Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 25 dokumen yang sesuai dengan query
cover
M. Adib Misbachul Islam
"Syaikh Yusuf Makassar (w. 1699) adalah salah satu sufi besar yang berpengaruh dalam perkembangan tasawuf di Nusantara. Hal ini ini dapat dilihat dari eksistensi tarekat yang ia kembangkan di Indonesia, yakni tarekat Nagsyabandiyyah-Khalwatiyyah, dan dari banyaknya karya sufistik yang pernah is tulis. Sirru al Asrar (Rahasia segala Rahasia)-selanjutnya disebut dengan SA- adalah salah satu karya penting Syaikh Yusuf Makassar. Teks SA ini termuat dalam 4 buah naskah salinan yang tersimpan di dalam dan luar negeri. Kondisi obyektif naskah seperti ini dengan sendirinya memerlukan pengkajian secara filologis yang ditujukan untuk menghasilkan edisi teks serta pengungkapan kandungan isinya sebagai bagian dari upaya pelestarian nilai-nilai moral-spiritual di masa lalu. Sebagai teks tasawuf, di samping berisikan ajaran-ajaran tasawuf Syaikh Yusuf yang bersifat praktis-etis sebagaimana yang lazim dalam kehidupan tasawuf, teks SA juga syarat dengan muatan filosofis. Lebih dari itu, teks SA juga memperlihatkan keterkaitannya dengan pandangan filosofis Ibnu `Arabi meskipun pada abad ke-17-masa di mana teks SA ditulis oleh Syaikh Yusuf-pernah terjadi kontroversi sepular doktrin wujadiyyah yang terpengaruh oleh sufi besar asal Andalusia tersebut. Keterkaitan teks SA dengan teks-teks Ibnu `Arabi ini terlihat dengan jelas dari ajaran sufistik-filosofis Syaikh Yusuf mengenai persoalan hubungan ontologis Tuhan dengan alam. Dalam konteks ini, Syaikh Yusuf menekankan transendensi dan imanensi wujud Tuhan sekaligus. Prinsip dualitas pada tataran ontologis ini juga membawa pengaruh pada tataran epistemologis; dalam hal Syaikh Yusuf menekankan bahwa pengetahuan yang sebenarnya tentang Tuhan juga harus didasarkan pada transendensi dan imanensi-Nya.
Syaikh Yusuf Makassar (died in 1699) is one of the greatest sufi who exerted a great influence on the development of surism across the Archipelago. We still can trace the influence through the existence of the tarekat he developed in Indonesia, the tarekat Nagsyabandiyyah-Khalwatiyyah, and also from many suit works he wrote. Sirru al-Asrar (Secret of Secrets) -from now on called SA- is one of the most important works of Syaikh Yusuf Makassar. SA text is contained in four different copies stored in and outside the country. The objective condition of the manuscripts automatically needs philological studies aimed to present a text edition and to show the content of the text as part of maintaining the moral-spiritual values of the past. As a tasawuf text, SA text not only contains Syaikh Yusuf teachings on practical and ethical tasawuf life; this text is also rich with philosophical contents, Still more, SA text shows a connection with Ibnu Arabi philosophical view, in spite of the controversy in the seventeenth century-the time when this text was written by Syaikh Yusuf-on the wujadiyyah doctrine influenced by the Great Sufi from Andalusia. The connection between the SA text and Ibnu `Arabi's texts is clearly seen in Syaikh Yusuf sufistic-philosophical teachings about the ontological relationship between God and universe. In this context, Syaikh YUsuf puts the emphasis on the transcendence and immanence of God all at once. The dual principles on the ontological level also had its influence on the epistemological level, in the sense that according to Syaikh Yusuf the true knowledge about God also be based on His transcendence and immanence."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2005
T15353
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nunuk Juli Astuti
"Penelitian ini merupakan kajian filologis dan paleografis terhadap enam naskah Ulu Serawai dan Pasemah koleksi Museum Negeri Bengkulu. Naskah yang dijadikan objek penelitian adalah MNB 07.09, MNB 07.56, MNB 07.72, MNB 07.11, MNB 07.32, dan MNB 07.90. Keenam naskah tersebut dipilih karena tulisannya jelas dibaca dan makna teksnya dapat dipahami peneliti. Dalam analisis keenam naskah ini secara berurutan disebut sebagai naskah A-F.
Tujuan penelitian ini ada dua, yaitu: (1) menyajikan suntingan teks dari naskah MNB 07.09, MNB 07.56, MNB 07.72, MNB 07.11, MNB 07.32, dan MNB 07.90 supaya didapatkan teks suntingan yang dipahami maknanya, (2) menganalisis bentuk aksara Ulu dalam naskah MNB 07.09, MNB 07.56, MNB 07.72, MNB 07.11, MNB 07.32, dan MNB 07.90 supaya diketahui sejarah perkembangan bentuk aksaranya.
Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, peneliti menggunakan edisi diplomatik dan edisi kritis untuk melakukan suntingan teks, serta metode dinamis dalam ilmu paleografi untuk mengkaji bentuk aksaranya.
Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini berupa terbitan diplomatik dan terbitan teks, .dengan perbaikan bacaan. Analisis terhadap bentuk aksara Ulu menghasilkan beberapa kesimpulan, sebagai berikut: (1) Aksara Ulu dalam naskah Serawai dan Pasemah kemungkinan diturunkan dari aksara Ulu Rejang; (2) Bentuk aksara dalam naskah A, B, dan C serupa, kemungkinan ditulis pada kurun waktu yang sama; (3) Bentuk aksara dalam naskah D merupakan bentuk aksara yang paling tua daripada bentuk aksara dalam naskah lain; (4) Bentuk aksara dalam naskah A, B, dan C kemungkinan diturunkan dari bentuk aksara Ulu dalam naskah D; (5) Bentuk aksara E dan F kemungkinan bukan diturunkan dari bentuk tulisan Ulu Rejang Jaspan, melainkan dari salah satu variannya.

This research is philological and paleographical study of six Ulu manuscripts of Serawai and Pasemah in Museum Negeri Bengkulu collection. The research objects are MNB 07.09, MNB 07.56, MNB 07.72, MNB 07.11, MNB 07.32, and MNB 07.90 manuscripts. These six manuscripts are chosen because having clear script to be read and having meaning that can be understood by the researcher. It called A-F manuscript in its analysis.
There are two research objectives. First, presenting critical text of MNB 07.09, MNB 07.56, MNB 07.72, MNB 07.11, MNB 07.32, and MNB 07.90 manuscripts in order to find out the critical text that its meaning can be understood. Second, analyzing the form of Ulu's script in MNB 07.09, MNB 07.56, MNB 07.72, MNB 07.11, MNB 07.32, and MNB 07.90 manuscripts so that can be known the history of its script.
In order to reach the research objective, the researcher using diplomatic and critical edition in conducting critical text, and also using dynamic method in paleography in studying script form of the manuscript.
The research finding of this research is in the form of diplomatic publication and text publication with reading correction. The analysis of the script in the manuscripts yielding several conclusions: (1) There is possibility that the Ulu's script of Serawai and Pasemah manuscript is regenerated from Rejang Ulu's script; (2) The form of the script in A, B, and C manuscripts are same, it means that may be written in the same age; (3) The form of the script in D manuscript is the oldest than others; (4) The form of the script in A, B, and C manuscripts may be regenerated from the Ulu' s script in D manuscript; (5) The form of the script in E and F manuscripts may not be regenerated from Jaspan Rejang Ulu",'s, but coming from the one of its variant.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2005
T15335
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Selviana Tri Damayanti
"Salah satu peninggalan sejarah adalah naskah. Menurut Barried dick dalam bukunya, Pengantar Teori Filologi (1994 :2) naskah adalah semua bahan tulisan tangan yang meyimpan berbagai ungkapan pikiran dan perasaan sebagai hasil budaya masa lampau. Naskah dapat digolongkari menurut isinva Pendapat Pigeaud dalam Literature of Java vol.III (1976:2) pengelompokan naskah berdasarkan isinya adalah : 1. Religi dan etika, 2. Sejarah dan mitologi, 3. Susastra (belles-lettres), 4. Ilmu pengetahuan, kesenian, kemanusian, undang-undang. foklor, adat istiadat dan bunga rampai (Miscellanrea).
Serat Isra Mikraj Nabi Muhammad (SIM) merupakan salab satu karya sastra yang diciptakan oleh para sastrawan muslim untuk memberikan pengetahuan tentang perjalanan Nabi Muhammad ke Surga untuk menghadap Allah SWT. Teks SIM diciptakan dengan berbagai bentuk dan menggunakan bahasa Jawa Teks SIM tersebar di tiga tempat, yaitu; Perpustakaan Fakultas sastra Universitas Indonesia (NR 304, NR 178, dan NR 129), Musium Sanabudaya Yogyakarta (L20, I.21, L22, L23, L24, 125 dan L25a), dan di Universitas Leiden Belanda."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2002
S11498
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mochamad Reiza Alfian
"Agama Islam masuk ke pulau Jawa melalui pantai utara. Agama ini disebarkan oleh para pedagang muslim sambil berdagang. Persebarannya sampai ke pedalaman, pada masa itu para wali agama Islam mengajarkan ajaran Islam dengan memasukkan unsur mistik kedalamnya. Hal ini dimaksudkan agar para wali tersebut dapat dengan mudah berinteraksi dengan penduduk yang sudah terbiasa dengan konsep mistik. Ajaran-ajaran itu kemudian mejadi buku-buku suluk, yaitu suatu himpunan syair-syair mistik yang ditulis dalam bentuk macapat gaya Mataram.
Serat Seh Jabar sidik yang menjadi objek penelitian dalam skripsi ini merupakan salah satu bentuk suluk yang tidak dikenal orang dan belum pernah diangkat sebagai suatu bahan penelitian. Hal ini menjadi sesuatu hal yang menarik karena Serat Seh Jabar sidik merupakan naskah pesisir yang berisi ajaran Islam dalam bentuk dialog. Sungguh suatu hal yang menarik mengingat pada umumnya ajaran Islam disampaikan dalam bentuk prosa. Penelitian bertujuan menghasilkan suntingan teks, terjemahan, dan analisis isi teks Serat Seh Jabar sidik.
Tujuan umum penelitian memberi sedikit masukan bagi disiplin ilmu filologi. Hal pertama yang dilakukan pada penelitian ini adalah mengumpulkan naskah-naskah Serat Seh Jabar sidik yang sekorpus, naskah tersebut dideskripsikan, dibandingkan untuk dilihat persamaan dan perbedaan masing-masing naskah. Setelah itu ditentukan naskah yang menjadi dasar suntingan dan terjemahan berdasar pada tujuan penelitian. Teks naskah akan disunting dengan edisi standar. Metode kritik teks yang dipergunakan pada penelitian ini adalah metode landasan."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2007
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sudarwati
"Tradisi penulisan naskah sudah berlangsung lama di Indonesia, termasuk di Jawa Salah satu naskah Jawa yang dapat dimasukkan ke dalam naskah kesusastraan adalah Serat Kanjun Marjaka yang menjadi koleksi FSUI( FIB UI ) dengan kode NR 393. Pada naskah tidak tertulis judul teks sama seperti pada naskah-naskah pada umumnya. Adapun judul naskah tertulis Serat Kanjun Marjaka merupakan pemberian judul yang dilakukan oleh penyunting. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan ciri tulisan serta warna tinta yang digunakan. Teks serat Kanjun Marjaka diawali tentang penggambaran keadaan negeri Dwarawati serta segenap istri dan putra-putra Kresna. Kemudian dilanjutkan dengan datangnya musuh dari negeri sebrang yaitu Parang Gubarja. Bersamaan dengan datangnya musuh, Arjuna dikabarkan hilang. Teks diakhiri dengan gugurnya raja Jungkung Marjaka oleh panah api yang dilontarkan Arjuna. Naskah Serat Kanjun Marjaka kemungkinan adalah naskah tunggal karena tidak ditemukan data-data mengenai naskah ini. Pada naskah ini juga dijumpai banyak perbaikan yang dilakukan oleh penyunting, yang menurut penyunting terdapat penulisan-penulisan kata yang salah dan kemudian diperbaiki pada kata tersebut dengan menggunakan warna tinta yang berbeda. ..."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2008
S11459
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Risa Prima Diamara Noviar
"Penelitian ini membahas ilustrasi pada naskah Serat Jaka Semangun (SJS). Naskah ini terdapat di Perpustakaan FIB UI dengan nomor naskah NR 261. Teks SJS bercerita tentang saudagar kafir yang bernama KI Kalid yang sudah lama ingin mempunyai keturunan. Suatu hari ia mendatangi suatu tempat keramat untuk berdoa meminta seorang anak. Pada akhirnya Tuhan Yang Maha Esa mendengar doanya. Ia dikaruniai seorang anak laki-laki yang bernama Semangun. Begitu lahir, Semangun langsung dapat berdiri, bersujud dan membaca syahadat. Semangun memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menolong orang. Ada pula dari bangsa Kures yang kaya raya dari kaum kafir bernama Abu Jalal. Ia merasa terusik dengan lahirnya Semangun karena sudah berani melawan kekuasaanya. Abu Jalal beserta pengikutnya menyusun berbagai rencana untuk membunuh Semangun.
Dikisahkan pula bahwa Abu Jahal memiliki seorang anak perempuan bernama Dewi Ngasiyah. Ia mendengar semua cerita tentang keberanian Semangun dari para embannya. Dewi Ngasiyah pun merasa jatuh cinta dan ingin memberi tahu Semangun dengan menulis sebuah surat. Semangun pun menyambut gembira kabar tersebut dan meminta restu kepada kedua orang tuanya. Selanjutnya Dewi Ngasiyah dan Semangun menikah, tak lama kemudian Dewi Ngasiyah memeluk agama Islam mengikuti suaminya.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui keterkaitan teks dan ilustrasi. Adapun langkah kerja filologi yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu inventarisasi naskah, mengalihaksarakan ( mentransliterasi) dan guna memahami makna teks menggunakan teori penerjemahan yang dikemukakan oleh Hoed ( 2006 ) dengan pendekatan hermeneutik, selajutnya untuk membicarakan ilustrasi di dasari pada pendekatan kodikologi oleh Mulyadi ( 1994 ) dan ilustrasi dikaji menggunakan teori dari Bland ( 1969 )"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2008
S11712
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Samanik
"Tesis ini membahas representasi Afrika dalam novel Things Fall Apart karya Chinua Achebe. Penelitian ini adalah sebuah studi pustaka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dalam bentuk kajian tekstual. Pengkajian data dilakukan menggunakan teori-teori poskolonial. Hasil penelitian mengungkapkan beberapa hal terkait dengan masalah penelitian. Pertama, novel Things Fall Apart sebagai kritik atas representasi Afrika dalam karya-karya sastra kolonial. Kedua, novel Things Fall Apart sebagai pembangun kesadaran kolektif Afrika. Ketiga, sikap ambivalen pengarang dalam merepresentasikan Afrika.

This thesis discusses African representation in Chinua Achebe's Things Fall Apart. This research is a library study. Besides, this research uses descriptive method in the form of textual analysis. The data are analyzed by using postcolonial theories. Result of this research reveals some issues related to the problem discussed. First, Things Fall Apart as critic to African representation in colonial literatures. Second, Things Fall Apart as African collective awareness developer. Third, ambivalent attitude of the writer in representing Africa."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2009
T26039
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Juniarti Madyaratri
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2001
S11353
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sari Dwi Septiyani
"Dalam skripsi ini dibahas tentang Naskah Serat Bustam Salatin versi Jawa yang merupakan naskah religi dan etika yang disusun dalam tembang macapat dan berisi ajaran Islam seperti rukun iman, akidah, hari kiamat, dan lain-lain. Penelitian ini merupakan penelitian filologi dengan menggunakan metode landasan. Adapun alihaksara menggunakan edisi kritis atau standar agar dapat mempermudah pembaca memahami isi teks. Dalam skripsi ini juga disertakan ikhtisar isi setiap pupuh. Adapun perbandingan isi teks dengan Al-Qur?an dilakukan karena banyak terdapat surat dan ayat Al-Qur?an dalam teks Serat Bustam Salatin.

This study discusses the manuscript of Serat Bustam Salatin which is the religion and ethics manuscript with tembang macapat and contains the theory of Islam as the pillars of faith, aqeedah (belief), Judgment Day, and others. This study is a philological research using ground method. This transliteration uses a critical or standard edition in order to help reader understand the contents easier. This study also includes an overview of the contents of each stanza. The comparison between them with the contents of Qur'an was done because a lot of surah and verses in Al Qur'an can be found in the text of Serat Bustam Salatin."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S47114
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
R. Wishnu Prahutomo
"Tesis ini mengangkat Serat Gandakusuma sebagai objeknya. Serat Gandakusuma merupakan karya sastra beraksara dan berbahasa Jawa yang bercerita mengenai Raden Gandakusuma, putra mahkota dari negara Bandaralim yang mengalami sebuah petualangan panjang setelah ia hidup kembali dari kematiannya. Dalam penelitian ini, penulis mencoba untuk menganalisis Serat Gandakusuma dalam dua perspektif. Perspektif pertama adalah Serat Gandakusuma sebagai sebuah teks sastra yang bergenre roman Islam Jawa. Bertolak dari perspektif ini, penelitian ini akan menganalisis struktur pembangun cerita Serat Gandakusuma. Sedangkan, perspektif kedua adalah Serat Gandakusuma sebagai sebuah teks alegoris yang mengandung sejumlah simbol dalam strukturnya yang mengarah pada konsep sufisme Jawa. Metode dan pendekatan yang dipergunakan adalah struktural dan hermeneutika untuk menganalisis simbol yang hadir. Hermeneutika yang dipergunakan adalah hermeneutika Islam atau metode ta`wil yang memang khusus untuk menganalisis simbol dalam teks-teks Islam.

This thesis uses Serat Gandakusuma (Story of Gandakusuma) as its object. Serat Gandakusuma is a literature written in Javanese aphabet and language which tells about Raden Gandakusuma, the crown prince of the Bandaralim Kingdom. He had a long adventure after he came back from his death. In this research, the author tried to analyze Serat Gandakusuma in two perspectives. The first perspective is to treat Serat Gandakusuma as a literature text and Javanese Islamic romace. From this perspective, this research will analyze the structure which constructs the story consisted in the text. The second perspective is to treat Serat Gandakusuma as an allegorical text which consists of several symbols in its structure which directs to the Javanese sufism concept. Methods and approaches which used in this research are structural and hermeneutic to analyzing the symbols. The hermeneutic model chosen in this research is Islamic hermeneutic or ta`wil method which has the specific specialization in term of analyzing symbols in the Islamic texts."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2010
T27535
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>