Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 12 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sanda Sabina Karimoeddin
"ABSTRAK
Dalam sejarah kesusasteraan klasik Cina, Li Bai adalah seorang penyair yang sangat terkenal dari zaman Dinasti Tang. Nama Li Bai ini mulai menarik perhatian saya ketika saya mengikuti mata kuliah Kapita Selekta Kesusasteraan Cina beberapa waktu yang lalu. Dalam kuliah ini, antara lain dibicarakan beberapa buah sajak hasil karya Li Bai yang terkenal. Selama mengikuti kuliah ini, saya menjadi tertarik kepada hasil-hasil karyanya dan amat berminat untuk menyelidikinya lebih mendalam lagi. Saya bermaksud untuk mengetahui lebih banyak lagi mengenai kehidupan Li Bai dan juga mengenal sajak-sajak yang lainnya, selain yang telah saya pelajari dalam kuliah.
Saya mendapatkan bahwa sudah banyak sarjana-sarjana barat dari Amerika, Perancis, Belanda, serta sarjana Asia dari Jenang dan Cina sendiri yang menulis mengenai tokoh ini, namun sepengetahuan saya, belum banyak sarjana dari Indonesia yang secara khusus menuliskannya. Hal ini juga lebih mendorong saya mengambil Li Bai sebagai tokoh utama dari skripsi ini. Maka skripsi ini mencoba untuk memberikan gambaran secukupnya mengenai kehidupan Li Bai, juga mengenai sajak-sajak hasil tulisannya. Sebanyak 20 buah hasil karyanya telah saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia_

"
1985
S12989
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pandjaitan, Christine
"Ci Xi adalah seorang wanita yang ambisius. Ia adalah seorang wanita yang berasal dari kalangan bang_sawan rendah yang bisa mencapai suatu kedudukan ter_tinggi di dalam masa dinasti Qing, dinasti terakhir di Cina. Dalam seluruh kehidupannya, ia berupaya untuk dapat meraih kedudukan yang diinginkannya. Setelah berhasil memperolehnya, ia berusaha mempertahankannya dengan segala cara. Di Cina, bagi suku bangsa Han ju_ga suku bangsa Man, yaitu suku bangsa darimana Ci Xi berasal, seorang wanita tidak mempunyai arti di dalam kehidupan masyarakatnya. Tetapi sebaliknya, Ci Xi ber_hasil menguasai negara yang besar itu. Faktor--faktor inilah yang kemudian menarik minat penulis untuk meng_ambilnya sebagai topik skripsi.Lingkup penelitian Walaupun sebelumnya sudah ada skripsi mengenai Ci Xi5, tetapi skripsi to rse but hanyalah membahas ten-tang peranan Ci Xi di dalam pemerintahan dan politik..."
1986
S12966
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Prianti Gagarin Singgih
"ABSTRAK
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengungkapkan dengan lebih jelas lagi tentang seorang tokoh se_jarah Cina Zheng Ho dalam kaitannya dengan sejarah hu_bungan Cina-Indonesia. Zheng Ho adalah seorang kasim sekaligus pelayar dan navigator yang paling terkenal dalam sejarah kedi_nastian Cina. Semasa hidupnya (1371-1434), laksamana dari Yunnan ini telah mengelilingi hampir separuh dunia dengan ekspedisi--ekspedisi maritimnya. Dengan ketujuh pelayarannya ini Zheng Ho telah menyumbangkan peranan yang cukup besar dalam mengantarkan dinasti Ming ke gerbang kejayaannya di bawah pemerintahan kaisar Yong Lo {1403-1424). Atas jasa-jasanya yang besar ini ia kemudian mendapat gelar San Bao Taijian (Kasim Agung San Bao). Salah satu negara yang kerap kali dikunjungi armada Zheng Ho adalah Indonesia, khususnya pulau Jawa dan Sumatra. Akibatnya Zheng Ho dikenal pula oleh penduduk pribumi maupun masyarakat keturunan Cina di Indonesia_

"
1986
S13002
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tino Saroengallo
"ABSTRAK
Timbulnya sebuah pemikiran baru dalam suatu masyarakat tidak terlepas dari perkembangan sosial, politik masyarakat bersangkutan. Demikian pula di Cina, timbulnya konsep Sanmin Zhuyi tidak terlepas dari perkembangan sosial, politik pada jamannya, terutama sejak masuknya pengaruh Barat. Pengaruh Barat mula-mula hanya dalam arti fisik, yaitu kedatangan bangsa Barat yang ingin berdagang. Namun dengan kekalahan Cina melawan Barat, cendikiawan Cina merasa perlu untuk mempelajari ilmu pengetahuan Barat. Mempelajari ilmu pengetahuan suatu bangsa tidak terlepas dari unsur pemikiran bangsa tersebut. Dengan dimulainya usaha mempelajari ilmu pengetahuan Barat, cendikiawan Cina mulai berkenalan dengan pemikiran Barat. Berlatar belakang keadaan tersebut di atas, Sun Yat-sen yang juga pernah rnengenyam pendidikan Barat merumuskan konsep Sanmin Zhuyi-nya. Skripsi ini mencoba memberikan gambaran deskriptif tentang keadaan Cina di akhir abad XIX dan awal abad _

"
1986
S13063
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tampubolon, Daisyati A.
"ABSTRAK
Pada saat Eropa mengalami masa Renaissance (abad 15-16), Para Jesuit berhasil masuk ke Cina (abad l6/masa dinasti Ming), dengan tujuan menyebarkan agama Kristen. Untuk menarik simpati masyarakat Cina dan untuk mendukung misi agama mereka, para Jesuit ini memanfaatkan berbagai bidang ilmu pengetahuan yang kebetulan sedang mengalaai masa perkembangan pesat di Eropa itu. Usaha para Jesuit tersebut di atas, kemudian berhasil dengan baik. Ilmu pengetahuan Barat dapat diterima oleh masyarakat Cina, khususnya di kalangan pejabat istana. Selanjutnya ilmu pengetahuan Barat mengalaai perkembangan yang pesat, sampai akhirnya berhasil mencapai masa kejayaannya di Cina pada masa pemerintahan Kang Xi (abad 17). Bersamaan dengan itu, agama Kristen juga turut mengalami perkembangan di Cina, walaupun tidak sepesat ilmu pengetahuan Barat. Skripsi ini akan menguraikan tentang perkembangan dan pengaruh berbagai bidang ilmu pengetahuan Barat di Cina, khususnya pada masa pemerintahan Kang Xi.

"
1989
S13061
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Untoro
"ABSTRAK
Gerakan 4 Mei 1919 (Wusi yundong) besar pengaruhnya dalam konteks sejarah modern Cina. Dalam hubungan ini Gerakan 4 Mei 1919 akan ditinjau dari sudut nasionalisme dan perbandingannya dengan patriotisme. Nasionalisme yang dimaksud adalah mengacu kepada usaha yang dirintis khususnya oleh Hu Shi sejak tahun 1917. Hu Shi berpendapat bahwa nasionalisme (finzu zhuyi) merupakan istilah yang baru di Cina, sebabnya ialah karena ia melihat nasionalisme sebagai bagian dari 3 Prinsip Kerakyatan (.Sanmin zhuyi), yang diperkenalkan oleh SunYatsen. Tetapi meskipun demikian nasionalisme sebagai kesadaran berbangsa menurut Hu Shi tidak pernah lepas dari sejarah Cina. Akar dari nasionalisme adalah kesatuan sejarah, kcbudayaan, dan suku-bangsa (Nourse, 1942: 335). Untuk dapat menyatukan ketiga unsur tersebut adalah dengan penera_pan bahasa sehari-hari (baihua) sebagai lingua franca, baik dalam media sastra mau pun di pelbagai sarana pendidikan formal. Jadi dalam hal ini pengertia.n nasionalisme dapat di_terjemahkan sebagai kesetiaan tertinggi yang diberikan hanya kepada negara berbangsa tunggal (a state of mind in which the individual feels that everyone owes his supreme secular.

"
1986
S13070
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Laksmi Widjajati
"Pada akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20 bangsa Cina yang mendapat suatu 'pukulan dan penghinaan dengan masuknya pengaruh Barat, dengan sendirinya tokoh-tokoh progresif (reformasi) dan cendikiawan berkenalan dengan pemikiran-pemikiaran Barat serta mempelajari ilmu pengetahuan Barat. Salah seorang cendikiawan dan tokoh progresif tersebut adalah Liang Qichao yang mengembangkan pemikiran-pemikiran politik, ekonomi dan lain-lain, dan membentuk partai politik Jinbudang, yang berusaha mengadakan reformasi tetapi gagal karena menghadapi tantangan yang ada ketika itu. Salah satu cara menghadapi masalah-masalah tersebut dengan revolusi yang dipelopori oleh Dr. Sun Yatsen. Kedua kelompok ini selalu timbul pertentangan dan perbedaaan pandangan, maka antara kedua belah pihak bukannya tidak ada kemungkinan berdamai dan mengadakan kerjasama. Karena kedua partai tersebut hanya menganjurkan cita-citanya masing-masing tanpa memperhatikan kepentingan pihak lainnya. Skripsi ini mencoba memberikan gambaran deskritif tentang pemikiran-pemikiran politik Liang yang selalu dipengaruhi dan nampak selalu berbah-ubah tetapi konsisten. Selain gerakan reformasi masih ada gerakan lain yang dipelopori Dr. Sun Yatsen dengan jalan revolusi yang kelak dapat menggulingkan kekuasaan Qing dan mendirikan Republik. Skripsi ini juga mencoba memberi gambaran mengenai Liang Qichao dengan seluruh proses kegiatan di dalam kepartaian serta pikiran-pikiran politiknya di dalam peristiwa /kejadian dikepartaian itu sendiri yang akhirnya tidak menguntungkan."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1987
S13013
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Emma Rachma
"Sejak berabad-abad yang lampau sudah banyak orang Cina yang datang ke Indonesia. Kemdian mereka mendirikan bangunan-bangunan suci sebagai tempat peribadatannya. bangunan suci tersebut dinamakan klenteng. Tetapi kemudian istilah klenteng ini diganti menjadi wihara.
DI daerah Glodok, yang merupakan salah satu perkampungan Cina di Jakarta, terdapat sebuah wihara yang dianggap sebagai wihara yang tertua dan terbesar di Jakarta, yaitu wihara Dharma Bhakti (WDB). WDB dibangun pada sekitar tahun 1650 oleh Letnan Guo Xun-Guan. Dahulu wihara ini cukup terkenal karena banyak para pejabat Cina datang ke tempat ini untuk melakukan peribadatan.
Keadaan bangunan WDB masih cukup baik dan terpelihara, sehingga kami ingin mencoba melakukan penelitian berdasarkan tinjauan arsitektural. Di samping itu akan disinggung pula mengenai patung-patung dewa yang dipuja di dalamnya.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada WDB, dapat diketahui bahwa dalam pendirian bangunan ini masih mengikuti aturan-aturan pembuatan suatu bangunan suci seperti di Cina. Dalam beberapa hal, juga menunjukkan adanya unsur-unsur Cina Selatan. Sedangkan dari patung-patung dewa dan simbol-simbol yang ada, dapat diketahui bahwa wihara ini merupakan wihara Tri Dharma, karena ketiga agama (Buddha, tao dan Khong Hu Cu) dianut bersama."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1990
S11837
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adrianto G. Ekawibawa
"ABSTRAK
Skripsi ini dibatasi pada pembahasan tentang sastra Cina modern pada awal abad 20 yang dikemukakan oleh Mao Dun. Skripsi ini juga mencakup sejauh mana pengaruh dan keterlibatan Mao Dun dalam sastra modern Cina terutama antara tahun 1917 - 1927, yang dilatar belakangi oleh Revolusi Sastra. Melalui latar belakang biografi Mao Dun dapat diketahui pengaruh yang masuk di dalam diri Mao Dun dalam mengemukakan gagasan-gagasan tentang sastra modern Cina. Penelitian dalam Skripsi ini mencoba untuk mengetahui dan mengungkapkan pandangan-pandangan tentang sastra modern Cina sesuai dengan apa yang pernah diusulkan Mao Dun.

"
1989
S12937
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rahadjeng Pulungsari Hadi
"Du Fu adalah seorang penyair yang hidup pada masa dinasti Tang. Ia seorang realis dan menganut ajaran Konfusianis. Pada periode kehidupannya, dinasti Tang tengah mengalami kegoncangan politik, akibat tibanya serangan suku barbar. Selain itu, pemerintah juga tengah menjalankan Sistim Ujian Negara untuk menyaring kader-kader pejabat. Karena sistim ini mengutamakan penguasaan bidang sastra, maka tak dapat diingkari, bahwa masa ini melahirkan banyak sastrawan yang secara luas dapat menyalurkan ilhamnya. Du Fu termasuk diantara penyair-penyair kenaman di jaman keemasan tersebut. Karyanya menggambarkan keadaan negara dan banyak bersinggungan dengan masalah sosial. Berdasarkan pengamatan karya-karyanya, maka penulis memilih untuk rnengambil topik 'aspek sosial' dari sajak-sajak Du Fu. Kehidupannya yang tak dapat dikatakan bahagia, telah menuntunnya untuk menciptakan karya-karya yang realis, sehingga dapat memberi gambaran pada pembaca akan situasi saat itu dan dapat membiarkan pembaca untuk lebih jauh lagi menelusuri tapak-tapak sejarahnya. Du Fu, juga mencipta didampingi ajaran Konfusianis yang dianutnya. Hal ini dapat dilihat dari karya-karyanya yang membawa nafas Konfusianis. Berdasarkan hal ini Pula, penulis membahas masalah Konfusianisme dalam sajak-sajak Du Fu. Sehubungan dengan banyaknya penyair kenamaan yang hadir pada masa itu, maka tidak adil rasanya bila tidak menyinggung karya-karya mereka, disamping karya Du Fu. Sajak-sajak Li Bai, Wang Wei dan Bai Juyi, turut penulis hadirkan pada skripsi ini, agar dapat diperbandingkan kekhasan masing-masing. Du Fu, begitu nyata memperlihatkan aspek sosial pada hampir setiap karyanya. Negara, tanah air, rakyat, dan kehidupan masyarakat membaur dalam satu kesatuan kalimatnya dan tersusun dalam baris sajaknya yang indah."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1987
S12974
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>