"
ABSTRAKPT Komoditas memiliki 1 kantor pusat dan 26 divisi regional. Kantor pusat bertindak sebagai manajemen dan divisi regional bertindak sebagai pelaksana tugas kegiatan utama perusahaan yaitu pengadaan dan penyaluran komoditas. Setiap penerimaan dari hasil penjualan komoditas wajib disetorkan kepada kantor pusat. Divisi regional dalam hal ini juga tidak memiliki modal sehingga kantor pusat akan mengirimkan (
dropping) sejumlah uang sesuai RKAP untuk membiayai kegiatan operasionalnya. Kedua transaksi ini menimbulkan transaksi antar kantor yang melibatkan rekening antar kantor. Penulis menganalisis kesesuaian penerapan prosedur serta pencatatan penerimaan uang hasil penjualan komoditas dan pengiriman (
dropping) uang untuk kegiatan operasional divisi regional pada kantor pusat berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, Pedoman Akuntansi, Pedoman Transaksi serta literatur mengenai
Branch Accounting dalam buku Hoyle,
et all (1998). Laporan magang ini menghasilkan temuan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) belum berfungsi sebagai acuan dari setiap kegiatan PT Komoditas. Penggunaan akun antar kantor telah sesuai dengan pedoman serta literatur yang digunakan, namun tetap ada kendala sulitnya menemukan akun lawan dari transaksi antar kantor karena tidak adanya aturan yang jelas mengenai penyetoran hasil penjualan komoditas yang mengakibatkan ketidakseimbangan saldo akun antar kantor.
ABSTRACTPT Komoditas has 1 head office and 26 regional divisions. The head office acts as management and the regional division acts as the executor of the company's main activity, which are buying and selling commodities. Every cash from commodities sales must be deposited to the head office. The regional division also does not have capital so the head office will drop money according to the RKAP to finance its operations. These transactions will create intracompany transactions involving intracompany accounts. The author analyzes the suitability of the application of the procedure of recording the receipt of money from the sale of commodities and dropping money for regional division operational activities at the head office based on the applicable Standard Operating Procedure (SOP), Pedoman Akuntansi, Pedoman Transaksi, and literature of Branch Accounting in Hoyle, et all (1998)'s book. This internship report resulted that the Standard Operating Procedure (SOP) did not yet applied as a reference for every activity of PT Komoditas. The use of an intracompany account is appropiate with the guidelines and the literature used. However, there are still difficulties in finding an opposing account from intracompany transactions because there is no clear rule regarding depositing the proceeds from the sale of cocoa which results in an imbalance in the balance of the intracompany account."