Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 93141 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Shinta Nawai
"Sifat dasar manusia merupakan topik pembahasan di semua aspek kehidupan yang tidak ada habisnya, dan keputusan mengenainya sangat berpengaruh terhadap peradaban. Salah satu sifat yang sering diperbincangkan adalah apakah manusia pada dasarnya altruistik atau egoistik.
Altruisme muncul sebagai akibat dari perasaan empati. Piliavin dan Charng (1990) menyimpulkan bahwa perilaku ?altruisme? adalah sifat dasar manusia. Kebahagiaan yang didapat adalah konsekuensi dari perilaku memberi dan bukan merupakan tujuan.(Batson, 2005). Tujuan penelitian adalah memperoleh gambaran mengenai altruisme yang ada di diri relawan yang membantu dalam satu Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP). dan manfaat dari penelitian ini baik teoritis dan praktis.
Penelitian dilakukan dengan mengunakan metode kualitatif, dengan wawancara dan observasi sebagai pengumpulan data dengan membahas aspek-aspek seperti latar belakang keluarga, empati, altruisme, kebahagiaan, motivasi intrinsik dan keutamaan dari tiga relawan P2KP yang telah bekerja lebih dari satu tahun dan tanpa diberi imbalan apapun. Kesimpulannya adalah gambaran tentang altruisme yang mengakibatkan adanya kebahagiaan dalam diri relawan.

Discourse about human nature has been a never ending topic in all aspects of human lifes, its conclusion is a determining factor shaping the civilization. One of the nature of human often discussed is are human beings altruistic or egoistic.
Altruism is a consequence of the feeling of empathy. Piliavin and Charng (1990) concluded that ?altruism? is human nature. The feeling of joy experienced is a consequence of altriusm and not the purpose (Batson, 2005). The objective of this research is to obtain deeper understanding about altruism within the volunteers in the Urban Poverty Project (P2KP), and its theoritical and practical benefits.
This resreach was conducted applying qualitative method, using interview and observation as means of data collecting on aspects such as family background, empathy, altruism, joy, intrinsict motivation and strengths of the three volunteers of Urban Poverty Project, who has been working for more then one year without any reward or payment. The conclusion is that altruism is an integral part of human nature and feeling of joy is a natural consequenses.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2007
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nia Dewi Kaniati
"Perilaku altruistik adalah perilaku menolong orang lain tanpa pamrih. Perilaku altruistik remaja kurang banyak diteliti karena remaja dianggap cenderung lebih memperhatikan diri dan kelompoknya saja, padahal cukup banyak remaja yang bekerja sebagai relawan dalam berbagai masalah sosial dan tidak mengharapkan imbalan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran pengasuhan dan keberagamaan terhadap pembentukan perilaku altruistik relawan remaja ditinjau dari teori identifikasiinternalisasi dari Staub (1978) yang dikembangkan berdasarkan teori belajar social dari Bandura (1972). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan mewawanearai lima orang relawan remaja yang membantu anak jalanan, yang dipilih berdasarkan wawancara dan Helping Orientation Questionnaire (Ribal, 1963)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peranan panting dari pengasuhan dan keberagamaan orangtua, yang bekerjasama dengan sifat remaja yang cenderung "mudah". Pengasuhan yang berdasarkan keberagamaan yang kuat, kehangatan dan kontrol serta contoh perilaku prososial dari orangtua mendorong terjadinya identifikasi clan internalisasi nilai-nilai orang tua, sehingga menumbuhkan keberagamaan intrinsik dan perilaku altruistik. Perilaku altruistik relawan remaja ditandai oleh adanya empati, kesediaan untuk menolong yang diiringi rasa tanggung jawab, dan keyakinan akan kernampuan diri dalam menghadapi kesulitan dan tantangan."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2006
T17820
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mariana
"Perumusan dan penjelasan konsep tentang kebebasan wanita perlu dilaksanakan. Tujuannya ialah untuk menjelaskan bahwa kebebasan adalah dasariah milik manusia. Kebebasan adalah kenyataan universal yang tidak bisa dipisahkan dari manusia. Sebagai bukti bahwa kebebasan itu penting bagi wanita, bisa dikaji melalui studi kepustakaan tentang wanita dalampandangan beberapa filosof yang telah membahasnya, diperkuat dengan pengamatan terhadap keadaan sekitar dan penyimakan terhadap keadaan yang sedang berlangsung berdasarkan informasi dari majalah dan surat kabar. Hasil dari penelitian studi tentang wanita yaitu ditemukan adanya dua pola yang diminati oleh wanita yang menginginkan kebebasannya bisa diaktualisasikan. Dua pola tersebut adalah Altruisme dan Feminisme. Altruisme adalah merupakan pola yang mewakili citra wanita tradisional. Altruisme adalah suatu paham yang condong untuk mengutamakan kepentingan orang lain yang dicintainya di atas kepentingan sendiri. Tujuan altruisme bersifat positif, akan tetapi hasil dari perilaku altruisme bisa positif dan bisa negatif, tergantung dari bobot pelaku AItruisme Supaya bisa membuahkan hasil altruisme yang positif, pelaku altruisme harus bisa melengkapi beberapa syarat yang diperlukan. Kesadaran moral yang bersifat otonom harus dimiliki oleh pelaksana altruisme, demi tanggung jawabnya pada pihak yang bersangkutan. Pelaku altruisme tidak melupakan individualitasnya. Pelaku altruisme harus menyadari bahwa pendidikan adalah penting artinya, dengan demikian maka pelaku Altruisme mau berusaha mengembangkan dirinya dan berusaha memerangi kebodohan yang bisa membelenggu kebebasannya. Feminisme adalah pola yang diminati oleh wanita modern. Wanita modern menghendaki potensi wanita yang ada bisa diaktualisasikan dalam masyarakat secara optimal. Kesimpulan yang didapat adalah sebagai berikut: Konsepsi Nasional Indonesia menghendaki peran serta wanita dalam pembangunan. Wanita Indonesia dituntut supaya tampil sebagai pribadi yang profesional sesuai bidangnya masing-masing. Dalam hal tersebut, maka terlihat betapa pentingnya arti kebebasan bagi wanita Indonesia. Kebebasan wanita harus bisa dilaksanakan Sebagai sarana untuk bisa menjangkau kebebasan, maka orientasi perlu diadakan, yaitu bisa berkiblat pada altruisme yang bernilai positif dan ferninisme. Keterbukaan masyarakat sangat diharapkan demi membantu supaya wanita bisa aktualisasi diri secara optimal. Citra kodrat yang dibentuk oleh masyarakat harus ditanggalkan, sebab citra kodrat bisa melunturkan semangat dan cita-cita wanita."
Depok: Universitas Indonesia, 1989
S16176
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hadi Sukanto
"Penelitian ini berfokus pada pengamh kepemimpinan dan karakteristik relawan terhadap upaya Relawan dalam meningkatkan kualitas Pelayamm Bulan Sabit Merah Indonesia Cabang Jakarta Ttmur. Penelitian ini tennasuk penelitian kuantitatif dengan disain deskriptif.
Model operasional penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif statistika regresi linear I sederhana dan regresi linear ganda. Responden dalam penelitlan ini terdiri dari 45 orang relawan Bulan Merah Indonesia Cabang Jakarta Timur pada tahun 2007-2008. Pengumpulan data Uilakukan dengan kuesioner, sedangkan anailsis dilakukan dengan merujuk pada standar dan teori kepemimpinan, karakteristik pekeija ( relawan ) dan kualitas pelayanan.
Dari analisis terhadap basil kuesioner, disimpulkan bahwa : 1) Kepemimpinan BSMI Cabang Jakarta Timur berpengaruh secara signifikan dan mempunyai hubungan yang cukup kuat terhadap upaya reiawan dalam meningkatkan kua!itas pelayanan. HasH analisis regresi linear, besarnya pcngamll ( R Square ) sebesar 22,5 % ( sisanya ditentukan oleh variabei lain ) dan kuatnya hubungan ( R ) sebesar 0,474 ( cukup kuat ). 2) Karakteristik relawan BSMI Cabang Jakarta Timur berpengaruh secara signifikan dan mempunyai hubungan yang cukup kuat terhadap upaya relawan dalam meningkatkan kualitas pelayanan, Hasil analisis regresi yaitu besarnya pengaruh ( R Square) sebesar 25 % ( sisanya ditentukan oleh variabel lain ) dan kuatnya hubungan { R ) sebesar 0,500 ( cukup kuat ). 3) Kepemimpinan dan karakteristik relawan BSMI Cabang Jakarta Timur secara simuJtan berpengamh secara signifikan dan mempunyal hubungan yang cukup kuat terhadap upaya relawan dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
Hasil analisis regresi linear berganda yaitu antara kepemimpinan dan karakteristik relawan secara simultan terhadap upaya relawan da1am rneningkatkan kualitas pelayanan, yaitu besarnya pengaruh kedua variabel independen variabel terhadap variabel dependen (R Square) sebesar 29,1% (sisanya ditentukan oleh variabel lain) dan kuatnya hubungan (R) sebesar 0,539% (cukup kuat).
Hasil penelitian menyarankan bahwa walaupun dari hasil penelitian sudah baik, namun perlu adanya usaha yang konsisten dan pengembangan secara kontinyu dalam kepemimpinan, perlu adanya pelatihan rutin dan upaya relawan peningkatan kualitas dalam kehandalan dan penampilan fisik pelayanan perlu ditingkatkan."
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2009
T11526
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ami Siamsidar Budiman
"Organisasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) merupakan organisasi nirlaba yang pelaksanaan kegiatannya dikelola sebagian oleh tenaga relawan. Kctergantungannya pada pcran relawan dalam menjalankan aktiftifas organisasi, menjadi penimbangan perlunya penanganan relawan yang tepat agar lembaga tersebut memperoleh dukungan parrisipasi dan kontdbusi yang tinggi sesuai dengan kebumhan organisasi. LSM X adalah sebuah organisasi non profit yang bergerak di bidang kependudukan dan keluarga berencana. Selama ini, aktifiras organisasi LSM banyak didukung oleh tenaga relawan. Pada umumnya relawan yang terlibat di LSM X memiliki keahlian, pengalaman serta jejaring yang cukup baik. Selama ini, sistem rekrutmen yang dijalankan oleh LSM X lebih mcngandalkan indivirhral suggestion tanpa mempcrlimbangkan aspek lcritena relawan sccara mendalam. Akibalnya, relawan-relawan yang ada di organisasi terscbut tidak seluruhnya dapat memberikan kontribusi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Selain itu, program orientasi yang diterapkan oleh LSM X selama ini belum menggunakan pendekatan yang baku dimana pelaksanaannya biasanya dilakukan secara tidak konsisten, baik dari segi waktu dan materi yang diberikan, sehingga dihadapi kenyataan bahwa banyak relawan yang tidak memahami visi, misi dan tujuan program secara jelas. Hal ini berakibat selain menjadikan keterlibatan relawan tidak maksimal, juga beberapa relawan melakukan kegiatan tidak sejalan dcngan visi dangmisi organisasi. Penerapan sistem penghargaan di LSM X scringkali tidak ajeg dan berkesinambungan serta kurang didasari oleh pertimbangan-pernmbangan temang aspek kebutuhan yang mendasan seseorang untuk menjadi relawan dalam sebuah organisasi. Permasalahan mengenai relawan yang dihadapi oleh LSM X perlu ditangani secara oermat. Selain perlu adanya pembenahan dalam sistem rekuitmen relawan, juga perlu dikembangkan Program Orientasi yang baku serta sistem penghargaan yang lebih tepat bagi relawan di LSM terscbut agar keterlibatan relawan dapat menjadi lcbih maksimal."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2005
TA34210
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Dewi Rana Amir
"ABSTRAK
Penelitian ini membahas nilai Tina Ngata yang berarti perempuan kampung yang hidup di komunitas masyarakat hukum adat Kulawi di Kab. Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi perspektif feminis. Proses pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung di lapangan, wawancara serta diskusi terfokus. Partisipan penelitian adalah perempuan sebagai Tina Ngata, ketua adat, tokoh agama, tokoh pemuda, organisasi non pemerintah dan komunitas secara umum. Dengan ekofeminis dan radikal kultural sebagai alat analisis, saya melakukan telaah pada tataran konsep filosofis dan simbolis nilai Tina Ngata, praktik-praktiknya di lapangan, termasuk pada bagaimana proses seorang perempuan menghantarkan diri menjadi Tina Ngata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Tina Ngata pada ruang filosofis dan simbolis berakar dalam pada penghormatan terhadap kebertubuhan perempuan. Komunitas Kulawi mengkonstruksi pemikiran mereka atas tubuh perempuan yang dapat melahirkan generasi baru sebagai penerus silsilah keluarga. Atas dasar inipulah, mandat menjaga alam (Katuwua) dan hubungan keserasian dengan manusia (Hintuwu) ditautkan. Sementara pada tataran praktik di lapangan, ditemukan bahwa seorang perempuan dapat menjadi Tina Ngata tidak semata-mata karena kemampuanya bereproduksi. Namun syarat utamanya adalah kepemimpinan, kebijaksanaan, sensitivitas, talenta dan kharisma perempuan. Selama ini belum terjadi dialog di antara kedua ruang tersebut. Komunitas menempatkan kemampuan biologis perempuan pada tataran filosofis. Perempuan Tina Ngata menggunakan pranata nilai adat mereka untuk pengembangan kemampuan sosial dalam mewujudkan etika kepedulian untuk kelestarian alam agar mereka dapat survive dan keseimbangan ontologis terjadi.

ABSTRACT
This research discusses the value of Tina Ngata or literally means the women of village who live in one of the indigenous communities in the Central Sulawesi Province namely Kulawi which is located in the Sigi District Central Sulawesi Province The research was conducted using qualitative methods with feminist ethnographic perspective approach The process of data collection was done by direct observation interviews and focus group discussions Resource persons rsquo of the study were the Tina Ngata whom were the women that act as traditional leaders religious leaders youth leaders non governmental organizations and the community in general By using eco feminist and cultural radical rsquo s theories as an analytical tool I studied the philosophical concepts and the symbolic level of the value of Tina Ngata as well its real practices in the field In addition I also studied the process of how a woman struggles for being a Tina Ngata in their village The results showed that the value of Tina Ngata on the philosophical and symbolic level was established from the reverence of women rsquo s body or kebertubuhan perempuan Kulawi communities have constructed their thought that lead to high esteem of the women as human being who can give birth to a new generation that will become successor to and keep on the family lineage Based on that thought women are mandated to preserve nature Katuwua where they are responsible to link the nature and human being in such compatible and balanced relationship Hintuwu However as found the field a woman can be a Tina Ngata was not solely because of her ability to reproduce yet the main requirements are inter alia her leadership prudence sensibility talent charisma etc Both the philosophical and symbolic level and the real practices in the field somehow are in a gap and there is no extensive discourse about them Thus the community in general still put woman s biological ability in the philosophical and symbolic level while Tina Ngata themselves use adat institutions to develop their social skills in preserve environment so that they can survive and ontologis balancing is come Keywords Philosophical and symbolic space practice value kebertubuhan women Katuwua Hintuwu value leadership prudence sensibility talent charisma talent an ethic of care "
Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2013
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rudy Aditya
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengalaman waskita
dan pengaruhnya terhadap altruisme individu yang mengalaminya. Pengalaman
waskita (clairvoyance) ini merupakan salah satu bidang kajian dari Psikologi
Transpersonal. Sampai saat ini, penelitian mengenai pengalaman-pengalaman
yang bersifat transpersonal, khususnya waskita, masih sangat kurang. Penelitianpenelitian
selama ini hanya berusaha untuk membuktikan kebenaran adanya
kemampuan waskita, tidak menyentuh aspek pengalaman dan pengaruh
pengalaman tersebut bagi individu yang mengalaminya.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kualitatif yang menekankan pada interpretasi subyektif individu terhadap
pengalamannya tersebut. Untuk mengumpulkan data, dipilih wawancara sebagai
teknik utama dan observasi sebagai teknik penunjang. Subyek penelitian
berjumlah tiga orang. Mereka adalah para penyembuh prana yang mempunyai
kemampuan waskita.
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ketiga subyek dapat melihat dan
mendengar secara supernatural. Mereka mampu melihat obyek atau peristiwaperistiwa
yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata biasa, misalnya
organ tubuh manusia dan penyakit yang menyerangnya, peristiwa-peritiwa di
masa lalu maupun di masa yang akan datang, makhluk-makhluk halus baik yang menyeramkan maupun yang bersifat suci. Mereka juga dapat melakukan
komunikasi dengan makhluk-makhluk tersebut.
Pengalaman waskita ini mengandung elemen dari suatu peak experience
(Maslow, 1970) atau suatu Exceplional Human Experience (White, 1999). Ketika
melihat melihat dan berkomunikasi dengan makhluk-makhluk yang suci, mereka
merasa nyaman, damai, dan bahagia. Sedangkan ketika mereka melihat hal-hal
yang bersifat negatif (penyakit atau makhluk yang menyeramkan), mereka merasa
tidak nyaman, cemas, dan agak takut. Ketiga subyek memaknai pengalaman
waskita ini sebagai suatu rahmat yang diberikan secara khusus oleh Tuhan kepada
mereka, dan harus digunakan untuk membantu sesama yang membutuhkan.
Dari hasil penelitian juga diketahui bahwa pengalaman ini dapat
meningkatkan altruisme. Selain terhadap altruisme subyek, ternyata pengalaman
ini juga berpengaruh dalam meningkatkan kesadaran diri yang menjadikan subyek
lebih sering melakukan introspeksi terhadap segala tindakannya. Untuk penelitian
lebih lanjut, peneliti menyarankan agar subyek penelitian diperluas, baik dari segi
jumlah maupun latar belakang kehidupannya. Diharapkan hasil penelitian yang
didapat lebih kaya sehingga dapat lebih mampu memahami pengalaman waskita
ini."
2001
S2955
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Lindyastuti Setiawati
Depok: Universitas Indonesia, 1986
S7375
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Iim Rohimah
"ABSTRAK
Kondisi kemiskinan dengan berbagai dimensi dan implikasinya ,merupakan saiah satu bentuk pemnasalahan sosial yang menuntut
pemecahan. Pembangunan masyarakat diharapkan akan dapat tampil sebagai salah satu alternalif untuk melakukan upaya pemecahan dan perbaikan kondisi tersebut.
Untuk menanggulangi berbagai permasalahan sosial seperti kemiskinan diperlukan upaya represive disamplng upaya preventive melalui pemberdayaan masyarakal baik bagi penyandang masalah sosial
maupun sumber dan potensi penanganan.
Salah satu program yang merupakan pemulihan ( recovery) dari program JPS adalah program PZKP (Proyek Penanggulangan Kemiskinandi Parkotaan). PZKP dimaksudkan untuk memajukan perekonomian
daerah secara berkelanjutan dengan pendekatan penguatan pemberdayaan masyarakat (community based deve!opment)P2KP merupakan program penanggulangan kemiskinan di Kota yang dilakukan dengan memperkuat lembaga kemasyarakatan di tingkat kelurahan. Tujuan P2KP adalah mempercepat penanggulangan kemiskinan secara
nasional melalui pemberian bantuan modal usaha_ untuk pengembangan kegiatan usaha produktif dan pembangunan prasarana dan sarana yang
mendukung kegiatan sosial ekonomi perkotaan. Selain itu P2KP memberikan bantuan Iangsung kepada masyarakat kota, yang dapat digunakan untuk kegiatan yang bersifat penciptaan kesempatn kerja,
penciptaan kegiatan ekonomi produktif dan pemasarannya Serta peiatihan dalam rangka pengembangan kegiatan ekonomi produktif Salah saw keiurahan yang menjadi sasaran P2KP adalah
kelurahan Karang Anyar Kecamalan Sawah Besar Jakarta Pusat. Dalam penelitian ini akan diketahui mengenai: model kegiatan yang diterapkan
P2KP, hal yang perlu diperbaiki pada pelaksanaan P2KP,model kegiatan yang perlu dikembangkan pada P2KP.
Penelitian ini adalah penelitian terapan (action research) yang menurut penjabarannya termasuk penelitian deskriptif dengan
menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Dalam peneltian ini, peneliti terlibat Iangsung sebagai Fasilitator Kelurahan di Kelurahan
Karng Anyar selama dua tahun. Dalam penelitian ini ada siklus yang harus dilalui yaitu 'tahap melihat? yang didalamnya adalah pengumpulan
informasi yang reievan dan penggambaran situasi. Tahap kedua adalah
"tahap berpikir? yang didalamnya adalah penelusuran dan analisis serta
penginterpretasian dan penjelasan. Sedangkan tahapan ketiga adaiah
"tahap bertindak' yang didalamnya termasuk perencanaan, pelaksanaan
dan evalusi.
Penelitian ini dilakukan di wiiayah sasaran P2KP Kelurahan Anyar
dengan difokuskan di RW 01,02 Serta RW 07. Adapun alasan pemilihan
wilayah tersebut karena dari 11 wilayah sasaran P2KP di Kelurahan
Karang Anyar, wilayah RW 01,02 serta RW 07 ini merupakan wilayah
yang paling padat penduduknya serta paling kumuh. Penelitian ini dimulai
sejak bulan Mei 2000 sampai dengan Bulan Oktober 2001, namun
penelitian ini sempat terhenti selama 3 bulan yaitu pada bulan April-Juni
2001_karena kesibukan BKM Karang Anyar dan Fasilitator dalam
membuat proposal warga yang akan menjadi anggota KSM. Waktu
penelitian terhitung sejak Bulan Mei 2000 dengan alasan bahwa peneliti
sudah mulal terlibat langsung bahkan sejak lima bulan sebelumnya
Dari permasalahan yang ada di wilayah sasaran program, maka
intervensi yang dilakukan adalah dengan pemberian pinjaman dana
bergulir kepada anggota- masyarakat, pendampingan terhadap KSM
untuk menjadikan KSM sebagai wadah tempat berkumpul dan berkarya
warga dalam mewujudkan kesejahteraan serta pembentukan Forum
Musyawarah BKM dalam rangka menjaga independensi BKM serta
berfungsi sebagai Iembaga pengawas yang memantau kinerja BKIVI yang
diharapkan dapat menjamin keberlanjutan P2KP setelah pasca proyek
Selanjutnya penelitian ini menyimpulkan dan merekomendasikan
mengenai program yang telah dijalankan. Rekomendasi didasarkan pada
permasalahan yang ada kepada pihak terkait dengan pelaksanaan P2KP
yaitu kepada anggot"
2002
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>