Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 94 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Kristiana Pasau
"Baja galvanis adalah baja yang dilapis seng dengan cara celup panas (hot dip galvanizing) atau dengan electroplating. Lapisan seng akan melindungi baja sehingga relatif tahan terhadap korosi. Baja galvanis dapat dilas dengan menggunakan proses pengelasan Shielded Metal-Arc Welding (SMAW).
Penelitian pada pengelasan baja galvanis ini, menggunakan pelat baja karbon rendah tipe AISI 1010 sebagai logam dasar dan kemudian digalvanis dengan proses celup panas (hot dip). Proses SMAW pada pelat baja galvanis menggunakan logam pengisi E70I6 dan 5 variabel arus yaitu dari 75 amper sampai 95 amper dengan jenis sambungan square butt.
Hasil optimum ditunjukkan pada arus pengelasan 80 amper yang memberikan sifat mekanis tertinggi tanpa adanya cacat dalam struktur mikro. Analisa secara kimia menggunakan EDS (Energy Dispersive Spectrometry) menunjukkan bahwa larutnya seng pada hasil lasan berkurang dari permukaan las yang mencair sampai pertengahan lasan.

Galvanized steel is steel, which has been coated with zinc either through hot dipping or electroplating. Me zinc coating protects the steel by forming a barrier of relatively corrosion resistant material around the steel. Galvanized steel can be welded using the process of Shielded Metal-Arc Welding (SHAW).
Investigation on the weldment of galvanized steel used low carbon steel plate AIS1 1010 as a base metal and then galvanized by hot dipping process. The SMAW process is used to weld galvanized steel plates using E7016 filler metals and 5 variables current from 75 to 95 amperes and a square butt joint type.
The results show that the optimum current on the welding giving the high mechanical properties at 80 amperes without any defects on their microstructure. Chemical analyzing using Energy Dispersive Spectrometry (EDS) shows that solubility of zinc on the weldment decreased from the surface of weld fusion line to the middle of the weldment.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
T14762
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ulung Kanjaya Yunus
"Baja tahan karat austenitik merupakan jenis yang terluas pemakaiannya diantara keempat kelas baja tahan karat, yaitu sekitar 65-70% dari total kebutuhan baja tahan karat. Begitu luasnya pemakaian baja jenis ini karena sifat ketahanan korosi yang baik, mampu fabrikasi dan mampu las yang relatif baik. Kekuatan, ketangguhan dan keuletannya pada temperatur rendah maupun tinggi juga baik. Salah satu jenis baja austenitik yang sering digunakan adalah baja AISI 316L pada aplikasi pembuatan tabung pemanas air (SWH). Pada proses manufatur SWH, sebelum dilakukan proses pengelasan biasanya material baja AISI 31 6L telah mengalami proses deformasi dingin sampai tingkat tertentu yang cukup besar, sehingga hal ini dapat berpengaruh terhadap perubahan sifat mekanis, struktur mikro serta ketahanan korosi setelah dilakukan proses penyambungan dengan pengelasan TIG pada material baja tahan karat tersebut.
Pada penelitian ini digunakan jenis material AISI 316L dimana dilakukan proses pengelasan dengan metoda las TIG atau GTAW serta sebelum proses pengelasannya material tersebut telah dilakukan proses deformasi dingin dari 0%, 5% sampai 10%. Selain itu digunakan dua jenis filter metal yang berbeda yaitu ER 316L dan ER 316LSi dan juga dilakukan perlakuan material dasar sebelum dilas yaitu solution annealing dan juga perlakuan purging dan non purging selama pengelasan berlangsung serta perlakuan setelah dilas yaitu proses pasivasi pada daerah sambungannya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan meningkatnya persen deformasi dari 0% sampai 10% memperlihatkan ketahanan korosi material menurun tetapi kekuatan mekanis material lasan meningkat. Sedangkan pengaruh perlakuan solution annealing, purging dan pasivasi memperlihatkan meningkatnya sifat ketahanan korosi material yang telah di las. Pemakaian filler metal jenis ER 316LSI dapat menjadi alternatif pengganti filler metal jenis ER 3I6L yang selama ini dipakai, karena dengan menggunakan jenis ER 316LSI terjadi peningkatan sifat ketahanan korosi material yang dilas.

The application of austenitic Stainless Steel, which is widely used among the types of stainless steels, is about 65 to 70 percent of the total production in the world. This is because of the properties of austenitic stainless steel having high corrosion resistance, good formability and good weldability. Their strength, toughness and ductility are very good either at low temperature or at high temperature application. One of the austenitic stainless steels being widely used is the type of AISI 316L, which is often applied for Solar Water heater (SWH) tube manufacture. During the production of Solar Water heater Tube, the base material has been subjected to several levels of cold working process. Hence those processes will influence to the mechanical properties, microstructure as well as the corrosion resistance of the stainless steel after joining by TIG welding process.
The research are carried on austenitic stainless steel plates which have been cold worked with the level of 0, 5 and 10 percent deformation are welded by TIG or GTAW process. In addition, the two types of filler wire used are ER 316L and ER 316LSi. Moreover, the plates have been treated by solution annealing process before welding and also treat by purging and non-purging during welding process. Other treatment process is passivation after welding done.
The results show that increasing percent deformation from 0% to 10 % increases the mechanical properties of welded plates but it decreases their corrosion resistance. The effect of solution annealing, purging and passivation treatment shows the increasing of corrosion resistance of welded plates. The use of ER 316LSi filler wire have better corrosion resistance of welded plates compared to the use of 316L filler wire. Therefore, the filler wire of ER 316 LSI can be used as the substitution of the ER 316L filter metal, which is always used for welding 316L plate.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
T16183
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Armandes Wimal
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2005
T39739
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yuhani Djaya
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2004
T39727
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Teguh Pudji Hertanto
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2004
T39820
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sidiq Ruswanto
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2004
T39731
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Budi Handoyo
"ABSTRAK
Pada saat ini banyak produk-produk barang dan logam dihasilkan dengan memanfaatkan sebagian kecil bahan bekas (skrap) sebagai bahan bakunya. ini diiakukan untuk menekan biaya produksi sehingga mampu bersaing di pasaran tanpa mengurang kreafitas produk yang dihasilkan. Namun ada beberapa produk barang yang dalam pembuatannya memanfaatkan sebagian besar atau bahkan seluruhnya berasal dan bahan bekas sebagai bahan bakunya. Umumnya, jika hal ini dilakukan, kualitas produk dan barang-barang tersebut masih jauh dan yang diharapkan.
Pada penelitian ini dilakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas produk terutama peningkatan kemampuan mekanisnya. Obyek penelitian berupa klem tank dan penggantung klem yang merupakan perlengkapan pegang kabel pada tiang-tiang listrik tegangan rendah. Upaya-upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan pengendalian komposisi kimia dan perlakuan selain proses peleburan benangsung.
Dari hasil penelitian ini, terjadi peningkatan kemampuan mekanis sebesar 18%
untuk kekuatan tank maksimum (UTS), 38% untuk nilaia regangannya dan 7,2% untuk kekerasannya. Sedangkan untuk kekuatan tank fungsi kenaikan rata-rata sebesar 31%
pada pmduk pengganfung kfem dan 15,4% pada produk krem tank. Peningkatan ini diperoreh hanya dengan melakukan pengendalian komposisi kimia. Selanjutnya, bila diikuti dengan proses perlakuan selama peleburan, maka peningkatan mekanis yang terjadi sebesar 36% untuk UTS dan 114% untuk regangannya, sedangkan peningkatan nilai kekerasannya nanya 5,4%. Pada kekuatan tank fungsi peningkatan rata-rata sebesar 66% pada penggantung klem dan 28% untuk klem tank.

"
1996
S41228
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tigor P.O.
"ABSTRAK
Paduan aiumunium clad 2024 adaiah paduan aiumzmium yang sudah cult-up dikenoi iuas pemakaiannya daiam industri, khususnya indztstri pesawat terbartg karena material ini mempzmyai sifat spesyik yaitu ringan dengan kekuatan yang cukup baik Daiam proses pehyambungan material ini zmtuk penggunaarmya, dibutuhkavt sifat lrelcuatan yang tinggi dan keuietan yang baiic Dengan prose.: pengelasan Tungsten inert Gas (TIG). pemiiihan Iogam pengisi yang tepat dapat menghasiilcan sifat mekanis Iasan yang diinginkan dan perlalman ani! pertghilangart tegangan _:isa (stress relic-gf annealing) seteiah pengeiasan alum memperbaiki keuletan.
Hasil penelitian menzmju/c1can bahwa regangan paling baik dihasiikan dengart Iogam pengisi ER 4043 (rata-rata 13. 45 %) dan kekuatan tarik tertinggi dengan Iogam pengisi ER 2319 (rata-rata 1 73.58 MPa), sedangkan regangan dan kelcuatan tarik dengan logam pengisi R C 355 0 berada diantara kedua jenis logam pengisi tersebut. Nilai kelcerasart rata-rata yang dihasiikan pada pengeiasan dengan icetiga jenis Iogam pengisi dalam kondisi tanpa ani! relatif tidak berbedq sedangkan distribusi kekerasan yang Iebih merata seteiah periakuart ani! dihasilkan dengan logam pengisi ER 2319. Hasil pengeiasan dengan ketiga jertis Iogam pengisi memiliki lceulettm yang bail: pada pertekukan (bending). Struktur mikro dari hasil pengelasan dengan lcetiga jenis Iogam pengisi tanpa ani! relatif tidak berbeda. Perlakuan ani! menyebabkan perbedaan struktur mikro pada daerah depositias dengan Iogam pengisi ER 2319. Prose.: ani! penghilangan tegangan sisa yang dilakukan pada rentang temperatur 340-380° C dertgan waktu tahan 2 maupun 3 jam menghasilkan regangart. kekuatan tarik serta nilai kekerasan rata-rata yang paiing optimum. Cacat porositas paiing sedikit dihas iikan dengan iogam pengisi ER 2319.

"
1996
S41147
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Veronica Normalina
"Proses oenqelasan titik banyak dipakai pada industri otomotif untuk menyambung lembaran Baja lapis Seng. Dengan adanya lapisan seng menyebabkan sifat mampu las baja barbeda dengan baja tanpa lapisan. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan besar tekanan elektroda arus listrik dan waktu pengelasan yang optimum untuk memperoleh hasil pengelasan yanq baik. Kondisi pengelasan divariasikan denqan arus listrlk 10000 A. 11000 A dan 12000 Q. tekanan elektroda vang d1DEF1kan adalah 1.5 bar. 2.0 bar dan 2.5 bar serta waktu pengelasan 15 siklus. 17 siklus dan 19 siklus. Setelah pengelasan dilakukan pengujian kekuatan tarik geser. kekuatan tarik normal. kekerasan mikro, pengamatan penampung makro SEFKB analisa struktur mikro. Hasil mengujian menunjukkan. bahwa kondisi optimum diperoleh pada tekanan 1,5 bar arus listrik 12000 A serta waktu pengelasan 17 siklus. yaitu Deban tarik geser maksimumnya 237.7 kg. Beban tarik normal maksimum 20/.3 kq. ra51a keuletan lasan 0.972, diameter manxk las 5.621 mm. indentasi 16.25 Z Serta Denetrasi 78.12"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1996
S41194
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andrianto Supriadi
"Baja tahan karat austenistik merupakan jenis yang terluas pemakaiannya di antara keempal kelas baja tahan karat yang ada, yaitu sekitar 65 - 70% dari total kebutuhan baja tahan karat. Begitu Iuasnya pemakaian baja jenis ini tak lain karena ketahanan terhadap korosi yang baik, mampu fabnkasi serta mampu cor yang baik sekali, serla mampu las yang relatif baik. Kekuatan, ketangguhan, dan keulctannya pada temperatur rendah maupun tinggi juga baik. Pengelasan baja tahan karat austentik tidak mengalami kesulitan karena memiliki mampu las (weldabillity) yang baik.
Hasil pengelasan dipengaruhi oleh banyak faktor seperti: besar arus pengelasan, jenis logam pengisi, persiapan material yang dilas, perlakuan sebelum dan sesudah dilas, dan Iain-Iain. Penelitian ini mencoba mclihat pengaruh berbagai jenis Iogam pengisi yang berbeda komposisinya dan pengaruh temperatur anil penghilangan regangan sisa terhadap sifal mekanis dan struklur mikro pada pengelasan TIG baja tahan karat austenitik (AISI 347).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan logam pengisi ER 347 baik pada kondisi tanpa anil maupun pada kondisi anil penghilangan legangan sisa memberikan kekuatan larik maksimum yang lebih tinggi Pada kondisi anil penghilangan tegangan sisa pada temperatur 700℃ dengan waktu tahan konstan sebesar 90 menit, kekuatan tarik maksimum logam las dengan Iogam pengisi ER 347 memberikan nilai optimum (rata-rata 68,09 kg/mm2). Sedangkan penggunaan logam pengisi ER 316L. memberikan nilai distribusi kekerasan yang Iebih tinggi pada kondisi tanpa anil dan anil penghilangan tegangan sisa. Untuk tiap jenis logam pengisi, meningkalnya temperatur anil penghilangan tegangan sisa akan menurunkan jumlah delta ferit pada deposit las dan memperbesar ukuran butir pada Daerah Terpengaruh Panas (DTP)."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1996
S41192
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>