Hb 10,18 ± 0,92 untuk kelompok perlakuan dan 10,29 ± 0,49 untuk kelompok kontrol. Asupan kalori, protein, zat besi dan riboflavin di bawah AKG. Terdapat kenaikan status hematologi kedua kelompok setelah suplementasi, secara analisis statistik tidak berbeda bermakna (p > 0,05 ). Kelompok perlakuan rerata nilai perubahan VER & HER naik Iebih besar dibanding kelompok kontrol. Kelompok perlakuan rerata nilai perubahan VER 3,13 ± 2,42 dan HER 1,84 ± 2,56, kelompok kontrol rerata nilai perubahan VER 0,86 ± 3,11 dan HER 0,07 ± 1,44. Secara analisis statxstik berbeda bermakna (p < 0,05 ).
Kesimpulan : Prevalensi anemia pada wanita hamil trimester II 30,70 %. Penyebabnya asupan zat gizi kurang dari AKG. Kenaikan Hb setelah suplementasi pil besi ditambah riboflavin setiap hari selama 6 minggu tidak berbeda bermakna. Kenaikan VER dan HER secara analisis statistik pada kekompok perlakuan berbeda bermakna dibanding dengan kelompok kontrol.

Material and methods: An experimental study was done on 29 pregnant women, 2nd trimester, with anemia (Hb 8 - 10,9 g %) attending the mother and child Health Care at the Public Health Centre of Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. The aim of the study was to study the effect of Iron and Riboflavin Tablets supplementation on the level of Hb. The treatment group was given Iron Tablets (Ferrous sulfate 200 mg and folic acid 0,25 mg) and Riboflavin 5 mg where as the control group was given Iron Tablets only. The duration of the study was 6 weeks.
Results : The prevalence of anemia was 30,77 % with Hb levels of 10,18 ± 0,92 for the treatment group and 10,29 ± 0,49 for the control group. Calory intake, Protein, Iron and Riboflavin were below the RDA. Hematological state increases in both groups after supplementation but it was not statistically significant (p > 0,05). In the treatment group the changes of MCV & MCH was bigger compared to control that was changes MCV 3,13 ± 2,42 and MCH 1,84 ± 2,56 compared to changes MCV 0,86 ± 3,11 and MCH 0,07 t 1,44. These results were statistically significant (p < 0,05).
Conclusion : The prevalence of anemia in pregnant woman, 2ND triunes ter was 30,70 %. The etiology of anemia was mainly nutrient intake that was below the RDA. Iron and Riboflavin Tablets Supplementation every day for 6 weeks did not increase the hemoglobin level significantly compared to iron tablets supplementation alone. However, changes in MCV & MCH in riboflavin group were significantly different.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 1998
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ines Gulardi
"Intrauterine growth retardation is still a problem in the world, and the cause are complex and multiple. Deficiency in vitamin A has been associated to low birth weight and intrauterine growth retardation. Nevertheless, the study about transfer of vitamin A from mother to fetus in intruterine growth retarded newborns is scarce
The study report is described in three parts.
Part 1. Includes the background of the study, problem statement, rationale of the study, literature reviews, hypothesis, objectives, and variable-indicator matrix. The literature review is focusing on intrauterine growth retardation, and vitamin A in general and in pregnancy, nutrient transfer throug the placenta, as well as nutrition during pregnancy.
Part 2. Is the manuscript for publication, which was prepared to be submitted to the Journal of Nutrtion. This study found thaht in a population where the mother do not have vitamin A deficiency, the condition of inadequate vitamin A status in intrauterine growth retarded newborns caused by problem in the transfer of the nutrient.
Part 3. contains questionnaire used in data collection, form used in the placental abnormalities assessment, detailed methodology and result that have not been presented in the manuscript, references and curriculum vitae.
With this preliminary research in the transfer of vitamin A, hopefully there will be more further research which can come to a recommendation as how to manage inadequate status of vitamin A in IUGR newborns."
2003
T385
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library