Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 11391 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Food is a human right,which can detemine the quality of human resources and part of the national resilience. Food security of one nation is the pillar of national development
"
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Yogaswara Prabawanto
"ABSTRAK

Penelitian ini membahas Program Bela Negara yang diinisiasi oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) sejak tahun 2015 sebagai upaya mengantisipasi ancaman terhadap pemuda Indonesia. Adanya ancaman ideologi, politik, keamanan, dan sosial budaya terhadap pemuda Indonesia membuat pemerintah perlu melakukan upaya proteksi terhadap pemuda Indonesia, dimana pemuda merupakan salah satu sumber daya yang penting untuk pembangunan dan ketahanan nasional bangsa Indonesia. Pada hakikatnya, program bela negara merupakan upaya pemerintah melalui Kemhan RI untuk mengurangi kerentanan masyarakat dalam menghadapi ancaman nirmiliter dengan cara meningkatkan kedisiplinan, nasionalisme, dan karakter pemuda. Penelitian ini bertujuan menjelaskan urgensi program bela negara dan mengidentifikasi upaya penggalangan Kemhan RI terhadap masyarakat khususnya pemuda Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan interview kepada stakeholder program Bela Negara yaitu Kemhen RI dan individu yang mengikuti kegiatan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program bela negara diperlukan pada momentum dimana negara menghadapi banyak ancaman nirmiliter guna meningkatkan daya tangkal pemuda melalui pemahaman mendalam terhadap nilai nasionalisme dan kedisiplinan berwarganegara. Program bela negara telah mampu menjadi gerakan nasional yang dilaksanakan oleh banyak kementerian/lembaga di luar pertahanan. Penelitian ini menunjukkan bahwa program bela negara Kemhan RI menyasar pemuda yang ada di lingkungan pendidikan, pekerjaan, dan pemukiman. Adapun dalam pelaksanaannya belum mampu mencapai target yang ditentukan baik dari sisi manajemen penyelenggaraan maupun dari jumlah peserta. Perlu dilakukan upaya penguatan dasar hukum untuk standardisasi pelaksanaan dan manajemen anggaran, sosialisasi melalui sarana digital kepada masyarakat, serta kerjasama melalui bidang kehumasan kepada instansi lain perlu ditingkatkan agar program ini mampu mencapai target dan menyasar seluruh pemuda Indonesia.


ABSTRACT


This study discusses the State Defense Program initiated by the Ministry of Defense of the Republic of Indonesia (Kemhan RI) since 2015 in an effort to anticipate threats to Indonesian youth. The existence of ideological, political, security, and socio-cultural threats to Indonesian youth make the government needs to build efforts to protect Indonesian youth, where youth is one of the important resources for the development and national resilience of Indonesia. In essence, the state defense program is a government effort through the Republic of Indonesia's Ministry of Defense to reduce the vulnerability of the community in facing nonmilitary threats by increasing discipline, nationalism and youth character. This study aims to identify efforts towards the community, especially Indonesian youth, and evaluate the implementation of programs that have been implemented from 2015 to 2017. This study uses a qualitative approach by interviewing stakeholder from the Ministry of Defense and participants. The results of this study indicate that state defense programs have been able to become a national movement carried out by many ministries/institutions outside of defense, state defense programs implemented through state defense education in various forms in the fields of education, employment and settlement. The study indicates that the defense program of the Indonesian Ministry of Defense has not been able to achieve the determined targets both in terms of management and the number of participants. Strengthening the legal basis, budget management, dissemination through digital means to the public, cooperation through the public relations sector to other agencies need to be increased so that the program is able to reach targets and target all Indonesian youth. 

"
2019
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siregar, Aldina Syafitri
"Fokus penelitian tesis ini adalah berupaya menjelaskan bagaimana diaspora pemuda di Malaysia dalam menjaga ketahanan nasional. Subjek penelitian ini adalah studi kasus pada Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia (PPIM) periode 2019-2020. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana diaspora pemuda di Malaysia dalam melaksanakan kegiatan bela negara pada Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia periode 2019-2020 serta menganalisis potensi pelibatannya dalam menjaga ketahanan nasional. Penelitian tesis ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan sumber data primer dan skunder. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara terstruktur dan studi kepustakaan. Wawancara terstruktur dilakukan kepada 5 narasumber selaku mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia (PPIM) periode 2019-2020. Studi kepustakaan dilakukan secara online untuk mendukung data primer pada penelitian ini. Temuan penting hasil penelitian tesis ini adalah bahwa sebagai diaspora pemuda di Malaysia, Persatuan Pelajar Indonesia di Malaysia (PPIM) telah melaksanakan kegiatan bela negara baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kegiatan organisasi serta PPIM sebagai pemuda generasi penerus bangsa memiliki potensi pelibatan dalam menjaga ketahanan nasional.

The focus of this thesis research is to attempt to explain how the youth diaspora in Malaysia maintains national resilience. The subject of this research is a case study on the Malaysian Indonesian Student Association (PPIM) for the period 2019-2020. The purpose of this study is to identify how the youth diaspora in Malaysia carries out state defense activities at the Malaysian Indonesian Student Association for the 2019-2020 period and to analyze the potential for its involvement in maintaining national resilience. This thesis research uses qualitative methods using primary and secondary data sources. Data collection techniques in this study used structured interviews and literature studies. Structured interviews were conducted with 5 speakers as students who were members of the Malaysia Indonesia Student Association (PPIM) 2019-2020. The literature study was condu cted online to support the primary data in this study. An important finding of the results of this thesis research is that as a youth diaspora in Malaysia, the Indonesian Student Association in Malaysia (PPIM) has carried out state defense activities both in daily life and in organizational activities and PPIM as a young generation of the nation's next generation has the potential to involve in maintaining resilience national."
Jakarta: Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mohamad Ikhsan Poeger
"ABSTRAK
Tesis ini membahas perubahan peran Lembaga Ketahanan Nasional Republik
Indonesia (Lemhannas RI) sebagai salah satu lembaga think tank pemerintah
sekaligus lembaga pendidikan tingkat nasional yang bertujuan untuk mendidik
calon pemimpin tingkat nasional. Sesuai dengan teori daur hidup organisasi posisi
Lemhannas saat ini berada pada posisi puncak yang berfungsi mulai menurun
pasca UU ASN yang tidak menjadikan pendidikan Lemhannas sebagai prasayarat
bagi pejabat esselon 1 dan esselon 2 sebagai kenaikan jenjang kepangkatan.
Keberadaan Lemhannas RI di usia nya yang sudah lebih dari 50 tahun membuat
Lemhannas harus berbenah dini agar tidak terlena dan selalu waspada dengan
perubahan yang sangat cepat dalam mendidik calon-calon pemimpin tingkat
nasional. Setidaknya ada tiga perubahan mendasar yang harus dilakukan oleh
Lemhannas RI dengan mengadopsi konsep Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni
(1) Pendidikan dan Pengajaran, (2) Penelitian dan Pengembangan, dan (3)
Pengabdian Masyarakat. Pendidikan Tingkat Nasional yakni Pendidikan dan
Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat. Penelitian yang dilakukan
peneliti menggunakan pendekatan Soft Systems Methodology (SSM). SSM dipilih
karena memandang dunia (sosial) sebagai hal yang kompleks, problematik,
misterius, dikarakteristikan oleh pertarungan sudut pandang atau clashes of
worldview serta bersifat soft ill structured. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Lemhannas RI harus melakukan perubahan pada bidang pendidikan, pengkajian,
dan pengabdian masyarakat. Hasil kajian merekomendasikan Lemhannas RI harus
melakukan pembenahan terhadap tugas pokok dan fungsi sesuai dengan fungsi
Lemhannas diawal pembentukannya sebagai upaya Lemhannas RI menjadi
Lembaga Berkelas Dunia.

ABSTRACT
This thesis discusses the changing role of the National Resilience Institute of the
Republic of Indonesia (Indonesian National Resilience Institute) as one of the
government think tank at the same national level educational institutions aimed at
educating future leaders of the national level. In accordance with the
organizational life cycle theory Lemhannas position is currently at the top of the
function began to decline following Law ASN does not make education as a
prerequisite for the National Resilience Institute officials echelon echelon 1 and 2
as a rise in the ladder. The existence of National Resilience Institute RI at his age
are already more than 50 years makes Lemhannas must clean up early so as not to
be complacent and always be alert to the rapid changes in educating future leaders
of national level. There are at least three fundamental changes that must be made
by the National Resilience Institute of RI by adopting the concept of Three Pillars
of Tertiay Education (Tri Dharma Perguruan Tinggi), namely (1) Education and
Promotion, (2) Research and Development, and (3) Community Service. The
National Education Education and Teaching, Research and Community Service.
The study, conducted by researchers using the approach of Soft Systems
Methodology (SSM). SSM selected for viewing the world (social) as complex,
problematic, mysterious, characterized by fights or clashes of viewpoints are soft
worldview and ill structured. The results showed that the National Resilience
Institute of RI must make changes in the field of education, assessment, and
community service. The study results recommend the National Resilience Institute
of RI must make improvements to the duties and functions in accordance with the
National Resilience Institute function at the beginning of its formation as an
attempt Lemhannas RI become World Class Organization.
"
2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Harahap, Borkat P.
"Paskibraka merupakan kegiatan rutin tahunan yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan menanamkan jiwa kepemimpinan di kalangan pemuda Indonesia. Pelatihan Paskibraka dalam hal ini memegang peranan penting untuk mewujudkan tujuan tersebut, karena tahapan ini merupakan proses pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada anggota Paskibraka. Khususnya berkenaan dengan tujuan menanamkan jiwa kepemimpinan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi peserta pelatihan Paskibraka Jawa Barat tahun 2007 terhadap efikasi kepemimpinan anggota Paskibraka.
Penelitian ini termasuk penelitian survei yang melibatkan sampel penelitian sebanyak 54 orang yang diambil dengan teknik sensus. Pengumpulan data dilakukan melalui penelitian lapangan dengan penyebaran kuesioner, sedangkan analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik.
Hasil uji validitas variabel pelatihan Paskibraka menunjukkan nilai koefisien Alpha sebesar 0,871, sedangkan untuk variabel efikasi kepemimpinan, hasil pengujian validitas menunjukkan nilai koefisien Alpha yang diperoleh sebesar 0,847. Nilai koefisien alpha dari kedua variabel cukup besar sehingga dapat disimpulkan baik instrumen pelatihan Paskibraka maupun efikasi kepemimpinan adalah reliabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pelaksanaan pelatihan Paskibraka yang dilihat berdasarkan aspek pelatih, metode, fasilitas dan materi dinilai baik, sedangkan efikasi kepemimpinan secara umum tergolong tinggi. Hasil analisis setiap indikator menunjukkan bahwa aspek pelatih merupakan aspek pelatihan Paskibraka yang berpengaruh paling dominan terhadap efikasi kepemimpinan, diikuti aspek metode, fasilitas dan materi.
Berdasarkan hasil penelitian ini maka pelaksanaan pelatihan Paskibraka perlu dikembangkan sehingga memberikan kontribusi yang lebih nyata dan luas, terutama untuk menyiapkan kepemimpinan generasi muda di masa depan
Paskibraka is an annual routine activity that aims to foster the spirit of nationalism and instill a leadership spirit among Indonesian youth. Paskibraka training in this case plays an important role to realize this goal, because this stage is an educational process to instill national values to Paskibraka members. Especially with regard to the purpose of instilling the leadership spirit, this study aims to determine the perception of the 2007 West Java Paskibraka training participants on the leadership efficacy of Paskibraka members.
This research includes survey research involving 54 research samples taken by census technique. Data was collected through field research by distributing questionnaires, while data analysis was carried out using descriptive analysis and statistical analysis.
The results of the validity test of the Paskibraka training variable show an Alpha coefficient value of 0.871, while for the leadership efficacy variable, the results of the validity test show the Alpha coefficient value obtained is 0.847. The alpha coefficient values of the two variables are large enough so that it can be concluded that both Paskibraka training instruments and leadership efficacy are reliable.
The results showed that in general the implementation of Paskibraka training based on the aspects of trainers, methods, facilities and materials was considered good, while leadership efficacy in general was high. The results of the analysis of each indicator show that the aspect of the trainer is the aspect of Paskibraka training that has the most dominant influence on leadership efficacy, followed by aspects of methods, facilities and materials.
Based on the results of this study, the implementation of Paskibraka training needs to be developed so that it provides a more tangible and broad contribution, especially to prepare the leadership of the younger generation in the future.
"
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2008
T24921
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Panjaitan, Edward Taufan
"Tesis ini menjelaskan hubungan antara dimensi-dimensi kepemimpinan transformasional, Leader-Member Exchange (LMX), dan Organizational Citizenship Behavior (OCB) di Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi DKI Jakarta. LMX berfungsi sebagai moderator hubungan dimensi-dimensi kepemimpinan transformasional dan OCB. Dimensi-dimensi kepemimpinan transformasional dianalisis untuk menentukan mimpinan Ketua DPW PAN Provinsi DKI Jakarta apakah transfor atau transaksional. Seluruh variabel diukur berdasarkan persepsi responden dan dianalisis menggunakan model persamaan regresi sederhana, majemuk, dan juga Moderate Regression Analysis (MRA). Dengan teknik sampling purposif, maka ditentukan bahwa responden penelitian adalah pengurus harian DPW PAN Provinsi DKI Jakarta.
Hasilnya menjelaskan bahwa kepemimpinan Keiua DPW PAN DKI Provinsi DKI Jakarta dipersepsikan Transformasional oleh pengurus harian DPW PAN Provinsi DKI Jakarta dengan dimensi Intellectual Stimulation adalah yang paling tinggi, dan dimensi Visi adalah yang paling rendah. Kualitas LMX antara Ketua dan pengurus harian dipersepsikan sudah baik, dan OCB pengurus harian juga terbukti sudah baik. Setiap dimensi kepemimpinan transformasional Ketua terbukti berpengaruh terhadap OCB pengurus harian DPW PAN Provinsi DKI Jakarta. Namun, ketika dianalisis pengaruh dimensi-dimensi kepemimpinan transformasional secara bersama-sama terhadap OCB, hanya Inspirational Communication Ketua DPW PAN Provinsi DKI yang berpengaruh terhadap OCB pengurus harian DPW PAN Provinsi DKI.  LMX terbukti sebagai moderator untuk hubungan dimensi-dimensi kepemimpinan transformasional Ketua DPW PAN Provinsi DKI Jakarta dengan OCB pengurus harian lainnya, baik secara masing-masing dimensi ataupun secara bersama-sama
This thesis explains the relationship between the dimensions of transformational leadership, Leader-Member Exchange (LMX), and Organizational Citizenship Behavior (OCB) in the Regional Leadership Council (DPW) of the National Mandate Party (PAN) DKI Jakarta Province. LMX serves as a moderator of the relationship between the dimensions of transformational leadership and OCB. The dimensions of transformational leadership were analyzed to determine whether the leader of the DPW PAN of DKI Jakarta Province was transformational or transactional. All variables were measured based on respondents' perceptions and analyzed using simple, multiple regression equation models, and also Moderate Regression Analysis (MRA). With purposive sampling technique, it was determined that the research respondents were daily administrators of the DPW PAN DKI Jakarta Province.
The results explain that the leadership of the DPW PAN DKI DKI Jakarta Province is perceived as Transformational by the daily management of the DPW PAN DKI Jakarta Province with the Intellectual Stimulation dimension being the highest, and the Vision dimension being the lowest. The quality of the LMX between the Chairman and the daily management is perceived as good, and the OCB of the daily management has also been proven to be good. Each dimension of the Chairman's transformational leadership has proven to have an effect on the OCB of the daily management of DPW PAN DKI Jakarta Province. However, when analyzing the influence of the dimensions of transformational leadership together on OCB, only the Inspirational Communication of the Chairperson of the DKI PAN DPW Province has an effect on the OCB of the DKI PAN DPW daily management. LMX has proven to be a moderator for the relationship between the dimensions of transformational leadership of the DPW PAN Chair of DKI Jakarta Province with other daily OCB administrators, either individually or together.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2008
T24922
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Mohammed Ali Berawi
"Tesis ini berupaya memberikan gambaran tentang pemberdayaan pulau-pulau terluar tidak berpenghuni di sekitar Selat Malaka. Tekanan penelitian ini adalah berupaya menggambarkan kondisi pulau-pulau terluar yang tidak berpenghuni di sekitar Selat Malaka, bagaimana pemberdayaan terhadap pulau-pulau terluar tidak yang berpenghuni dan peran stake holder yang berperan dalam pemberdayaan pulau-pulau terluar tidak berpenghuni untuk meningkatkan ketahanan nasional, khususnya segi kesejahteraan dan keamanan.
Dalam penelitian ini dapat digambarkan bahwa pulau-pulau terluar yang menjadi objek penelitian merupakan pulau-pulau terluar yang tidak berpenghuni dan mempunyai peran strategis dalam menjaga tetap utuhnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun dilihat kenyataannya, bahwa masih banyak permasalahan yang terdapat di pulau-pulau terluar tersebut. Kerawanan terhadap tindak kejahatan, pelanggaran batas wilayah, aktivitas ilegal maupun pengklaiman sepihak oleh pihak asing masih terjadi di pulau-pulau terluar, khususnya pulau-pulau terluar di sekitar selat Malaka. Selain itu, pulau-pulau terluar rawan hilang akibat abrasi air laut dan efek dari pemanasan global.
Beberapa teori pendukung yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pemberdayaan dari Ife, yang menjelaskan bahwa pemberdayaan merupakan suatu konsep untuk mencapai tujuan. Sedangkan menurut Kieffer bahwa pemberdayaan memerlukan adanya unsur partisipatif pada pemberdayaan. Dijelaskan juga oleh Parson et al bahwa pemberdayaan merupakan proses pembangunan yang bermula dari pertumbuhan individual yang kemudian berkembang menjadi sebuah perubahan sosial yang lebih besar.
Penelitian tentang pemberdayaan pulau terluar yang tidak berpenghuni di sekitar Selat Malaka ini juga tidak terlepas dengan bagaimana untuk memberdayaakan ruang yang ada. Khususnya ruang wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang merupakan kesatuan wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut maupun ruang udara, dan juga kekayaan alam yang terdapat di wilayah nusantara. Dalam pemberdayaan pulau-pulau terluar tidak berpenghuni, yang merupakan ruang negara juga didukung dengan bagaimana partisipasi masyarakat, peran lembaga, pembangunan berkelanjutan, untuk memberdayakan pulau-pulau tersebut.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang berusaha menggambarkan kondisi alamiah yang bersifat deskriptif analisis. Untuk mendukung penelitian ini, dilaksanakan penelitian studi literatur didapat dari berbagai sumber dan juga tinjauan langsung di lapangan. Dari hasil yang diperoleh ternyata masih banyak kekurangan dan tidak tersedianya sarana prasarana yang dapat menunjang dalam meningkatkan kesejahteraan maupun keamanan. Kondisi real dilapangan menunjukkan bahwa masih kurangnya pemberdayaan terhadap pulau-pulau terluar yang mempunyai peran strategis ini. Dalam penelitian ini terdapat pulau-pulau yang berpotensi untuk diberdayakan, baik secara ekonomi maupun pertahanan, yaitu Pulau Berhala dan Pulau Nipa.
Penelitian ini memberikan rekomendasi agar dalam pemberdayaan pulau-pulau terluar tidak berpenghuni di sekitar Selat Malaka, harus dilaksanakan oleh stake holder yang mempunyai kewenangan besar dan dapat melaksanakan berbagai program yang sesuai dengan karakter masing-masing wilayah pulau. Untuk meciptakan ketahanan negara, diperlukan penguatan aspek pertahanan di pulau-pulau terluar, khususnya yang berada di jalur penting, yaitu Selat Malaka.;prasarana yang dapat menunjang dalam meningkatkan kesejahteraan maupun keamanan. Kondisi real dilapangan menunjukkan bahwa masih kurangnya pemberdayaan terhadap pulau-pulau terluar yang mempunyai peran strategis ini. Dalam penelitian ini terdapat pulau-pulau yang berpotensi untuk diberdayakan, baik secara ekonomi maupun pertahanan, yaitu Pulau Berhala dan Pulau Nipa.
Penelitian ini memberikan rekomendasi agar dalam pemberdayaan pulau-pulau terluar tidak berpenghuni di sekitar Selat Malaka, harus dilaksanakan oleh stake holder yang mempunyai kewenangan besar dan dapat melaksanakan berbagai program yang sesuai dengan karakter masing-masing wilayah pulau. Untuk meciptakan ketahanan negara, diperlukan penguatan aspek pertahanan di pulau-pulau terluar, khususnya yang berada di jalur penting, yaitu Selat Malaka. "
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2011
T30247
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Panjaitan, Pitua
"Kemacetan Ialu Iintas di DKI Jakarta teertama pada jam sibuk (rush hours) berdampak negatif terhadap perekonomian, polttik, sosial budaya, dan Hankam. Dampak terhadap perekonomian, misalnya, ongkos trasport tinggi, roda perekonomian terganggu. Dampak terhadap politik, misalnya, ketidakpercayaan rakyat terhadap kebijakan pemerintah khususnya Pemda DKI, Kepolisian, dan DLLAJ Jakarta. Dampak terhadap sosial budaya, misalnya, dapat menyebabkan stres, emosi,cemas, marah dan kemungkinan bisa menimbulkan konflik, dan polusi sehingga mengganggu kesehatan. Dampak terhadap Hankam, misalnya, menyebabkan ketertiban umum terganggu, rawan kriminal bagi pengguna jalan. Akibat dari ini dapat melemahkan ketahanan wilayah DKI Jakarta yang otomatis dapat melemahkan ketahanan nasional.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kemacetan lalulintas ini cukup banyak, namun penutis hanya menfokuskan pada dua permasalahan, yaitu :
1. Kemacetan lalulintas sebagai indikator rendahnya disiplin pengguna jalan
2. Kemacetan lalulintas sebagai indikator panjang jalan yang tidak sesuai dengan volume kendaraan.
Dari permasalahan tersebut dirumuskan tiga pertanyaan, sebagai berikut:
1. Bagaimana disiptin berlalulintas di DKI Jakarta.
2. Bagaimana panjang jalan dengan volume kendaraan di DK( Jakarta.
3. Faktor-faktor apa yang dapat mempengaruhi kemacetan lalulintas di DKI Jakarta.
Didasarkan dari mmusan tiga pertanyaan tersebut di atas, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan disiplin berlaiulintas di DKI Jakarta, mendeskripsikan panjang jalan dengan volume kendaraan dt DKI Jakarta, mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi kemacetan lalulintas di DKI Jakarta.
Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analisis yang bertujuan mengestimasi pengaruh kemacatan lalulintas kota terhadap ketahanan kota yang diharapkan dapat memberi masukan kepada Pemda DKI dan instansi terkait (Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, DLLAJ DKI Jakarta, dan Dit Lantas Potda Metro Jaya) dalam merumuskan kebijaksanaan guna menanggulangi kemacetan lalulintas di DKI Jakarta. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah dengan teknik analisa kualitatif yang didukung data kuantitatif dan tabel frekuensi yang disajikan berdasarkan hasil jawaban responden, kemudian di-cross dengan data primer yang dikumpulkan dari Dinas Pakerjaan Umum DKI Jakarta, BPS DKI Jakarta, DLLAJ DKI Jakarta, dan Dit Lantas Poida Metro Jaya yang berkaitan dengan pelanggaran disiplin berlalulintas, panjang jalan...."
Depok: Universitas Indonesia, 2001
T5715
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eni Rahmawati
"Tesis ini disusun untuk menganalisa pola-pola pemberdayaan perempuan yang dikembangkan oleh kelompok "Jumputan Ibu Sejahtera" Kelurahan Tahunan dalam mengelola usaha bersama pembuatan batik jumput/jumputan. Hal tersebut menarik minat peneliti untuk mempelajari lebih dalam mengenai pola-pola pengelolaan usaha yang hasil sepenuhnya untuk kesejahteraan anggotanya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengelolaan usaha, manfaat "Jumputan Ibu Sejahtera" dalam mendukung ketahanan keluarga, serta peran pemerintah bagi perkembangan kelompok ini. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan teknik observasi non partisipan dan wawancara. Narasumber pada penelitian ini berjumlah 13 orang yang terdiri dari Pembina dan Pengurus kelompok 2 orang, anggota kelompok 6 orang, keluarga anggota yaitu suami 3 orang, Seksi Pemasaran Disperindagkop Kota Yogyakarta 1 orang, dan tokoh masyarakat Kelurahan Tahunan I orang.
Berdasarkan temuan penelitian, seluruh biaya operasional pengelolaan usaha di kelompok "Jumputan Ibu Sejahtera" dibiayai oleh LSPPK. Kerjasama dengan pihak lain lebih pada teknis pembuatan batik jumput dan pemasaran. Penerapan pola-pola pemberdayaan dalam pengelolaan usaha pembuatan batik jumput di kelompok "Jumputan Ibu Sejahtera" memberikan banyak manfaat bagi anggotanya yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga. Selain manfaat ekonomi anggota mendapat tambahan wawasan, teman, dan jaringan. Pembagian hasil usaha yang mengutamakan keuntungan anggota menjadi sumber pendapatan bagi anggota untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dengan terpenuhinya kebutuhan keluarga, permasalahan keluarga khususnya yang berkenaan dengan kondisi financial keluarga dapat diatasi dengan baik. Kemampuan untuk memecahkan permasalahan ini merupakan dasar bagi sebuah keluarga untuk mencapai ketahanan keluarga.

This research is compiled to analyze women empowerment patterns developed by "Jumputan Ibu Sejahtera" group of Tahunan district in handling batik jumput/jumputan production. That issue interest the researcher to learn more about the business pattern which all of the profits are given for the member's prosperity. The aims of the research are to analyze business management, the benefits of "Jumputan Ibu Sejahtera" in promoting family resilience and the government's role in developing the group. This research is qualitative research use qualitative descriptive method. Data collecting technique use non participant observation technique and interview. The numbers of respondent in this research are 13 people who consist of advisor and manager are two people, the members of the group are six people, and family of the group members are three people, a marketing manager of Disperindag Kota Yogyakarta and a socialite of Tahunan District.
Based on research invention, all operational costs of "Jumputan Ibu Sejahtera" group are funded by LSPPK. Cooperation with other institution is concerned to technique of batik jumput production and marketing. Implementation of empowerment pattern in business management of batik jumput production in "Jumputan Ibu Sejahtera" group, bring a lot of benefits for the members who are housewife. Beside the economic benefit, the members get knowledge, friends, and network. Sharing business result which concern with member's profit, become the source of income for the members to cover the family need. Fulfilled the family need, family problem which deal with family financial can be solved well. The ability to solve this problem is the basic to achieve family resilience."
Depok: Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Moesadin Malik
"Pembangunan kekuatan pertahanan keamanan suatu bangsa pada umumnya akan selalu berkaitan dengan ciri-ciri spektrum perang dan damai. Pada masa damai merupakan suatu kurun waktu yang lebih panjang daripada masa perang. Pada masa damai upaya pembangunan dititik beratkan kepada faktor kesejahteraan, sedangkan faktor keamanan diupayakan secara terbatas pada tingkat pemeliharaan keamanan, penagkalan serta kewaspadaan dalam menghadapi kompetensi. pemeliharaan kekuatan dimasa damai tidaklah efisien apabila dilakukan dalam wujud pemeliharaan kekuatan besar seperti waktu perang. Oleh karena itu dimasa damai diwujudkan dengan kekuatan kecil sabagai basis bagi pengembangan kearah kekuatan yang diinginkan baik dalam keadaan bahaya maupun tidak. Pengembangan kekuatan tersebut memerlukan kekuatan cadangan yang cukup dan dibina secara terarah dan profesional.
Pembangunan Hankamneg yang diarahkan pada segenap keomponen kekuatan Hankamneg harus terus dilanjutkan sesuai dengan tingkat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) untuk mewujudkan sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata) dengan ABRI sebagai kekuatan inti, yang berdaya tangkal tangguh serta mampu memelihara stabilitas nasional yang mantap dan dinamis, dengan senantiasa terus mewaspadai perkembangan strategis. Di bidang pembangunan komponen pendukung kekuatan Hankamneg yang meliputi sumberdaya alam, sumberdaya buatan dan sarana prasarana nasional termasuk industri strategis, dikembangkan dan ditingkatkan sesuai dengan kemajuan Iptek untuk dapat didayagunakan secara nasional.
Pada perkembangan pola pertahanan modern dewasa ini suatu rekayasa kekuatan cadangan pada hakikatnya dipersiapkan untuk menghadapi ancaman yang mungkin terjadi, dan dalam hal ini sebagai akibat dari ketidakpastian perkembangan lingkungan. Karena itu, ABRI perlu dibangun dengan kekuatan yang relatif kecil tetapi dapat dikembangkan menjadi kekuatan yang lebih besar melalui penyiapan bala cadangan pada keadaan damai. Dengan demikian, dalam rangka pembangunannya perlu direkayasa aset nasional yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan pembangunan kekuatan matra laut dan pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan dana pembangunan ABRI yang telah diprogramkan.
Laut bagi bangsa Indonesia adalah ruang juang guna mempertahankan dan mengembangkan kehidupan. Kepentingan bangsa Indonesia di laut tercerminnya keutunan perairan yurisdiksi nasional guna memanfaatkan lautan sebagai medium perhubungan, penggalian sumberdaya maupun memproyeksikan kekuatan. Pemenfaatan sumber kekayaan alam yang terkandung di wilayah laut secara tepat bagi peningkatan kesejahteraan dan keamanan dilakukan dengan pendayagunaan aset nasional yang tersedia di bidang maritim.
Dalam rangka menciptakan kemampuan Hankamneg yang memiliki daya tangkal handal perlu adanya upaya nasional terpadu yang melibatkan segenap potensi dan kekuatan Hankamneg. Oleh karena itu, agar yang dilaksanakan dapat berhasil secara optimal dipersyaratkan adanya keterpaduan dalam pengelolaan sumberdaya manusia, sumberdaya alam, sumberdaya buatan dan saran prasarana nasional untuk kepentingan Hankamneg antar Departemen dan Instansi pemerintah yang terkait dalam penyelenggaraan manajemennya.
Upaya Hankamneg pada dasarnya merupakan suatu proses manajemen yang memadukan berbagai kegiatan dalam rangka mentransformasikan segenap potensi dan kekuatan nasional menjadi kekuatan dan kemampuan Hankamneg yang siap untuk digunakan dalam mengahadapi setiap bentuk ancaman. Agar proses manajemen sumberdaya Hankamneg tersebut selaras dengan upaya Hankamneg, maka segenap unsur baik sebagai obyek maupun subyek, metoda serta fungsi-fungsi pendayaguanaan dan pembinaannya dalam arti yang sempit harus terpadu dan terpola secara jelas dalam suatu bentuk tatanan kesisteman. Prosedur dan mekanisme, yang mewujudkan hubungan antar badan-badan pelaksana pengelola sumberdaya manusia, sumberdaya alam, sumberdaya buatan dan sarana prasarana nasional untuk kepentingan Hankamneg perlu ada dan tegas. Untuk mewujudkan pembianaan secara terpadu diperlukan suati sistem informasi yang menghubungkan instansi-instansi terkait."
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 1997
T4372
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>