Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 758 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Perrone, Santina
Canberra: The Australian Institute of Criminology, 1999
364 PER c (1)
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Silbermaan, Charles E.
New York: Random House, 1978
364 SIL c
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Vanessa Nabilla Silvada Setiadi
"Proposal ini berjudul Perencanaan Program Kampanye Anti Tawuran oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 'FAV! (Fight Against Violence)', dimana terciptanya proposal ini terinspirasi dari banyaknya kejadian atau kasus tawuran di kalangan remaja, khususnya para pelajar SMA, dan parahnya kejadian tawuran tersebut sempat merenggut korban jiwa, seperti yang terjadi antara SMAN 70 dan SMAN 6 Jakarta.
Banyaknya kejadian tawuran di Jakarta ini, menginspirasi penulis untuk membuat suatu kampanye anti tawuran yang tentunya bertujuan untuk mengurangi kasus tawuran yang terjadi, khususnya di daerah Jakarta. Kampanye yang akan dilaksanakan dibawah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan ini bernama Fight Against Violence (FAV!), berdasarkan tema yang diambil yaitu Tingkatkan Kerukunan, Kurangi Kekerasan. Dari tema tersebut, penulis merencanakan untuk membuat beberapa program atau kegiatan yang masih dalam lingkaran kampanye anti tawuran, dimana perencanaan program ini dibuat berdasarkan strategi kehumasan yakni model kampanye Ostegaard yang mengandung tiga tahapan dalam kampanye. Pertama, mengidentifikasi masalah faktual yang dirasakan. Kedua, adalah pengelolaan kampanye yang dimulai dari perancangan, pelaksanaan hingga evaluasi. Ketiga, adalah tahap evaluasi pada penanggulangan masalah (reduced problem).
Berdasarkan strategi yang telah dipikir secara matang, terbentuklah rangkaian program FAV! ini, dimana kegiatan tersebut akan diawali dengan mass media campaign yaitu melakukan kampanye pada media cetak, elektronik, serta online. Kemudian dilanjutkan dengan Jakarta High School Competition yaitu ajang perlombaan antara siswa SMA se-Jakarta, yakni perlombaan futsal, film pendek, band, dan fotografi. Setelah itu, akan dilaksanakan kegiatan seremonial Peresmian Monumen & Ikrar Pemuda Menolak Kekerasan, dan sebagai penutupan adalah FAV Night! yang merupakan acara malam penganugerahan atau pengumuman juara dari berbagai lomba yang diadakan Jakarta High School Competition (JHSC).
Pelaksanaan kampanye FAV! ini tentunya bertujuan untuk mengurangi tingkat kekerasan khususnya tauran yang belakangan ini sering terjadi di kalangan remaja, serta pelaksanaan kegiatan kampanye ini dilaksanakan guna mencapai visi kampanye yaitu memberikan dampak langsung dan tidak langsung dalam penurunan tindak kekerasan di kalangan siswa siswi SMA dan memberikan pengetahuan dan pendidikan yang bermoral serta berkualitas untuk siswa siswi SMA, serta misi kampanye yaitu meningkatkan awareness siswa SMA tentang dampak buruk kekerasan, memberikan wadah bagi siswa SMA untuk menyalurkan minat dan bakat yang mereka miliki, dan mencoba memutus tradisi antar siswa-siswi yang menjadi salah satu penyebab utama.

The title of this proposal is Anti Violence Campaign Planning Program by the Department of Education and Culture of the Republic of Indonesia ?FAV! (Fight Against Violence)? , where the creation of this proposal inspired from many incidents or a brawl case among teenagers, especially the high school student, and unfortunately some of the brawl cases causing someone dies, as happened between SMAN 70 and SMAN 6 Jakarta.
The number of incidents of violence in Jakarta inspires writers to make a campaign anti violence which is certainly have a purpose to reduce the brawl case, especially in the Jakarta area. The campaign that will be implemented under the Department of Education and Culture, called Fight Against Violence (FAV!), based on a theme that is taken namely Increasing Togetherness, Reducing Violence. From that, the writers are plotting to make several programs or activities which are still in the area of campaign anti violence where planning program is made based on the public relation campaign model namely Ostegaard Campaign Model, which is containing three stages. First, identify a factual matter which is perceived. Second, is the management of the campaign started from design, the implementation, and the evaluation. Third, is the evaluation stage in treatment of a problem (reduced the problem).
Based on the strategy that has been well thought, the whole programs of FAV! event has formed, where those activities will begin with mass media campaign that is conducting a campaign in print, electronic media, as well as online. Then proceed with the Jakarta High School Competition, a several competitions between high school students in Jakarta. The competitions are futsal, band, short movie, and photography. After that, there's a ceremonial activities called Peresmian Monumen dan Ikrar Pemuda Menolak Kekerasan, and for the last but not least is FAV! Night, the night for announcing all the winners of whole competitions in Jakarta High School Competition (JHSC).
The implementation of FAV! campaign is certainly aim to reduce the level of violence, especially the brawl which lately often occurs among teenagers, as well as the implementation of the activities of this campaign was carried out in order to achieve the vision of a campaign, which are to gives a direct and indirect impact of the decreasing in violence among high school students and provides a good quality knowledge and moral education for high school students, and also to reach the mission of the campaign which are to increase awareness about the bad impact violence, provide a channel for high school students to show their talent or hobbies, and try to break the tradition among students who became one of the main causes of a brawl.
"
Depok: [Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia;Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia], 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Charles Surjadi
Jakarta: Center for Health Reserach - Atma Jaya Catholic University, 1999
368.48 CHA c
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Ashar Suryobroto
"Permasalahan yang saya teliti dalam tesis ini adalah : Pola-pola tindak kejahatan yang terbentuk dari pola-pola kehidupan sosial sehari-hari yang terjadi pada penduduk daerah kumuh (slum area) Gang Kelinci - Bumiarjo yang merupakan zone transisi dari kota Surabaya, sebagai akibat perubahan sikap hidup yang dialami orang desa yang datang dan berhuni dikota. Pola-pola tersebut meliputi : kegiatan-kegiatan sosial, keteraturan sosial, aspek sosialisasi, pola patron-Wien, tingkat solidaritas, aspek aspek kriminal, sanksi, orientasi nilai, dan perasaan teritori.
Corak kehidupan penduduk Gang Kelinci yang berada didaerah hunian liar, kumuh dan miskin ini cenderung menghasilkan produk sosialisasi yang lebih menonjolkan aspek frsik dalam ?kehebatan" melakukan kejahatan ditandai memudarnya rasa kemanusiaan, etika dan adab yang melahirkan pola-pola kejahatan yang dilakukan warganya, diantaranya membentuk pola patron klien secara berjenjang I bertingkat dalam arti : ada jalinan antara perolehan hak-hak klien untuk mendapat perlindungan dan pengamanan fisik dari patron , serta kewajiban klien kepada patronnya masing-masing berupa pemberian (setoran) sejumlah maters dan/atau uang sesuai jenis dan bentuk "lapangan operasi" yang digeluti.
Pola-pola kejahatan juga tidak lepas dari ciri lingkungan sosial yang berada disekitar daerah kumuh tersebut, oleh sebab itu perilaku menyimpang bahkan tindak kejahatan yang dilakukan warga pemukiman ini, bukan merupakan pelanggaran atau deviant behavior, misalnya jenis jenis perbuatan kejahatan jalanan atau street crimes seperti penodongan, penjambretan, perampasan, pencopetan, pemerasan, pelacuran dan perjudian. Penentuan pilihan lokasi kejahatan / tempat kejadian yang radiusnya relatif dekat dengan daerah huniannya adalah salah satu implementasi dalam penerapan kiat pelaku kejahatan guna mengendalikan dan memonitor kegiatan mereka sesuai pola ruang - jarak - wilayah, yang sekaligus dapat disebut sebagai upaya pelarian, persembunyian dan pengamanan diri dari kejaran petugas Polisi."
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 1998
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Suhariyono A.R.
"Bentuk perbuatan pidana yang sudah lama dikenal, seperti tindak pidana terhadap harta benda, dapat dilakukan lebih efisien (tanpa menggunakan kekuatan fisik) dengan menggunakan komputer. Konsep KUHP, terutama pengaturan tindak pidana harta benda, yang dilindungi adalah obyek yang berwujud yang dapat diraba.
Selama ini, penerapan tindak pidana yang berkaitan dengan komputer adalah salah satu kejahatan modern yaitu kejahatan yang dilakukan oleh para intelektual dan pelaku kejahatan dalam lingkup "White Collar Crime". (Term usually signifies law violations by corporations or individuals including theft or fraud and other violations of trust committed in the course of the offender's occupation).
Tindak pidana ini dapat ditinjau dari kemungkinan timbulnya kerugian finansial yang pada umumnya dalam jumlah besar sebagai akibat langsung dari tindakan tersebut. Ini sebagai ciri yang paling panting dari tindak pidana ini, misalnya dalam lalu lintas keuangan di bank. Di samping kerugian finansial, ada kepentingan lain yang perlu mendapat pengamanan, misalnya, data pribadi atau rahasia negara.
Tindak Pidana Yang Berkaitan Dengan Komputer menarik, karena :
  1. Perbuatan tersebut dapat dilakukan dengan sangat cepat secara otomatis;
  2. Perbuatan tersebut dapat dilakukan tanpa campur tangan manusia dan dapat diulang-ulang secara tanpa batas;
  3. Tidak kelihatan dan semua bekas dapat dihapus secara otomatis
  4. Dapat dilakukan melapaui geografis karena penggunaan telekomunikasi dan informatika;
  5. Perbuatan tersebut merupakan ancaman bagi perusahaan, organisasi, dan lembaga yang merupakan tonggak dari masyarakat modern;
  6. Perbuatan tersebut dapat dilakukan di rumah pribadi dan locus delicti di tempat lain.
Semua perbuatan di atas harus ditanggulangi dengan sistem hukum yaitu dengan membentuk suatu peraturan yang dapat melindungi masyarakat, bangsa, dan negara.
Di dalam peraturan (nantinya), perlu dipertimbangkan mengenai permasalahan :
  1. tindak pidana yang diatur dalam KUHP yang nyata-nyata ditujukan kepada seseorang atau suatu barang, akan terjadi penafsiran lain jika tindak pidana tersebut dilakukan terhadap komputer, misalnya, penipuan yang ditujukan kepada komputer;
  2. barang yang bernilai ekonomis, sekarang ini sudah banyak .yang berbentuk barang takberwujud (immaterial);
  3. peran kertas sebagai penyimpan data, sekarang ini sudah terdesak oleh bahan elektronik penyimpan data, misainya, disket, hardisk, kaset, atau compact disk;
  4. data dan komputer itu sendiri, dalam hal menggunakan komputer tanpa hak, tanpa izin memeriksa, memperoleh data atau informasi atau program dalam komputer, tanpa hak mengkopi data atau informasi atau program, tanpa hak menghapus atau mengubah data, dan tanpa hak mengganggu atau menggagalkan pengolahan dan lalu lintas data.
Dari masalah di atas, akan dicoba untuk mencari solusi dengan menuangkannya dalam suatu naskah akademis (hasil penelitian atau pengkajian suatu masalah) sebagai acuan pembentukan peraturan perundang-undangan. Pembentukan peraturan (UU pidana) merupakan suatu kebijakan tertentu di dalam menentukan kriminalisasi atau dekriminalisasi suatu perbuatan. Dalam tahap ini adaiah tahap penetapan pidana oleh pembuat undang-undang."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
New Delhi: Sage Publications, 2001
364 CRI
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Vito, Gennaro F.
California: Wadsworth, 1994
364 Vit c
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
New Delhi: Sage Publications, 1996
364 CRI
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Teamwork, Med Press
Yogyakarta: Media Pressindo, 1999
364 Tea c
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>