Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 192971 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Helmi Wahidi
"Dalam upaya mempertahankan posisinya sebagai market leader pada pasar telepon selular nasional, maka TELKOMSEL telah mencanangkan strategi pengembangan jaringan yang disebut invest ahead of growth. Dalam tesis ini akan dianalisis apakah strategi tersebut cukup tepat diterapkan dengan memperhatikan potensi pasar dan kondisi persaingan. Dari aspek struktur keuangan juga akan dikaji apakah kondisi keuangan perusahaan (likuiditas, profitabilitas, dan prospek perusahaan) cukup mendukung implementasi strategi tersebut. Juga akan dianalisis apakah pertumbuhan perusahaan yang diharapkan terus berkesinambungan (sustainable growth) melalui implementasi strategi tersebut akan cukup didukung oleh sumber pendanaan yang eiisien.
Metodologi yang digunakan dalam analisis tesis ini adalah explanatory study dan predictive study dengan menggunakan teknik-teknik analisis rasio keuangan dan penilaian perusahaan. Secara umum dari hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi invest ahead of growth yang diterapkan TELKOMSEL adalah cukup tepat. Hal ini didasarkan pada potensi pasar yang masih cukup besar dan posisinya sebagai market leader yang akan terus dipertahankan. Dari hasil proyeksi sampai lima tahun ke depan (2004-2008) diprakirakan kebutuhan dana investasi dapat dipenuhi dari sumber dana internal perusahaan sehingga akan memperkuat struktur keuangan perusahaan yang sehat.

In order to maintain its position as a market leader in national cellular industry, TELKOMSEL have implemented a strategic imperative called invest ahead of growth. In this thesis, the strategy will be analyzed whether it is appropriate well or not considering market potential and competition. And the company financial structure will be analyzed too whether its financial condition (liquidity, protitability, and prospectiveness) support the strategy or not. Besides, the company sustainable growth will be analyzed to know that it is financed efficiently or not.
The research methodology which applied in this thesis is explanatory and predictive study. The financial ratio analysis tools and business valuation techniques are implemented to make an in depth analysis. In general, the analysis results that the decision of invest ahead of growth strategy was well chosen and appropriate for TELKOMSEL. The decision is based on a high market potential and high growth and also managing its position as a market leader. Referring to financing, particularly in next 5 years (2004-2008), is estimated that the source of fund is adequately covered by internal financing (e.g. retained earnings). In those periods the company need not yet external financing any more. This condition will deliver a sound and health financial structure in the future."
Depok: Universitas Indonesia, 2005
T15791
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wuri Yulianto
"Pesatnya perkembangan teknologi perangkat pendukung menyebabkan tingginya dinamika industri telekomunikasi. Teknologi dan perangkat baru yang semakin eepat bermunculan menimbulkan semakin pendeknya siklus hidup produk telekomunikasi.
Di sisi lain, tingkat persaingan juga meningkat karena dipicu regulasi yang semakin terbuka, ekspansi para pemain besar, dan pendatang bare. Pemain-pemain bare makin banyak bermunculan karena didukung adanya regulasi yang semakin mudah dan skala ekonomi yang makin rendah.
Untuk menghadapi tantangan dari luar seperti tersebut di atas maka perusahaan komunikasi data (PT. XYZ) perlu mempersiapkan strategi portfolio usaha. Salah satu alternatif strategi yang bisa dikembangkan adalah strategi akuisisi dalam rangka perluasan portfolio dan sinergi anak perusahaan dalam grup.
Dalam memilih bisnis apa yang cocok untuk diakuisisi, PT. XYZ perlu mempertimbangkan kemungkinan sinergi yang bisa dihasilkan dengan anak perusahaan yang diakuisisi. Sinergi yang dapat dilakukan adalah sinergi pasar, sinergi jasa, dan sinergi infrastruktur.
Bisnis Internet Service Provider (ISP) dipandang merupakan jenis bisnis yang cocok untuk diakuisisi, yaitu ISP yang kuat penguasaan pasarnya di daerah dan memiliki segmen pasar yang komplementer dengan PT. XYZ.
Sinergi pasar dan jasa didasarkan pada pembagian pasar dan pengelolaan jasa berdasarkan kompetensi yang sudah dikuasai. Sinergi infrastruktur didasarkan pada pembagian investasi dan pengelolaan berdasarkan tingkat skala ekonomi yang dimiliki induk maupun anak perusahaan.
Untuk menjamin terrealisasinya tujuan sinergi dari akuisisi anak perusahaan, maka diperiukan pengendalian kinerja strategis anak perusahaan dalam jangka menengah - panjang dalam bentuk target-target usaha yang memiliki tingkat goal congruence tinggi dengan strategi korporasi/grup usaha.

ICT (Infommation, Communication, and Telecommunication) industry has been growing quite rapidly for these decades due to massive innovations in infrastructure technology behind it. New technologies and new products appear more frequently. This condition has been shortening average life cycle of telecommunication products or services.
Market competition, on the other side, has been increasing significantly. Deregulation policy from the government, big companies expansion, and new players entering the market are the drivers of the market competition level. New regulation and less economies of scale has attracted new players from other countries and encourage new players from local to enter the market, aiming at the same market with existing players in the industry.
PT. XYZ as one of incumbent players in Indonesian telecommunication industry, especially data communication industry, has to prepare a strategy to survive and still grows in this dynamic situation. Market competition increase has an immediate impact in the decrease of market share. In order to maintain business growth, PT. XYZ should try to find new growth opportunities. One of the alternatives for PT. XYZ to develop is takeover strategy as a part of business portfolio and synergy within the corporation/group.
The basic question for PT. XYZ would be "what business should they takeover". Business selection should consider strategic synergy that can be built once the takeover has take place. Synergy possibilities for PT. XYZ and its group would be market synergy, service synergy, and infrastructure synergy.
Based on strategic considerations, Internet Service Provider (ISP) viewed as a good line of business to takeover. ISP will have many synergy potentials with PT. XYZ as its parent company. To maximize the synergy, ideal takeover candidate would be an ISP with complementary market penetration with market segments PT. XYZ currently penetrate.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2006
T18347
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Odi Ariyanto
"Telah dilakukan suatu set analisis yang mengevaluasi dampak ekonomis dari penerapan EIS di Excelcom yang merupakan perusahaan telekomunikasi seluler. EIS yang merupakan sarana penunjang manajemen bagi kalangan eksekutif tingkat atas dirasakan sudah sangat perlu diimplementasikan di Excelcom mengingat perkembangan teknologi informasi yang sudah demikian pesatnya dan wawasan pengguna jasa telekomunikasi semakin luas. lmplementasi yang tidak tepat dari TI dapat menimbulkan kerugian keuangan sehingga diperlukan evaluasi nilai ekonomis dari pemanfaatan TI untuk menghindarinya. Penelitian ini melakukan evaluasi nilai ekonomis dengan menggunakan metodologi Information Economics. Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan pendekatan keuangan seperti ROI, maupun pendekatan non keuangan seperti pembobotan pada domain bisnis dan domain teknologi. Penelitian ini juga meliputi kuantisasi manfaat intangible dengan menggunakan analisis Value Linking, Value Acceleration, dan Value Restructuring.

A set of analysis which evaluated economic impact of EIS implementations has been done in Excelcom, the cellular telecommunication company. EIS is a managerial tool for top executive, considered very urgent to be implemented in Excel com because the growth of Information Technology has increased and the knowledge of customer who use telecommunication service is getting wider. Unproper implementation of Information Tchnology will caused financial lost, so the economic values need to be evaluated in order avoid that. This research has evaluated economic value using Information Economics method. The approaches taken by this research were Financial Approach such as ROJ and Non Financial Approach such as weighting on Business Domain and Technology Domain. Quantification of intangible benefits using Value Linking, Value Acceleration, and Value Restructuring were also analyzed in this research.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2001
T40332
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hendhania Purnamasari
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2008
S24207
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Budhi Yoghaswara
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1998
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Epakartika
"Penelitian ini dilatar belakangi oleh perkembangan industri telekomunikasi selular yang demikian pesat di Indonesia. Akan tetapi disinyalir kesiapan peraturan yang terkait dengan industri tersebut, belum sepenuhnya mendukung intensitas persaingan yang terjadi, terutama antar operator selular. Karenanya penulis merasa perlu untuk melakukan analisis terhadap industri tersebut, dengan pendekatan organisasi industri.
Penelitian ini mengkombinasikan berbagai macam metodologi baik yang bersifat kualitatif maupun yang bersifat kuantitatif, Metodologi yang bersifat deskriptif kualitatif terutama dilakukan dalam menganalisis kebijakan, dan metodologi yang bersifat kuantitatif, pada umumnya dilakukan dengan pendekatan ekonometrika.
Hasil dari penelitian ini, berupa analisis perihal struktur industri dengan memperhatikan variabel jumlah dan distribusi pembeli,jumlah dan distribusi penjual, product differentiated dan kondisi entry, serta struktur kepemilikan.
Dengan demikian diketahui bahwa struktur industri telekomunikasi selular di Indonesia, bersifat oligopoly dengan perusahaan dominan. Di samping itu, juga diidentifikasi perilaku perusahaan yang bersifat legal tactics (kerjasama dengan unit usaha lain dan horizontal integration) serta strategic behaviour (kebijakan produk, kebijakan harga, advertising, research and development serta investasi). Kinerja industri menunjukkan bahwa terdapat profitability beberapa perusahaan dalam industri, progressiveness, dan perkembangan teknologi. Di samping itu, perspektif konsumen juga menjadi indikasi kinerja industri, dan variabel-variabel structure, conduct dan performance, diperoleh hubungan satu sama lain.
Hasil dari analisis kebijakan berupa UU No.5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, UU No.8 Tabun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, UU No.36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi, dan PP No.52 tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi, menunjukkan dimasa depan perkembangan industri telekomunikasi selular harus mengacu pada undang-undang tersebut sehingga industri ini bisa memberikan dampak yang besar bagi mayarakat.
Akan tetapi perlu ada penjelasan yang komprehensif terhadap hal-hal yang disebutkan dalam UU tersebut, sehingga tidak menimbulkan multiinterpretasi, ambiquitas dan dapat menyebabkan diskriminasi."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2002
T1682
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yudavedito
"Penelitian ini membahas penggunaan sistem dinamis dalam mensimulasikan portofolio perusahaan-perusahaan pada industri telekomunikasi seluler GSM di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan usulan kebijakan untuk meningkatkan market share yang sebanding dengan pendapatan operasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sistem dinamis.
Hasil penelitian mengusulkan pada perusahaan yang diteliti agar mengoptimalisasi kebijakan teknologi, pelayanan dan promosi. Kebijakan tarif dan kualitas sinyak tidak terlalu dioptimalisasi karena perusahaan yang diteliti memiliki jumlah pelanggan yang banyak dan kondisi infrastruktur yang bagus hingga saat ini.

This research is focusing on the application of dynamic systems to simulate the company's portfolio in GSM cellular telecommunication industry in Indonesia. The study is aimed to provide the policies' proposals to increase the market share aligned with the operational income. The method used here is the dynamic system method.
The result shows that the objected company should optimize the technological policies, services, and promotions. The pricing policy and the signal quality should not have too many attentions further because the objected company already has many customers and a better infrastructural condition until now on.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S52366
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Riana Rahmania Rasyid
"ABSTRAK
Implementasi sebuah sistem HRIS dapat mempengaruhi job satisfaction dan turnover intention karyawan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya antara perceived ease of use, perceived usefulness, attitude terhadap job satifaction dan turnover intention pada Direktorat Network dan Direktorat Information and Technology PT Telkomsel. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan melibatkan 87 responden yang berada di kantor pusat dan beberapa kantor area Telkomsel di Indonesia. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan Partial Least Square (PLS) dengan program SmartPLS v.2.0 M3. Hasil analisis SEM-SmartPLS-v.2.0 M3 menunjukkan bahwa perceived ease of use dan perceived usefulness memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap attitude. Attitude juga memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap job satisfaction. Begitu juga dengan job satisfaction yang juga memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap turnover intention. Sementara perceived ease of use tidak memiliki pengaruh terhadap perceived usefulness. Selain itu, attitude juga tidak memiliki pengaruh terhadap turnover intention. Penelitian ini menunjukkan bahwa pada PT Telkomsel, keputusan karyawan untuk berpindah dipengaruhi oleh faktor lain selain job satisfaction.

ABSTRACT
Implementation of an HRIS can affect job satisfaction and turnover intention of employees. This study aims to determine the effect of direct and indirect as well as the magnitude between perceived ease of use, perceived usefulness, attitude toward job satifaction and turnover intention on the Network Directorate and the Directorate of Information and Technology of PT Telkomsel. This research is a descriptive study involving 87 respondents who were in the headquarter and several area offices Telkomsel in Indonesia. Processing of the data in this study using the Partial Least Square (PLS) with M3 v.2.0 SmartPLS program. Results of the analysis of SEM-SmartPLS-v.2.0 M3 indicates that the perceived ease of use and perceived usefulness has a positive and significant relationship to the attitude. Attitude also has a positive and significant relationship to job satisfaction. As well as job satisfaction which also has a positive and significant relationship to the turnover intention. While the perceived ease of use had no effect on perceived usefulness. And, the attitude also had no effect on turnover intention as well. This study shows that in PT Telkomsel, the employee's decision to move was influenced by factors other than job satisfaction.
"
Universitas Indonesia Fakultas Ekonomi Bisnis, 2015
S62514
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Achmad A. Alfarisji
"Pada awal milenia ke-3 ini bangsa Indonesia dihadapkan pada banyak masalah. Utamanya pada disintegrasi bangsa dan pemulihan ekonomi nasional. Telekomunikasi yang berfungsi untuk meneniskan pesan dari asal ketujuan sangat dibutuhkan untuk mampu mendukungnya bukan saja pada masa sekarang bahkan pada masa yang akan datang diperiukan terus menerus secara lebih baik, aritara lain dengan saling berinteraksi, demi mendorong psningkatan produkiivitas dan efesisnai usaha meialui pertuksran informasi diberbagai bidang, antara lain sosial, ekonomi, teknologi dan lain sebagainya. Fungsi pertukaran informasi inilah yang perlu terus dikembangkan melalui telekomunikasi, lebih khusus melalui telckomunikasi nirkabel dimasa mendatang.
Komselindo sebagai salah satu operator seluler yang mengoperasikan dua macam teknologi yaitu AMPS (teknologi analog) dan CDMA (teknologi digital). AMPS yang memakai teknologi analog mempunyai banyak kekurangan dibandingkan GSM yang memakai teknologi digital, sehingga banyak peianggan AMPS yang beraiih ke GSM. Untuk mengimbangi GSM dan memberi pelayanan yang lebih baik kepada peianggan, PT. Komselindo mulai tahun 1997 menggunakan CDMA di seluruh wilayah layanannya. Namun sangat disayangkan krisis moneter yang melanda Indonesia, telah menyebabkan tertundanya peluncuran CDMA secara besar besaran hingga saat ini. Nilai tukar Rupiah terhadap Amerika Dollar yang terus melemah menyebabkan harga handset CDMA yang hams diimport menjadi sangat mahal saat dtjual di Indonesia, sehingga tidak terbeli oleh sebagian besar masyarakat, terlebih pada situasi krisis saat itu.
Kondisi perekonomian yang mulai membaik dan pasar telepon seluler mulai tumbuh kembali dengan pesat, tetapi CDMA belum bisa beroperasi sepenuhnya menggantikan AMPS. Penyebab yang membuat pelanggan AMPS maupun GSM enggan untuk memakai CDMA, dikarenakan antara lain harga handset yang masih lebih mahal dibandingkan handset GSM, model handset kurang menarik dan daerah pelayanan yang tidak seluas GSM. Faktor keterbatasan ini membuat pelanggan Komselindo yang kurang puas dengan AMPS berpindah ke GSM.
Menurunnya jumlah pelanggan membuat pendapatan Komselindo ikut nienurun sehingga struktur keuangan perusahaanpun tidak kuat. Struktur keuangan yang lemah membuat KomseHndo tidak mempunyai dana yang cukup untuk melakukan promosi besar-besaran, sehingga CDMA kurang dikenal oleh masyarakat luas. Seperti diketahui bahwa untuk memperkenaikan sesuaru yang baru diperlukan promosi yang besar dan intensif. Ditainbah lagi akan masuknya beberapa pemain bara yang mengoperasikan teknologi DCS 1800 (GSM 1800) pada tahun 2001 ini yang akan didukung oleh modal yang besar dan teknologi selular baru akan rrienjadi ancaman berat untuk Komselindo.
Trend teknologi seluler masa depan (3G) yang berbasis teknologi digital CDMA, pertumbuhan pasar telepon seluler yang makin pesat dan didukung faktor-faktor internal yang menguntungkan seperti pengaiaman sebagai operator seluler sejak tahun 1991, bangkitnya riset dan development menjadi dasar bagi Komselindo untuk menerapkan strategi growth untuk jangka waktu lima tahun kedepan. Permasalahan internal Komselindo seperti struktur keuangan yang lemah, kondisi SDM dengan loyalitas kerja rendah, koordinasi internal kurang baik merupakan hambatan tersendiri untuk mencapai tujuan pertumbuhan jangka panjang. Untuk itu hams disusun strategi jangka pendek untuk dua tahun ke depan yang terdiri dari beberapa strategi fungsional seperti pemasaran yang selektif, keuangan mandiri, memberdayakan SDM, mengaktifkan R&D dan mengefektifkan operasional."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2002
T164
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anton Siswanto
"Seiring dengan kebutuhan penggunaan telepon seluler dengan teknologi GSM yang semakin besar dan semakin kuatnya kompetisi yang terjadi diantara perusahaan-perusahaan operator jaringan seluler maka posisi dominan dari sebuah perusahaan dalam pasar oligopoli cukup strategis untuk dikaji sehingga dapat memperjelas arah kebijakan industri jasa telekomunikasi seluler di Indonesia.
Posisi dominan sebuah perusahaan yang telah lama berada dalam pasar oligopoli cenderung dianggap memiliki potensi penyalahgunaan posisinya untuk memenangkan persaingan. Di sisi lain regulasi telekomunikasi yang ada belum menunjang secara penuh dan seringkali menimbulkan berbagai macam interpretasi.
Tesis ini akan mengungkapkan analisa terhadap perilaku sebuah perusahaan yang berposisi dominan. Sebelumnya perlu diungkap pasar telekomunikasi seluler itu sendiri dan analisa posisi dominan perusahaan di pasar. Dengan demikian akan terukur dan teruji tentang seberapa jauh keberadaan perusahaan tersebut di pasar. Untuk itu perusahaan akan dianalisa baik secara kinerja maupun perilakunya Serta akan diuji dengan pendekatan struktural yaitu terhadap pangsa pasar.
Analisa perilaku perusahaan dilakukan secara parsial dengan tiga pendekatan yaitu Price Cost Margin (PCM), tingkat kolusi dan upaya penjualan perusahaan. Berdasarkan hasil analisa perilaku didapatkan adanya indikasi penerapan kebijakan pembedaan harga dan strategi penempatan harga di bawah biaya rata-rata yang diiakukan perusahaan. Didapat pula tingkat derajat kolusi perusahaan yang rendah dan upaya penjualan perusahaan yang masih berada di bawah rata-rata para pesaingnya.
Potensi penyalahgunaan yang mungkin dimiliki perusahaan dominan tentunya harus dibuktikan kasus per kasus perdasarkan aturan dalam undang-undang persaingan usaha. Daiam kasus penerapan tarif rendah oIeh perusahaan dominan ternyata tidak terbukti adanya perilaku predatoris sebagai Salah satu bentuk penyalahgunan posisi yang dilakukan PT. Telkomsel. Namun untuk jangka pendek kedepan potensi penyalahgunaan kemungkinan masih dapat terjadi dan dipengaruhi oleh batasan-batasan ketentuan atau peraturan regulator di bidang telekomunikasi yang berlaku."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2005
T17140
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>