Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 7213 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Saleh Syafradji
Jakarta: Koperasi Jasa Informasi (KOPINFO), 1988
334 SYA p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Mudjajadi
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1982
S8388
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"This study aims to analyse criticakky the thought of a scholar thought library research.Research focused on first,biographies of Hasan Hanafi.including bis educational background as well as the socio-cultural,economic and political condition that influenced they way be percived realities and histhoughts and second,Hasan Hanafi's thougtss on socio-culture,economic and politics that proved his being a reputable scholar....."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Ali Moertopo
Jakarta: Yayasan Proklamasi for Strategic and International Studies, 1973
320.5 ALI d
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Theresia M. Iskandar
"ABSTRAK
Keberhasilan Jepang dalam Restorasi Meiji (1868), telah menempatkan Jepang ke tengah-tengah dunia maju. Tidak terkecuali baik negara besar maupun kecil tampaknya tidak ada yang tidak mengenal Jepang. Terutama Indonesia yang dirasakan dari masa ke masa mempunyai hubungan dengan Jepang yang semakin erat. Mulai dari hubungan ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain. Perusahaan join ven_ture antara Indonesia-Jepang banyak didirikan dan tampaknya berkembang dengan pesat. Selain yang melakukan bisnisnya, tidak sedikit jumlah wisatawan negeri Sakura itu berdatangan di Indonesia. Orang-orang Indonesia pun mempu_nyai minat yang besar terhadap Jepang, jika dibandingkan dengan keadaan 10 tahun yang lalu, jumlah peminat orang_-orang Indonesia yang ingin belajar bahasa Jepang jauh me-ningkat. Hal ini membuktikan suatu hubungan timbal balik yang diperlihatkan oleh orang-orang Indonesia akan perhatiannya terhadap Jepang. Dan dewasa ini bahasa Jepang mulai populer dan menempati urutan yang tidak kalah pentingnya dari bahasa-bahasa asing lainnya seperti Jerman, Perancis, Belanda dan lain-lain. Kemajuan yang dicapai Jepang dalam Restorasi Meiji tersebut merupakan basil lelah keringat para pemimpin pembaharu Jepang yang mendapat dukungan penuh dari rakyatnya. Beberapa pemimpin Meiji telah berjuang untuk mengangkat nama Jepang ke dunia internasional. Atas dasar inilah penulis menaruh perhatian yang lebih akan para pemimpin-pemimpin Meiji khususnya para pemimpin yang dapat dikatakan berperan sebagai otak dari pembangunan menuju Jepang modern...

"
1984
S13903
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Enny Widianingsih
"konsep pemikiran yang mendorong perkembangan politik dan pemikiran di awal periode Meiji adalah kenyataan yang dramatis mengenai ketidakberdayaan Jepang untuk mengatasi serangan dan tuntutan Barat yang mendadak. Suatu perubahan drastis sangat diperlukan bila Jepang berkeinginan tetap bertahan sebagai suatu negara yang merdeka dan berdaulat. Situasi seperti ini dimulai sejak kedatangan Komodor Matthew C. Perry dari Armada Samudra Hindia Timur Amerika Serikat di Uraga (1853) dengan tujuan menuntut dibukanya politik isolasi Jepang.
Kelanjutan dari kedatangan Perry yang melahirkan perjanjian Kanagawa (1854) yang tidak adil bagi Jepang, telah melahirkan perasaan anti orang asing. Sementara itu pengaruh lain yang ditimbulkan dari pembukaan negara ini adalah menurunnya wewenang Shogun dan para Daimyo sehingga melahirkan kekuatan-kekuatan politik baru yang terpecah menjadi dua bagian, yaitu golongan yang pro Barat dengan golongan yang kontra terhadap pembaharuan dari Barat. Perkembangan pemikiran di dalam usaha mencari Bentuk yang tepat dalam arah pembaharuan Jepang selanjutnya merupakan kunci pembahasan zaman ini. Konflik dan permasalahan yang ditimbulkan pada periode ini telah melahirkan generasi-generasi baru yang dengan caranya sendiri melakukan berbagai terobosan atas kepelikan situasi yang dihadapi.
Keadaan zaman yang demikian ini merupakan gambaran situasi Jepang pada saat Tokutomi Sohood; lahirkan. yaitu suatu masa dimana tradisi feodal masih berakar Kuat sementara pengaruh Barat mulai berangsur-angsur masuk mempengaruhi pola pikir masyarakat. Tokutomi Sohoo merupakan salah satu wakil dari generasi zamannya yang mempunyai suatu keinginan kuat untuk ikut berusaha dalam menentukan nasib bangsanya. Satu hal yang menarik perhatian dalam studi ini adalah dalam memilih karir jurnalis sebagai wadah penyaluran ide-ide dan aspirasinya. Hal inilah yang menjadikan Sohoo lain dari kebanyakan intelektual Jepang masa itu yang langsung terjun menjadi politikus. Sohoo menempatkan dirinya sebagai seorang pengamat, kritikus, komentator, dan sekaligus kemudian menjadi penerbit dari majalah dan koran yang dipimpinnya.
Studi ini menjadi lebih menarik dengan perubahan-perubahan pemikiran Sohoo. Bagi Sohoo seorang jurnalis haruslah memiliki nilai lebih dari pada hanya menjadi sporting penulis dan pencari berita. Bentuk pelayanan masyarakat seperti ini baginya merupakan suatu kerja yang menuntut pengabdian total demi untuk membantu kesejahtereran sosia1 masyarakat dan juga kepentingan negaranya. Pada pertengahan tahun 1880-an pada saat karirnya sebagai seorang penulis dimulai sampai pada tahun 1945 saat aktivitasnya di masyarakat berakhir, Sohoo telah banyak mengghasilkan tulisan penting. Sampai akhir masa hidupnya Sohoo telah menulis lebih dari 35O buah tulisan mengenai masalah-masalah dalam negeri, hubungan internasional, sejarah, geografi, penelitian sastra, dan kritik-kritik sosial."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1994
S13638
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siregar, Asronald
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1985
S8873
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Djuhro Wirakartakusumah
"ABSTRAK
Peran koperasi dalam pembangunan, sebagai salah satu dari usaha nasional mempunyai kesempatan untuk mengembangkan usahanya dan mampu bersaing sehat dengan usaha negara dan swasta. Kekuatan pada koperasi yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain, sebenarnya merupakan alat mempersatukan kepentingan, tujuan dan aktivitas yang sama, serta mempunyai fungsi sebagai pemilik, penuntut keuntungan rnaupun sebagai customer. Inilah sebuah prinsip yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain (Hetherington,1991).
Salah satu bagian koperasi yaitu Koperasi Unit Desa (KUD), kini sering muncul sebagai topik pembahasan; terutama dikaitkan dengan semakin meningkatnya warga desa yang menjadi anggota serta partisipasi mereka di dalam penyelenggaraan kegiatan-kegiatan KUD.
Tulisan ini secara umum ingin melihat dan menggambarkan beberapa faktor yang diduga berpengaruh terhadap partisipasi anggota di dalam penyelenggaraan kegiatan-kegiatan KUD. Dengan mengambil KUD Tani Mukti di Kecamatan Ciomas dan KUD Sumber Alam di Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor sebagai unit analisis, maka deskripsi yang diuraikan dalam tulisan ini mencoba untuk melihat seberapa besar pengaruh beberapa faktor tersebut terhadap partisipasi anggota KUD Tani Mukti dan KUD Sumber Alam.
Sebab diakui pula bahwa partisipasi merupakan suatu aspek yang perlu mendapat perhatian. Maksud penulis mengambil dua KUD adalah untuk membuktikan faktor-faktor tersebut seberapa jauh berpengaruh terhadap tiap KUD.
Perolehan data untuk mendukung pembahasan adalah dilakukan dengan menggunakan studi pustaka dan metode penelitian lapangan, dengan mengambil beberapa pihak seperti anggota, anggota pengurus serta ketua kedua KUD, aparat kantor Kecamatan Ciomas dan Dramaga serta Kantor Koperasi Kabupaten Bogor sebagai informan.
Hasil penelitian ini telah memberikan kejetasan bahwa beberapa faktor yang berpengaruh seperti sosial ekonomi, pengetahuan serta penilaian, memberikan pengaruh yang berbeda-beda terhadap partisipasi anggota di dalam kegiatan kegiatan yang diselenggarakan oleh KUD Tani Mukti dan KUD Sumber Alam. Dalam arti, ketiga faktor tersebut mempunyai pengaruh yang berbeda-beda bagi kehadiran anggota dalam RAT(Rapat Anggota Tahunan), pengajuan usul dalam RAT, kegiatan simpanan sukarela maupun kegiatan usaha KUD, ada yang berpengaruh secara kuat dan ada pula yang tidak berpengaruh.
Akhirnya, partisipasi anggota diharapkan kelak dapat lebih mendukung usaha KUD dalam rangka penyelenggaraan, kegiatan-kegiatan yang lebih sempurna.

"
1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Maya Kartika Pramudita
"Penelaahan mengenai pokok-pokok pemikiran Shibusawa Eiichi yang mengkaitan perekonomian dengan moral dan dasar terbentuknya pemikiran-pemikiran tersebut. Tujuannya adalah untuk memahami pemikiran Shibusawa Eiichi yang berkaitan dengan pedoman moral bagi kalangan bisnis dalam usahanya menunjang modernisasi di zaman Meiji, dan menemukan landasan dari pemikiran-pemikirannya. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian dengan metode kepustakaan, terutama didasarkan pada buku Rongo to Soroban yang ditulis oleh Shibusawa Eiichi. Selain itu jugs dipergunakan buku-buku lain yang berkaitan dengan terra permasalahan sebagai acuan penunjang. Hasil penelitian kepustakaan ini menunjukkan bahwa Shibusawa Eiichi menganggap perlu ada suatu pegangan moral bagi pelaku bisnis dalam menjalankan kegiatannya. Pegangan moral tersebut dimaksudkan agar kegiatan yang mereka lakukan tidak saja menghasilkan keuntungan pribadi melainkan diharapkan juga dapat menunjang usaha pengembangan perekonomian negara secara keseluruhan, sesuai dengan tuntutan zaman ketika itu.Pegangan moral yang dianjurkan oleh Shibusawa Eiichi adalah ajaran - ajaran Konfusianisme lama, yaitu ajaran menurut Kooshi, yang termuat dalam kitab Rongo."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1994
S13734
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Julizar Firmansyah
"Berdasarkan pelacakan filosofis mengenai arkeologi pengetahuan dari Michel Foucault ada beberapa hal yang dapat ditarik sehubungan dengan masalah penelitian. Pertama, sejarah dalam pengertian arkeologi pengetahuan berjalan sesuai prinsip diskontinuitas yang inti filosofisnya ialah pemutusan terhadap subjek, karena subjektivitas hanya menggiring manusia pada dominasi. Diskontinuitas terdiri atas ambang batas, selaan, retakan, mutasi, dan transformasi.
Tugas ahli sejarah justru memperlihatkan berbagai diskontinuitas. Kedua, arkeologi pengetahuan bertujuan mengeksplisitkan episteme. Ketiga, hal terpenting untuk mengetahui cara kerja arkeologi pengetahuan adalah mengkaji regularitas-regularitas diskursif dengan menggunakan metode penelitian kritis-reflektif dan interpretatif.
Hasil penelitian menunjukkan, penerapan diskontinuitas dalam studi modernisasi melahirkan apa yang disebut Mansour Faqih sebagai arkeologi pembangunan. Jika modernisasi tidak dikaji dengan arkeologi Foucault, maka orang tidak dapat melihat relasi antara pengetahuan dan kekuasaan negara-negara maju di dalamnya."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2003
T11223
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>