Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 66 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Lumbantoruan, Delko Edison
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1999
S49235
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Francina Nacosia
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1999
S49192
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yoyo Sunaryo
"ABSTRAK
Dari proses pengolahan minyak bumi yang dilakukan oleh Kilang minyak Pertamina di Cilacap menghasilkan aspal yang merupakan hasil samping dengan kapasitas sebesar 100.000 ton/tahun, jenis minyak bumi yang digunakan sebagai bahan baku adalah minyak bumi Arabian light yang di impor dari Timur Tengah.
Di dalam upaya untuk mengatasi terhadap ketergantungan minyak bumi impor tersebut maka telah diperoleh dari hasil penelitian awal suatu campuran jenis minyak bumi Sumatera Parafinik-Naftenik dengan perbandingan prosentase volume 85 : 15.
Terhadap campuran kedua minyak bumi tersebut dilakukan proses distilasi, yaitu distilasi atmosferik dan distilasi vacum, dimana dari proses distilasi vacum tersebut akan menghasilkan residu vacum yang merupakan bahan baku aspal, untuk memisahkan komponen aspal dari residu vacum, dilakukan proses Propan Deasphalting, dan selanjutnya untuk membebaskan aspal dari propan maka dilakukan proses peniupan dengan udara. Akan tetapi aspal yang diperoleh dari proses tersebut belum tentu dapat langsung memenuhi spesifikasi persyaratan. sehingga masih diperlukan usaha untuk peningkatan mutu aspal terutama yang menyangkul sifat-sifat utama aspal seperti : Penetration : Softeing point dan Ductility.
Di dalam proses peningkatan mutu maka dilakukan proses pencampuran antara:
- aspal dengan residu dengan perbandingan prosemase volume tertentu
- aspal dengan ekstrak pelarut furifural dengan perbandingan prosentase volume tertentu
Setelah dilakukan pencampuran, maka diperoleh bahwa dengan mengunakan ekstrak pelarut furfural hasil yang diperoleh lebih baik bila dibandingkan dengan mencampur aspal dengan residu. terutama mengenai sifat utama aspal yaitu Penetration dan Softening point akan tetapi hasil Ductility nya masih tetap dibawah spesifikasi persyaratan.

"
2001
S49256
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Budi Santoso
"ABSTRAK
Kandungan sulfur yang tinggi di dalam minyak solar dapat mempengaruhi kualitas udara sekitar dan terjadinya hujan asam. Karena gas buang yang dihasilkan oleh minyak solar akan menghasilkan SO2 sebagai hasil oksidasi dari senyawa sulfur. Karena itu perlu dilakukan proses untuk menghilangkan atau mengurangi kandungan sulfur didalam minyak solar.
Pada umumnya proses desulfurisasi pada skala industri dilakukan dengan cara hidrogenasi katalitik, sedangkan pada penelitian ini di lakukan proses desulfurisasi minyak solar dengan cara fotokimia dan ekstraksi cair-cair dengan menggunakan larutan NaOH. Ekstraksi ini terdiri dari dua fasa yaitu fasa minyak solar dan fasa NaOH. Dimana senyawa organik yang mengandung sulfiur di dalam minyak solar akan terdekomposisi disebabkan oleh energi cahaya dari lampu UV-
merkuri. Kemudian senyawa organosulfur yang terdekomposisi tadi akan diekstrak dengan menggunakan larutan NaOH. Pada proses desulfurisasi ini tidak diperlukan katalis, mudah untuk mengoperasikan dan mengontrolnya. Serta reaksi berlangsung pada temperatur ruang dan tekanan 1 atmosfir, berbeda dengan proses hidrogenasi katalitik dimana berlangsung pada temperatur dan tekanan tinggi.
Penelitian ini menggunakan larutan umpan yaitu minyak solar yang telah dikotori dengan n-dodecyl mercaptan dan lampu UV-merkuri 60 wat. Pada penelitian ini juga dilakukan proses desulfurisasi tanpa reaksi fotokimia yaitu dengan mengekstraksi larutan umpan dengan larutan NaOH.
Pada proses desulfurisasi ini kandungan sulfur mula-mula yang terdapat pada umpan sebesar 1,66%, turun sebanyak 66,8% dengan adanya sinar UV-merkuri, hal ini berbeda dengan tanpa adanya reaksi fotokimia dimana turun sebanyak 64,2% untuk NaOH 1,00 M dengan lamanya proses desulfurisasi selama 9 jam. Sedangkan untuk NaOH 1,50 M dengan adanya sinar UV-merkuri turun sebanyak 56,6% dan tanpa adanya reaksi fotokimia turun sebanyak 333% pada proses desulfurisasi selama 9 jam. Hal ini menunjukan proses desulfurisasi minyak solar dipengaruhi oleh adanya reaksi fotokimia.

"
2001
S49252
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Asmus, Hofriscan
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1999
S50832
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pujo Purwanto
"ABSTRAK
Dengan keterbatasan kemampuan peralatan yang terpasang untuk menurunkan kadar amoniak dalam air buangan yang berasal dari pabrik Amonium Nitrat. Dimana kadar amoniak tersebutmasih melebihi baku mutu sesuai KEP-SUMENLI-I/I0/1995, tentang mutu limbah cair bagi kegiatan Industri dinyatakan bahwa kadar amonia diperbolehkan maksimum 5 ppm.
Amoniak tersebul sebagian besar berasal dari air kondensasi hasil reaksi antara asam nitrat dan amoniak. Proses unluk menurunkan kadar amoniak terlarut dalam air kondensat tersebut digunakan sistem proses Hsika yang dikenal dengan amoniak stripping.
Perancangan amoniak stripping digunakan metoda Ludwig dan fomiula yang digunakan terlebih dahulu di lakukan uji perancangan ulang dimensi menara kolom yang terpasang di Pabrik amoniak PT Pupuk Kujang, dengan tujuan mencan formula yang tepat. Hasil uji fommla didapatkan data yang sama terhadap data design, sehingga formula sudah tepat dan memenuhi untuk digunakan dalam perancangan ini. Amoniak stripping dirancang dengan laju alir umpan air 2500 kg per jam, kadar amoniak diperhitungkan 100 ppm dan etisiensi penumnan kadar amoniak 93 %_ Kemudian digunakan steam sebagai gas stripper yang dihembuskan melalui sisi bagian bawah menara dengan kondisi temperatur 147 °C dan laju alir 750 kg per jam. Hasil Akhir perancangan amoniak stripping atau menara kolom adalah Diameter kolom bagian dalam 0,5 meter,Tinggi bed isian unggun 4,5 meter dan [sian Unggun /packing digunakan Raschig Ring dengan ukuran 1,5 in.
Perkiraan biayn yang timbul dari pengadaan peralatan utama dalam perancangan proses menurunkan [radar amoniak ini sebesar 54.1S3,81USD atau Rp 541.838.lG0,- (kurs diambil lUSD=Rp 10.000), sedangkan tambahan biaya operasional pertahun sebesar Rp 226_866.57l,-.
Perancangan ini dapat menurunkan kadar amoniak dalam air buangan dari 60 ppm menjadi 2 ppm, hal ini digunakan unluk memenuhi aturan pemerintah dan sebagai lronsekwensi terhadap pemeliharan lingkungan hidup.

"
2001
S49251
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siregar, Baginda M.S.
"Pemahaman tentang mutu pelumas dan pelumasan menjadi penting karena dapat menghindari digunakannya pelumas berrnutu rendah yang dapat menurunkan umur teknis mesin. Setiap pelumas yang dipasarkan kebanyakan sudah ditambahkan aditif tertentu sesuai dengan komposisi yang telah ditetapkan berdasarkan produsen minyak pelumas tersebut, sehingga diharapkan minyak pelumas tersebut dapat memenuhi kondisi operasi mesin-mesin yang selalu berkembang. Namun, kenyataannya di pasaran dijual bermacam-rnacam merek aditif improves atau treatment minyak pelumas. Pada penelitian ini penulis ingin mengetahui pengaruh penambahan aditif improver STP oil yang ditambahkan pada minyak pelumas Meditran S40. Proses pengujian dilakukan dengan dua pengujian yaim pengujian kelahanan oksidasi dan pengujian keausan.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, menunjukan bahwa pada pengujian ketahanan oksidasi, perubahan viskositas minyak pelumas. Meditran S40 yang telah ditambahkan dengan aditif STP oil mengalami perubahan viskositas yang lebih kecil (26%) dibandingkan dengan perubahan viskositas pada base oil (326%) dan perubahan viskositas pada Medinan S40 tanpa penambahan aditif STP oil (45%) Sedangkan untuk nilai TBN perubahan nilai TBN minyak pelumas Meditran S40 yang telah ditambahkan dengan aditif STP oil mengalami perubahan sebesar 15%, perubahan nilai TBN pada base oil 54% dan perubahan nilai TBN pada Meditran S40 tanpa penambahan aditif STP oil sebesar 4%. Untuk uji keausan menunjukan bahwa base oil memiliki nilai keausan yang lebih kecil dibandingkan dengan Meditran S40 dan Meditran S40 yang telah ditambahkan dengan STP oil."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2001
S49255
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Monna Sandra
"Catalytic Converter (CC) merupakan salah satu solusi bagi permasalahan polutan yang berasal dari gas buang kendaraan bermotor. Untuk kendaraan bermotor bermesin diesel, gas buangnya terutama mengandung partikulat berupa padatan karbon atau soot dan senyawa sulfur. Adanya senyawa sulfur pada bahan bakar mesin diesel produksi dalam negeri sebesr 0.5 % berat menyebabkan terjadinya deaktivasi katalis dan menurunkan kinerja catalytic converter. Untuk mengatasi hal ini, perlu dikembangkan teknologi catalytic converter untuk kendaraan bermesin diesel yang menggunakan katalis dengan reaktifitas tinggi terhadap soot dan tahan terhadap senyawa sulfur. Pada penelitian ini, preparasi katalis untuk CC dilakukan dengan metode impregnasi. Inti aktif katalis yang dipreparasi adalah logam CuO dengan alumina sebagai penyangga Logam CuO digunakan sebagai inti aktif karena aktif terhadap oksidasi karbon, sedangkan alumina digunakan sebagai penyangga karena memiliki luas permukaan yang besar. Hasil preparasi ini dikarakterisasi dengan FTIR, BET, dan AAS. Uji aktivitas katalis CuO/AI2O, dilakukan terhadap reaksi oksidasi karbon yang terdapat dalam soot bersulfur dengan menggunakan Temperat11r Program Oxidation (TPO) dengan udara tekan sebagai oksidator dan menggunakan Gas Chromatography sebagai alat analisa. Kondisi rill CC pada kendaraan diesel didekati dengan mencampurkan soot, yang dihasilkan dari pembakaran solar, dengan katalis pada reaktor. Kondisi operasi untuk uji aktivitas ini adalah pada temperatur I00 hingga 500 °C, laju alir 25 ml/menit dan berat katalis : berat soot = 50mg: 50 mg.Ketabanan katalis CuO/A!,03 terhadap sulfur diuji terhadap perubaban kandungan sulfur di soot dengan dua jenis sulfur yang berbeda, yaitu sulfur serbuk dan sulfur…
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S49266
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Budi Santoso
"Tumbuhan jarak yang cocok hidup di daerah tropis. seperd Indonesia. dan daerah subtropis menghasilkan minyak jarak yang turunan-turunannya amat bermanfaat bagi manusia. Salah satu turunan yang potensial diproduksi di Indonesia adalah poliuretan. Poliuretan berbasis minyak jarak memiliki kelebihan utama berupa ketahanan hidrolisis yang yang baik.
Minyak jarak dapat digunakan secara Iangsung scbagai salah satu komponen penyusun poliuretan, yaitu monomer poliol. Namun modifikasi minyak jarak akan menghasilkan poliol yang lebih reaktif dengan tetap mempertahankan kelebihannya. Modifikasi dengan reaksi esteritikasi dan transesterifikasi dengan anhidrid suksinat dan neopentil glikol menghasilkan resin yang terutama sesuai untuk aplikasi coming, adhesive dan binder.
Pabrik resin poliuretan memiliki peralatan yang dapat digunakan untuk memproduksi berbagai jenis resin. Dalam perancangan diperrimbangkan jumlah dan beban maksimal peralatan yang diperlukan. Jumlah maksimal adalah saat memproduksi resin dua komponen. sedangkan beban pengaduk maksimal adalah saat pembuatan poliurethane dispersion.
Reaksi pembentukan poliol dilakukan dalam reaktor dengan hear exchanger internal dan pengaduk. Poliol yang terbentuk kemudian dipolimerisasi dengan poliisosianat dan untuk pembuatan resin dua komponen sebagian poliol digunakan untuk pembentukan komponen curing agent. Reaksi polimerisasi juga dilakukan dalam reaktor dengan hear exchanger internal dan pengaduk.
ChemCad digunakan sebagai alat bantu pembuatan diagram alir, neraca massa dan neraca energi. Dari hasil simulasi didapat efisiensi energi adalah sebesar 94,6% dan efisiensi karbon adalah 83.57%.
Hasil analisa ekonomi menuniukkan bahwa untuk pembangunan pabiik dengan kapasilas 8.300 ton/tahun diperlukan total biaya pabrik US$ 2.439.661 dan total biaya manufaktur sebesar US$ 16.491.411/tahun. Payback period adalah selama 2,03 tahun, net present value sebesar US$ 22,459,006 dan internal rate of retum sebesar 44,3%. Ketiga parameter keuntungan ini menunjukkan pabrik layak dibangun secara ekonomis. Perkiraan ini paling sensitif terhadap harga jual produk yang tidak boleh kurang dari US$ 2,034/ton.
Setelah melakukan analisis teknis dan ekonomi dapat disimpulkan bahwa pembangunan pabrik ini di Indonesia adalah layak."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
S49397
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arie Kurnia
"Air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang mendasar bagi kehidupan manusia. Air bemih merupakan hasil olahan dari air baku yang awalnya tercemar. Proses pengolahan dilakukan untuk menghila.ngka.n kandungan bahan-bahan kimia yang berbahaya, partikel-partikel padat yang terkandung dalam air, dan mikroba yang dapat membahayakan kesehatan jika terkonsumsi Salah satu proses dalam pengolahan air bersih ialah dengan menggunakan membran mikrofilltrasi. Membran pada proses ini sangat rentan terhadap fouling, Sehingga air umpan yang akan memasuki proses harus diberi pralalalan berupa koagulasi.
Metode untuk meningkatkan efelctifitas koagulasi adalah dengan menambahkan bahan bantu koagulan (coagulant-aids). Sedangkan kondisi pH air umpan turut mempengaruhi keberhasilan proses koagulasi itu sendiri dan akhimya juga berpengaruh terhadap kinerja membran mikrofiltrasi.
Pada penelitian ini dilakukan variasi perbandingan dosis (perbandingan berat) antara koagulan dan bahan bantu koagulan, yaitu perbandingan dosis 1:0, 1:1, 1:2, 1:3, 1:4, dan 1:5. Sedangkan variasi kondisi pH air umpan yang akan dilakukan adalah kondisi pH air umpan sekitar 5, 7, dan 9. Dari variasi tersebut, akan ditentukan perbandingan dosis dan pH optimal untuk koagulasi. Koagulan yang digunakan adalah ferrous sulfat (FeSO4.7H2O) dengan dosis 70 ppm, sedangkan bahan bantu koagulannya adalah zeolit alam Lampung.
Dari hasil penelitian variasi perbandingan dosis didapatkan bahwa untuk perbandingan dosis 1:4, pensentase keefektifan koagulasi dapat mencapai 60,76 % untuk penyisihan (removal) TDS dan 67,57 % untuk penyisihan COD-nya.
Untuk variasi kondisi pH air umpan didapatkan bahwa untuk kondisi pH air umpan sama dengan 9, persentase keefektifan koagulasi dapat mencapai 71% untuk penyisihan (removal) TDS dan 51,22 % untuk penyisihan COD-nya. Fluks per-meat yang diperoleh sebesar 0,0186 m3fm2.jam. Persentase penyisihan TDS dan COD dalam proses mikrofiltrasinya ialah 65,09% dan 42,5%. Untuk perbandingan dosis 1:4, persentase adsorpsi zeolit untuk Iogam Ca dapat mencapai 9,3% dan logam Mg mencapai 13,33%."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
S49436
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7   >>