Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3026 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Zusmeidar
"Terjemahan beranotasi adalah terjemahan yang dilengkapi dengan catatan yang menyampaikan pertanggungjawaban penerjemah atas padanan yang dipilihnya. Karena tujuan utama penerjemahan mengalihkan pesan dari BSu ke BSa, penerjemah buku Nasty Bosses menerapkan prosedur, metode, dan teknik penerjemahan sebelum mulai menerjemahkan. Ketiga prosedur-analisis, pengalihanan termasuk de-verbalisasi, dan restrukturisasi teks dilakukan untuk mengatasi dua masalah-ketidakmampuan memahami arti kata, frasa, kalimat, dan paragraf dalam TSu dan kesulitan dalam penerjemahan; menandai, memberikan nomor, dan mengelompokkan ungkapan-ungkapan yang akan dianotasi. Masalah yang dihadapi penerjemah buku Nasty Bosses antara lain dalam menganalisis masalah, misalnya mengidentifikasi idiom dan/atau membedakan idiom dari ungkapan biasa, dan penerapan teknik dan metode yang sesuai untuk mendapatkan padanan yang tepat. Ini disebabkan ungkapan-ungkapan dalam buku Nasty Bosses berbentuk metaforis dan idiom yang mengakibatkan penerjemah terlebih dahulu harus menganalisa makna TSu berdasarkan konteksnya. Setelah selesai menerjemahkan, penerjemah memahami bahwa dalam menerjemahkan tidak cukup hanya berdasarkan metode, prosedur dan teknik melainkan juga memiliki wawasan yang luas.

An annotated translation is a translation completed with a note or annotation showing the translator's responsibility in choosing the equivalent words. Since the core of translation is to transfer or reproduce the source language message into the target language, the translator of Nasty Bosses, before translating, applied the procedures, methods, and techniques of translation. The three procedures-analyzing, transferring including de-verbalizing, and restructuring the text are done in order to solve the two practical problems-the incapability of comprehending meaning of words, phrases, sentences, and paragraph of the source text and the difficulty in translating such as marking, numbering, and grouping the expressions going to be annotated. The problems faced by the translator of Nasty Bosses among others are analyzing the problems, such as identifying idioms and/or distinguishing them from common expression, and applying the techniques and methods suitable and applicable to get accurate equivalence. This because the annotated expressions of Nasty Bosses are expressions such as idiom and metaphor which make the translator analyze its contextual meaning first. Having finished translating, the translator got the impression that doing the translation is not enough only by basing on the method, procedure, and technique but also by having wide horizon."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2007
T22716
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Zusmeidar
"Terjemahan beranotasi adalah terjemahan yang dilengkapi dengan catatan yang menyampaikan pertanggungjawaban penerjemah atas padanan yang dipilihnya. Karena tujuan utama penerjemahan mengalihkan pesan dari BSu ke BSa, penerjemah buku Nasty Bosses menerapkan prosedur, metode, dan teknik penerjemahan sebelum mulai menerjemahkan. Ketiga prosedurÂ?analisis, pengalihanan termasuk de-verbalisasi, dan restrukturisasi teks dilakukan untuk mengatasi dua masalahÂ?ketidakmampuan memahami arti kata, frasa, kalimat, dan paragraf dalam TSu dan kesulitan dalam penerjemahan; menandai, memberikan nomor, dan mengelompokkan ungkapan-ungkapan yang akan dianotasi.
Masalah yang dihadapi penerjemah buku Nasty Bosses antara lain dalam menganalisis masalah, misalnya mengidentifikasi idiom dan/atau membedakan idiom dari ungkapan biasa, dan penerapan teknik dan metode yang sesuai untuk mendapatkan padanan yang tepat. Ini disebabkan ungkapan-ungkapan dalam buku Nasty Bosses berbentuk metaforis dan idiom yang mengakibatkan penerjemah terlebih dahulu harus menganalisa makna TSu berdasarkan konteksnya. Setelah selesai menerjemahkan, penerjemah memahami bahwa dalam menerjemahkan tidak cukup hanya berdasarkan metode, prosedur dan teknik melainkan juga memiliki wawasan yang luas.

An annotated translation is a translation completed with a note or annotation showing the translatorÂ?s responsibility in choosing the equivalent words. Since the core of translation is to transfer or reproduce the source language message into the target language, the translator of Nasty Bosses, before translating, applied the procedures, methods, and techniques of translation. The three procedures analyzing, transferring including de-verbalizing, and restructuring the text are done in order to solve the two practical problems the incapability of comprehending meaning of words, phrases, sentences, and paragraph of the source text and the difficulty in translating such as marking, numbering, and grouping the expressions going to be annotated.
The problems faced by the translator of Nasty Bosses among others are analyzing the problems, such as identifying idioms and/or distinguishing them from common expression, and applying the techniques and methods suitable and applicable to get accurate equivalence. This because the annotated expressions of Nasty Bosses are expressions such as idiom and metaphor which make the translator analyze its contextual meaning first. Having finished translating, the translator got the impression that doing the translation is not enough only by basing on the method, procedure, and technique but also by having wide horizon.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2008
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
R. Tantie Kustiantie
"ABSTRAK
Ada dua hal yang dilakukan daiam tugas akhir ini, pertama menerjemahkan, kedua memberi anotasi. Penerjemahan High-Tech Heretic: Reflection of a Computer Contrarian bertujuan untuk menyadarkan masyarakat pengguna komputer akan dampak buruk komputer. Anotasi dibuat sebagai pertanggung jawaban atas padanan yang dipilih. Ada empat unsur yang dipermasalahkan dalam penerjemahan yang menjadi topik atnotasi, yaitu istilah komputer, nama diri, ungkapan, dan idiom. Penerapan sebelas prosedur penerjemahan dapat mengatasi keempat masalah itu untuk mencapai kesepadanan denotatif, konotatif, teks normatif, pragmatik, dan bentuk. Sementara itu, saya menggunakan metode penerjemahan komunikatif dan semantis.

ABSTRAK
There are two things to be cared out in this final task namely the translation and the annotation to the translation. Translation of High-Tech Heretic: Reflection of a Computer Contrarian is aimed at informing the computer user in Indonesia of the bad impact of computer. Annotation is made as a responsibility for the translator's chosen equivalent. There are four translation problems which are explained in annotation i.e. computer term, proper name, expression, and idiom. The implementation of eleven translation procedures solve translation problems to attain five equivalences in translation i.e. denotative, connotative, text formative, pragmatic and formal equivalence. Meanwhile, I used two translation methods, communicative and semantic methods.
"
2007
T17225
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tommy Andrian
"Terjemahan beranotasi adalah hasil penerjemahan yang disertai anotasi atau catatan yang memberikan penalaran logis terhadap alasan penerjemah atas padanan yang dipilihnya. Selain untuk mengaplikasikan berbagai teori penerjemahan yang telah dipelajari semasa kuliah, terjemahan beranotasi merupakan sarana untuk mempertanggungjawabkan hasil terjemahan mandiri yang telah dilakukan. Penerjemahan mandiri dilakukan dengan berpedoman pada teori dasar penerjemahan yang setidaknya mencakup metode, prosedur, dan teknik.
Metode penerjemahan komunikatif dan idiomatis digunakan agar pesan dalam bahasa sumber yang sarat dengan muatan budaya dapat tersampaikan dengan baik. Pencarian padanan dalam proses penerjemahan dilakukan dengan membuka kamus, tesaurus, dan ensiklopedia, serta mengunjungi situs internet. Perbedaan budaya antara bahasa sumber dan bahasa sasaran mengakibatkan suatu kata, istilah, dan ungkapan tidak dapat diterjemahkan secara gamblang. Teknik penerjemahan, seperti: penjelasan tambahan (contextual conditioning), parafrasa, dan padanan budaya perlu diterapkan untuk mendapatkan padanan yang wajar dan berterima.

An annotated translation is a translation which is supported by annotations or notes with the purpose of delivering logical reasoning on the equivalence chosen. It does not only aim at the application of various theories formerly studied, but also at the the translator?s responsibility for the independent translation he or she has accomplished. The independent translation is carried out by referring to the basic theories of translation which consists at least of methods, procedures, and techniques.
Idiomatic and communicative translation were applied so that the target language message could be well-transferred. The search for equivalence in the translation has been done simply by looking up in dictionaries, thesaurus, and encyclopaedia, and visiting some websites on the internet. The difference between the source language and the target language culture makes a word, term, and expression, can not be explicitly translated. Thus, techniques of translation, such as: contextual conditioning, paraphrase, and cultural equivalent are deemed necessary in order to get a natural and acceptable equivalence.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2008
T24452
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Indah Sari
"ABSTRAK
Terjemahan beranotasi merupakan kajian yang menempatkan terjemahan sebagai objek
penelitian. Penelitian ini mengangkat teks sumber buku psikologi populer yang berjudul
You?re not who you think you are. Tesis ini memperlihatkan proses menerjemahkan teks
operatif untuk menghasilkan teks sasaran yang berfungsi sama. Selanjutnya, tesis ini juga
memberikan catatan atas padanan yang diberikan untuk masalah dalam proses
menerjemahkan yang ditemukan berupa penerjemahan istilah psikologi, Vedanta,
metafora, simile, dan idiom. Sebagai teks operatif, teks sumber diterjemahkan dengan
menerapkan metode adaptif Reiss, yang artinya penerjemah berorientasi kepada bahasa
sasaran. Berdasarkan hasil uji coba responden, disimpulkan bahwa tujuan penerjemahan
telah berhasil dicapai. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa di dalam teks
operatif juga terdapat teks ekpresif. Selanjutnya, prosedur yang paling tepat untuk
memadankan istilah baru adalah prosedur calque.

ABSTRACT
Annotated translation is a study which place a translation as the study object. This study
takes source text which is a popular psychology book tittled You?re not who you think you
are. This theses shows translating process of an operative source text into an operative
target text. Furthermore, it also gives some annotations on the equivalent word given for
the translation problem found such as translation of psychology and Vedanta term,
metaphors, simile, and idiom. As an operative text, source text is translated by applying
adaptive method by Reiss, it means that the translator is oriented to target language.
Based on the result of the trial on respondents, it is concluded that the translation purpose
has been achieved. Furthermore, this study finds an expressive text in an operative text.
And finally, it shows that the best procedure to translate a new term is calque."
2012
T30637
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ingrid Dwijani Nimpoeno
"Terjemahan beranotasi adalah terjemahan disertai anotasi (catatan) yang mengungkapkan pertanggungjawaban penerjemah atas padanan yang dipilihnya. Tujuan dibuatnya terjemahan beranotasi ini adalah untuk menerapkan berbagai teori penerjemahan yang telah dipelajari dan mempertanggungjawabkan hasil terjemahan mandiri yang telah dilakukan. Penerjemahan mandiri dilakukan dengan mengingat hakikat penerjemahan yang adalah pengalihan pesan dan dengan mengikuti tahap analisis, pengalihan, dan penyerasian dalam penerjemahan. Metode penerjemahan komunikatif dan idiomatis digunakan agar pesan dapat teralihkan dengan baik. Selain itu, penerjemahan dilakukan dengan mengingat pedoman penerjemahan prosa dan frasa yang berhubungan dengan kebudayaan. Penggalian informasi melalui berbagai situs Internet, kamus, dan buku dilakukan dalam upaya untuk mencari padanan yang tepat. Perbedaan kebudayaan antara bahasa sumber dan bahasa sasaran mengakibatkan kata, istilah, dan ungkapan yang berhubungan dengan kebudayaan tidak dapat diterjemahkan begitu saja. Penjelasan tambahan, parafrase, atau catatan kaki perlu diberikan agar pesan dapat teralihkan dengan baik. Kata dan istilah yang berhubungan dengan keagamaan harus diterjemahkan dengan merujuk pada terjemahan resmi. Jika ada kata yang tak dapat ditelusuri asal-usul dan maknanya, penerjemahan dilakukan dengan berpegang pada konteks. Dengan demikian akan dihasilkan penerjemahan yang baik, wajar, dan tepat.

Annotated translation is a translation with annotation (notes) to convey the translator's responsibility for the equivalent words chosen. The purpose of this annotated translation is to apply various translation theories studied and to convey the translator's responsibility for the independent translation done. The independent translation was done by taking into consideration that the essence of translating is to transfer the source text?s message and by following the analysis, transfer and restructuring steps in translation. Communicative and idiomatic translation methods were used so that the message can be transferred well. Further, the independent translation was done by baking into consideration the guidelines for translating prose as well as the guidelines for translating phrases related to culture. Gathering information from various Intemet sites, dictionaries, and books was done in order to find the closest natural equivalent. Words, terms, and idioms relating to culture are not to be translated casually. Description, paraphrase or foomote need to be given so that the message can be transferred well. Religious words and terms should be translated by referring to the formal translation. Should there be any words which origin and meaning cannot be traced, then th translation is done by relying on the context. All these efforts will result in good, natural and accurate translation."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2006
T17210
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nuniek Novia Chandra
"Terjemahan beranotasi adalah penerjemahan yang dilakukan dengan memberikan anotasi (catatan) mengenai padanan yang dipilih dalam Bahasa saran. Tujuan terjemahan beranotasi adalah memberikan pertanggungjawaban atas padanan yang dipilih. Ada dua metode yang digunakan dalam tugas akhir ini, yaitu penerjemahan novel dan anotasi. Metode dan prosedur penerjemahan yang digunakan adalah yang sesuai dengan penerjemahan karya sastra. Anotasi dalam tugas akhir ini membahas sejumlah kata, (rasa, klausa, dan kalimat yang menimbulkan permasalahan dalam penerjemahan dan pemecahannya. Ditemukan permasalahan yang dominan, yaitu kata dan ungkapan India yang digunakan penulis novel berbahasa Inggris. Dari kegiatan penerjemahan novel ini dan anotasinya, dapat disimpulkan bahwa latihan menganotasi terjemahan telah meningkatkan kesadaran saya sebagai penerjemah untuk menghasilkan terjemahan yang tepat.

An annotated translation is a translation with additional annotations (notes) on reasons for the equivalents selected in the target language. The purpose of the annotations is to justify the choices which have been made by the translator. There are two methods used in this final assignment, namely the translation of the novel itself and the addition of annotations to the translation. The main translation methods and procedures employed in this final assignment are in accordance with literary translation. The annotations added to this final assignment are limited to words, phrases, clauses, and sentences that have caused a problem in their translation and the solutions of the translation problems. The dominant problem found in translating the novel is the use of Indian words and expressions in this English novel by the writer. From the translation of the novel and its annotations, it is concluded that having to give annotations on the translation problems encountered has raised my awareness as a translator of the difficulties encountered in producing an accurate translation."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2007
T18980
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sudarya Permana
"Terjemahan beranotasi adalah terjemahan yang dilakukan dengan memberikan anotasi (catatan) atas padanan yang dipilih dalam bahasa sasaran (BSa) sebagai solusi terhadap teks sumber (TSu) yang dianggap bermasalah. Di samping itu, anotasi juga merupakan pertanggungjawaban penerjemah atas padanan yang dipilihnya selama kegiatan penerjemahan berlangsung. Berkaitan dengan kegiatan penerjemahan beranotasi, saya menerjemahkan buku yang berjudul Science in Medieval Islam karangan Howard R. Turner (1995). Dalam kegiatan penerjemahan tersebut, diberikan 14 anotasi yang merupakan solusi dan pertanggungjawaban terhadap masalah penerjemahan yang muncul. Anotasi yang diberikan mencakup kata atau istilah, frasa, klausa, dan kalimat.
Metode penerjemahan yang digunakan adalah metode penerjemahan semantic dan komunikatif dari Newmark (1988), sedangkan prosedur penerjemahannya melibatkan transposisi, modulasi, naturalisasi dan penerjemahan fonologis, pemadanan berkonteks, serta pemadanan fungsional. Dan kegiatan penerjemahan buku Science in Medieval Islam dapat disimpulkan bahwa pemberian anotasi terhadap masalah yang ditemukan dengan melibatkan prosedur penerjemahan dapat menghasilkan padanan yang berterima dalam bahasa sasaran (BSa).

An annotated translation is a translation carried out by giving some annotations (notes) on the selected equivalents in the target language which are the solution of translation problems found out in the source language. The annotations are also considered as the accountability of the translator about the equivalents he has chosen during the translation activity. In connection with the annotated translation, I translated a book entitled Science in Medieval Islam written by Howard IL Turner (1995), In this translation, there are 14 annotations which are the solution and accountability of translation problems in the source text. The annotations involve words or terms, phrases, clauses, and sentences.
The translation methods used are semantic and communicative methods of Newmark (1988). Meanwhile, the translation procedures include transposition, modulation, naturalization and phonological translation, contextual conditioning, and functional equivalence. From the translation of Science in Medieval Islam, the conclusion is that annotations on the translation problems by involving the translation procedures are able to produce equivalents that are acceptable in the target language.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2006
T17222
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Haru Deliana Dewi
"Terjemahan beranotasi ini merupakan penjelasan teoretis tentang proses penerjemahan buku Cats: Pocket Reference Book dalam bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Kucing. Buku Referensi Saku. Penerjemahan dilakukan oleh saya sendiri. Penjelasan dalam anotasi tugas akhir ini hanya membahas sejumlah istilah dan ungkapan yang berhubungan dengan kucing dan bukan masalah bahasa umum. Uraian dalam anotasi didukung oleh beberapa teori tentang penerjemahan dengan sejumlah metode dan prosedur penerjemahan yang ada, kamus ekabahasa (Inggris-Inggris dan Indonesia-Indonesia) dan kamus dwibahasa (Inggris-Indonesia dan Indonesia-lnggris), ensiklopedia, buku-buku tentang kucing berbahasa Indonesia dan Inggris, artikel tentang kucing dari situs Internet, majalah kucing, dan narasumber yang mengenal hewan ini dengan baik. Anotasi juga dilengkapi dengan gambar-gambar untuk memperjelas keterangan yang diberikan. Temuan dari terjemahan beranotasi buku Cats ini diharapkan dapat memperkaya kosakata bahasa Indonesia pada umumnya, yakni kosakata bidang perkucingan pada khususnya.

This annotated translation is a theoretical explanation on the translation process of Cats: Pocket Reference Rook, an English book, to be translated into Indonesian entitled Kucing: Buku Referensi Sakti. The translation was done by myself. The explanation in the annotation of this final assignment is limited to terms and expressions related to cats, excluding common language problems. Elaboration made in annotation is supported by some theories of translation with certain methods and procedures of translation available, monolingual (English-English and Indonesian-Indonesian) and bilingual (English-Indonesian and Indonesian-English) dictionaries, an encyclopedia, Indonesian and English books of cats, articles about cats from Internet websites, cat magazines, and resource persons who know cats well. The annotation is also equipped with some pictures to make the explanation given clearer. The findings from this annotated translation of Cats are hopefully able to enrich Indonesian vocabulary in general, especially the vocabulary about cats."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2006
T38081
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ismarita Ramayanti
"Madras on Rainy Days adalah novel yang berlatar belakang budaya India yang kental dibumbui dengan berbagai konflik dan intrik keluarga. Banyak istilah dan ungkapan yang mengandung budaya India yang memerlukan anotasi pada terjemahannya. Metode yang digunakan penerjemah adalah eksotis, pinjaman kultural, chalque, komunikasi, idiomatis, dan adaptasi. Teknik yang digunakan adalah transposisi, modulasi, deskriptif, kontekstual, anotasi, baku, dan tidak memberi padanan. Ideologi yang dipilih adalah foreigniaation agar nuansa India yang merupakan keunggulan novel ini tetap terasa. Ideologi inilah yang memegang peranan penting pads penentuan padanan terjemahan. Anotasi dibagi atas dua belas kelompok, yaitu budaya, busana, sapaan, pekerjaan, jargon, bentuk dan ukuran, kendaraan, musim, jenis bahan, alat, onomatope, serta makanan dan minuman. Terjemahan bergantung pads metode, teknik, dan ideologi yang dipilih penerjemah. Sebagian besar anotasi mengandalkan konteks kalimat. Kendala utama penerjemahan novel ini adalah masalah ideologi. Konteks tertentu mengharuskan penerjemah menggunakan domestication alih-alih foreigniation. Hal ini memberi kesan bahwa penerjemah tidak konsisten. Meskipun demikian, hal ini tetap dilakukan demi kepentingan pembaca TSa."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2006
T39668;
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>